Kemenhaj RI sampaikan khotbah Wukuf di Arafah tentang "Tri Sukses Haji" yang meliputi sukses ritual, ekonomi, dan peradaban untuk haji mabrur dan kemaslahatan bangsa. [354] url asal
Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI menyampaikan Khotbah Wukuf periode 1447 H pada Selasa (26/5/2026) sekitar 10.00 Waktu Arab Saudi atau 14.00 WIB.
Khutbah itu bertajuk "Tri Sukses Haji: Jalan Menuju Haji Mabrur dan Kemaslahatan Bangsa". Hal tersebut disampaikan saat jadwal ibadah haji, wukuf di Padang Arafah.
Anggota Amirulhaj Asep Saifuddin Chalim mengatakan wukuf bukan sekadar kehadiran fisik, melainkan momentum bagi setiap hamba untuk menanggalkan atribut duniawi, mengakui kelemahan diri, serta membersihkan hati melalui taubat dan munajat.
"Rasulullah SAW mengingatkan bahwa sebaik-baik doa adalah doa pada hari Arafah, sehingga jemaah diajak untuk memanfaatkan waktu mulia ini demi mendoakan keluarga, umat, pemimpin, hingga kebaikan bangsa Indonesia," ujar Asep dalam keterangan tertulis, Selasa (22/5/2026).
Kemudian, berdasarkan ringkasan khotbah Kemenhaj yang diterima Bisnis, setidaknya ada poin terkait "Tri Sukses Haji" yang meliputi sukses ritual.
Sukses ritual ini artinya jemaah diharapkan mampu menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji secara sah dan benar sesuai ketentuan syariat. Bagi jemaah yang memiliki uzur atau keterbatasan fisik, Islam pun memberikan kemudahan agar ibadah tidak menjadi beban di luar batas kemampuan mereka.
Anggota Amirulhaj Asep Saifuddin Chalim. Youtube Kemenhaj
Kemudian, sukses Ekosistem Ekonomi Haji yang artinya perputaran dana haji Indonesia yang sangat besar menyerap lebih dari Rp20 triliun rupiah harus dikelola secara amanah, transparan, dan akuntabel.
Kesuksesan ekonomi ini ditargetkan mampu mendorong pemanfaatan produk lokal RI di Arab Saudi serta memberi nilai tambah nyata bagi perekonomian umat dan bangsa di tanah air.
Pilar ketiga berkaitan dengan sukses keadaban dan peradaban. Artinya, haji tidak boleh hanya berhenti pada kesalehan ritual individu, melainkan harus melahirkan kesalehan sosial.
Jemaah haji diharapkan pulang menjadi pribadi yang lebih santun, jujur, disiplin, toleran terhadap perbedaan, serta katalisator yang mempererat persaudaraan di Indonesia.
Di samping itu, kata Asep, Kemenhaj juga menyelipkan pesan agar jemaah haji Indonesia senantiasa menjadi teladan yang baik selama di Tanah Suci.
"Di akhir khotbah, terselip doa dan harapan yang mendalam agar sekembalinya ke tanah air, para jemaah tidak sekadar membawa cerita perjalanan atau buah tangan. Lebih dari itu, mereka diharapkan membawa perubahan perilaku yang lebih mulia serta komitmen kuat untuk menjaga persatuan, keberkahan, dan kemaslahatan NKRI," pungkas Asep.
#50 tag sepekan
Warning: foreach() argument must be of type array|object, null given in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 56