Bisnis.com, MAKASSAR — PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo Regional 4 bersama DPRD Papua Barat Daya membahas rencana pengembangan Pelabuhan Sorong guna memperkuat perannya sebagai simpul logistik di Kawasan Timur Indonesia (KTI).
Division Head Operasi Pelindo Regional 4 Yusida M. Palesang mengatakan pengembangan pelabuhan akan dilakukan secara bertahap dengan fokus pada peningkatan infrastruktur dan layanan operasional.
Menurutnya, Pelindo menyiapkan sejumlah langkah strategis, antara lain peningkatan kapasitas terminal, optimalisasi fasilitas bongkar muat, serta penguatan sistem operasional berbasis digital.
“Kami telah menyiapkan sejumlah rencana strategis, termasuk peningkatan kapasitas terminal, optimalisasi fasilitas bongkar muat, serta penguatan sistem operasional berbasis digital guna meningkatkan efisiensi dan daya saing pelabuhan,” ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (18/5/2026).
General Manager Pelindo Regional 4 Sorong Sonny Uktolseya mengatakan pengembangan Pelabuhan Sorong diarahkan untuk mendukung pertumbuhan sektor logistik dan industri di wilayah timur Indonesia.
Menurutnya, pengembangan tersebut diharapkan dapat mempercepat arus distribusi barang serta meningkatkan efisiensi biaya logistik di kawasan Papua Barat Daya.
"Kami ingin pengembangan pelabuhan ini dapat berjalan terarah, terukur, serta memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat Papua Barat Daya," katanya.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Papua Barat Daya Fredrik F. A. Marlissa menilai pengembangan Pelabuhan Sorong diperlukan seiring meningkatnya aktivitas ekonomi di daerah tersebut.
Dia mengatakan Pelabuhan Sorong memiliki posisi strategis sebagai pintu distribusi logistik di Papua Barat Daya sehingga membutuhkan penguatan infrastruktur dan layanan operasional.
“Pelabuhan Sorong memiliki posisi strategis sebagai pintu gerbang distribusi logistik di Papua Barat Daya. Oleh karena itu, pengembangan infrastruktur dan peningkatan layanan pelabuhan menjadi sebuah kebutuhan,” ujarnya.