Pemprov Jabar dan PT KAI sepakat kembangkan kereta wisata dan infrastruktur, termasuk rute baru dan penataan stasiun, untuk tingkatkan mobilitas dan pariwisata. [594] url asal
Bisnis.com, BANDUNG - Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan PT Kereta Api Indonesia (Persero) resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang Optimalisasi Penyelenggaraan dan Pengembangan Perkeretaapian di Jawa Barat, Selasa (25/11/2025)
Penandatanganan dilakukan antara Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin disaksikan oleh Wakil Menteri Perhubungan Suntana sebagai tindak lanjut atas kesepakatan bersama sebelumnya, khususnya terkait penguatan layanan, pengembangan infrastruktur, penataan kawasan stasiun, serta penyusunan kajian strategis perkeretaapian di Jawa Barat.
Dalam PKS tersebut, Pemdaprov Jabar dan PT KAI sepakat memperkuat identitas layanan kereta api melalui penamaan dan pengembangan Kereta Api Wisata "Jaka Lalana" serta Kereta Api Kilat "Pajajaran".
"Hari ini Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama seluruh bupati dan wali kota se-Jawa Barat, disaksikan oleh Pak Wamenhub, berkomitmen dengan Direktur PT KAI untuk mengembangkan perkeretaapian di Jawa Barat," kata KDM, sapaan akrab Dedi Mulyadi dikutip dari Humas Jabar, Rabu (26/11/2025).
Usai penandatanganan, Gubernur KDM menyampaikan bahwa PKS ini memberi ruang besar untuk percepatan berbagai program strategis transportasi rel di Jawa Barat.
Ia menjelaskan rencana pengembangan kereta pariwisata Jakarta-Bogor-Sukabumi-Cianjur yang akan diberi nama "Jaka Lalana" sebagai bagian dari penguatan pariwisata berbasis jalur rel.
"Kereta pariwisata Jakarta-Bogor-Sukabumi-Cianjur, namanya Jakalalana," ungkap KDM
Selain itu, Pemdaprov Jabar bersama PT KAI akan memperkuat layanan angkutan hasil pertanian dan perdagangan dari wilayah Jabar menuju Jakarta, Cirebon, dan Banjar melalui pengembangan lokomotif dan gerbong khusus dengan nama "Kereta Api Tani Mukti"
"Penyediaan lokomotif dan gerbong untuk mengangkut hasil pertanian dan perdagangan pada rute Jakarta-Cirebon serta Jakarta-Banjar," kata KDM
Gubernur KDM juga menegaskan dukungan terhadap pengembangan kereta listrik Padalarang–Cicalengka sebagai bagian untuk mendukung mobilitas harian masyarakat, sekaligus mengurangi kepadatan lalu lintas.
Serta pengembangan rute Nambo–Citayam untuk peningkatan headway Stasiun Nambo menjadi bagian kajian strategis yang disepakati untuk memperkuat jaringan rel di wilayah utara Jabar.
Dalam kesempatan yang sama, ia memaparkan rencana kereta cepat rute Pajajaran yang akan menghubungkan Jakarta–Bandung dengan waktu tempuh sekitar satu setengah jam, bahkan dapat dipersingkat hingga satu jam.
"Pengembangan kereta listrik dari Padalarang ke Cicalengka. Lalu, pembangunan jalur Nambo-Citayam. Kelima, kereta Kilat Pajajaran akan memangkas waktu tempuh relatif sangat cepat, Gambir–Bandung menjadi sekitar satu setengah jam," ungkapnya
Layanan ini direncanakan terhubung hingga Garut, Tasikmalaya, dan Banjar dengan waktu tempuh sekitar dua jam.
"Kemudian dari Kota Bandung menuju Garut, Tasikmalaya hingga Banjar dapat ditempuh dalam waktu sekitar dua jam." tambahnya
KDM menegaskan bahwa seluruh rencana pengembangan perkeretaapian di Jawa Barat memerlukan dukungan pembiayaan yang kuat. Ia berharap sinergi antara Pemda Provinsi Jawa Barat, PT KAI, dan para mitra lainnya dapat terjalin dengan baik agar berbagai program strategis tersebut dapat segera diwujudkan.
"Mantap tidak? Untuk itu doakan agar kami bisa mendapat dukungan pembiayaan dalam memenuhi seluruh cita-cita besar ini. Semoga Pemdaprov Jawa Barat berjodoh dengan PT KAI," ujar Gubernur KDM.
Ia juga menambahkan bahwa Pemdaprov Jabar dan PT KAI akan memperluas jaringan transportasi publik di Bandung serta mendorong integrasi layanan hingga Karawang.
Gubernur KDM mengatakan dengan ada kerjasama ini diharapkan mobilitas masyarakat Jawa Barat semakin lancar. "Semoga perjalanan dari Jawa Barat menuju Jakarta lancar," pungkasnya.
Kedua pihak juga berkomitmen melakukan penataan kawasan Stasiun Bandung dan Stasiun Kiaracondong sebagai fase awal, serta melanjutkan penataan pada stasiun-stasiun lain sesuai kesepakatan bersama.
Selain itu, PKS mencakup penyusunan kajian yang meliputi pengembangan kereta api untuk pedagang, petani, dan peternak dengan nama KA Tani Mukti, peningkatan infrastruktur perkeretaapian, penyusunan roadmap perlintasan sebidang, dan optimalisasi aset serta layanan antarmoda.
Guna memastikan kelancaran pelaksanaan kerja sama, dibentuk pula Joint Working Group yang bertugas melakukan koordinasi teknis dan penyusunan rencana kerja secara bertahap.
Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat bersama PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI akan memperkuat sistem transportasi kereta api di wilayah Jawa Barat. Salah satunya diwujudkan melalui pengembangan kereta api wisata bernama Jakalalana.
Kereta wisata ini direncanakan akan melayani rute beberapa tempat strategis yakni Gambir - Bogor - Sukabumi - Cianjur. Para penumpang berkesempatan menikmati keindahan alam selama perjalanan, terutama di jalur Bogor hingga Cianjur.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi telah bertemu dengan Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin yang ditugaskan oleh pemerintah pusat untuk peremajaan sarana dan prasarana kereta api di Jabodetabek. Tidak hanya itu, KAI juga akan meningkatkan kualitas kereta api di wilayah Jawa Barat yang ditunjukkan melalui peluncuran kereta pariwisata.
"Berikutnya akan diluncurkan kereta yang pariwisata. Namanya kereta Jakalalana," ujar Dedi Mulyadi melalui akun Instagramnya, Minggu (9/11/2025).
Sementara itu, Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengungkapkan KA Jakalalana memiliki rute Jakarta-Bogor-Sukabumi-Cianjur.
"Kereta wisata Jakalalana, dari Jakarta ke Bogor ke Sukabumi dan ke Cianjur," sebutnya.
Sejauh ini, belum ada penjelasan lebih rinci terkait kapan Kereta Jakalalana akan diluncurkan dan beroperasi reguler. Meski begitu, Jakalalana diharapkan akan memperkuat sektor pariwisata sekaligus ekonomi di kota-kota yang dilintasi kereta tersebut.
Seperti yang diketahui, saat ini tidak ada kereta konvensional yang melayani rute secara langsung dari kota Jakarta hingga Cianjur. Jalur Jakarta - Bogor sendiri dilayani oleh kereta Commuter Line. Sementara itu, KAI mengoperasikan KA Pangrango rute Bogor - Sukabumi dan KA Siliwangi rute Sukabumi - Cianjur - Cipatat.
Jawa Barat luncurkan West Java Traincation, wisata kereta api untuk jelajahi keindahan alam dan budaya. Program ini kolaborasi dengan Kemenhub dan PT KAI. [618] url asal
Bisnis.com, BANDUNG - Melalui kolaborasi strategis dengan Kementerian Perhubungan dan PT Kereta Api Indonesia (Persero), Jawa Barat meluncurkan inisiatif kampanye bersama wisata berbasis rel bertajuk West Java Traincation.
Ini merupakan sebuah program yang menghadirkan pengalaman baru menjelajahi keindahan alam dan budaya Jawa Barat melalui jalur kereta api.Momentum penting ini ditandai dengan penandatanganan Kesepakatan Bersama antara Gubernur Jawa Barat, Menteri Perhubungan, dan Direktur Utama PT KAI di Bandung, Jumat (10/10) lalu.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat Iendra Sofyan menjelaskan, gagasan West Java Traincation lahir dari potensi besar sektor perkeretaapian di Jawa Barat yang tidak dimiliki daerah lain di Indonesia, bahkan di Asia Tenggara.
"Dasarnya karena kereta terlengkap di Asia Tenggara hanya ada di Provinsi Jawa Barat. Mulai dari zaman Belanda sudah ada KRD, KRL, LRT, sampai Whoosh panoramik, semuanya ada di Jabar," ujar Iendra , Senin (13/10/2025).
Kesepakatan tersebut menjadi langkah konkret memperkuat sinergi lintas sektor antara pemerintah daerah, kementerian, dan BUMN transportasi dalam mengembangkan transportasi terpadu sekaligus membuka peluang baru di sektor pariwisata. Langkah ini juga sejalan dengan kebijakan nasional Kementerian Perhubungan untuk menghidupkan kembali jalur-jalur reaktivasi yang memiliki nilai sejarah dan potensi ekonomi seperti Garut dan Cianjur.
Program Kampanye West Java Traincation digagas oleh Disparbud Jabar sebagai inovasi wisata yang menggabungkan kenyamanan perjalanan dengan pengalaman destinasi. Melalui rute-rute strategis seperti Jakarta-Bogor–Sukabumi-CIanjur, dan Bandung–Cibatu–Garut-Banjar, wisatawan diajak menikmati pesona alam, budaya, dan kuliner khas Jawa Barat secara langsung dari balik jendela kereta api.
Menurut Iendra, sejarah panjang perkeretaapian di Jawa Barat turut memperkaya daya tarik wisata. Ia menyebut bahwa pada masa kolonial, pabrik kereta api terbesar di Hindia Belanda berdiri di Jalan Laswi, Bandung, yang kemudian berkembang menjadi pusat industri perkeretaapian nasional.
"Ternyata pabrik kereta api paling besar di zaman Belanda ada di Jabar, yaitu di Jalan Laswi. Meskipun pertama dibangun di Jawa Tengah, tapi berkembangnya di Jawa Barat," paparnya.
Salah satu rute unggulan adalah Stasiun Cibatu–Garut, yang memiliki nilai sejarah tinggi dan pernah disinggahi tokoh dunia Charlie Chaplin pada tahun 1927. Sementara itu, jalur Bogor–Cianjur akan membuka akses menuju destinasi ikonik seperti Situs Megalitikum Gunung Padang serta memperkuat konektivitas antarwilayah wisata di selatan Jawa Barat.
"Kereta api bisa jadi daya tarik wisata karena sejarahnya. Salah satunya nanti ada paket wisata ke Stasiun Cibatu yang pernah dikunjungi Charlie Chaplin waktu menuju Garut," ungkapnya.
Dalam rapat teknis yang digelar bersamaan beberapa waktu lalu, PT KAI menyatakan dukungan terhadap implementasi West Java Traincation. Bentuk kerja sama meliputi penyediaan sarana transportasi wisata, integrasi tiket dan paket perjalanan, peningkatan fasilitas layanan di stasiun, serta promosi bersama di tingkat nasional dan internasional. Program West Java Traincation diproyeksikan menjadi motor penggerak ekonomi lokal di sepanjang jalur rel. Dengan dukungan seluruh stakeholder pariwisata berbasis rel di Jawa Barat.
Sebagai langkah awal, akan digelar Soft Launching West Java Traincation pada Rabu, 15 Oktober 2025, di Stasiun Bogor Paledang. Acara ini akan dirangkaikan dengan Smiling West Java Famtrip (Familiarization Trip) yang diikuti oleh pelaku industri pariwisata, media nasional, serta influencer dari dalam dan luar negeri.
Para peserta akan menelusuri jalur wisata Bogor–Sukabumi, mengunjungi destinasi unggulan seperti Ayam Goreng Fatmawati, Saung Eling, Situ Gunung, Curug Sawer, Jembatan Gantung Sukabumi, Kampung Naga, Museum Prabu Siliwangi, dan Pusat Oleh-oleh Sukabumi — menikmati perpaduan alam, budaya, dan kuliner khas Jawa Barat dari perspektif baru: melalui perjalanan kereta wisata.
"Saya juga minta ke pihak kereta api, bisa nggak satu gerbong dibuat lapangan futsal mini atau area bermain untuk anak-anak. Daripada mereka tidur, anak-anak pasti lebih suka naik kereta daripada bus. Kita juga sedang siapkan paket wisata untuk berhenti di stasiun dan akan dilaunching kereta api dari Jakarta ke Cianjur. Relnya sudah ada, tinggal diaktifkan. Salah satu destinasi utamanya nanti adalah Gunung Padang," jelas Iendra.
#50 tag sepekan
Warning: file_get_contents(): php_network_getaddresses: getaddrinfo for ekbis.blog failed: Name or service not known in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 54
Warning: file_get_contents(http://ekbis.blog/adminv2/tag7day.json): Failed to open stream: php_network_getaddresses: getaddrinfo for ekbis.blog failed: Name or service not known in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 54
Warning: foreach() argument must be of type array|object, null given in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 56