Bisnis.com, JAKARTA – Danantara Indonesia turut mengapresiasi langkah gerak cepat yang dilakukan otoritas pasar modal dalam memberikan kejelasan kepada para pelaku pasar.
Chief Investment Officer BPI Danantara Pandu Sjahrir menyampaikan upaya regulator dalam membenahi pasar modal dilakukan setiap hari dan tentu hasilnya tidak akan terlihat dalam satu malam.
"Sangat serius, hari Rabu [MSCI] pengumuman, Senin ini sudah diumumkan [hasil kebijakan] dan ini sangat cepat. Bisa dibilang untuk banyak negara-negara yang di-cover MSCI, ini [Indonesia] salah satu yang tercepat dari sisi regulator dan juga dari sisi bursa yang terkait," kata Pandu usai pertemuan dengan MSCI, Senin (2/2/2026).
Adapun, penyedia indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI) pekan lalu mengumumkan kebijakan interim berupa pembekuan atau freeze rebalancing indeks untuk saham asal Indonesia pada periode Februari 2026.
Hal itu pun memicu kejatuhan pasar saham dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang anjlok 6,84% menjadi 8.329 pekan lalu pada periode 23-30 Januari 2026. Terpantau aksi jual asing di lantai bursa mencapai Rp13,92 triliun dalam sepekan.
Pandu pun mengimbau agar pelaku pasar untuk tidak panik dan tetap tenang dengan mengambil keputusan investasi secara rasional. Dia menjamin bahwa pembuat kebijakan selalu memberikan yang terbaik untuk pasar modal.
Danantara sebagai sovereign wealth fund (SWF) hadir dalam pertemuan antara Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan self regulatory organisations termasuk Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan MSCI hari ini.
Pandu menegaskan kehadiran Danantara dalam pertemuan BEI dengan MSCI tersebut hanya sebatas investor institusi. Dia mengatakan pihaknya merupakan pembeli saham di pasar modal dan merasa perlu untuk memantau perkembangan pasar.
"Kami hanya pembeli saham, kami ikut membeli saham bagian dari ini, karena kami merasa saham-saham di Indonesia itu menarik karena ekonominya juga bagus, dan saya rasa valuasinya sangat menarik," kata Pandu.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.