#30 tag 24jam
IPO SpaceX Cetak Miliarder Baru, Siapa Saja Pemegang Saham Terbesar selain Elon Musk?
Kendati turun dari puncaknya, nilai tersebut masih sekitar 37 persen lebih tinggi dibandingkan harga IPO sebesar 135 dollar AS (sekitar Rp 2,4 juta). [578] url asal
#ipo #ipo-spacex #ipo-spacex-elon-musk #ipo-spacex-harga-saham
(Kompas.com - Money) 19/06/26 19:39
v/254810/
KOMPAS.com – Penawaran umum perdana saham (IPO) SpaceX tak hanya mengerek kekayaan pendiri sekaligus CEO Elon Musk, tetapi juga melahirkan sejumlah miliarder baru dari jajaran investor dan eksekif perusahaan.
Setelah resmi melantai di bursa, nilai kepemilikan saham pribadi Musk di SpaceX melonjak hingga menembus 1 triliun dollar AS (Rp 17.804 triliun), menjadikannya salah satu pemegang saham dengan nilai kepemilikan terbesar dalam sejarah perusahaan publik.
Namun, Elon Musk bukan satu-satunya pihak yang menikmati lonjakan valuasi tersebut. IPO SpaceX juga meningkatkan nilai kepemilikan sejumlah investor awal, anggota dewan, hingga eksekutif senior perusahaan menjadi miliaran dollar AS.
Meski antusiasme investor sempat mendorong kapitalisasi pasar SpaceX melampaui Amazon, bahkan sempat menyalip Microsoft pada awal pekan, aksi ambil untung membuat valuasi perusahaan sedikit terkoreksi.
Pada penutupan perdagangan Kamis, kapitalisasi pasar SpaceX tercatat sekitar 2,43 triliun dollar AS (Rp 43.263,72 triliun). Kendati turun dari puncaknya, nilai tersebut masih sekitar 37 persen lebih tinggi dibandingkan harga IPO sebesar 135 dollar AS (sekitar Rp 2,4 juta) per saham.
Berdasarkan data FactSet yang dihimpun CNBC, berikut sejumlah pemegang saham SpaceX dengan nilai kepemilikan lebih dari 1 miliar dollar AS (Rp 17,804 triliun).
1. Antonio Gracias melalui Valor Equity Partners
Perusahaan investasi Valor Equity Partners menjadi salah satu pemegang saham terbesar SpaceX dengan nilai kepemilikan sekitar 96,6 miliar dollar AS (Rp 1.719,87 triliun), yang sebagian besar dimiliki atas nama para kliennya.
Pendiri sekaligus CEO Valor, Antonio Gracias, merupakan rekan lama Elon Musk dan saat ini duduk sebagai anggota dewan direksi SpaceX.
Gracias telah mengenal Musk selama lebih dari dua dekade setelah diperkenalkan oleh investor teknologi David Sacks. Ia juga pernah menjadi anggota dewan Tesla dan sempat terlibat dalam program efisiensi pemerintahan DOGE pada era Presiden Donald Trump.
2. Luke Nosek
Luke Nosek, salah satu pendiri PayPal bersama Elon Musk, juga menikmati lonjakan nilai investasinya di SpaceX.
Anggota dewan SpaceX sejak 2008 itu kini memiliki saham senilai sekitar 6,3 miliar dollar AS (Rp 112,17 triliun).
Selain dikenal sebagai pendiri Founders Fund bersama Peter Thiel, Nosek juga mendirikan Gigafund dan pernah menjadi anggota dewan perusahaan kecerdasan buatan DeepMind sebelum diakuisisi Google.
3. Gwynne Shotwell
Presiden sekaligus Chief Operating Officer (COO) SpaceX, Gwynne Shotwell, termasuk individu dengan kepemilikan saham terbesar di perusahaan.
Nilai saham yang dimilikinya diperkirakan mencapai 2,4 miliar dollar AS (Rp 42,73 triliun).
Shotwell merupakan salah satu karyawan pertama SpaceX dan selama bertahun-tahun bertanggung jawab menjalankan operasional harian perusahaan, sementara Elon Musk lebih berfokus pada strategi jangka panjang serta pengembangan teknologi.
Dalam wawancara dengan CNBC saat IPO berlangsung, Shotwell mengatakan dirinya berperan memastikan visi Musk dapat diwujudkan melalui eksekusi bisnis sehari-hari.
Mantan insinyur SpaceX Nathan Silvernail juga menyebut Shotwell sebagai sosok yang menjaga operasional perusahaan tetap berjalan, membangun hubungan dengan pelanggan, sekaligus memenangkan kontrak-kontrak strategis.
4. Bret Johnsen
Kepala Keuangan (Chief Financial Officer/CFO) SpaceX Bret Johnsen turut masuk daftar miliarder baru berkat IPO perusahaan.
Johnsen bergabung dengan SpaceX pada 2011 dan bertanggung jawab menyusun strategi keuangan jangka panjang serta mengelola operasional finansial perusahaan.
Sebelum bergabung ke SpaceX, ia berkarier di Broadcom dan Mindspeed Technologies. Nilai kepemilikan sahamnya kini diperkirakan mencapai sekitar 1,2 miliar dollar AS (Rp 21,36 triliun).
Catatan: Seluruh konversi menggunakan asumsi kurs Rp 17.804 per 1 dollar AS, konsisten dengan konversi yang telah digunakan pada nilai kepemilikan Elon Musk sebesar 1 triliun dollar AS.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang
Saham SpaceX Terbang pada Hari Pertama, Naik 19 Persen
Saham SpaceX melonjak 19,2 persen pada hari pertama perdagangannya di Nasdaq, Jumat (12/6/2026) waktu AS [766] url asal
#bursa-saham #elon-musk #pasar-saham-as #bursa-nasdaq #ipo-spacex #ipo-spacex-elon-musk #saham-spacex
(Kompas.com - Money) 13/06/26 09:11
v/248986/
KOMPAS.com – Saham SpaceX melonjak 19,2 persen pada hari pertama perdagangannya di Nasdaq, Jumat (12/6/2026) waktu AS, setelah perusahaan milik Elon Musk itu mencatatkan penawaran saham perdana (IPO) terbesar dalam sejarah pasar modal.
Dikutip dari Yahoo Finance, saham SpaceX yang diperdagangkan dengan kode SPCX dibuka pada harga 150 dollar AS, atau naik sekitar 11 persen dibandingkan harga IPO sebesar 135 dollar AS per saham yang ditetapkan sehari sebelumnya.
Saham perusahaan roket dan satelit tersebut bahkan sempat melonjak lebih dari 30 persen pada awal perdagangan sebelum memangkas sebagian kenaikannya dan ditutup di level 160,95 dollar AS per saham.
IPO SpaceX berhasil menghimpun dana sebesar 75 miliar dollar AS atau sekitar Rp 1.345 triliun (kurs Rp 17.941 per dollar AS), menjadikannya penawaran saham perdana terbesar yang pernah tercatat.
Mengutip CNBC, lonjakan harga saham pada hari pertama perdagangan mengangkat valuasi SpaceX menjadi sekitar 2,1 triliun dollar AS atau setara Rp 37.676 triliun (asumsi kurs Rp 17.941 per dollar AS).
Dalam perdagangan setelah jam bursa, saham SpaceX masih menguat hingga mendekati 167 dollar AS per saham sehingga kapitalisasi pasarnya mendekati 2,2 triliun dollar AS.
Investor Berebut Saham SpaceX
Minat investor terhadap saham SpaceX terbilang sangat tinggi sejak masa penawaran awal.
SpaceX menawarkan sekitar 555,6 juta saham dalam IPO tersebut. Penjamin emisi juga memiliki opsi greenshoe untuk menjual tambahan sekitar 83 juta saham jika permintaan pasar melebihi alokasi awal.
Laporan Reuters menyebutkan IPO SpaceX mengalami kelebihan permintaan atau oversubscribed hingga empat kali lipat.
Data awal dari Vanda Research menunjukkan investor ritel menjadi salah satu pendorong utama reli saham SpaceX pada hari pertama perdagangan.
"SPCX kini menjadi saham yang paling banyak dibeli investor ritel hari ini dan bahkan tidak ada yang mendekati," tulis Vanda Research dalam catatannya.
X/@SpaceX SpaceX tengah menyiapkan IPO pada 2026 dengan target dana lebih dari 25 miliar dollar AS. Jika terealisasi, valuasi perusahaan Elon Musk itu bisa melampaui 1 triliun dollar AS.Sementara itu, CNBC melaporkan volume perdagangan saham SpaceX menembus lebih dari 500 juta saham pada hari pertama, mendekati rekor yang pernah dicatat Facebook saat melantai di bursa pada 2012.
Citadel Securities juga menyebut debut SpaceX mencatat aktivitas pemesanan investor ritel tertinggi yang pernah terjadi dalam sebuah IPO.
SpaceX Jadi Perusahaan AS Terbesar Keenam
Menurut Bespoke Investment Group, valuasi SpaceX saat ini menjadikannya perusahaan publik terbesar keenam di Amerika Serikat.
Nilai perusahaan tersebut berada di bawah Amazon yang memiliki kapitalisasi pasar sekitar 2,54 triliun dollar AS, tetapi sudah melampaui Broadcom yang bernilai sekitar 1,81 triliun dollar AS.
Bespoke juga mencatat nilai SpaceX kini sekitar 700 miliar dollar AS lebih besar dibandingkan Tesla, perusahaan kendaraan listrik yang juga dipimpin Musk. Kapitalisasi pasar SpaceX bahkan lebih dari dua kali lipat nilai Berkshire Hathaway.
Ist Ilustrasi SpaceX akuisisi xAI.Ambisi Besar di Bisnis AI dan Satelit
Elon Musk mengatakan SpaceX telah mencatat arus kas positif sejak sekitar 2015.
Musk menjelaskan keputusan membawa perusahaan ke pasar saham dilakukan untuk mendanai fase pertumbuhan berikutnya.
Dana hasil IPO akan digunakan untuk memperluas jaringan satelit komunikasi Starlink, menambah lebih dari 100.000 satelit di orbit, serta membangun pusat data kecerdasan buatan (AI) di luar angkasa.
Pada Februari 2026, SpaceX juga mengakuisisi perusahaan kecerdasan buatan xAI milik Musk. Akuisisi tersebut membawa model AI Grok, pusat data, dan platform media sosial X ke dalam ekosistem bisnis SpaceX.
Analis Wedbush Dan Ives mengatakan IPO SpaceX merupakan momen penting bagi sektor teknologi, khususnya di tengah pesatnya perkembangan industri AI.
"SpaceX melantai di bursa merupakan momen penting bagi sektor teknologi yang lebih luas ketika revolusi AI dan data memasuki fase berikutnya," tulis Ives dalam catatan risetnya.
Analis Ingatkan Risiko Volatilitas
Meski mendapat sambutan luar biasa dari investor, sejumlah analis memperingatkan bahwa pergerakan saham SpaceX berpotensi sangat fluktuatif dalam beberapa waktu ke depan.
Pendiri dan CEO Kurv Investment Management Howard Chan mengatakan volatilitas harga saham masih akan tinggi hingga pasar menemukan valuasi yang dianggap wajar.
"Saham ini diperkirakan akan mengalami volatilitas tinggi," ujar Chan.
Pandangan serupa juga disampaikan analis CFRA Research Keith Snyder. Dikutip dari CNBC, Snyder menilai valuasi SpaceX saat ini sulit dibenarkan berdasarkan fundamental perusahaan.
Menurut prospektus, SpaceX masih membukukan akumulasi kerugian sebesar 41,3 miliar dollar AS sejak berdiri pada 2002. Pada 2025, perusahaan mencatat pendapatan sekitar 18,7 miliar dollar AS dan rugi bersih sekitar 4,9 miliar dollar AS.
Meski demikian, debut gemilang SpaceX semakin memperkuat posisi Elon Musk sebagai orang terkaya di dunia. Bahkan, kombinasi kepemilikannya di SpaceX dan Tesla membuat Musk tercatat sebagai triliuner pertama dalam sejarah.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang
SpaceX Bidik Dana Rp 1.345 Triliun Lewat IPO Terbesar Dunia
SpaceX menetapkan harga IPO Rp 2,42 juta per saham dan berpotensi menghimpun dana Rp 1.345 triliun saat debut di Nasdaq. [636] url asal
#wall-street #elon-musk #pasar-saham #ipo-spacex #ipo-spacex-elon-musk #saham-spacex #harga-saham-spacex
(Kompas.com - Money) 12/06/26 11:16
v/248136/
KOMPAS.com – Perusahaan antariksa milik Elon Musk, SpaceX, menetapkan harga penawaran umum perdana saham (IPO) sebesar 135 dollar AS per saham menjelang debut perdagangannya di bursa Nasdaq pada Jumat (12/6/2026).
Dengan harga tersebut, SpaceX diperkirakan menghimpun dana sekitar 75 miliar dollar AS atau setara Rp 1.345,58 triliun (asumsi kurs Rp 17.941 per dollar AS).
Perusahaan juga diproyeksikan memiliki kapitalisasi pasar mencapai 1,78 triliun dollar AS atau sekitar Rp 31.935 triliun setelah melantai di bursa.
Nilai tersebut menjadikan IPO SpaceX sebagai salah satu penawaran saham terbesar yang pernah dilakukan di pasar modal global.
Berbeda dari praktik IPO pada umumnya, SpaceX tidak menawarkan rentang harga kepada investor sebelum penetapan harga final. Perusahaan langsung menetapkan harga saham di level 135 dollar AS sejak awal proses penawaran.
Harga tersebut bahkan telah diumumkan sebelum SpaceX memulai rangkaian presentasi kepada investor atau roadshow pekan lalu. Karena itu, proses penetapan harga pada Kamis malam waktu setempat lebih banyak dipandang sebagai formalitas.
Bidik Dana Rp 1.345 Triliun
Dalam prospektus terbaru, SpaceX menyatakan akan menjual sekitar 555,6 juta saham untuk mencapai target penghimpunan dana 75 miliar dollar AS.
Selain itu, para penjamin emisi memiliki opsi greenshoe, yakni hak untuk menjual saham tambahan apabila permintaan investor melebihi alokasi awal. Opsi tersebut mencakup sekitar 83 juta saham dengan nilai sekitar 11,2 miliar dollar AS atau setara Rp 200,94 triliun.
Perusahaan dilaporkan juga menghentikan penerimaan pesanan saham lebih awal pada Rabu (10/6/2026), satu hari lebih cepat dari jadwal yang biasa diterapkan dalam IPO.
Langkah ini memberikan waktu lebih panjang bagi perusahaan dan penjamin emisi untuk menentukan distribusi saham kepada investor.
Ist Ilustrasi SpaceX akuisisi xAI.Permintaan Investor Sangat Tinggi
Minat investor terhadap IPO SpaceX terbilang sangat besar. Berdasarkan laporan Reuters, penawaran saham perusahaan tersebut mengalami kelebihan permintaan atau oversubscribed hingga empat kali lipat.
Kondisi tersebut menunjukkan tingginya antusiasme pasar terhadap perusahaan yang selama ini dikenal sebagai pemain utama di industri antariksa komersial dan teknologi kecerdasan buatan.
Meski demikian, angka oversubscription tidak selalu mencerminkan permintaan riil. Investor institusi kerap mengajukan pesanan dalam jumlah lebih besar untuk memastikan mereka memperoleh alokasi saham yang diinginkan.
Karena itu, besarnya permintaan aktual masih menjadi salah satu faktor yang akan diuji saat perdagangan saham dimulai.
Investor Ritel Berpeluang Dapat Porsi Lebih Besar
Salah satu aspek yang paling diperhatikan dalam IPO SpaceX adalah alokasi saham untuk investor ritel.
SpaceX dikabarkan menargetkan sekitar 30 persen saham IPO dialokasikan kepada investor individu. Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan praktik umum di pasar, yang biasanya hanya berkisar 5 persen hingga 10 persen.
Investor ritel dapat mengajukan pemesanan saham melalui sejumlah platform pialang, termasuk Charles Schwab, Fidelity, Robinhood, SoFi, dan E-Trade milik Morgan Stanley.
Jika target tersebut terealisasi, maka IPO SpaceX akan menjadi salah satu penawaran saham perdana dengan partisipasi investor ritel terbesar dalam beberapa tahun terakhir.
X/@SpaceX SpaceX tengah menyiapkan IPO pada 2026 dengan target dana lebih dari 25 miliar dollar AS. Jika terealisasi, valuasi perusahaan Elon Musk itu bisa melampaui 1 triliun dollar AS.Menanti Debut SpaceX di Nasdaq
Setelah resmi melantai di Nasdaq, perhatian pasar akan tertuju pada harga pembukaan saham SpaceX.
Market maker Nasdaq akan mencocokkan pesanan beli dan jual untuk menentukan harga awal perdagangan. Pada IPO berukuran besar dan sangat dinantikan seperti SpaceX, proses tersebut dapat berlangsung cukup lama bahkan setelah perdagangan resmi dibuka.
Pergerakan saham pada hari pertama akan menjadi indikator awal keberhasilan IPO ini. Investor akan mencermati apakah saham mampu dibuka dan ditutup di atas harga penawaran 135 dollar AS atau sekitar Rp 2,42 juta per saham.
Jika mendapat sambutan positif dari pasar, SpaceX akan mengakhiri statusnya sebagai perusahaan tertutup dan memasuki babak baru sebagai perusahaan publik dengan salah satu valuasi terbesar di dunia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang
IPO SpaceX Kapan? Cek Jadwal, Harga Saham, dan Target Valuasinya
IPO SpaceX atau penawaran umum perdana saham perusahaan antariksa milik Elon Musk menjadi sorotan utama pasar keuangan global [1,186] url asal
#elon-musk #pasar-modal #ipo-spacex #ipo-spacex-kapan #ipo-spacex-nilai #ipo-spacex-elon-musk #ipo-spacex-harga-saham #saham-spacex #ipo-spacex-indonesia
(Kompas.com - Money) 07/06/26 09:14
v/242461/
KOMPAS.com - IPO SpaceX atau penawaran umum perdana saham perusahaan antariksa milik Elon Musk menjadi sorotan pasar keuangan global. Aksi korporasi yang dijadwalkan pada 12 Juni 2026 itu diperkirakan menjadi IPO terbesar dalam sejarah pasar modal dunia.
Dikutip dari CNN, Minggu (7/6/2026), SpaceX menargetkan penghimpunan dana sebesar 75 miliar dollar AS melalui penjualan 555,6 juta saham.
Dengan harga saham awal 135 dollar AS per lembar, perusahaan membidik valuasi sekitar 1,77 triliun dollar AS hingga 1,8 triliun dollar AS atau setara hampir Rp 29.000 triliun.
Nilai tersebut akan menempatkan SpaceX di jajaran 10 perusahaan publik paling bernilai di Amerika Serikat dan berpotensi menjadi perusahaan publik paling bernilai kesembilan di dunia berdasarkan kapitalisasi pasar saat ini.
Besarnya skala transaksi ini membuat pencarian mengenai IPO SpaceX kapan, IPO SpaceX harga saham, hingga IPO SpaceX nilai meningkat menjelang pencatatan saham perdana di bursa Nasdaq.
Jika berhasil menghimpun dana sesuai target, IPO SpaceX akan melampaui rekor yang saat ini dipegang perusahaan minyak Arab Saudi, Saudi Aramco, yang meraup dana 29,4 miliar dollar AS saat melantai di bursa pada 2019.
Harga saham IPO SpaceX dipatok 135 dollar AS
Menurut dokumen yang diajukan kepada Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC), SpaceX menetapkan harga IPO sebesar 135 dollar AS per saham.
Keputusan tersebut tergolong tidak lazim karena perusahaan langsung menetapkan satu harga saham, bukan menawarkan rentang harga seperti yang umum dilakukan dalam proses IPO.
SpaceX akan melepas sekitar 4,3 persen sahamnya kepada publik. Jumlah saham yang beredar bebas atau free float yang relatif kecil ini menjadi perhatian pelaku pasar karena dapat memengaruhi pergerakan harga saham setelah pencatatan perdana.
Riset Yardeni Research, menyebutkan, kecilnya jumlah saham yang tersedia di pasar berpotensi memicu persaingan pembelian ketika berbagai dana indeks mulai mengakumulasi saham SpaceX.
Bisnis antariksa dan AI jadi penopang valuasi
SpaceX didirikan Elon Musk pada 2002 sebagai perusahaan pengembangan roket dan layanan peluncuran antariksa.
Perusahaan kemudian memperluas bisnisnya melalui Starlink, layanan internet berbasis satelit yang kini menjadi salah satu sumber pertumbuhan utama perusahaan.
Pada Februari 2026, Musk juga menggabungkan SpaceX dengan perusahaan kecerdasan buatan xAI yang menaungi platform media sosial X.
Dalam dokumen IPO, SpaceX tidak hanya menyoroti pengembangan eksplorasi antariksa dan misi ke Bulan serta Mars, tetapi juga rencana pengembangan kecerdasan buatan dan pusat data berbasis luar angkasa.
Perusahaan menyatakan dana hasil IPO akan digunakan untuk mendukung kebutuhan belanja modal yang besar pada bisnis antariksa dan AI.
WIKIMEDIA COMMONS/THE WHITE HOUSE Saham Tesla menguat lebih dari 4 persen pada perdagangan Kamis (22/1/2026) setelah Elon Musk mengklaim robotaxi Tesla beroperasi tanpa pengawas keselamatan di Austin, Texas.Masih rugi meski pendapatan tumbuh
Prospektus IPO menunjukkan pendapatan SpaceX pada 2025 mencapai 18,67 miliar dollar AS atau naik sekitar 33 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Namun, perusahaan masih membukukan rugi bersih sebesar 4,94 miliar dollar AS.
Dikutip dari The Motley Fool, apabila menggunakan valuasi sekitar 1,77 triliun dollar AS, saham SpaceX diperdagangkan dengan rasio harga terhadap penjualan (price-to-sales ratio) mendekati 95 kali.
Sebagai perbandingan, rasio serupa pada sejumlah perusahaan teknologi besar jauh lebih rendah. Nvidia diperdagangkan pada kisaran 21,3 kali penjualan, Tesla 15,1 kali, Alphabet 10,7 kali, Apple 10,3 kali, Microsoft 10 kali, Meta Platforms 7,5 kali, dan Amazon 3,7 kali.
Karena itu, sejumlah analis menilai investor membayar premi yang sangat tinggi terhadap prospek pertumbuhan bisnis SpaceX di masa depan.
Analis ingatkan risiko valuasi tinggi
Yardeni Research menilai antusiasme pasar terhadap perusahaan-perusahaan berbasis kecerdasan buatan perlu dicermati karena sebagian besar valuasi masih bertumpu pada proyeksi pertumbuhan yang belum sepenuhnya terbukti.
Yardeni juga menyoroti bahwa belum ada pembuktian konsep atau proof of concept terkait rencana peluncuran pusat data ke luar angkasa yang menjadi salah satu bagian strategi bisnis SpaceX.
Sementara itu, The Motley Fool menyebut IPO SpaceX memiliki sejumlah tantangan, mulai dari model bisnis yang membutuhkan investasi sangat besar hingga posisi perusahaan yang masih mencatatkan kerugian.
Media tersebut juga menyoroti sejarah sejumlah IPO besar yang mengalami koreksi setelah masa pencatatan awal. Saham Facebook, yang kini bernama Meta Platforms, misalnya, sempat turun sekitar 38 persen dalam enam bulan setelah IPO.
Elon Musk tetap pegang kendali perusahaan
Elon Musk yang saat ini memiliki sekitar separuh saham SpaceX akan tetap menjadi pemegang kendali utama setelah IPO.
Melalui struktur saham dengan hak suara khusus, Musk diperkirakan menguasai sekitar 82,4 persen hak suara perusahaan setelah pencatatan saham perdana.
Dengan valuasi IPO sebesar 1,77 triliun dollar AS, nilai kepemilikan Musk di SpaceX diperkirakan mencapai sekitar 841 miliar dollar AS.
Jika digabungkan dengan kepemilikannya di Tesla yang bernilai hampir 300 miliar dollar AS, kekayaan Musk berpotensi menembus 1,1 triliun dollar AS dan menjadikannya triliuner pertama di dunia.
X/@SpaceX SpaceX tengah menyiapkan IPO pada 2026 dengan target dana lebih dari 25 miliar dollar AS. Jika terealisasi, valuasi perusahaan Elon Musk itu bisa melampaui 1 triliun dollar AS.Gagal dapat jalur cepat ke S&P 500
Di tengah persiapan IPO, SpaceX juga menghadapi hambatan terkait peluang masuk ke indeks S&P 500.
Mengutip Reuters, S&P Global memutuskan tidak mengubah persyaratan keanggotaan indeks tersebut, termasuk syarat profitabilitas dan masa pencatatan saham.
Keputusan itu membuat SpaceX belum bisa memperoleh jalur cepat menuju S&P 500 meskipun memiliki kapitalisasi pasar sangat besar.
S&P menegaskan ukuran perusahaan tidak cukup untuk mendapatkan pengecualian terhadap syarat yang berlaku.
Untuk masuk ke S&P 500, perusahaan harus membukukan laba berdasarkan standar akuntansi Generally Accepted Accounting Principles (GAAP) pada kuartal terakhir dan secara kumulatif selama empat kuartal terakhir.
Karena masih membukukan rugi bersih hampir 5 miliar dollar AS pada 2025, SpaceX belum memenuhi persyaratan tersebut.
Peluang masuk Nasdaq-100 lebih cepat
Berbeda dengan S&P, Nasdaq telah mengubah aturan agar perusahaan berkapitalisasi besar yang baru IPO dapat lebih cepat masuk ke indeks Nasdaq-100.
Aturan baru yang berlaku sejak 1 Mei 2026 memangkas masa tunggu masuk Nasdaq-100 dari sekitar tiga bulan menjadi hanya 15 hari perdagangan bagi perusahaan yang memenuhi kriteria kapitalisasi pasar tertentu.
Selain itu, FTSE Russell juga memperkenalkan aturan fast-entry yang memungkinkan perusahaan seperti SpaceX masuk ke Russell U.S. Equity Indexes dan FTSE Global Equity Index Series hanya beberapa hari setelah pencatatan saham.
Jika masuk ke berbagai indeks tersebut, dana indeks dan ETF yang melacak indeks terkait akan diwajibkan membeli saham SpaceX dalam jumlah besar.
Bisakah investor Indonesia membeli saham SpaceX?
Minat terhadap IPO SpaceX Indonesia juga meningkat menjelang pencatatan saham perusahaan di Nasdaq.
Dilansir dari The Guardian, hingga seperempat saham yang ditawarkan dalam IPO berpotensi dialokasikan kepada investor ritel, porsi yang lebih besar dibandingkan kebanyakan IPO berukuran jumbo.
Namun, akses langsung ke masa penawaran perdana umumnya hanya tersedia melalui broker tertentu yang tergabung dalam sindikasi IPO.
Bagi investor Indonesia, cara yang paling memungkinkan untuk memiliki saham SpaceX adalah melalui perusahaan sekuritas yang menyediakan akses perdagangan saham Amerika Serikat setelah saham resmi tercatat di Nasdaq.
Meski menawarkan prospek pertumbuhan dari bisnis antariksa, internet satelit, dan kecerdasan buatan, sejumlah analis mengingatkan bahwa saham SpaceX tetap memiliki risiko tinggi.
Hal ini karena valuasinya yang mahal, kebutuhan modal yang besar, serta ketidakpastian profitabilitas perusahaan di masa depan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang#50 tag sepekan
Warning: file_get_contents(): php_network_getaddresses: getaddrinfo for ekbis.blog failed: Name or service not known in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 54
Warning: file_get_contents(http://ekbis.blog/adminv2/tag7day.json): Failed to open stream: php_network_getaddresses: getaddrinfo for ekbis.blog failed: Name or service not known in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 54
Warning: foreach() argument must be of type array|object, null given in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 56