Operator seluler menghadapi tantangan distribusi trafik tak merata dan cuaca selama Ramadan 2026. Optimalisasi jaringan dan mitigasi risiko diperlukan untuk menjaga kualitas layanan. [719] url asal
Bisnis.com, JAKARTA — Pengamat telekomunikasi mengungkapkan sejumlah tantangan yang dihadapi operator seluler selama periode Ramadan dan Lebaran 2026. Trafik layanan data pada periode tersebut diproyeksikan meningkat dibandingkan hari normal.
Pengamat telekomunikasi sekaligus Direktur Eksekutif Indonesia Information and Communication Technology (ICT) Institute, Heru Sutadi, mengatakan tantangan utama operator seluler tahun ini adalah distribusi trafik yang tidak merata akibat pergerakan masyarakat dalam waktu singkat, terutama di wilayah tujuan mudik.
“Selain itu, kepadatan di titik-titik tertentu bisa menyebabkan lonjakan sesaat yang ekstrem,” kata Heru kepada Bisnis, Minggu (15/2/2026).
Heru menambahkan faktor cuaca, bencana, dan potensi gangguan infrastruktur juga menjadi perhatian. Karena itu, menurutnya, diperlukan koordinasi intensif, kesiapan teknis yang matang, serta respons cepat agar kualitas dan stabilitas jaringan tetap optimal sepanjang periode Ramadan dan Lebaran 2026.
Tak hanya itu, Heru juga mengingatkan operator seluler untuk melakukan mitigasi risiko apabila terjadi pemadaman listrik massal maupun bencana, seperti yang sempat terjadi di Sumatera dan beberapa daerah lainnya beberapa waktu lalu.
Di sisi lain, pengamat telekomunikasi dari ITB, Ian Joseph Matheus Edward, menyoroti perpindahan trafik selama Ramadan yang terjadi sepanjang perjalanan mudik, saat hari raya, hingga arus balik. Menurutnya, saat ini diperlukan otomatisasi perubahan konfigurasi jaringan atau pemanfaatan AI untuk estimasi maupun peramalan trafik, sehingga optimasi dapat menyesuaikan dengan perpindahan trafik.
Sementara itu, pengamat telekomunikasi dari ITB lainnya, Agung Harsoyo, mengatakan setiap operator seluler telah memiliki data mengenai pola sebaran trafik pelanggan pada momen tahun baru, Imlek, Lebaran, dan musim liburan lainnya. Dari sisi teknologi, operator dapat melakukan rekonfigurasi kapasitas jaringan sehingga lonjakan atau perubahan sebaran trafik internet dapat diatasi.
“Komdigi sebagai regulator dapat melakukan drive test di tempat-tempat strategis sebagai mekanisme pengendalian kualitas layanan (QoS/QoE),” ungkapnya.
Sebelumnya, PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk mengungkapkan potensi lonjakan trafik layanan data sebesar 20–30% selama periode Ramadan dan Lebaran 2026. Puncak kenaikan trafik diprediksi mencapai 47.664 TB pada 20 Maret 2026, atau naik sekitar 27,01% dibandingkan periode Lebaran 2025.
Untuk menghadapi lonjakan tersebut, Group Head Network Operation XLSMART, Agus Rohmat, mengatakan perusahaan melakukan sejumlah langkah antisipasi, salah satunya melalui optimalisasi jaringan di berbagai titik prioritas.
“Untuk area-area yang trafiknya akan melonjak kami sediakan mobil MBTS, terutama sepanjang jalur mudik,” kata Agus dalam acara Media Update Kesiapan Jaringan Jelang Ramadan dan Lebaran 2026.
Menara telekomunikasi dengan jaringan 4G dan 5G.
Dia menjelaskan optimalisasi dilakukan di jalur mudik utama, titik-titik keramaian (point of interest/POI), serta 88 rest area di sepanjang jalur mudik. Sejumlah titik juga mengalami peningkatan kapasitas jaringan hingga dua kali lipat seiring integrasi jaringan yang telah diselesaikan.
Selain jalur darat, XLSMART juga memprioritaskan optimalisasi jaringan di jalur transportasi lain, seperti jalur kereta api dari Jakarta ke arah utara dan selatan hingga Yogyakarta, bandara, pelabuhan, rest area, serta kawasan wisata yang diprediksi ramai selama libur Lebaran.
“Jadi ada 248 titik yang kami lakukan optimalisasi dan juga penambahan kapasitas. Terutama area-area wisata, seperti di Jogja, di Jawa Barat Pangandaran,” katanya.
Sementara itu, Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat/IOH) melalui brand IM3 menangkap peluang Ramadan dengan memperluas fitur Satuan Anti-Scam dan Spam Plus (SATSPAM+). Kini, fitur tersebut tidak hanya melindungi pelanggan dari ancaman penipuan melalui SMS dan panggilan reguler, tetapi juga WhatsApp Call.
Director & Chief Commercial Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Bilal Kazmi, mengatakan terlepas dari proyeksi kenaikan trafik layanan data selama Ramadan dan Lebaran 2026, hal terpenting adalah memastikan pengalaman pelanggan tetap terjaga.
“Kami tidak lagi hanya sekedar meningkatkan kapasitas, namanya meningkatkan kapasitas saat Lebaran, saat Ramadhan, dan akhir tahun itu sudah kewajiban kami. Yang lebih penting adalah bagaimana memastikan layanan tambahannya,” kata Bilal saat ditemui usai acara IM3 Ramadan Campaign, Kamis (12/2/2026).
Bilal menyebut kenaikan trafik data selama Ramadan biasanya rata-rata mencapai sekitar 20%. Namun, menurutnya, persoalan utama saat ini bukan semata lonjakan trafik, melainkan meningkatnya gangguan berupa spam dan scam, khususnya melalui WhatsApp Call.
Dia menjelaskan kenaikan scam tercatat sekitar 34,7%, dengan hampir 90% kasus terjadi di WhatsApp dan sekitar 64% melalui panggilan. Menurutnya, perubahan pola ini terjadi karena pelaku penipuan beralih ke kanal yang dinilai lebih efektif, termasuk WhatsApp.
Kenaikan gangguan di WhatsApp disebut mencapai 87%, yang menjadi alasan IM3 meluncurkan perluasan layanan SATSPAM+. Jika sebelumnya fitur ini hanya berlaku untuk SMS dan telepon reguler, kini perlindungan anti-scam tersebut juga mencakup WhatsApp Call. Layanan ini diklaim sebagai yang pertama di Indonesia dan diluncurkan bertepatan dengan momen Ramadan yang dinilai paling relevan.
#50 tag sepekan
Warning: foreach() argument must be of type array|object, null given in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 56