Pemprov Sumut dorong daerah kaji potensi lokal untuk tarik investasi, fokus pada sektor kecil seperti pertanian, target investasi Rp100 triliun per tahun hingga 2029. [421] url asal
Bisnis.com, MEDAN – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatra Utara (Sumut) terus mendorong dan memacu kabupaten/ kota di Sumut mendalami potensi unggulan daerah masing-masing dan membuat kajian lengkapnya untuk ditawarkan kepada calon investor.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sumut Nurbaiti Harahap mengatakan hal itu diperlukan untuk mendorong pertumbuhan investasi Sumut dari daerah, terutama melalui pengembangan potensi-potensi lokal yang selama ini belum menjadi pusat perhatian.
“Sebelum ini kita kerap fokus mencapai target dari sektor investasi yang nilainya besar. Padahal, sektor-sektor yang lebih kecil, seperti misalnya pertanian, juga bisa menarik investor jika daya tawarnya tinggi. Inilah yang saat ini kami dorong kepada pemerintah daerah,” kata Nurbaiti, Rabu (24/6/2026).
Nurbaiti mencontohkan Kabupaten Karo yang terkenal sebagai pusat pertanian hortikultura di Sumatra Utara. Menurutnya, hasil bumi Tanah Karo seperti cabai merah keriting, kentang, maupun sayur mayur lainnya memiliki kualitas yang dapat bersaing untuk masuk ke industri, khususnya makanan.
Namun, investor perlu diyakinkan agar mau menanamkan modalnya di daerah. Penguatan daya tawar produk melalui serangkaian kajian pun disebut Nurbaiti menjadi unsur penting yang harus diprioritaskan pemerintah daerah untuk mendorong masuknya investasi ke sektor potensial di wilayah mereka.
“Pemprov memacu kepala daerah untuk memiliki feasibility study (studi kelayakan)terhadap potensi-potensi unggulan daerah mereka sehingga investor terinformasikan dengan jelas dan bisa mempercepat pengambilan keputusan,” ujarnya.
Adapun Pemprov Sumut menargetkan mampu merogoh investasi hingga Rp100 triliun per tahun hingga 2029. Pada Triwulan I/ 2026, realisasi investasi Sumut baru mencapai Rp13 triliun yang terdiri dari penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp7,7 triliun dan penanaman modal asing (PMA) Rp5,3 triliun.
Secara tahunan, realisasi investasi Sumut di kuartal I/2026 mengalami penurunan sejauh 25,98% (year-on-year/YoY) dibandingkan periode yang sama tahun 2025. Namun, terjadi peningkatan penyerapan tenaga kerja hingga 20,43% (YoY) menjadi 17.319 orang pada periode ini.
Data dari DPMTSP Sumut menyebut subsektor terbesar pengerek investasi Sumut secara keseluruhan ialah industri makanan yang mencapai Rp3,35 triliun; disusul industri karet dan plastik Rp1,82 triliun serta industri listrik, gas, dan air sebesar Rp1,79 triliun.
Sementara lima kabupaten/kota dengan realisasi PMDN maupun PMA tertinggi di Sumut pada Triwulan I/2026 diisi oleh Medan sebanyak Rp4,09 triliun (31,33%), Langkat sebanyak Rp2,01 triliun (15,49%), Deli Serdang sebanyak Rp2 triliun (15,40%), Tapanuli Selatan sebanyak Rp1,03 triliun (7,95%), dan Simalungun sebanyak Rp885,64 miliar (6,81%).
Kepala DPMPTSP Sumut Nurbaiti Harahap didampingi jajarannya saat menerima audiensi Kepala Perwakilan harian Bisnis Indonesia Sumut-Aceh di kantornya, Rabu (24/6/2026). JIBI/Delfi
Gubernur Sumut Bobby Nasution mendorong kepala daerah mempermudah investasi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan membuka lapangan kerja di Sumut. [328] url asal
Bisnis.com, MEDAN – Gubernur Sumatra Utara (Sumut) Bobby Nasution mengimbau kepala daerah se-Sumut mendukung dunia usaha untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi dari sektor ini, termasuk dari sisi regulasi.
“Kepala daerah harus bisa lebih bersahabat dengan dunia usaha, bahkan kalau bisa kebijakan pemerintah di daerah dapat membuat ekosistem usaha lebih baik,” kata Bobby dalam acara North Sumatra Investment, Industry, Trade & Halal Expo 2025 yang digelar Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) Sumut, Senin (13/10/2025).
Bobby Nasution mengatakan bahwa belanja pemerintah daerah Sumut dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2026 terkena penyesuaian (pemangkasan) hingga Rp9 triliun. Dia menambahkan ebanyak Rp1,1 triliun merupakan anggaran di tingkat Provinsi, sedangkan Rp8 triliun lebih di tingkat kabupaten/ kota.
Pemangkasan itu disebutnya membuat sejumlah strategi perlu disesuaikan kembali, termasuk dari sektor-sektor pembentuk pertumbuhan ekonomi lainnya.
Dia mengatakan bahwa dukungan terhadap dunia usaha di daerah akan membuat sektor pengungkit pertumbuhan ekonomi itu bertumbuh dan berkembang lebih cepat sehingga masyarakat bisa turut merasakan dampaknya, seperti lapangan pekerjaan yang lebih terbuka.
“Antara pemerintah dan dunia usaha itu harus berada dalam satu barisan karena tujuannya sama untuk meningkatkan perekonomian daerah. Kalau semakin banyak dunia usaha yang berkembang, kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan pasti akan meningkat,” jelasnya.
Adapun ‘North Sumatra Investment, Industry, Trade & Halal Expo 2025’ digelar KADIN Sumut sebagai wujud komitmen untuk mengenalkan Sumatra Utara sebagai kawasan strategis investasi yang berdaya saing, berkelanjutan, dan berorientasi global, namun tetap berpegang pada nilai-nilai halal, etika, dan keberlanjutan kepada para calon investor.
Ketua KADIN Sumut Firsal Dida Mutyara mengatakan Sumut memiliki potensi yang menguntungkan bagi investor, mulai dari sumber daya alam yang melimpah, infrastruktur pelabuhan dan kawasan industri yang berkembang, tenaga kerja yang muda dan produktif, serta posisi geografis Sumut yang terletak di jalur perdagangan ASEAN.
Firsal pun mengajak para investor baik dari dalam maupun luar negeri untuk menjadikan Sumut sebagai tempat berinvestasi.
“Pemerintah daerah telah membuka berbagai kemudahan perizinan, insentif pajak, dan fasilitas kawasan industri di Medan, bahkan kawasan semakin berkembang,” ujar Firsal. (240)
#50 tag sepekan
Warning: foreach() argument must be of type array|object, null given in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 56