PENANG, KOMPAS.com - Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Penang mendorong peningkatan kunjungan wisatawan Malaysia ke Indonesia dengan memfasilitasi kerja sama pariwisata dan ekonomi digital antara pelaku usaha kedua negara.
Melalui kegiatan 'Promosi Destinasi Wisata Indonesia dan Promosi Pemanfaatan Kerja Sama QR Cross Border Payment' yang berlangsung di Penang, Rabu (3/12/2025), KJRI Penang mempertemukan pelaku industri pariwisata Indonesia dengan komunitas pelaku usaha Malaysia.
Dalam pertemuan itu, hadir pula perwakilan Bank Indonesia (BI) dan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI), yang mensosialisasikan kemudahan penggunaan QRIS bagi wisatawan Malaysia yang bertransaksi di Indonesia.
Konsul Jenderal Republik Indonesia (Konjen RI) Penang, Wanton Saragih, mengatakan bahwa Indonesia merupakan negara dengan keberagaman luar biasa, yakni memiliki 17.000 pulau, 718 bahasa daerah, beragam warisan budaya, tradisi kuliner berkelas dunia, serta pemandangan alam yang memukau.
Oleh karena itu, sektor pariwisata Indonesia terus berkembang, didukung semakin beragamnya destinasi pariwisata dan infrastruktur yang lebih baik.
"Kami bangga dapat menampilkan tidak hanya destinasi populer, tetapi juga destinasi-destinasi baru yang mencerminkan komitmen Indonesia terhadap ekowisata, pelestarian budaya, dan pembangunan masyarakat yang inklusif," ujar Wanton.
Ketersediaan infrastruktur pun bukan hanya terkait akomodasi, melainkan juga layanan pembayaran yang lebih efisien dan aman, seperti QRIS.
Masyarakat Malaysia yang berkunjung ke Indonesia kini bisa memanfaatkan QRIS untuk memudahkan transaksi, karena kedua negara sudah memiliki kerja sama QR cross border atau QR lintas negara.
Melalui kerja sama ini, wisatawan Malaysia bisa bertransaksi hanya dengan memindai QRIS yang ada pada merchant menggunakan aplikasi perbankan atau e-wallet Malaysia yang terdaftar dalam sistem QR DuitNow (QR standar bank sentral Malaysia) pada ponsel pintar (smartphone) mereka.
Nantinya, nominal transaksi akan langsung ditampilkan dalam nilai ringgit, setelah dikonversi secara otomatis dari rupiah.
Dengan demikian, tidak perlu bergantung pada uang tunai maupun money changer.
"Dengan kerja sama ini, warga Malaysia dapat menggunakan DuitNow sebagai alternatif pembayaran non-tunai di Indonesia, dan sebaliknya, WNI dapat menggunakan QRIS sebagai alternatif pembayaran non-tunai di Malaysia. Hal ini tentunya dapat memberikan pengalaman bertransaksi yang lebih aman dan nyaman," ucapnya.
KOMPAS.com/YOHANA ARTHA ULY Perwakilan Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) dari Aceh, Jawa Barat, Jawa Timur dan DI Yogyakarta mempresentasikan destinasi wisata unggulan dan unik dari daerah masing-masing dalam acara 'Promosi Destinasi Wisata Indonesia dan Promosi Pemanfaatan kerja sama QR Cross Border Payment' yang diselenggarakan KJRI Penang, Rabu (3/12/2025) Menurut Wanton, pemanfaatan kerja sama QR Cross Border RI-Malaysia berpotensi besar mendatangkan lebih banyak arus wisatawan Malaysia ke Indonesia.
Terlebih, Indonesia memang menjadi negara yang cukup diminati masyarakat Malaysia untuk berwisata.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Malaysia merupakan negara penyumbang wisatawan mancanegara terbesar bagi Indonesia dengan total kunjungan 2,2 juta orang pada 2024.
Maka, melalui forum pertemuan para pelaku industri pariwisata ini, KJRI Penang berharap tercipta kerja sama baru yang saling menguntungkan.
Dalam kegiatan tersebut, hadir perwakilan Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) dari Aceh, Jawa Barat, Jawa Timur, dan DI Yogyakarta, empat provinsi yang sering dikunjungi wisatawan Malaysia.
Para perwakilan ASITA mempresentasikan destinasi wisata unggulan dan unik dari daerah masing-masing, termasuk kemudahan akses transportasi yang bisa dipilih turis Malaysia saat berkunjung.
"Jadi ini bertujuan mempertemukan pelaku industri pariwisata Indonesia dan Malaysia untuk menjajaki serta membangun kerja sama konkret. Misalnya, penawaran paket-paket wisata dari Indonesia yang mungkin diminati pihak Malaysia," jelas Wanton.
"Semakin banyak paket-paket itu terjual, maka semakin banyak orang-orang dari negara Malaysia yang pergi ke Indonesia," tambahnya.
Sementara itu, ASPI mencatat hingga semester I-2025, volume transaksi QRIS antarnegara Indonesia-Malaysia mencapai 4,31 juta transaksi dengan nominal sebesar Rp 1,15 triliun sejak diresmikan pada Mei 2023.
Ketua Komite Sistem Pembayaran Internasional ASPI, Cosmas Setiawan Yuwono, mengatakan bahwa transaksi QRIS Cross Border secara inbound sangat didominasi oleh transaksi dari Malaysia, baik dari sisi volume maupun nominal transaksi.
Sementara untuk transaksi outbound, QRIS Cross Border dari Malaysia mulai meningkat, menyusul Thailand dari sisi volume transaksi.
"Data ini menunjukkan bahwa wisatawan asal Malaysia lebih gemar bertransaksi melalui QRIS saat bepergian ke Indonesia," ungkapnya.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang