Bisnis.com, BANDUNG — Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) atau AirNav Indonesia memberikan tanggapan mengenai usulan maskapai yang meminta revisi sejumlah rute domestik dalam Rancangan Undang–Undang (RUU) Pengelolaan Ruang Udara Nasional.
Direktur Operasi AirNav Indonesia, Setio Anggoro mengaku telah menerima sejumlah usulan tersebut. Salah satunya, mengenai revisi rute penerbangan eksisting Jakarta — Bali yang dinilai maskapai belum efisien karena harus menghindari ruang udara di Pangkalan TNI AU Iswahjudi yang terletak di Kabupaten Magetan, Jawa Timur.
"Jadi kalau di penerbangan yang namanya restricted airspace itu harus dihindari. Memang kalau terbang dari Jakarta atau dari Jogja ke Bali Itu harus menghindari wilayah ruang udara dari Madiun," kata Setio saat ditemui di sela-sela Media Briefing di Bandung, Kamis (13/11/2025).
Setio juga menjelaskan, Airnav Indonesia sempat melakukan sejumlah pembicaraan dengan TNI AU mengenai usulan tersebut. Hasilnya, sempat disepakati keberadaan rute baru di jalur selatan, namun implementasinya dinilai masih belum optimal hingga saat ini.
Pada dasarnya, tambah Setio, pihaknya mendukung penuh sejumlah usulan yang disampaikan maskapai. Akan tetapi keputusan tersebut perlu dilakukan pembicaraan lanjutan dengan TNI AU.
"Kita mendorong penuh beberapa inisiatif dari airlines apabila ingin melakukan jarak yang lebih dekat, namun sekali lagi ini berhubungan dengan pertahanan wilayah udara. Artinya memang perlu release full dari TNI apabila ingin memberikan kebebasan memasuki wilayah udara yang restricted," pungkasnya.
Sebelumnya, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA) mengusulkan Rancangan Undang–Undang (RUU) Pengelolaan Ruang Udara Nasional perlu mencakup perubahan atau revisi pada rute jaringan penerbangan domestik.
Kala itu, Direktur Utama GIAA periode Oktober 2024 — Oktober 2025, Wamildan Tsani menjelaskan upaya tersebut diperlukan guna meningkatkan efisiensi dan konektivitas antar daerah.
“Kami izin memberikan masukan [contohnya untuk] rute Jakarta – Denpasar dan Denpasar - Jakarta terkait pengelolaan ruang udara yang saat ini,” kata Wamildan dalam Rapat Kerja (Raker) bersama Panitia Khusus DPR RI, Selasa (1/7/2025).
Manajemen GIAA berpandangan, rute eksisting Jakarta – Denpasar maupun sebaliknya saat ini dinilai masih kurang ekonomis. Pasalnya, rute penerbangan Jakarta – Denpasar perlu melebar ke arah utara lantaran maskapai harus menghindari area Pangkalan TNI AU Iswahjudi yang terletak di Kabupaten Magetan, Jawa Timur.
Alhasil, total jarak rute Jakarta – Denpasar mencapai 605 nautical mile. Dengan rute tersebut, total bahan bakar yang dibutuhkan mencapai 4.353 kilogram (Kg) avtur. Padahal, apabila rute tersebut ditarik garis lurus saja, maka akan ada pemangkasan jarak mencapai 4 mile.
Hal serupa juga terjadi pada rute penerbangan Denpasar – Jakarta dengan total jarak mencapai 670 nautical mile dengan penggunaan bahan bakar yang lebih jumbo mencapai 4.609 kg avtur.