Bisnis.com, JAKARTA — Presiden Amerika SerikatDonald Trump melancarkan kritik keras terhadap Mahkamah Agung AS setelah lembaga yudikatif tertinggi itu membatalkan sebagian besar kebijakan tarif global yang selama ini menjadi pilar utama agenda ekonominya.
Dalam pernyataannya di Gedung Putih, Trump melontarkan ujaran ‘memalukan’ terhadap beberapa anggota pengadilan dan menyebut sebagian hakim sebagai ‘aib bagi negara’. Dia juga menilai putusan tersebut tidak patriotik dan bertentangan dengan konstitusi.
“Mereka sangat tidak patriotik dan tidak setia pada konstitusi kita,” ujar Trump, seperti dilaporkanBloomberg, Sabtu (21/2/2026).
Mahkamah Agung AS sebelumnya memutuskan bahwa Trump telah melampaui kewenangannya dengan menggunakan undang-undang kekuasaan darurat federal untuk memberlakukan tarif resiprokal secara global, termasuk bea masuk terarah yang diklaim pemerintah sebagai respons terhadap perdagangan fentanil.
Dua hakim yang diangkat Trump pada periode pertamanya, Neil Gorsuch dan Amy Coney Barrett, ikut bergabung dengan mayoritas dalam membatalkan kebijakan tersebut.
Putusan itu belum menyentuh soal hak pengembalian dana bagi importir. Jika pengadilan tingkat bawah nantinya mengabulkan hal pengembalian ataurefunddana bagi importir secara penuh, nilainya dapat mencapai hingga US$170 miliar, lebih dari separuh total penerimaan yang telah dihimpun dari kebijakan tarif tersebut.
Pejabat Gedung Putih menyatakan akan mengganti kebijakan itu dengan instrumen hukum lain. Namun, opsi tersebut dinilai lebih sulit diterapkan dan berpotensi menghadapi pembatasan yang lebih ketat terkait cakupan maupun durasi tarif.
Sebelumnya, Trump menegaskan kebijakan tarifnya bukan sekadar instrumen ekonomi, melainkan juga alat kebijakan luar negeri. Ia berargumen, tarif diperlukan untuk menarik kembali manufaktur ke AS, menekan negara lain dalam meredakan konflik bersenjata, serta mendorong komitmen investasi asing bernilai miliaran dolar ke Negeri Paman Sam.
“Negara-negara asing yang telah memanfaatkan kita selama bertahun-tahun sangat gembira. Mereka menari di jalanan, tetapi mereka tidak akan menari lama,” kata Trump.
Secara ekonomi, keputusan Mahkamah Agung AS berpotensi memangkas lebih dari separuh rata-rata tarif efektif AS.
AnalisisBloomberg Economicssebelum putusan tersebut memperkirakan, jika kebijakan tersebut dibatalkan secara luas, tarif efektif AS dapat turun dari 13,6% menjadi sekitar 6,5%.