Bisnis.com, MAKKAH — Petugas Perlindungan Jemaah (Linjam) Daerah Kerja Bandara mencatat bahwa banyak barang milik jemaah haji Indonesia tertinggal di sejumlah titik di Bandara King Abdulaziz Jeddah, mulai dari area X-ray, toilet, plaza kedatangan, hingga kursi pesawat.
Barang yang tercecer tidak hanya koper besar dan kursi roda, tetapi juga dokumen penting seperti kartu Nusuk, kartu identitas jemaah, jam tangan, hingga kacamata.
Linjam Daker Bandara, Lettu Inf. Abdul Azis Budi Hasbullah, mengatakan bahwa petugas secara rutin mengamankan barang-barang tersebut sebelum dikembalikan kepada pemiliknya di Makkah.
"Rencana kami akan berangkat menuju ke Makkah, Daker Makkah, untuk mengembalikan beberapa item barang yang tercecer di bandara. Dalam satu minggu ini, barang yang besar itu kami dapatkan koper besar, kemudian ada juga kursi roda," ujar Azis, dikutip pada Sabtu (15/5/2026).
Menurutnya, barang-barang kecil justru paling sering tertinggal karena jemaah kurang teliti setelah melalui pemeriksaan keamanan maupun saat berada di area toilet dan plaza bandara.
“Ada beberapa kartu tanda pengenal jemaah dan dua buah kartu Nusuk, jam tangan, dan beberapa kacamata. Ini rata-rata item kecil tertinggal di plaza, baik itu di kamar mandi saat mereka ke toilet. Untuk kartu Nusuk, ada juga yang tertinggal di X-ray,” katanya.
Selain itu, petugas juga menemukan sejumlah barang yang tertinggal di dalam pesawat setelah jemaah turun menuju terminal kedatangan.
Kartu Nusuk menjadi perhatian utama karena dokumen tersebut merupakan identitas digital penting bagi jemaah selama berada di Arab Saudi, termasuk untuk akses layanan dan pemeriksaan aparat keamanan. Meskipun demikian, Azis memastikan jemaah tetap dapat melaksanakan umrah wajib apabila data Nusuk mereka sudah terverifikasi secara online dalam sistem.
“Apabila kartu Nusuk ini sudah terverifikasi online, maka tetap dapat melaksanakan kegiatan umrah wajib,” ujarnya.
Proses pengembalian barang dilakukan melalui koordinasi antara Linjam Daker Bandara dan Linjam Daker Makkah. Petugas melacak identitas pemilik berdasarkan data kloter dan sektor penempatan jemaah.
“Untuk teknisnya, kami akan serah terimakan ke Linjam Daker Makkah. Kami berkoordinasi dengan Linjam Daker Makkah, bila ada yang kami temukan langsung kami share dan mengecek di mana posisi sektor pemilik kartu Nusuk ini,” jelas Abdul Azis.
Meningkatnya arus kedatangan jemaah haji Indonesia di Bandara Jeddah membuat potensi barang tercecer semakin tinggi, terutama di tengah kondisi kelelahan jemaah usai penerbangan panjang dari Tanah Air.
Petugas mengimbau jemaah untuk lebih disiplin memeriksa barang bawaan sebelum berpindah lokasi, terutama saat melewati pemeriksaan X-ray, meninggalkan toilet, maupun sebelum turun dari kendaraan dan pesawat.
“Imbauan kepada seluruh jemaah agar senantiasa mengecek barang bawaan, terutama paspor pada saat di pesawat dan kartu Nusuk. Pada saat keluar dari bandara di X-ray, dicek kembali barang penting tersebut,” katanya.
Dia juga meminta jemaah memastikan kembali seluruh barang bawaan sebelum meninggalkan area plaza bandara maupun kendaraan pengangkut menuju hotel di Makkah.
"Terakhir, sebelum meninggalkan plaza, cek barang-barangnya dan terutama di kendaraan, jangan sampai ada yang tertinggal," pungkasnya.