Bisnis.com, MALANG – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mengembangkan sapi perah karena potensi pasarnya yang cukup besar.
Kepala OJK NTB Rudi Sulistyo menjelaskan salah satu upaya yang dilakukan OJK untuk pengembangan sapi perah di NTB dengan menggandeng Koperasi Produsen Agro Niaga Jabung Syariah (KAN Jabung) Jawa Timur yang sudah sukses dalam bisnis sapi perah dari hulu hingga hilir.
Rudi menjelaskan salah satu tugas OJK yakni Pengembangan Ekonomi Daerah (PED), Ia melihat NTB sangat berpotensi sebagai pusat pengembangan sapi perah setelah sukses dalam pengembangan sapi ternak atau sapi potong.
Selama ini NTB belum secara serius dalam pengembangan sapi perah, pilot project yang dilakukan pemerintah belum ada yang berhasil. Padahal kebutuhan sapi perah sangat besar di Indonesia. NTB selama ini fokus pada sapi potong, populasi sapi potong di NTB 1,3 juta ekor tersebar di Pulau Lombok dan Sumbawa.
Dengan menggandeng KAN Jabung, OJK berharap kesuksesan serupa bisa replikasi di NTB "Kami ingin kesuksesan KAN Jabung bisa dibawa ke NTB. Apalagi bentuknya Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang saat ini sedang digalakkan, sayang sekali kalau dilewatkan," jelas Rudi, Kamis (18/6/2026).
Presiden Direktur KAN Jabung Eva Marliyanti menjelaskan NTB berpotensi untuk pembibitan sapi perah dan bahan baku pakan. Selama ini KAN Jabung sudah menyerap jagung dari NTB untuk bahan baku pakan. Rata - rata penyerapan jagung untuk pakan 300 ton per bulan.
"Jika NTB bisa melakukan pembibitan kami siap menampung. Karena selama ini kami impor dari Australia," jelas Eva.
KAN Jabung bermula pada 27 Mei 1979. Di sebuah wilayah pedesaan di Jabung, Malang, sekelompok masyarakat sepakat untuk mendirikan KUD Jabung.
Pada masa itu, fungsi utama koperasi ini adalah mendukung program pemerintah dalam swasembada pangan, khususnya melayani kebutuhan para petani tebu rakyat.
Dengan keterbatasan infrastruktur, para pendiri meletakkan fondasi kepercayaan (trust) yang menjadi modal utama hingga saat ini. Melihat potensi wilayah Jabung yang sejuk dan cocok untuk peternakan, pada akhir dekade 80-an, KUD Jabung melakukan langkah berani dengan merambah ke unit bisnis sapi perah. Pada 1989 dimulainya rintisan pengumpulan susu dari anggota.
Pada 1990 kerja sama strategis dengan perusahaan multinasional seperti PT Nestle Indonesia mulai terjalin. Langkah ini memaksa koperasi untuk meningkatkan standar kualitas susu (grade) demi memenuhi standar industri internasional.
Menyadari risiko jika hanya bergantung pada satu komoditas (susu), KAN Jabung mulai mengepakkan sayap bisnisnya ke berbagai sektor unit pakan ternak, memproduksi pakan berkualitas tinggi untuk menjamin produktivitas ternak anggota.
JABmart (Ritel) Transformasi dari toko kelontong koperasi menjadi jaringan ritel modern yang menyediakan kebutuhan pokok bagi anggota dan masyarakat umum. Sapronak & jasa menyediakan sarana produksi peternakan hingga jasa konstruksi bangunan kandang dan infrastruktur.