Bisnis.com, SURABAYA – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meresmikan pembukaan Radial Road yang menghubungkan Jalan Mayjen Jonosewoyo dan Jalan Lontar, Kecamatan Sambikerep, Surabaya.
Ia berharap infrastruktur sepanjang 2,8 kilometer tersebut dapat mengurai kemacetan di kawasan Surabaya Barat sekaligus menyumbang pendapatan bagi kas daerah.
Eri menjelaskan pada tahap awal arus lalu-lintas di sepanjang Radial Road akan diberlakukan sistem satu arah, dari Jalan Mayjen Jonosewoyo menuju Jalan Lontar. Rekayasa tersebut diberlakukan agar arus kendaraan bermotor dapat mengalir dan lancar sebelum diterapkan sistem baru yang diberlakukan secara penuh.
“Keberadaan Radial Road saat ini difungsikan agar masyarakat bisa lewat, tapi hanya satu arah, yakni dari timur ke barat," ujar Eri, Selasa (30/6/2026).
Ia menjelaskan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan mengubah mekanisme arus lalu-lintas yang selama ini berjalan di Jalan Lontar, di mana ruas jalan yang melayani kendaraan secara dua arah akan diubah menjadi hanya satu arah dengan arus sebaliknya, yakni dari Jalan Lontar menuju Jalan Mayjen Jonosewoyo.
Kebijakan tersebut diharapkan dapat mengurai kemacetan yang kerap kali terjadi di sepanjang Jalan Lontar sehingga dapat menciptakan sirkulasi kendaraan yang lebih tertata serta menekan antrean panjang kendaraan yang menjadi persoalan menahun di titik itu.
"Jalan Lontar itu jalurnya kecil, dan ada dua jalur di situ. Nah, sekarang kita buat satu jalur, tapi ini sudah kita buka lebih awal biar mengurangi kemacetan. Nanti Insyaallah di minggu depan ke depan sudah berjalan keduanya," ucapnya.
Tak hanya berguna untuk mengurai kemacetan, Eri berharap infrastruktur yang menelan anggaran senilai Rp38 miliar itu akan membawa pengaruh positif terhadap iklim investasi di Kota Surabaya di masa mendatang.
Menurut dia, lokasi infrastruktur tersebut tergolong dalam kawasan jasa perdagangan, yang dikelilingi oleh investasi milik korporasi terkemuka seperti Pakuwon dan Ciputra Group.
“Sepanjang jalan itu, tarif PBB (pajak bumi bangunan) naik karena menjadi jalan besar. Otomatis PBB akan naik karena tidak lagi tergolong sebagai [kawasan] rumah, tapi sudah menjadi jasa perdagangan,” bebernya.