Bisnis.com, PADANG ARO - Pemerintah Kabupaten Solok Selatan, Sumatra Barat, mencatat tingkat pengangguran terbuka di daerah itu terus mengalami penurunan dari tahun ke tahun.
Sekretaris Daerah Kabupaten Solok Selatan, Syamsurizaldi mengatakan melihat data BPS, selama tiga tahun terakhir terus turun dari posisi 2,57% di 2023, kemudian menjadi 2,30% di tahun 2024, dan angka terakhir pada tahun lalu sebesar 2,13%.
"Penurunan ini terjadi secara kontinu sebab terus membaiknya iklim investasi di Solok Selatan di berbagai sektor," katanya, dalam keterangan resmi, Senin (13/4/2026)
Dia menyampaikan Kabupaten Solok Selatan menjadi yang terendah angka tingkat penganggurannya di Sumbar dibandingkan untuk kabupaten lainnya. Angka pengangguran yang terus menurun itu ada beberapa faktor, salah satunya iklim investasi.
Menurutnya iklim investasi di Solok Selatan kian membaik, terutama investasi di bidang energi. Dengan dilakukannya investasi oleh PT Supreme Energi tahap dua yang dimulai tahun lalu, diakuinya sangat berdampak pada penyerapan tenaga kerja.
Tak hanya itu, investasi di bidang perkebunan dan pertanian juga kian meningkat. Perkebunan kelapa sawit, jagung, dan kopi kini juga terus meluas dan digandrungi oleh generasi muda.
Kemudian juga intervensi pemerintah untuk mendorong berkembangnya UMKM juga menjadi salah satu faktor. Apalagi sekarang UMKM sudah butuh digitalisasi yang semakin membuka lapangan kerja.
"Jadi ini membuktikan bahwa dahulu pemerintah kabupaten dianggap ekstrem tentang persoalan honorer. Ternyata setelah kita evaluasi juga melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi itu mereka banyak masuk ke sektor informal. Jadi petani bawang, kopi, sawit, termasuk juga merambah ke UMKM," ujar dia.
Ke depan, Pemkab Solok Selatan optimis penurunan angka pengangguran akan terus turun. Tak hanya karena investasi dari perusahaan energi yang akan berlanjut sampai ke 2030, tapi juga karena pembangunan infrastruktur yang terus dilakukan.
Menurutnya pada pembukaan jalan tembus Solok Selatan-Dharmasraya yang disebut-sebut akan mengundang lebih banyak kunjungan ke sektor pariwisata di Kabupaten Solok Selatan yang otomatis juga akan membuka lapangan kerja, dan terus turunnya angka pengangguran inipun juga menarik perhatian pemerintah pusat.
"Kabupaten Solok Selatan kini menjadi salah satu nominator mewakili regional I Sumatra dalam Penghargaan Apresiasi Kinerja Pemerintah Daerah Dimensi Penurunan Tingkat Pengangguran yang dilakukan oleh Kementerian Dalam Negeri," tutupnya.