Banjir Sumatra-Aceh awal 2026 menewaskan 1.157 orang, 165 hilang. Infrastruktur jalan di Aceh kini terhubung, mendukung pemulihan dan distribusi logistik. [315] url asal
Bisnis.com, JAKARTA - Memasuki awal tahun 2026, korban jiwa di Sumatra-Aceh menjadi 1.157 jiwa. Selain itu, sejumlah ruas jalan dan jembatan nasional di Aceh sudah terhubung.
Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB Abdul Muhari mengatakan pada awal tahun 2026 korban jiwa bertambah 3 orang.
"Pada hari ini ada 3 jasad yang ditemukan di Aceh Utara sehingga menambah jumlah rekapitulasi jiwa meninggal dunia dari 1.154 jiwa per kemarin, menjadi hari ini 1.157 jiwa," katanya dalam konferensi pers secara daring, Kamis (1/1/2026).
Dia menjelaskan pencarian korban tetap dilaksanakan sampai jumlah daftar pencarian orang berkurang. Dari data yang dipaparkan, terdapat 165 korban hilang, dan 380.360 jiwa mengungsi.
Di sisi lain, daerah yang memasuki proses status transisi darurat ke pemulihan bertambah 7 yakni 1 di Aceh, 5 di Sumatra Utara, dan 1 di Sumatra Barat. Secara total sudah ada 23 kab/kota yang telah menetapkan status peralihan ini.
Selain itu, dia menyampaikan ruas jalan dan jembatan nasional di Aceh telah rampung dikerjakan diakhir tahun 2025 atau sesuai target dari Kementerian PUPR.
"Jalur Takengon ke Blangkejeren ini semuanya saat ini mulai dari Banda Aceh ke Medan via jalur timur, kemudian Banda Aceh-Nagan Raya hingga ke bawah via jalur barat dari Nagan Raya ke Takengon itu juga sudah terhubung," jelasnya.
Lebih lanjut, dia menjelaskan jalur dari Lhokseumawe ke Takengon via jalur KKA sudah terhubung. Kemudian Bireuen ke Bener Meriah telah terhubung, meskipun ada beberapa titik jembatan yang masih dalam proses perbaikan.
Namun, dia memastikan masyarakat dapat menggunakan jalur alternatif yang sudah dibuat oleh petugas. Selanjutnya, jalur dari Pidie Jaya ke Takengon sudah dapat terhubung.
Menurutnya, terhubungnya jalan diharapkan mampu mempercepat pemulihan sektor energi, kelistrikan, dan Komunikasi.
Adapun, penyaluran logistik sejak 29 November 2025 sampai 31 Desember 2025 sebanyak 1,6 ton. Pada tanggal 31 Desember penyaluran ke Aceh sebanyak 19,6 ton, Sumatra Utara 22,714 ton, dan Sumatra Barat 1,58 ton.
Banjir dan longsor di Sumatra-Aceh menewaskan 961 orang, 293 hilang. BNPB distribusikan logistik, bangun jembatan, dan tambah lokasi pengungsian. [620] url asal
Bisnis.com, JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan korban jiwa bencana banjir dan longsor di Sumatra-Aceh bertambah. Sementara itu, jumlah korban hilang berkurang.
Melansir gis.bnpb.go.id, data per Selasa (9/12/2025), korban jiwa menjadi 961, korban hilang 293, dan luka-luka sebanyak 5 ribu orang.
Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan tim gabungan telah menemukan 40 jenazah pada Senin (8/12/2025).
Dia menyebutkan untuk Aceh bertambah 23 dari 366 menjadi 389 jiwa meninggal dunia. Sumatra Utara bertambah 9 korban jiwa sehingga menjadi 338 korban jiwa.
Adapun, Sumatra Barat bertambah 8 jenazah sehingga menjadi 238 jiwa. Namun, dia mengatakan jumlah korban hilang berkurang.
"BNPB mencatat secara total korban [hilang] yang berkurang dari hari kemarin di angka 392 jiwa hari ini [Senin, 8 Desember 2025] yang terdaftar pada Pusdalops BNPB yang merupakan rekapitulasi dari 3 provinsi sebanyak 293 jiwa," katanya dikutip pada Selasa (9/12/2025) dari akun YouTube BNPB.
Dia menegaskan bahwa pihaknya berupaya menekan angka korban hilang dengan mendata sejumlah titik pengungsian yang belum terdaftar.
Menurutnya, terdapat tambahan lokasi pengungsian di Aceh, Aceh Timur, dan Bener Meriah sehingga total pengungsi menjadi 1.057.482 jiwa.
Penyebaran logistik juga telah dilakukan melalui jalur udara, meskipun sempat terhalang beberapa jam karena kondisi yang tidak memungkinkan. Abdul menyampaikan bahwa tim gabungan telah mendistribusikan 20 sorti logistik.
Selain itu, tim juga perlahan mendistribusikan logistik melalui jalur darat di 6 lokasi dengan menggunakan truk yang memiliki tonase lebih besar, di antaranya Bireuen, Pidie Jaya, Pidie, Aceh Timur dan Aceh Utara.
Di Sumbar, katanya, jembatan Sikabau yang menghubungkan ruas Jalan Sikabau dan Lembah Melintang telah dibangun jembatan bailey yang diperkirakan rampung pada 12 Desember 2025.
"Kemudian jembatan bawah Kubang, Kabupaten Solok sepanjang 17 meter saat ini sudah jalan dengan persentase 20%-25% diharapkan pada minggu ini juga bisa segera digunakan oleh masyarakat," katanya.
Selain itu, tim juga membangun jembatan bailey di jembatan Supayang, Kabupaten Solok dan salah satu jembatan di Kabupaten Padang.
25 Desa di Aceh Terendam Banjir
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Barat mencatat sebanyak 25 desa tersebar pada enam kecamatan kembali terendam banjir dengan ketinggian air berkisar antara 20-50 centimeter.
“Penyebab kembali terjadinya banjir ini akibat tingginya curah hujan sehingga menyebabkan aliran sungai meluap,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Aceh Barat, Teuku Ronal Nehdiansyah dilansir dari Antara.
Sebelumnya pada Rabu (26/11/2025), sejumlah kawasan di daerah ini juga terendam banjir dengan ketinggian air mencapai di atas satu meter.
Ada pun lokasi yang terendam banjir di Aceh Barat diantaranya Desa Leuhan dan Desa Gampa Kecamatan Johan Pahlawan. Di Kecamatan Woyla Induk banjir juga merendam Desa Aron Tunong, Desa Aron Baroh dan Desa Ie Itam Baroh.
Banjir juga merendam Desa Teupin Baroh dan Desa Peuribu, Kecamatan Arongan Lambalek, Kabupaten Aceh Barat dengan ketinggian air berkisar antara 40 hingga 50 sentimeter.
Banjir setinggi 40 hingga 50 sentimeter juga merendam tujuh desa di Kecamatan Woyla Barat meliputi Desa Napai, Desa Cot Lagan, Desa Leubok Pasi Ara, Desa Lhok Malee, Desa Blang Cot Rubek, Desa Alue Leuhop serta Desa Ulee Pasi Ara.
Di Kecamatan Meureubo banjir merendam tiga desa meliputi Desa Ranto Panyang Timur, Desa Pasi Aceh Tunong serta Desa Pasi Aceh Baroh dengan ketinggian air berkisar 20 hingga 30 sentimeter.
Banjir juga merendam delapan desa di Kecamatan Kaway XVI, Kabupaten Aceh Barat meliputi Desa Alue Tampak, Gampong Masjid, Keudee Aron, Pasi Jambu, Tumpok Ladang, Meunasah Rayeuk, Meunasah Buloh, serta Pasi Teungoh dengan ketinggian air rata-rata mencapai 20 sentimeter.
Teuku Ronal mengatakan hingga saat ini tim dari BPBD Aceh Barat masih terus berupaya melakukan pendataan terhadap dampak yang disebabkan oleh banjir luapan, sekaligus memastikan ada tidaknya warga yang menjadi korban dalam musibah ini.
“Untuk kerugian juga masih dalam pendataan,” kata Teuku Ronal Nehdiansyah.
Banjir bandang dan longsor di Tapanuli Selatan menewaskan 9 orang, 3 hilang, dan 37 luka. Ribuan warga terdampak, 330 rumah rusak, akses jalan terputus. [296] url asal
"Data sementara yang kami dapat dari teman-teman di daerah, sejauh ini sudah sembilan orang yang ditemukan meninggal dunia," kata Sri Wahyuni Pancasilawati, Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan, dan Logistik BPBD Sumut saat dikonfirmasi Bisnis, Rabu (26/11/2025).
Selain itu, tiga orang lainnya masih dinyatakan hilang dan dalam pencarian tim. Sementara korban luka dengan intensitas sedang hingga berat berjumlah 37 orang.
"Itu masih data sementara per pagi ini. Kami agak kesulitan berkomunikasi dengan tim di lapangan karena saluran telekomunikasi juga terganggu," ujarnya.
Berdasarkan laporan Pusdalops PB BPBD Sumut per Rabu (26/11/2025) pagi, ada 7 (tujuh) kabupaten/kota di Sumut yang terkena bencana hidrometeorologi akibat cuaca ekstrem dan intensitas hujan yang cukup tinggi.
Di Tapanuli Selatan, dilaporkan kejadian bencana berupa banjir bandang, tanah longsor, dan jenis cuaca ekstrem lain. Sebanyak 330 rumah warga mengalami rusak ringan hingga berat. Ribuan warga terdampak.
Dari 12 orang yang hilang tersapu banjir bandang maupun longsor di Kecamatan Angkola Sangkunur, Angkola Barat, dan Sipirok, sembilan di antaranya ditemukan meninggal dunia.
Tak hanya itu, tanah longsor yang dipicu oleh intensitas hujan tinggi di wilayah ini telah mengakibatkan jalan lintas penghubung Kabupaten Tapanuli Selatan dan Mandailing Natal lumpuh total.
Dikatakan Sri Wahyuni, pihaknya telah menurunkan tim dan alat berat ke Tapsel untuk membantu pembersihan material dan mengevakuasi warga.
Dia menyebut BPBD Tapsel dan pemerintah setempat juga terus melakukan evakuasi dan pendataan di lokasi.
"Sekarang, dua tim sudah tiba di Tapsel. Kami sudah kirim juga ke Madina (Mandailing Natal) satu tim, lalu 17 personel bergerak ke Tapanuli Tengah dan Sibolga tapi mereka masih belum tiba ke lokasi karena akses jalan terputus akibat longsor," jelas Sri Wahyuni.
#50 tag sepekan
Warning: foreach() argument must be of type array|object, null given in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 56