Bisnis.com, JAKARTA — Wakil Menteri Perhubungan (Wamenhub) Suntana mengingatkan para pemilik kapal untuk segera melakukan pemeriksaan rutin kapal, demi menghindari insiden yang tak diinginkan saat momen Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Suntana berharap para pemilik kapal—dalam sisa waktu dua bulan ini—dapat melakukan pemeriksaan secara menyeluruh atau ramp check.
“Mumpung masih ada waktu, yang punya kapal, ojo lali [jangan lupa] untuk segera dilakukan ramp check dan pemeriksan rutin, sehingga hari H bisa berjalan dengan bagus,” ujarnya dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Gabungan Angkutan Nasional Sungai, Danau, dan Penyebrangan (Gadasdap) di Hotel Fairmont, Rabu (22/10/2025).
Dirinya bersama pemangku kepentingan lainnya akan turun ke lapangan, mengecek fasilitas transportasi angkutan sungai, danau, dan penyebrangan di seluruh wilayah di Indonesia pada momen Nataru mendatang.
Mantan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Barat tersebut menuturkan, keberlangsungan angkutan maritim tersebut juga tidak terlepas dari peran nahkoda dan anak buah kapal (ABK), bahkan penumpang itu sendiri.
Suntana meminta agar para pemilik kapal menaruh perhatian dan memotivasi para pekerja, agar kejadian sebelumnya—kapal tenggelam maupun terbakar—tak terjadi lagi.
Berdasarkan dugaan sementara, lanjut Suntana, kejadian tenggelamnya Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya di Selat Bali yang mengangkut puluhan penumpang dan kendaraan pada 2 Juli 2025 lalu, terjadi akibat kelalaian.
“Konon katanya, lupa nutup bagian bawah mesin, karena kapalnya LCT [Landing Craft Tank], mungkin air masuk dan lain-lain,” tutur Suntana.
Sementara terhadap kejadian terbakarnya KM Barcelona VA di perairan Talise, Minahasa Utara pada 20 Juli lalu, dugaan sementara akibat kebakaran di kamar penumpang.
“Dugaan sementara adanya kebakaran di kamar penumpang. Untuk itu kita masih punya waktu dan kita beroda bersama supaya ini tidak terjadi kembali,” tambahnya.
Imbasnya, berdasarkan data Basarnas Manado, terdata ada sebanyak 571 orang, yang dinyatakan selamat sebanyak 568 orang dan dinyatakan meninggal dunia sebanyak tiga orang.
Adapun menjelang Nataru, PT Pelni menyediakan potongan 20% bagi 405.000 penumpang kapal laut pada 17 Desember 2025—10 Januari 2026. Kemudian ASDP menargetkan 227.000 penumpang dan 491.000 kendaraan mendapat keringanan tarif jasa pelabuhan pada 22 Desember 2025—10 Januari 2026.