Bisnis.com, JAKARTA — Afrika Selatan memperoleh komitmen pendanaan iklim senilai US$1,84 miliar atau sekitar Rp30,81 triliun dari Inggris Raya dan Jerman dalam skema Kemitraan Transisi Energi Berkeadilan (Just Energy Transition Partnership/JETP).
Mengutip Bloomberg, Inggris bersama Bank Pembangunan Afrika (African Development Bank/ AfDB) memperpanjang jaminan utang terkait iklim senilai US$1 miliar untuk Afrika Selatan. Perpanjangan ini menyelamatkan rencana pembiayaan pemerintah daerah senilai US$400 juta yang sebelumnya terancam batal jika jaminan tersebut berakhir.
Jaminan tersebut merupakan bagian dari paket pendanaan iklim senilai US$10 miliar yang disepakati Afrika Selatan dengan sejumlah negara maju sejak akhir 2021 dalam kerangka JETP. Perpanjangan dilakukan di tengah negosiasi Afrika Selatan dengan AfDB terkait pinjaman US$400 juta untuk layanan energi dan air di tingkat pemerintah daerah, yang akan dijamin oleh Inggris dalam skema tersebut.
Komisi Tinggi Inggris menyatakan bahwa perpanjangan jaminan ini dilakukan “untuk memungkinkan pemerintah Afrika Selatan menjalankan Proyek Reformasi Utilitas Pemerintah Daerah dan mengembangkan proyek infrastruktur rendah karbon lainnya pada tahun ini.”
Program JETP, yang menjadi model bagi kesepakatan serupa dengan Vietnam dan Indonesia, kerap dikritik karena lambatnya realisasi penyaluran dana di Afrika Selatan. Hingga kini, total dana yang dicairkan untuk Afrika Selatan baru di angka US$3,8 miliar dari komitmen US$10 miliar.
Kementerian Keuangan Afrika Selatan menyebut pinjaman pemerintah daerah tersebut nantinya akan digunakan untuk menekan kebocoran air dan listrik serta memperkuat infrastruktur di empat wilayah di Provinsi Mpumalanga, kawasan yang menjadi pusat tambang batu bara dan pembangkit listrik tenaga batu bara di negara tersebut.
Pinjaman ini juga ditujukan untuk mendorong keterlibatan sektor swasta dalam penyediaan layanan air dan listrik, yang selama ini mayoritas dikelola pemerintah daerah tanpa partisipasi swasta.
Di sisi lain, Jerman tengah menjajaki pemberian tambahan pinjaman lunak terkait iklim senilai 720 juta euro atau sekitar US$845 juta kepada Afrika Selatan. Utusan khusus Jerman untuk JETP, Rainer Baake, mengatakan pinjaman tersebut akan masuk dalam kerangka kemitraan transisi energi berkeadilan.
“Pinjaman ini akan menjadi bagian dari Just Energy Transition Partnership antara Afrika Selatan dan sejumlah negara maju,” ujarnya dalam konferensi pers di Pretoria.
Secara keseluruhan, Jerman telah meningkatkan komitmen bantuan iklimnya kepada Afrika Selatan dalam program ini menjadi 2,68 miliar euro, jauh di atas komitmen awal sebesar 986 juta euro.