Bisnis.com, JAKARTA — Inggris Raya tidak akan ikut berpartisipasi dalam inisiasi pendanaan untuk mendukung konservasi hutan Tropical Forest Forever Facility (TFFF) yang diusung tuan rumah COP30, Brasil, menurut seorang narasumber yang mengetahui isu ini. Upaya Brasil untuk memobilisasi dana sebesar US$10 miliar per tahun diperkirakan bakal berat tanpa dukungan Inggris.
Tropical Forest Forever Facility merupakan inisiatif utama Brasil pada konferensi iklim PBB yang akan dimulai pekan ini di kota Belém, pintu gerbang menuju kawasan Hutan Amazon.
Awalnya, Brasil menargetkan pemerintah di seluruh dunia untuk berinvestasi sebesar US$25 miliar. Investasi ini akan digunakan sebagai modal dasar guna menciptakan mekanisme pendanaan senilai US$125 miliar bagi pelestarian hutan global.
Namun, setelah berbulan-bulan upaya diplomatik yang hanya menghasilkan komitmen finansial dari Brasil dan Indonesia, Menteri Keuangan Brasil Fernando Haddad akhirnya menurunkan target jangka pendek.
“Berdasarkan semua pembicaraan sejauh ini, saya percaya kita bisa mengumpulkan US$10 miliar untuk TFFF pada tahun depan,” ujarnya dalam konferensi Bloomberg Green at COP30 di São Paulo, Selasa (4/11/2025).
Sebelumnya, Bloomberg melaporkan bahwa Perdana Menteri Inggris Keir Starmer sempat mempertimbangkan untuk menginvestasikan sedikitnya US$1 miliar dalam TFFF. Pemerintah Inggris juga telah menyalurkan hibah senilai beberapa juta dolar kepada lembaga yang membantu penyusunan teknis pembentukan dana tersebut.
Namun, menurut sumber yang sama, Departemen Keuangan Inggris memperingatkan bahwa investasi sebesar itu tidak realistis dilakukan saat ini, mengingat pemerintah sedang berupaya menekan beban utang publik yang terus meningkat.
Menteri Keuangan Rachel Reeves dijadwalkan memaparkan anggaran negara pada akhir bulan ini, dengan mempertimbangkan opsi kenaikan pajak untuk menambah pemasukan fiskal. Kedutaan Besar Inggris di Brasil menolak memberikan komentar.
Ketika ditanya pada Rabu (5/11/2025) apakah Inggris akan berkontribusi pada dana TFFF, juru bicara Perdana Menteri, Tom Wells, menyatakan bahwa fokus pemerintah saat ini adalah mendorong pertumbuhan ekonomi domestik dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di dalam negeri, sehingga kecil kemungkinan Inggris akan menyetor dana ke TFFF.
Meski demikian, Wells menambahkan bahwa pemerintah Inggris tetap mendukung inisiatif tersebut secara prinsip dan akan mencari cara untuk melibatkan sektor keuangan swasta Inggris dalam mendukung skema ini, misalnya melalui City of London.
Pemerintah Brasil sejauh ini menolak berkomentar lebih lanjut mengenai keputusan Inggris tersebut.
Para pemimpin dunia dijadwalkan bertemu pada Kamis (6/11/2025) di Belém, di mana Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva berharap negara-negara lain akan ikut berkomitmen mendanai TFFF. Brasil sendiri telah menyatakan siap menginvestasikan US$1 miliar, sementara Indonesia telah menyampaikan niat untuk menyamai kontribusi tersebut.