#30 tag 24jam
Rincian UKT Jalur Mandiri Unair 2026, Berapa Biaya Kuliah Prodi Pilihanmu?
Uang Kuliah Tunggal (UKT) jalur Mandiri Reguler Universitas Airlangga (Unair) terbagi atas dua kelompok. Prodi Kedokteran menjadi prodi dengan biaya kuliah paling... | Halaman Lengkap [1,016] url asal
#unair #uang-kuliah-tunggal-ukt #jalur-seleksi-mandiri #biaya-kuliah #uang-kuliah-tunggal
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 01/07/26 16:41
v/265301/
JAKARTA - Uang Kuliah Tunggal (UKT) jalur Mandiri Reguler Universitas Airlangga (Unair) terbagi atas dua kelompok. Program studi (prodi) Kedokteran menjadi jurusan kuliah dengan biaya kuliah paling mahal di jalur mandiri.Jalur Mandiri Unair memiliki empat skema penerimaan, yaitu Mandiri Prestasi, Mandiri UTBK Plus, Mandiri Ujian Tulis, dan Mandiri Kemitraan.
Daya tampung jalur mandiri mencapai 50 persen dari total penerimaan mahasiswa baru. Kuota tersebut terbagi ke dalam empat skema sehingga masing-masing memiliki porsi sekitar 12,5 persen,
Untuk pengumuman hasil seleksi seleksi Mandiri Prestasi akan diumumkan pada 3 Juni 2026. Kemudian untuk jalur Mandiri UTBK Plus tesnya akan berlangsung pada 13-14 Juni dan pengumumannya pada 18 Juni.
Sementara untuk jalur Seleksi Mandiri Ujian Tulis dan Kemitraan ujiannya sudah berlangsung pada 26-28 Juni dan pengumuman hasil seleksinya pada 2 Juli 2026.
Rincian UKT Jalur Mandiri Unair 2026
Unair menekankan, pilihan UKT ditentukan oleh kemampuan orang tua atau wali calon mahasiswa dan menyesuaikan dengan kondisi ekonomi yang bersangkutan dan tidak menjadi dasar penetapan kelulusan.Dikutip dari laman Pusat Penerimaan Mahasiswa Baru Unair, Rabu (1/7/2026), berikut ini rincian Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan Iuran Pengembangan Institusi (IPI) yang berlaku pada jalur Mandiri Prestasi, Mandiri UTBK Plus, dan Mandiri Ujian Tulis yang berlaku untuk Tahun Akademik 2026/2027. Khusus untuk IPI hanya dibayar satu kali pada saat masuk.
1. Kedokteran
UKT Kelompok I: Rp17.500.000UKT Kelompok II: Rp20.000.000
IPI: Rp200.000.000
2. Kebidanan
UKT Kelompok I: Rp8.000.000UKT Kelompok II: Rp10.000.000
IPI: Rp55.000.000
3. Kedokteran Gigi
UKT Kelompok I: Rp15.000.000UKT Kelompok II: Rp17.000.000
IPI: Rp150.000.000
4. Ilmu Hukum
UKT Kelompok I: Rp8.000.000UKT Kelompok II: Rp10.000.000
IPI: Rp55.000.000
5. Manajemen
UKT Kelompok I: Rp8.000.000
UKT Kelompok II: Rp10.000.000
IPI: Rp55.000.000
6. Akuntansi
UKT Kelompok I: Rp8.000.000UKT Kelompok II: Rp10.000.000
IPI: Rp55.000.000
7. Ilmu Ekonomi
UKT Kelompok I: Rp8.000.000UKT Kelompok II: Rp10.000.000
IPI: Rp40.000.000
8. Ekonomi Islam
UKT Kelompok I: Rp8.000.000UKT Kelompok II: Rp10.000.000
IPI: Rp40.000.000
9. Farmasi
UKT Kelompok I: Rp10.000.000UKT Kelompok II: Rp12.000.000
IPI: Rp75.000.000
10. Kedokteran Hewan
UKT Kelompok I: Rp9.000.000UKT Kelompok II: Rp11.000.000
IPI: Rp65.000.000
11. Sosiologi
UKT Kelompok I: Rp6.000.000UKT Kelompok II: Rp7.000.000
IPI: Rp40.000.000
12. Ilmu Politik
UKT Kelompok I: Rp6.000.000UKT Kelompok II: Rp7.000.000
IPI: Rp40.000.000
13. Ilmu Komunikasi
UKT Kelompok I: Rp8.000.000UKT Kelompok II: Rp10.000.000
IPI: Rp55.000.000
14. Administrasi Publik
UKT Kelompok I: Rp7.500.000UKT Kelompok II: Rp9.000.000
IPI: Rp50.000.000
15. Ilmu Hubungan Internasional
UKT Kelompok I: Rp8.000.000UKT Kelompok II: Rp10.000.000
IPI: Rp55.000.000
16. Antropologi
UKT Kelompok I: Rp6.000.000UKT Kelompok II: Rp7.000.000
IPI: Rp40.000.000
17. Ilmu Informasi dan Perpustakaan
UKT Kelompok I: Rp6.000.000UKT Kelompok II: Rp7.000.000
IPI: Rp40.000.000
18. Matematika
UKT Kelompok I: Rp7.000.000UKT Kelompok II: Rp8.000.000
IPI: Rp40.000.000
19. Sistem Informasi
UKT Kelompok I: Rp8.000.000UKT Kelompok II: Rp10.000.000
IPI: Rp70.000.000
20. Fisika
UKT Kelompok I: Rp7.000.000UKT Kelompok II: Rp8.000.000
IPI: Rp30.000.000
21. Biologi
UKT Kelompok I: Rp8.000.000UKT Kelompok II: Rp9.000.000
IPI: Rp40.000.000
22. Teknik Biomedis
UKT Kelompok I: Rp8.000.000UKT Kelompok II: Rp10.000.000
IPI: Rp60.000.000
23. Teknik Lingkungan
UKT Kelompok I: Rp8.000.000UKT Kelompok II: Rp10.000.000
IPI: Rp60.000.000
24. Kimia
UKT Kelompok I: Rp8.000.000UKT Kelompok II: Rp9.000.000
IPI: Rp40.000.000
25. Statistika
UKT Kelompok I: Rp7.000.000UKT Kelompok II: Rp8.000.000
IPI: Rp40.000.000
26. Kesehatan Masyarakat
UKT Kelompok I: Rp8.000.000UKT Kelompok II: Rp11.000.000
IPI: Rp60.000.000
27. Gizi
UKT Kelompok I: Rp8.000.000UKT Kelompok II: Rp11.000.000
IPI: Rp60.000.000
28. Psikologi
UKT Kelompok I: Rp8.000.000UKT Kelompok II: Rp10.000.000
IPI: Rp55.000.000
29. Bahasa dan Sastra Inggris
UKT Kelompok I: Rp7.500.000UKT Kelompok II: Rp9.000.000
IPI: Rp40.000.000
30. Bahasa dan Sastra Indonesia
UKT Kelompok I: Rp6.000.000UKT Kelompok II: Rp7.000.000
IPI: Rp30.000.000
31. Ilmu Sejarah
UKT Kelompok I: Rp6.000.000UKT Kelompok II: Rp7.000.000
IPI: Rp30.000.000
32. Bahasa dan Sastra Jepang
UKT Kelompok I: Rp6.000.000UKT Kelompok II: Rp7.000.000
IPI: Rp30.000.000
33. Keperawatan
UKT Kelompok I: Rp8.000.000UKT Kelompok II: Rp10.000.000
IPI: Rp45.000.000
34. Akuakultur
UKT Kelompok I: Rp7.000.000UKT Kelompok II: Rp9.000.000
IPI: Rp40.000.000
35. Teknologi Hasil Perikanan
UKT Kelompok I: Rp7.000.000UKT Kelompok II: Rp9.000.000
IPI: Rp40.000.000
36. Teknik Industri
UKT Kelompok I: Rp10.350.000UKT Kelompok II: Rp11.000.000
IPI: Rp70.000.000
37. Teknik Elektro
UKT Kelompok I: Rp10.350.000UKT Kelompok II: Rp11.000.000
IPI: Rp70.000.000
38. Rekayasa Nanoteknologi
UKT Kelompok I: Rp10.350.000UKT Kelompok II: Rp11.000.000
IPI: Rp70.000.000
39. Teknik Robotika dan Kecerdasan Buatan
UKT Kelompok I: Rp10.350.000UKT Kelompok II: Rp11.000.000
IPI: Rp70.000.000
40. Teknologi Sains Data
UKT Kelompok I: Rp10.350.000UKT Kelompok II: Rp11.000.000
IPI: Rp70.000.000
41. Kedokteran Hewan (FIKKIA Banyuwangi)
UKT Kelompok I: Rp8.000.000UKT Kelompok II: Rp11.000.000
IPI: Rp50.000.000
42. Kesehatan Masyarakat (FIKKIA Banyuwangi)
UKT Kelompok I: Rp8.000.000UKT Kelompok II: Rp11.000.000
IPI: Rp50.000.000
43. Akuakultur (FIKKIA Banyuwangi)
UKT Kelompok I: Rp7.000.000UKT Kelompok II: Rp9.000.000
IPI: Rp40.000.000
44. Kedokteran (FIKKIA Banyuwangi)
UKT Kelompok I: Rp20.000.000UKT Kelompok II: Rp22.500.000
IPI: Rp258.000.000.
Cerita Leni, Anak Buruh Tani yang Lolos Akuntansi UGM Lewat SNBP dan Kuliah Gratis
Leni Ismawati (18) berhasil wujudkan mimpinya sejak SD untuk berkuliah di UGM. Tanpa mengikuti bimbel tambahan ia lolos jurusan Akuntansi melalui jalur SNBP. Leni... | Halaman Lengkap [522] url asal
#ugm #mahasiswa-ugm #petani #snbp #kuliah-gratis
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 30/06/26 08:05
v/263358/
JAKARTA - Leni Ismawati (18) berhasil wujudkan mimpinya sejak Sekolah dasar (SD) untuk berkuliah di Universitas Gadjah Mada ( UGM ). Tanpa mengikuti bimbel tambahan ia lolos jurusan Akuntansi melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) .Leni merupakan anak tunggal dari pasangan Semojo (50) dan Erni (37). Perjalanan Leni menuju kampus biru tidaklah mudah. Sejak memutuskan untuk melanjutkan pendidikan di SMA 1 Wonosari, yang berjarak cukup jauh dari rumah, membuatnya harus tinggal di kos sendiri. Namun, hal inilah yang membuatnya dapat hidup mandiri dan membagi waktu dengan lebih baik.
Belajar Mandiri Tanpa Bimbel
Berbeda dengan teman-teman sekolahnya yang mengikuti bimbingan belajar tambahan, karena keterbatasan ekonomi,Leni memilih untuk belajar mandiri. Leni menemukan waktu belajar efektif untuknya yaitu saat dini hari, ia secara rutin bangun pukul 02.00 dini hari untuk belajar. Kegigihannya berbuah manis, ia berhasil mendapat peringkat kedua eligible yang menjadi modal untuk melanjutkan pendidikannya.
Ketertarikan Leni pada bidang ekonomi telah tumbuh sejak pertama kali menginjakkan kaki di bangku SMA. Minat tersebut diperdalam dengan mengambil mata pelajaran peminatan ekonomi, yang kemudian secara spesifik mempelajari akuntansi di kelas 12.
“Semenjak kelas 12, saya mulai mendalami akuntansi serta bagaimana prospek karier ke depan. Hal tersebut akhirnya membuat saya merasa bidang ini sangat tepat bagi saya,” katanya, dikutip dari laman UGM, Selasa (30/6/2026).
Aktif di Organisasi dan Berprestasi Sejak SD hingga SMA
Prestasinya dalam hal akademik tidak diragukan lagi, sedari menempuh pendidikan SD, Leni rutin mendapat peringkat satu hingga mendapatkan title lulusan terbaik saat SMP.
Ia juga menyambangi berbagai kegiatan seperti Rohani Islam (Rohis), Palang Merah Remaja (PMR), hingga keikutsertaan dalam Ikatan Pemuda Muhammadiyah (IPM) Kapanewon Wonosari. Saat SMA, Ia sempat mengikuti lomba Olimpiade Sains Nasional (OSN) bidang Ekonomi hingga tingkat Kabupaten.
Dukungan Orang Tua Jadi Kunci Kesuksesan
Orang tua Leni sehari-harinya mengurus sawah dan ternak dengan penghasilan yang tidak tetap. Untuk menghidupi kebutuhan sehari-hari, Erni mengaku sering mencari tambahan dengan menjadi buruh tani kepada tetangganya. Namun, keterbatasan ini bukan halangan untuk pendidikan putrinya.
Erni mengatakan dirinya selalu mengutamakan pendidikan anaknya. Hal ini karena dirinya yang hanya lulusan SMP dan suaminya yang hanya lulusan SD. Bahkan ia mengaku menyesal tidak bisa melanjutkan pendidikannya.
Ditambah dari keluarganya dan suaminya belum ada yang melanjutkan pendidikan hingga kuliah. Rasa bangga terhadap Leni turut menyertai pencapaian yang didapatkannya. “Saya selalu mendorong anak saya untuk sekolah, bagaimanapun caranya untuk biaya nanti bisa dicari. Saya tidak ingin dia menyesal seperti orang tuanya,” tutur Erni.
Dukungan penuh yang diberikan kedua orang tuanya, membuat Leni lebih berani dalam melangkah. “Ibu sempat berpesan agar jangan takut mengejar mimpi. Hal itulah yang akhirnya membuat saya berani mencoba mendaftar di jurusan Akuntansi UGM,” ujar Leni.
Erni mengungkap bahwa sejak kecil Leni sudah diajarkan untuk selalu prihatin karena bukan dari keluarga berada yang bisa mengadakan segala sesuatu secara instan. Ia menanamkan pemahaman bahwa setiap keinginan harus dicapai melalui usaha dan kerja keras, termasuk membiasakan Leni menabung dari uang sakunya jika ingin membeli kebutuhan pribadi.
Ia juga memantau pendidikan agama serta pergaulannya agar ia tidak terjerumus ke dalam lingkungan yang membawa dampak negatif. “Saya sengaja tidak memanjakannya sedari kecil, selain karena kondisi ekonomi, saya juga khawatir Leni akan kesulitan menghadapi masa depannya nanti,” ungkapnya.
Siswa Sekolah Garuda Dapat Kuota Khusus Kuliah di Kampus Top Cina
Lulusan Sekolah Garuda dapat kuota khusus kuliah di kampus top Cina, seperti Universitas Tsinghua, untuk mengembangkan talenta sains dan teknologi Indonesia. [282] url asal
#sekolah-garuda #kuota-khusus-kuliah #kampus-top-cina #universitas-tsinghua #pengembangan-sumber-daya-manusia #talenta-muda-sains #teknologi-cina #mahasiswa-terbaik-indonesia #kolaborasi-cina-indonesia
(Bisnis.Com - Terbaru) 24/06/26 15:30
v/258558/
Bisnis.com, JAKARTA — Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie menyampaikan bahwa lulusan Sekolah Garuda akan mendapatkan kuota khusus untuk berkuliah di kampus top Cina seperti Universitas Tsinghua.
Stella menyampaikan bahwa hal ini menjadi bagian dari pengembangan sumber daya manusia Tanah Air melalui kerja sama dengan Cina dalam mendidik talenta muda di bidang sains dan teknologi.
“Presiden Prabowo meminta saya untuk mengatur agar kita mengirimkan mahasiswa terbaik Indonesia ke Cina. Dan kami sangat berterima kasih atas kolaborasi Cina. Universitas papan atas Cina telah memberikan Indonesia kuota sebanyak 50 orang,” kata Stella saat membuka2026 China-Indonesia Think Tank and Media Forumdi Jakarta Selatan, Rabu (24/6/2026).
Menurutnya, pemberian kuota studi ini disebut sebagai perlakuan istimewa yang belum pernah diberikan Cina kepada negara lain sebelumnya.
Dia menyampaikan bahwa langkah strategis ini diharapkan mampu mencetak banyak ahli sains dan teknologi lokal yang akan mengubah lanskap industri nasional di masa depan.
Stella menerangkan, hingga saat ini, tercatat sudah ada 1.146 dokumen kerja sama aktif dengan mitra universitas di Cina, mencakup bidang pendidikan tinggi hingga pusat bahasa dan budaya.
Dia juga menyebut bahwa Sekolah Garuda yang merupakan program prioritas pemerintah di bawah Kemendiktisaintek akan terus memfasilitasi talenta terbaik dari Sabang hingga Merauke.
Pada kesempatan yang sama, Stella lantas menyampaikan bahwa Indonesia dapat mengadopsi langkah Cina dalam mengembangkan ekonomi dan industri manufaktur berbasis inovasi dan teknologi.
Dia menjelaskan, Cina telah berhasil mendorong klaster inovasi dan teknologi sebagai motor pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) yang signifikan, yakni berkontribusi sebesar 13,4% terhadap total PDB nasional. Kontribusi besar itu hanya memanfaatkan 2,5% dari total lahan konstruksi negara tersebut.
“Kami ingin melakukan kolaborasi skala besar antara Indonesia dan Cina untuk mewujudkan hal ini,” ujar Stella.
Cerita Nurma, dari Belajar di Perpustakaan hingga Malam Kini Bisa Kuliah Gratis di UGM
Anisa Nurmalitasari bisa kuliah di Program Studi Gizi Kesehatan, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM di tengah kesukaran ekonomi... | Halaman Lengkap [687] url asal
#ugm #mahasiswa-ugm #snbp #universitas-gajah-mada-ugm #kuliah-gratis
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 24/06/26 08:42
v/258063/
JAKARTA - Anisa Nurmalitasari (18) tak kuasa menahan bahagia. Anak kedua dari dua bersaudara yang berhasil memboyong mimpi keluarga untuk bisa kuliah di Program Studi Gizi Kesehatan, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada (UGM) di tengah kesukaran ekonomi keluarga.Bukan sekedar menembus ketatnya persaingan masuk UGM, Nurma pun berhasil menyabet beasiswa Pendidikan Unggul Bersubsidi 100 persen atau UKT nol sehingga ia bisa kuliah gratis di UGM melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi ( SNBP ).
Di tengah Kota Yogyakarta, tepatnya di kawasan Notoyudan, keluarga ini hidup penuh kesederhanaan yang selalu mendukung setiap perjuangan Nurma.
Dukungan keluarga yang suportif menjadi bahan bakar bagi Nurma untuk terus berjuang. Sosok sang ayah, Agus Nurhadi, mengaku tidak kuasa menahan syukur atas kelolosan Nurma diterima kuliah gratis UGM, terlebih setelah mendapatkan beasiswa penuh. Sebelumnya, ia sempat memikirkan dan meragukan kemampuannya memenuhi biaya UKT di tengah kondisi ekonomi keluarga.
“Tidak kepikiran karena saya kan orang wiraswasta, jadi kadang-kadang ada, kadang-kadang enggak. Itu benar-benar bagi saya sangat bersyukur dan luar biasa. Ini benar-benar apresiasi dari UGM untuk memberikan kesempatan pada anak saya melanjutkan studi di UGM,” katanya, dikutip dari laman UGM, Rabu (24/6/2026).
Nurhadi menekuni usaha keluarga berupa produksi camilan kacang yang dititipkan ke sejumlah angkringan di sekitar rumah. Setiap pagi dan sore ia mengantarkan dagangannya ke kurang lebih puluhan angkringan.
“Saya titipkan di angkringan-angkringan itu untuk keseharian. Alhamdulillah dari situ bisa mencukupi kebutuhan. Kalau yang lain-lain, keyakinan saya pas dibutuhkan selalu ada,” sebutnya.
Sementara sang ibu, Sri Damaryati, selalu menenangkan Nurma bahwa apapun hasilnya harus diterima dengan lapang dada. Ia mengapresiasi kerja keras putrinya yang kerap belajar hingga lewat tengah malam demi mengimbangi teman-temannya yang mengikuti les.
Namun ia selalu percaya bahwa pendidikan dapat menjadi jalan untuk memperbaiki kehidupan ekonomi keluarga.”Saya terus menguatkan Nurma untuk optimistis dan tidak takut bersaing,” katanya.
Beruntung bagi Nurma, duduk di bangku SMAN 1 Yogyakarta menjadikannya untuk bisa berprestasi dan berkompetisi dalam bidang akademik.
Bahkan jiwa kepemimpinannya diasah ketika diamanahi sebagai ketua sie Literasi, wakil ketua departemen masjid rohis Al-Uswah, serta anggota All Nation Teenagers. Ia menceritakan bahwa lingkungan produktif mendorongnya untuk berjuang lebih keras agar mampu menyamai teman-temannya.
Tiba di hari pengumuman, Nurma menceritakan suasana hatinya yang penuh kekhawatiran. Ia mengaku tidak tenang menjalani aktivitas dan hanya bisa terus berdoa. Tidak sendiri, kedua orang tua dan kakaknya turut mendampingi hingga suasana rumah pecah oleh tangis haru saat ia dinyatakan lolos.
“Saya merem tidak berani melihat laptopnya. Akhirnya yang membuka keluarga, terus teriak, baru saya ikut senang. Alhamdulillah senang banget dan tidak menyangka juga,” kenangnya, Selasa (23/6).
Nurma mengaku lolos ke UGM melalui jalur prestasi merupakan perjalanan panjang. Ia telah menargetkan untuk bisa kuliah di ‘Kampus Biru’ ini sejak awal SMA dengan terus mempertahankan nilai dan semangat belajar. “Kalau strateginya saya fokus ke nilai, mempertahankan nilai, sama meningkatkannya supaya dapat peringkat juga di sekolah,” ujarnya.
Ia membagikan rutinitas belajarnya yang dimulai sejak pukul tiga pagi hingga jelang waktu berangkat sekolah. Kegiatan belajar kemudian dilanjutkan sepulang sekolah hingga terkadang mencapai pukul sebelas malam dengan belajar di perpustakaan. Pasalnya, kondisi lingkungan di sekitar rumah membuatnya tidak bisa fokus dalam belajar. “Tidak jarang Ayah kerap mengantar ke perpustakaan (UGM) untuk belajar hingga malam,” ujarnya.
Ketertarikannya terhadap jurusan Gizi diakuinya berangkat dari kecintaannya pada dunia kesehatan yang lekat dalam keseharian manusia. “Saya merenungkan yang dibutuhkan kira-kira kalau tanpa itu manusia tidak bisa hidup seperti makanan. Terus saya gabungkan antara makanan sama kesehatan, ketemu di Gizi,” terangnya.
Keyakinannya terhadap jurusan ini sudah matang dengan berbagai pertimbangan dari keluarga maupun sekolah. Nurma menyatakan bahwa ia hanya membawa satu pilihan saat pendaftaran SNBP. Hingga akhirnya ia berhasil menjadi salah satu dari 76 siswa yang lolos SNBP di SMAN 1 Yogyakarta. “Saya sudah mantap gizi, sudah diskusi juga dengan orang tua, guru BK juga. Terus akhirnya saya mantap di jurusan ini, tidak ada alternatif lain,” jelasnya.
Menjelang perkuliahan, Nurma memanfaatkan waktunya untuk meningkatkan kemampuan diri. Ia mengikuti pelatihan bahasa Inggris, mengambil pekerjaan freelance untuk menambah penghasilan, serta aktif mengikuti berbagai seminar dan workshop. “Saya sudah ikut grup 1001 kegiatan UGM. Jadi aktif ikut seminar, workshop, bahkan yang bersertifikat,” jelasnya.
KIP Kuliah Jalur Seleksi Mandiri PTN dan PTS 2026 Resmi Dibuka, Daftar di Link Ini
KIP Kuliah 2026 untuk jalur Seleksi Mandiri Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) resmi dibuka mulai 15 Juni 2026. Berikut informasinya.... | Halaman Lengkap [555] url asal
#kip-kuliah #perguruan-tinggi-negeri #perguruan-tinggi-swasta #jalur-seleksi-mandiri #seleksi-mandiri
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 17/06/26 12:11
v/251953/
JAKARTA - KIP Kuliah 2026 untuk jalur Seleksi Mandiri Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) resmi dibuka mulai 15 Juni 2026. Berikut informasinya.Program bantuan pendidikan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) ini memberikan kesempatan kepada calon mahasiswa dari keluarga kurang mampu untuk melanjutkan pendidikan tinggi tanpa terbebani biaya kuliah.
Informasi jadwal pendaftaran KIP Kuliah 2026 telah tersedia melalui laman resmi KIP Kuliah Kemendiktisaintek. Calon mahasiswa yang akan mengikuti jalur seleksi mandiri PTN maupun PTS dapat segera melakukan pendaftaran sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Jadwal KIP Kuliah 2026 Jalur Seleksi Mandiri
Berikut jadwal pendaftaran KIP Kuliah 2026 untuk jalur seleksi mandiri, dikutip dari laman KIP Kuliah Kemendiktisaintek, Selasa (15/6/2026).
Pendaftaran Akun Siswa KIP Kuliah: 3 Februari 2026- 31 Oktober 2026
Seleksi Mandiri PTN: 15 Juni – 31 Oktober 2026
Seleksi Mandiri PTS: 15 Juni – 31 Oktober 2026
Pendaftaran dilakukan secara online sehingga peserta dapat mengakses layanan dari mana saja selama periode pendaftaran masih berlangsung.
Berikut ini persyaratan utama, dokumen wajib, dan cara pendaftaran KIP Kuliah 2026 yang dikutip dari Instagram @kemdiktisaintek.ri.
Syarat Utama KIP Kuliah 2026
1. Lulusan tahun berjalan atau maksimal 2 tahun sebelumnya
2. Mempunyai potensi akademik yang baik
3. Terdata di Data Tunggal Sosial Ekonomi nasional_ Desil 1 sampai Desil 4 atau dengan menggunakan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM)
Dokumen Penting KIP Kuliah
1. KTP
2. Kartu Keluarga
3. Rapor
4. Bukti kepemilikan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS)/ Kartu Indonesia Pintar (KIP)/SKTM
5. Foto rumah depan dan dalam
6. Sertifikat prestasi
Tata Cara Pendaftaran KIP Kuliah 2026
Langkah Pertama
1. Pendaftaran KIP Kuliah untuk seluruh jalur masuk (SNBP, SNBT, dan Mandiri) dilakukan secara online melalui
laman https://kip-kuliah.kemdiktisaintek.go.id/
2. Setelah buka laman tersebut kemudian klik menu Daftar Sekarang
3. Masukkan NIK, NISN, dan NPSN, dan alamat email aktif
4. Sistem KIP Kuliah akan memverifikasi data pendaftar dengan Dapodik, Sipiintar, dan DTSEN
5. Jika proses berhasil pendaftar akan menerima nomor pendaftaran kode akses di email yang kamu daftarkan
6. Jika kamu adalah pendaftar tahun sebelumnya dan telah memiliki akun, cukup melakukan sinkronisasi dan sistem akan mengirimkan nomor pendaftaran dan kode akses di email kamu
Lengkapi Data Pendaftaran
1. Login ke akun KIP Kuliah dengan menggunakan nomor pendaftaran dan kode akses yang sudah diterima
2. Lengkapi seluruh formulir pendaftaran
3. Isi data dengan jujur dan teliti mencakup biodata, data keluarga, data ekonomi, informasi rumah, aset, dan prestasi
4. Pastikan unggah semua dokumen dengan benar termasuk foto rumah dan SKTM
Sebelum lanjut cek kembali kelengkapan berkas hingga seluruhnya bertanda ceklis hijau.
Pilih Jalur Seleksi dan Finalisasi
1. Pilih jalur seleksi masuk perguruan tinggi yang diikuti (Seleksi PTN (SNPMB)/Seleksi Mandiri PTN/PTS)
2. Data pendaftaran KIP Kuliah akan disinkronkan dengan sistem pendaftaran seleksi tersebut
3. Selesaikan proses pendaftaran di portal seleksi PTN/PTS yang dipilih
4. Jika dinyatakan lolos seleksi masuk perguruan tinggi pihak kampus akan melakukan verifikasi lanjutan untuk memastikan kesesuaian data dan menetapkan secara resmi sebagai penerima KIP Kuliah.
Perlu diketahui bahwa mendaftar KIP Kuliah tidak otomatis membuat peserta diterima di perguruan tinggi. Peserta tetap harus mengikuti dan lolos proses seleksi masuk sesuai jalur yang dipilih.
Apabila dinyatakan lolos seleksi masuk perguruan tinggi, pihak kampus akan melakukan verifikasi lanjutan untuk memastikan kesesuaian data yang telah diunggah. Setelah proses verifikasi selesai, perguruan tinggi akan menetapkan mahasiswa yang memenuhi syarat sebagai penerima KIP Kuliah 2026 secara resmi.
LPS ajak generasi muda bijak kelola keuangan di era digital
Wakil Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Farid Azhar Nasution mengajak generasi muda bijak dalam mengelola keuangan, khususnya di tengah ... [410] url asal
Makassar (ANTARA) - Wakil Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Farid Azhar Nasution mengajak generasi muda bijak dalam mengelola keuangan, khususnya di tengah perkembangan digital.
Farid dalam keterangannya di Makassar, Sabtu, mengatakan rendahnya literasi berpengaruh langsung terhadap perilaku keuangan masyarakat, khususnya generasi muda.
Berbagai fenomena sosial, seperti fear of missing out (FOMO), you only live once (YOLO), dan fear of other people's opinion (FOPO), kerap memengaruhi seseorang dalam mengambil keputusan finansial yang kurang rasional.
“Dorongan mengikuti tren, menjaga gengsi, maupun gaya hidup tertentu sering membuat seseorang mengabaikan kemampuan finansialnya. Akibatnya, berbagai instrumen pembiayaan konsumtif jadi pilihan instan untuk memenuhi keinginan jangka pendek tanpa mempertimbangkan dampak jangka panjang,” ujarnya.
Menurut Farid, kondisi tersebut tercermin dari tingginya penggunaan layanan pinjaman online oleh kelompok usia muda, yang mencapai hingga 60 persen.
Fakta ini mengindikasikan perlunya literasi dan kesadaran finansial diperkuat sejak dini, agar masyarakat tidak mudah terjebak dalam berbagai risiko keuangan.
Menurut dia, tantangan terbesar sering kali bukan pada jumlah uang yang dimiliki, melainkan bagaimana seseorang mampu mengelola keinginannya.
"Diskon, fasilitas paylater, dan berbagai bentuk cicilan yang tersedia saat ini menuntut masyarakat untuk memiliki kemampuan mengendalikan diri dan menentukan prioritas,” jelasnya pada kuliah umum bertema “Kesadaran Finansial: Fondasi Integritas dan Kesadaran Kemandirian Generasi Muda" di Universitas Hasanuddin (Unhas).
Sebagai langkah awal membangun kesadaran finansial, Farid mendorong generasi muda untuk membiasakan diri menabung secara rutin di bank. Kebiasaan tersebut dinilai tidak hanya membantu pengelolaan keuangan yang lebih baik, tetapi juga membangun disiplin dan kemampuan merencanakan masa depan secara lebih terarah.
Farid juga mengingatkan pentingnya menerapkan prinsip “menyisihkan, bukan menyisakan” dalam mengelola pendapatan.
Menurutnya, sebagian pendapatan perlu dialokasikan terlebih dahulu untuk tabungan atau kebutuhan jangka panjang sebelum digunakan untuk berbagai pengeluaran lainnya.
Selain itu, kemampuan membedakan antara kebutuhan dan keinginan menjadi pondasi penting dalam membangun ketahanan finansial.
Pada kesempatan yang sama, Farid menjelaskan sektor keuangan nasional masih didominasi oleh industri perbankan. Namun demikian, tingkat pemahaman masyarakat mengenai sistem perbankan dan mekanisme perlindungan simpanan masih relatif rendah.
Karena itu, kata dia, LPS terus berupaya meningkatkan edukasi publik mengenai pentingnya sistem perbankan yang sehat serta peran lembaga tersebut dalam menjamin simpanan nasabah dan menjaga kepercayaan masyarakat terhadap sektor perbankan nasional.
Dirinya berharap, mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa dapat menjadi agen perubahan yang turut mendorong peningkatan literasi keuangan di masyarakat.
Dengan pemahaman yang baik mengenai pengelolaan keuangan, generasi muda diharapkan mampu mengambil keputusan yang lebih bijaksana dan terhindar dari berbagai jebakan finansial yang dapat menghambat masa depan mereka.
Pewarta: Abdul Kadir
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026
Kisah Ristiana Artanti, Anak Buruh Proyek yang Berhasil Kuliah Gratis di UGM
Mimpi untuk melanjutkan pendidikan di Universitas Gadjah Mada (UGM) masih terasa seperti sebuah keajaiban bagi Ristiana Artanti (19). Perempuan asal Karangsari,... | Halaman Lengkap [683] url asal
#buruh #ugm #mahasiswa-ugm #snbp-2026 #kuliah-gratis
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 12/06/26 09:34
v/248013/
JAKARTA - Mimpi untuk melanjutkan pendidikan di Universitas Gadjah Mada (UGM) masih terasa seperti sebuah keajaiban bagi Ristiana Artanti (19). Perempuan asal Karangsari, Kulon Progo, ini sempat diliputi kekhawatiran tidak dapat berkuliah karena kondisi ekonomi keluarganya yang serba terbatas.Ayahnya, Rubikan (47), bekerja sebagai buruh proyek dengan penghasilan yang tidak menentu, sementara sang ibu, Winarni (47), merupakan ibu rumah tangga yang sebelumnya pernah bekerja sebagai asisten rumah tangga di Yogyakarta.
Risti memilih Program Studi Manajemen Informasi Kesehatan di Sekolah Vokasi UGM karena memiliki ketertarikan besar pada dunia kesehatan. Kesempatan emas datang ketika dirinya berhasil lolos melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).
Tidak hanya diterima tanpa tes, Risti juga memperoleh beasiswa Pendidikan Unggul dengan subsidi penuh atau UKT nol persen. Beasiswa tersebut membuatnya dapat menempuh pendidikan tinggi di UGM tanpa biaya kuliah.
"Kalau soal perasaan, jujur, saya bingung dan masih belum percaya Tuhan memberi kesempatan yang benar-benar saya gak bakal kira bakal bisa masuk di Universitas Gadjah Mada," ujarnya dikutip dari laman UGM, Jumat (12/6/2026).
Selain berprestasi di bidang akademik, Risti juga aktif mengikuti kegiatan marching band saat bersekolah di SMA Negeri 1 Wates. Bersama timnya, ia berhasil meraih berbagai penghargaan, termasuk dua kali menjadi juara umum tingkat kabupaten dan juara pertama tingkat provinsi.
Dalam menjalani aktivitas sekolah dan organisasi, Risti menerapkan manajemen waktu yang disiplin. Ia selalu menempatkan kewajiban akademik sebagai prioritas utama sebelum mengikuti kegiatan nonakademik.
"Saya selalu disiplin membagikan waktu agar kegiatan ekstra tidak mengganggu akademik," kenangnya.
Dukungan penuh juga diberikan oleh kedua orang tuanya. Meski sempat ragu karena keterbatasan ekonomi, mereka akhirnya mantap mendukung keinginan putri semata wayang mereka untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Winarni mengaku sempat memikirkan kemampuan keluarga untuk membiayai kuliah anaknya. Dengan penghasilan yang tidak tetap, memenuhi kebutuhan sehari-hari saja sudah menjadi alasan untuk bersyukur.
"Pas dia utarakan pengen kuliah itu, saya mikirnya gini, apa bisa mendanai soalnya ekonomi kita, susah kayak gini, kadang-kadang ada, kadang-kadang gak. Bisa makan tiga kali sehari itu sudah bersyukur," tuturnya.
Meski demikian, Winarni tidak ingin mematahkan impian putrinya. Ia melihat Risti sebagai anak yang memiliki prestasi akademik membanggakan dan layak mendapatkan kesempatan pendidikan yang lebih tinggi.
Pengalaman masa lalunya yang tidak dapat melanjutkan sekolah karena keterbatasan ekonomi membuat Winarni bertekad agar anaknya memperoleh masa depan yang lebih baik.
"Dia ini kan ada prestasi juga di sekolahnya. Nilai-nilainya juga bagus. Kalau gak didukung, kan kayaknya saya teringat saya dulu. Saya dulu tuh pengen meneruskan sekolah selanjutnya, gak mampu. Orang tua saya benar-benar gak mampu. Makanya, kalau bisa, anak saya jangan seperti saya, biar bisa lebih baik lagi," ungkapnya sambil menahan haru.
Rasa syukur yang sama juga dirasakan Rubikan. Sejak 1995, ia bekerja sebagai buruh proyek dengan penghasilan sekitar Rp90 ribu hingga Rp100 ribu per hari ketika ada pekerjaan. Saat tidak ada proyek, ia mencari tambahan penghasilan dengan menggali batu putih di sekitar rumah untuk dijual.
Menurut Winarni, masa tersulit keluarga mereka terjadi saat awal pernikahan. Kala itu, keduanya memulai kehidupan dari nol. Bahkan ketika mengandung Risti hingga usia kandungan tujuh bulan, Winarni masih bekerja sebagai asisten rumah tangga di Yogyakarta.
"Saya dulu pas baru nikah sama Bapaknya, kan kerja jadi asisten rumah tangga di Jogja. Terus hamil, sampai umur tujuh bulan Risti dalam kandungan masih saya ajak kerja. Setelah tujuh bulan itu, baru saya berhenti. Sampai Risti umur dua tahun, saya kerja lagi. Saya ajak dia sambil ikut kerja, gitu," ceritanya.
Sejak kecil, Risti dibesarkan dengan nilai-nilai kebaikan, kerja keras, dan kedisiplinan dalam beribadah. Karena itu, Rubikan mengaku tidak pernah menyangka putrinya dapat diterima di UGM, mengingat latar belakang pendidikan kedua orang tuanya yang hanya lulusan SD dan SMP.
"Saya gak mengira kalau anak saya bisa masuk UGM, padahal orang tuanya gak sekolah, tapi anaknya bisa sekolah," katanya dengan mata berkaca-kaca.
Kini, Risti bersiap menyambut kehidupan sebagai mahasiswa baru UGM. Ia telah memiliki cita-cita untuk mengabdikan ilmu yang diperolehnya demi meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat, terutama di wilayah terpencil.
"Saya sudah membayangkan bahwa setelah lulus itu saya akan bekerja di puskesmas dan juga di rumah sakit yang mungkin di daerah pelosok-pelosok, untuk meningkatkan kualitas pelayanan di masyarakat," pungkasnya.
Universitas Brawijaya Buka 5 Prodi Baru, Siapkan Lulusan Siap Kerja
Universitas Brawijaya (UB) membuka lima program studi baru untuk mencetak tenaga ahli yang siap kerja di industri modern. Kelima prodi tersebut berada di Fakultas... | Halaman Lengkap [324] url asal
#program-studi-baru #universitas-brawijaya #jurusan-kuliah #program-vokasi
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 11/06/26 17:00
v/247388/
JAKARTA - Universitas Brawijaya (UB) membuka lima program studi baru untuk mencetak tenaga ahli yang siap kerja di industri modern. Kelima prodi tersebut berada di Fakultas Vokasi dengan jenjang Sarjana Terapan (D4).Kebijakan ini disahkan melalui Keputusan Rektor UB dan telah disetujui oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek). Jurusannya berada di bidang teknologi digital, industry kreatif, serta food and beverages (FnB).
5 Prodi Baru Fakultas Vokasi Universitas Brawijaya
5 prodi yang dimaksud yaitu Pemasaran Digital, Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak, Perbankan dan Keuangan Digital, Penilaian Properti dan Bisnis dan Bisnis Jasa Makanan, dengan izin penyelenggaraan masing-masing.
Dekan Fakultas Vokasi UB, Mukhammad Kholid Mawardi menegaskan bahwa terbitnya izin penyelenggaraan ini merupakan bentuk kepercayaan besar pemerintah terhadap kualitas pendidikan terapan di UB, yang terus berkomitmen menghadirkan standar akademik dan praktis yang relevan dengan zaman.
“Terbitnya izin penyelenggaraan ini adalah amanah besar bagi kami untuk mencetak talenta yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga adaptif terhadap disrupsi. Melalui lima Prodi Baru yang sudah diresmikan, kami menghadirkan kemahiran teknis dengan penguasaan teknologi, serta memastikan setiap lulusan Vokasi UB menjadi penggerak ekonomi kreatif dan pariwisata Indonesia yang lebih modern dan berkelanjutan,” katanya, dikutip dari laman UB, Kamis (11/6/2026).
Wakil Dekan Fakultas Vokasi Universitas Brawijaya A. Faidlal Rahman menjelaskan kurikulum prodi baru ini telah disusun bersama para praktisi dan asosiasi industri.
“Kami tidak hanya mencetak lulusan yang membawa ijazah, tetapi juga sertifikasi kompetensi yang diakui secara nasional maupun internasional. Melalui prodi baru ini mahasiswa akan menghabiskan lebih banyak waktu di laboratorium industri dan magang berbasis proyek nyata (project-based learning), serta dapat memenuhi kebutuhan industri saat ini.”
Fakultas Vokasi juga telah menyiapkan fasilitas penunjang mutakhir untuk mendukung proses belajar-mengajar prodi baru ini. Fasilitas yang tersedia dirancang secara komprehensif, mulai dari ruang kelas yang representatif untuk pendalaman teori, hingga ruang praktik khusus yang dirancang menyerupai lingkungan kerja aslinya. Kehadiran ruang praktik ini memastikan mahasiswa dapat mengasah keahlian teknis (hands-on skills) mereka sejak dini secara optimal.
Rincian Biaya Masuk Kuliah PTN 2026, UGM, UI dan ITB
Beirkut perincian biaya masuk kuliah PTN 2026 lengkap dengan biaya UKT per semester [1,631] url asal
#uang-kuliah #biaya-kuliah #biaya-kuliah-ptn-2026 #uang-kuliah-ptn-2026
(Bisnis.Com - Terbaru) 09/06/26 11:50
v/244516/
Bisnis.com, JAKARTA - Bulan Agustus 2026, mahasiswa baru akan mulai menjalani masa perkuliahan di PTN maupun PTS.
Pengumuman PTN juga sudah dilakukan mulai dari jalur SNBP, SNBT dan juga jalur mandiri.
Lantas berapa sih biaya masuk kuliah di PTN besar tahun 2026 ini? berikut daftar lengkapnya.
1. UGM
UANG KULIAH TUNGGAL PROGRAM SARJANA DAN SARJANA TERAPAN
JALUR SELEKSI NASIONAL BERDASARKAN PRESTASI (SNBP) DAN SELEKSI NASIONAL BERDASARKAN TES (SNBT)
UNIVERSITAS GADJAH MADA TAHUN AKADEMIK 2026/2027
A. SARJANA TERAPAN (D4)
No | Program | Nama Program Studi | Biaya Kuliah Tunggal (BKT) Per Semester | UKT Kelompok 1 | UKT Kelompok 2 | UKT Kelompok 3 | UKT Kelompok 4 | UKT Kelompok 5 | UKT Kelompok 6 |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
UKT Pendidikan Unggul Bersubsidi 100% | UKT Pendidikan Unggul Bersubsidi 75% | UKT Pendidikan Unggul Bersubsidi 50% | UKT Pendidikan Unggul Bersubsidi 25% | UKT Pendidikan Unggul | |||||
| 1 | D4 | Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak | 28.008.000 | 0 | 0 | 3.325.000 | 6.650.000 | 9.975.000 | 13.300.000 |
| 2 | D4 | Teknologi Rekayasa Mesin | 27.128.000 | 0 | 0 | 3.325.000 | 6.650.000 | 9.975.000 | 13.300.000 |
| 3 | D4 | Teknologi Rekayasa Elektro | 27.128.000 | 0 | 0 | 3.325.000 | 6.650.000 | 9.975.000 | 13.300.000 |
| 4 | D4 | Teknologi Rekayasa Instrumentasi dan Kontrol | 27.128.000 | 0 | 0 | 3.325.000 | 6.650.000 | 9.975.000 | 13.300.000 |
| 5 | D4 | Teknologi Survei dan Pemetaan Dasar | 27.128.000 | 0 | 0 | 3.325.000 | 6.650.000 | 9.975.000 | 13.300.000 |
| 6 | D4 | Sistem Informasi Geografis | 27.128.000 | 0 | 0 | 3.325.000 | 6.650.000 | 9.975.000 | 13.300.000 |
| 7 | D4 | Pengembangan Produk Agroindustri | 27.128.000 | 0 | 0 | 3.325.000 | 6.650.000 | 9.975.000 | 13.300.000 |
| 8 | D4 | Teknik Pengelolaan dan Perawatan Alat Berat | 27.128.000 | 0 | 0 | 3.325.000 | 6.650.000 | 9.975.000 | 13.300.000 |
| 9 | D4 | Teknologi Rekayasa Internet | 27.128.000 | 0 | 0 | 3.325.000 | 6.650.000 | 9.975.000 | 13.300.000 |
| 10 | D4 | Teknik Pengelolaan dan Pemeliharaan Infrastruktur Sipil | 27.128.000 | 0 | 0 | 3.325.000 | 6.650.000 | 9.975.000 | 13.300.000 |
| 11 | D4 | Teknologi Rekayasa Pelaksanaan Bangunan Sipil | 27.128.000 | 0 | 0 | 3.325.000 | 6.650.000 | 9.975.000 | 13.300.000 |
| 12 | D4 | Teknologi Veteriner | 27.128.000 | 0 | 0 | 3.325.000 | 6.650.000 | 9.975.000 | 13.300.000 |
| 13 | D4 | Manajemen Informasi Kesehatan | 25.038.000 | 0 | 0 | 3.325.000 | 6.650.000 | 9.975.000 | 13.300.000 |
| 14 | D4 | Pengelolaan Hutan | 23.995.000 | 0 | 0 | 3.325.000 | 6.650.000 | 9.975.000 | 13.300.000 |
| 15 | D4 | Bisnis Perjalanan Wisata | 23.467.000 | 0 | 0 | 2.850.000 | 5.700.000 | 8.550.000 | 11.400.000 |
| 16 | D4 | Manajemen dan Penilaian Properti | 13.826.000 | 0 | 0 | 2.850.000 | 5.700.000 | 8.550.000 | 11.400.000 |
| 17 | D4 | Pengelolaan Arsip dan Rekaman Informasi | 13.298.000 | 0 | 0 | 2.850.000 | 5.700.000 | 8.550.000 | 11.400.000 |
| 18 | D4 | Bahasa Inggris | 13.298.000 | 0 | 0 | 2.850.000 | 5.700.000 | 8.550.000 | 11.400.000 |
| 19 | D4 | Bahasa Jepang untuk Komunikasi Bisnis dan Profesional | 13.298.000 | 0 | 0 | 2.850.000 | 5.700.000 | 8.550.000 | 11.400.000 |
| 20 | D4 | Akuntansi Sektor Publik | 13.298.000 | 0 | 0 | 2.850.000 | 5.700.000 | 8.550.000 | 11.400.000 |
| 21 | D4 | Pembangunan Ekonomi Kewilayahan | 13.298.000 | 0 | 0 | 2.850.000 | 5.700.000 | 8.550.000 | 11.400.000 |
| 22 | D4 | Perbankan | 13.298.000 | 0 | 0 | 2.850.000 | 5.700.000 | 8.550.000 | 11.400.000 |
B. SARJANA (S1)
No | Program | Nama Program Studi | Biaya Kuliah Tunggal (BKT) Per Semester | UKT Kelompok 1 | UKT Kelompok 2 | UKT Kelompok 3 | UKT Kelompok 4 | UKT Kelompok 5 | UKT Kelompok 6 |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
UKT Pendidikan Unggul Bersubsidi 100% | UKT Pendidikan Unggul Bersubsidi 75% | UKT Pendidikan Unggul Bersubsidi 50% | UKT Pendidikan Unggul Bersubsidi 25% | UKT Pendidikan Unggul | |||||
| 1 | S1 | Kedokteran | 35.145.000 | 0 | 0 | 6.175.000 | 12.350.000 | 18.525.000 | 24.700.000 |
| 2 | S1 | Kedokteran Hewan | 35.145.000 | 0 | 0 | 6.175.000 | 12.350.000 | 18.525.000 | 24.700.000 |
| 3 | S1 | Kedokteran Gigi | 33.740.000 | 0 | 0 | 6.175.000 | 12.350.000 | 18.525.000 | 24.700.000 |
| 4 | S1 | Farmasi | 27.919.000 | 0 | 0 | 4.325.000 | 8.650.000 | 12.975.000 | 17.300.000 |
| 5 | S1 | Ilmu Keperawatan | 26.802.000 | 0 | 0 | 4.325.000 | 8.650.000 | 12.975.000 | 17.300.000 |
| 6 | S1 | Teknik Mesin | 20.949.000 | 0 | 0 | 3.375.000 | 6.750.000 | 10.125.000 | 13.500.000 |
| 7 | S1 | Teknik Nuklir | 20.949.000 | 0 | 0 | 3.075.000 | 6.150.000 | 9.225.000 | 12.300.000 |
| 8 | S1 | Psikologi | 20.692.000 | 0 | 0 | 2.750.000 | 5.500.000 | 8.250.000 | 11.000.000 |
| 9 | S1 | Teknik Geologi | 19.908.000 | 0 | 0 | 3.075.000 | 6.150.000 | 9.225.000 | 12.300.000 |
| 10 | S1 | Teknologi Hasil Perikanan | 19.908.000 | 0 | 0 | 2.500.000 | 5.000.000 | 7.500.000 | 10.000.000 |
| 11 | S1 | Perencanaan Wilayah dan Kota | 19.908.000 | 0 | 0 | 3.075.000 | 6.150.000 | 9.225.000 | 12.300.000 |
| 12 | S1 | Arsitektur | 19.908.000 | 0 | 0 | 3.075.000 | 6.150.000 | 9.225.000 | 12.300.000 |
| 13 | S1 | Teknik Geodesi | 19.908.000 | 0 | 0 | 2.750.000 | 5.500.000 | 8.250.000 | 11.000.000 |
| 14 | S1 | Teknik Kimia | 19.908.000 | 0 | 0 | 3.375.000 | 6.750.000 | 10.125.000 | 13.500.000 |
| 15 | S1 | Teknik Elektro | 19.908.000 | 0 | 0 | 3.075.000 | 6.150.000 | 9.225.000 | 12.300.000 |
| 16 | S1 | Teknik Industri | 19.908.000 | 0 | 0 | 3.075.000 | 6.150.000 | 9.225.000 | 12.300.000 |
| 17 | S1 | Teknologi Industri Pertanian | 19.908.000 | 0 | 0 | 2.750.000 | 5.500.000 | 8.250.000 | 11.000.000 |
| 18 | S1 | Teknik Fisika | 19.908.000 | 0 | 0 | 2.750.000 | 5.500.000 | 8.250.000 | 11.000.000 |
| 19 | S1 | Teknik Sipil | 19.908.000 | 0 | 0 | 3.075.000 | 6.150.000 | 9.225.000 | 12.300.000 |
| 20 | S1 | Elektronika dan Instrumentasi | 19.908.000 | 0 | 0 | 2.500.000 | 5.000.000 | 7.500.000 | 10.000.000 |
| 21 | S1 | Gizi | 19.865.000 | 0 | 0 | 3.075.000 | 6.150.000 | 9.225.000 | 12.300.000 |
| 22 | S1 | Teknik Biomedis | 19.273.000 | 0 | 0 | 3.075.000 | 6.150.000 | 9.225.000 | 12.300.000 |
| 23 | S1 | Teknik Pertanian | 19.112.000 | 0 | 0 | 2.750.000 | 5.500.000 | 8.250.000 | 11.000.000 |
| 24 | S1 | Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian | 19.112.000 | 0 | 0 | 2.750.000 | 5.500.000 | 8.250.000 | 11.000.000 |
| 25 | S1 | Higiene Gigi | 19.037.000 | 0 | 0 | 3.375.000 | 6.750.000 | 10.125.000 | 13.500.000 |
| 26 | S1 | Biologi | 18.399.000 | 0 | 0 | 3.075.000 | 6.150.000 | 9.225.000 | 12.300.000 |
| 27 | S1 | Kimia | 18.399.000 | 0 | 0 | 2.500.000 | 5.000.000 | 7.500.000 | 10.000.000 |
| 28 | S1 | Teknik Infrastruktur Lingkungan | 18.315.000 | 0 | 0 | 3.075.000 | 6.150.000 | 9.225.000 | 12.300.000 |
| 29 | S1 | Teknik Sumber Daya Air | 18.315.000 | 0 | 0 | 3.075.000 | 6.150.000 | 9.225.000 | 12.300.000 |
| 30 | S1 | Geofisika | 17.663.000 | 0 | 0 | 2.500.000 | 5.000.000 | 7.500.000 | 10.000.000 |
| 31 | S1 | Fisika | 17.663.000 | 0 | 0 | 2.500.000 | 5.000.000 | 7.500.000 | 10.000.000 |
| 32 | S1 | Mikrobiologi Pertanian | 15.335.000 | 0 | 0 | 2.500.000 | 5.000.000 | 7.500.000 | 10.000.000 |
| 33 | S1 | Kehutanan | 14.667.000 | 0 | 0 | 2.750.000 | 5.500.000 | 8.250.000 | 11.000.000 |
| 34 | S1 | Ilmu dan Industri Peternakan | 14.667.000 | 0 | 0 | 2.750.000 | 5.500.000 | 8.250.000 | 11.000.000 |
| 35 | S1 | Agronomi | 14.667.000 | 0 | 0 | 2.500.000 | 5.000.000 | 7.500.000 | 10.000.000 |
| 36 | S1 | Akuakultur | 14.667.000 | 0 | 0 | 2.500.000 | 5.000.000 | 7.500.000 | 10.000.000 |
| 37 | S1 | Ekonomi Pertanian dan Agribisnis | 14.667.000 | 0 | 0 | 2.500.000 | 5.000.000 | 7.500.000 | 10.000.000 |
| 38 | S1 | Ilmu Tanah | 14.667.000 | 0 | 0 | 2.500.000 | 5.000.000 | 7.500.000 | 10.000.000 |
| 39 | S1 | Manajemen Sumberdaya Akuatik | 14.667.000 | 0 | 0 | 2.500.000 | 5.000.000 | 7.500.000 | 10.000.000 |
| 40 | S1 | Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian | 14.667.000 | 0 | 0 | 2.500.000 | 5.000.000 | 7.500.000 | 10.000.000 |
| 41 | S1 | Proteksi Tanaman | 14.667.000 | 0 | 0 | 2.500.000 | 5.000.000 | 7.500.000 | 10.000.000 |
| 42 | S1 | Teknologi Informasi | 14.667.000 | 0 | 0 | 3.075.000 | 6.150.000 | 9.225.000 | 12.300.000 |
| 43 | S1 | Geografi Lingkungan | 14.667.000 | 0 | 0 | 2.500.000 | 5.000.000 | 7.500.000 | 10.000.000 |
| 44 | S1 | Kartografi dan Penginderaan Jauh | 14.667.000 | 0 | 0 | 2.500.000 | 5.000.000 | 7.500.000 | 10.000.000 |
| 45 | S1 | Akuntansi | 14.667.000 | 0 | 0 | 2.300.000 | 4.600.000 | 6.900.000 | 9.200.000 |
| 46 | S1 | Manajemen | 14.667.000 | 0 | 0 | 2.300.000 | 4.600.000 | 6.900.000 | 9.200.000 |
| 47 | S1 | Hukum | 14.667.000 | 0 | 0 | 2.300.000 | 4.600.000 | 6.900.000 | 9.200.000 |
| 48 | S1 | Ilmu Komputer | 14.667.000 | 0 | 0 | 2.500.000 | 5.000.000 | 7.500.000 | 10.000.000 |
| 49 | S1 | Ilmu Ekonomi | 14.667.000 | 0 | 0 | 2.300.000 | 4.600.000 | 6.900.000 | 9.200.000 |
| 50 | S1 | Manajemen dan Kebijakan Publik | 14.667.000 | 0 | 0 | 2.300.000 | 4.600.000 | 6.900.000 | 9.200.000 |
| 51 | S1 | Ilmu Hubungan Internasional | 14.667.000 | 0 | 0 | 2.200.000 | 4.400.000 | 6.600.000 | 8.800.000 |
| 52 | S1 | Ilmu Komunikasi | 14.081.000 | 0 | 0 | 2.300.000 | 4.600.000 | 6.900.000 | 9.200.000 |
| 53 | S1 | Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan | 14.081.000 | 0 | 0 | 2.200.000 | 4.400.000 | 6.600.000 | 8.800.000 |
| 54 | S1 | Pariwisata | 14.081.000 | 0 | 0 | 1.900.000 | 3.800.000 | 5.700.000 | 7.600.000 |
| 55 | S1 | Statistika | 13.360.000 | 0 | 0 | 2.500.000 | 5.000.000 | 7.500.000 | 10.000.000 |
| 56 | S1 | Matematika | 13.360.000 | 0 | 0 | 2.500.000 | 5.000.000 | 7.500.000 | 10.000.000 |
| 57 | S1 | Ilmu Aktuaria | 12.292.000 | 0 | 0 | 2.500.000 | 5.000.000 | 7.500.000 | 10.000.000 |
| 58 | S1 | Arkeologi | 9.442.000 | 0 | 0 | 2.300.000 | 4.600.000 | 6.900.000 | 9.200.000 |
| 59 | S1 | Pembangunan Wilayah | 9.025.000 | 0 | 0 | 2.256.000 | 4.512.000 | 6.768.000 | 9.025.000 |
| 60 | S1 | Bahasa dan Sastra Prancis | 8.664.000 | 0 | 0 | 1.900.000 | 3.800.000 | 5.700.000 | 7.600.000 |
| 61 | S1 | Sastra Arab | 8.664.000 | 0 | 0 | 1.900.000 | 3.800.000 | 5.700.000 | 7.600.000 |
| 62 | S1 | Bahasa dan Sastra Indonesia | 8.664.000 | 0 | 0 | 1.900.000 | 3.800.000 | 5.700.000 | 7.600.000 |
| 63 | S1 | Bahasa dan Kebudayaan Korea | 8.664.000 | 0 | 0 | 1.900.000 | 3.800.000 | 5.700.000 | 7.600.000 |
| 64 | S1 | Bahasa dan Kebudayaan Jepang | 8.664.000 | 0 | 0 | 1.900.000 | 3.800.000 | 5.700.000 | 7.600.000 |
| 65 | S1 | Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa | 8.664.000 | 0 | 0 | 1.900.000 | 3.800.000 | 5.700.000 | 7.600.000 |
| 66 | S1 | Sastra Inggris | 8.664.000 | 0 | 0 | 2.200.000 | 4.400.000 | 6.600.000 | 8.664.000 |
| 67 | S1 | Politik dan Pemerintahan | 8.214.000 | 0 | 0 | 2.053.000 | 4.107.000 | 6.160.000 | 8.214.000 |
| 68 | S1 | Antropologi Budaya | 7.885.000 | 0 | 0 | 2.053.000 | 4.107.000 | 6.160.000 | 7.885.000 |
| 69 | S1 | Sejarah | 7.885.000 | 0 | 0 | 2.053.000 | 4.107.000 | 6.160.000 | 7.885.000 |
| 70 | S1 | Sosiologi | 7.885.000 | 0 | 0 | 1.889.000 | 3.778.000 | 5.667.000 | 7.557.000 |
| 71 | S1 | Filsafat | 7.885.000 | 0 | 0 | 1.889.000 | 3.778.000 | 5.667.000 | 7.557.000 |
UANG KULIAH TUNGGAL DAN IURAN PENGEMBANGAN INSTITUSI PROGRAM SARJANA DAN SARJANA TERAPAN
JALUR SELEKSI MANDIRI (UJIAN MASUK UNIVERSITAS GADJAH MADACOMPUTER BASED TESTDAN PENELUSURAN BIBIT UNGGUL)
TAHUN AKADEMIK 2026/2027
- Pembayaran Uang Kuliah Tunggal dilakukan setiap semester;
- Iuran Pengembangan Institusi dikenakan sekali selama masa kuliah yang dibayarkan bersamaan Uang Kuliah Tunggal dengan ketentuan sebagai berikut:
- pembayaran penuh secara bersamaan dengan Uang Kuliah Tunggal Semester 1 (satu); atau
- pembayaran dapat diangsur sebanyak 2 (dua) kali pada semester 1 (satu) dan semester 2 (dua).
- Iuran Pengembangan Institusi sebesar Rp30.000.000,00 (tiga puluh juta rupiah) untuk bidang ilmu sains, teknologi, dan kesehatan serta sebesar Rp20.000.000,00 (dua puluh juta rupiah) untuk bidang ilmu sosial dan humaniora, hanya dikenakan bagi mahasiswa yang memiliki kemampuan ekonomi baik atau yang tidak mendapatkan Uang Kuliah Tunggal Pendidikan Unggul Bersubsidi.
A. PROGRAM SARJANA TERAPAN
NO | NAMA PROGRAM STUDI | BKT PER SEMESTER | UKT KELOMPOK 1 | UKT KELOMPOK 2 | UKT KELOMPOK 3 | UKT KELOMPOK 4 | UKT KELOMPOK 5 | UKT KELOMPOK 6 |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
UKT PENDIDIKAN UNGGUL BERSUBSIDI 100% | UKT PENDIDIKAN UNGGUL BERSUBSIDI 75% | UKT PENDIDIKAN UNGGUL BERSUBSIDI 50% | UKT PENDIDIKAN UNGGUL BERSUBSIDI 25% | UKT PENDIDIKAN UNGGUL | ||||
| 1 | Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak | 28.008.000 | 0 | 0 | 3.325.000 | 6.650.000 | 9.975.000 | 13.300.000 |
| 2 | Teknologi Rekayasa Mesin | 27.128.000 | 0 | 0 | 3.325.000 | 6.650.000 | 9.975.000 | 13.300.000 |
| 3 | Teknologi Rekayasa Elektro | 27.128.000 | 0 | 0 | 3.325.000 | 6.650.000 | 9.975.000 | 13.300.000 |
| 4 | Teknologi Rekayasa Instrumentasi dan Kontrol | 27.128.000 | 0 | 0 | 3.325.000 | 6.650.000 | 9.975.000 | 13.300.000 |
| 5 | Teknologi Survei dan Pemetaan Dasar | 27.128.000 | 0 | 0 | 3.325.000 | 6.650.000 | 9.975.000 | 13.300.000 |
| 6 | Sistem Informasi Geografis | 27.128.000 | 0 | 0 | 3.325.000 | 6.650.000 | 9.975.000 | 13.300.000 |
| 7 | Pengembangan Produk Agroindustri | 27.128.000 | 0 | 0 | 3.325.000 | 6.650.000 | 9.975.000 | 13.300.000 |
| 8 | Teknik Pengelolaan dan Perawatan Alat Berat | 27.128.000 | 0 | 0 | 3.325.000 | 6.650.000 | 9.975.000 | 13.300.000 |
| 9 | Teknologi Rekayasa Internet | 27.128.000 | 0 | 0 | 3.325.000 | 6.650.000 | 9.975.000 | 13.300.000 |
| 10 | Teknik Pengelolaan dan Pemeliharaan Infrastruktur Sipil | 27.128.000 | 0 | 0 | 3.325.000 | 6.650.000 | 9.975.000 | 13.300.000 |
| 11 | Teknologi Rekayasa Pelaksanaan Bangunan Sipil | 27.128.000 | 0 | 0 | 3.325.000 | 6.650.000 | 9.975.000 | 13.300.000 |
| 12 | Teknologi Veteriner | 27.128.000 | 0 | 0 | 3.325.000 | 6.650.000 | 9.975.000 | 13.300.000 |
| 13 | Manajemen Informasi Kesehatan | 25.038.000 | 0 | 0 | 3.325.000 | 6.650.000 | 9.975.000 | 13.300.000 |
| 14 | Pengelolaan Hutan | 23.995.000 | 0 | 0 | 3.325.000 | 6.650.000 | 9.975.000 | 13.300.000 |
| 15 | Bisnis Perjalanan Wisata | 23.467.000 | 0 | 0 | 2.850.000 | 5.700.000 | 8.550.000 | 11.400.000 |
| 16 | Manajemen dan Penilaian Properti | 13.826.000 | 0 | 0 | 2.850.000 | 5.700.000 | 8.550.000 | 11.400.000 |
| 17 | Pengelolaan Arsip dan Rekaman Informasi | 13.298.000 | 0 | 0 | 2.850.000 | 5.700.000 | 8.550.000 | 11.400.000 |
| 18 | Bahasa Inggri
MNC University Umumkan Penerima MNCU Future Leader Scholarship Batch 2MNC University resmi mengumumkan para penerima MNCU Future Leader Scholarship (MFLS) Batch 2 dalam acara Awarding Ceremony yang diselenggarakan di Auditorium Lantai... | Halaman Lengkap [384] url asal #mnc-university #beasiswa #perguruan-tinggi-swasta #program-beasiswa-kuliah #calon-mahasiswa-baru (SINDOnews Ekbis - Terkini) 05/06/26 15:51
JAKARTA - MNC University resmi mengumumkan para penerima MNCU Future Leader Scholarship (MFLS) Batch 2 dalam acara Awarding Ceremony yang diselenggarakan di Auditorium Lantai 6 MNC University, Rabu (3/6/2026). Kegiatan ini menjadi puncak dari rangkaian proses seleksi yang telah diikuti oleh ratusan calon mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia.Sebanyak 270 peserta hadir dalam acara penghargaan tersebut. Kegiatan diawali dengan registrasi peserta, menyanyikan lagu Indonesia Raya, sambutan dari tim Penerimaan Mahasiswa Baru, serta arahan dari Rektor MNC University, Dendi Pratama. Direktur PMB, Branding dan Marketing MNC University, Muhammad Rezki Oktavianoor, menyampaikan bahwa program MFLS merupakan bentuk komitmen MNC University dalam memperluas akses pendidikan sekaligus menjaring generasi muda yang memiliki potensi akademik maupun non-akademik unggul. “Melalui program beasiswa ini, kami ingin memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada generasi muda Indonesia untuk memperoleh pendidikan berkualitas sekaligus mengembangkan potensi kepemimpinan yang mereka miliki,” ujarnya. Acara semakin meriah dengan penampilan drama musikal yang dibawakan oleh para awardee MFLS Batch 1. Selain menjadi hiburan, penampilan tersebut juga menggambarkan perjalanan dan pengalaman para penerima beasiswa selama menempuh pendidikan di MNC University. Momen yang paling dinantikan adalah pengumuman penerima beasiswa dan anggota kelas eksklusif MNCU Future Leader Scholarship Batch 2. Pada kesempatan tersebut, MNC University memberikan beasiswa dengan kategori 50 persen, 75 persen, hingga 100 persen kepada peserta terbaik yang berhasil menunjukkan prestasi dan potensi unggul selama proses seleksi. Salah satu penerima beasiswa 100 persen sekaligus peserta terbaik MFLS Batch 2, Puja Melisa, mengungkapkan rasa syukur atas pencapaiannya. "Kami bersyukur bisa sampai pada titik ini setelah mengikuti serangkaian proses MFLS Batch 2. Banyak pengalaman berharga yang kami dapatkan, mulai dari mini project hingga tahap final. Saya tidak menyangka bisa mendapatkan beasiswa 100 persen sekaligus menjadi peserta terbaik pada program ini," ungkapnya. Melalui program MNCU Future Leader Scholarship, MNC University berharap dapat terus melahirkan generasi muda yang berprestasi, inovatif, dan memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat. Program ini juga menjadi bagian dari komitmen MNC University dalam mendukung pengembangan talenta muda Indonesia untuk menghadapi tantangan masa depan. Untuk informasi lebih lanjut mengenai program studi, kolaborasi akademik, maupun kegiatan di MNC University, silakan kunjungi: Website: https://mncu.ac.id Telp/WA: 0811-9325-889 Email: [email protected] Ikuti juga kami di media sosial: Instagram: @mncuniversity TikTok: @mncuniversity YouTube: MNC University Alamat Kampus: Jl. Panjang Blok A8, Green Garden, Jakarta Barat, DKI Jakarta 11520 (nnz)
Beasiswa PMDSU 2026 Dibuka, Kuliah S2-S3 Gratis Terintegrasi 4 TahunPendaftaran Beasiswa PMDSU Angkatan X Tahun 2026 resmi dibuka. Calon mahasiswa bisa kuliah S2 langsung S3 gratis selama 4 tahun. Pendaftaran Beasiswa Pendidikan... | Halaman Lengkap [493] url asal #kuliah-gratis #beasiswa-s2 #beasiswa-pmdsu #program-beasiswa-kuliah #kuliah-s3 (SINDOnews Ekbis - Terkini) 04/06/26 16:40
JAKARTA - Pendaftaran Beasiswa Pendidikan Magister menuju Doktor untuk Sarjana Unggul ( PMDSU ) Angkatan X Tahun 2026 resmi dibuka. Calon mahasiswa bisa kuliah S2 langsung S3 gratis selama 4 tahun.Program beasiswa dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) ini memberikan kesempatan bagi lulusan sarjana terbaik untuk menempuh pendidikan Magister (S2) dan Doktor (S3) secara terintegrasi dalam waktu empat tahun. Melalui program PMDSU, peserta terpilih dapat melanjutkan studi pascasarjana dengan dukungan penuh pembiayaan pendidikan, biaya hidup, hingga pendanaan riset. Pendaftaran dilakukan secara daring melalui laman pmdsu.id dan pmdsu.kemdiktisaintek.go.id/v2. PMDSU merupakan program percepatan pendidikan yang dirancang untuk mencetak peneliti dan akademisi unggul Indonesia. Mahasiswa penerima beasiswa akan menjalani pendidikan Magister dan Doktor secara berkesinambungan di bawah bimbingan promotor dan kelompok peneliti yang telah ditetapkan. Syarat Beasiswa PMDSU 2026Dikutip dari laman resmi PMDSU, Kamis (4/6/2026), calon pelamar PMDSU reguler merupakan lulusan sarjana tahun 2025 atau 2026 yang memenuhi persyaratan akademik sesuai akreditasi perguruan tinggi dan program studi asal. Ketentuan IPK pelamar meliputi: IPK minimal 3,25 bagi lulusan dari perguruan tinggi dan program studi berakreditasi A atau Unggul. IPK minimal 3,5 bagi kombinasi akreditasi perguruan tinggi A/Unggul dengan program studi B/Baik Sekali atau sebaliknya. IPK minimal 3,75 bagi lulusan perguruan tinggi dan program studi berakreditasi B atau Baik Sekali. IPK lebih dari 3,8 untuk pelamar dengan akreditasi di luar ketentuan tersebut. Selain itu, pelamar harus berusia maksimal 25 tahun untuk lulusan nonprofesi dan maksimal 27 tahun untuk lulusan profesi per 31 Desember 2026. Persyaratan lainnya meliputi: Warga Negara Indonesia (WNI). Memperoleh rekomendasi dari dosen pembimbing S1. Tidak sedang menerima beasiswa lain. Sehat jasmani dan rohani serta bebas narkotika, psikotropika, dan obat terlarang. Bersedia mengikuti pendidikan selama empat tahun. Bersedia tidak terikat kontrak kerja selama menerima beasiswa. Hanya diperbolehkan mendaftar pada satu perguruan tinggi penyelenggara PMDSU dan satu promotor. Syarat Beasiswa PMDSU Terapan 2026Selain jalur reguler, tersedia pula Program PMDSU Terapan bagi lulusan sarjana terapan yang lulus tepat waktu pada tahun 2025 atau 2026. Pelamar wajib telah memiliki gelar sarjana terapan, memulai perkuliahan pada semester ganjil tahun akademik 2026/2027, serta bukan mahasiswa pascasarjana yang sedang aktif. Persyaratan IPK PMDSU Terapan sama dengan ketentuan PMDSU reguler berdasarkan kombinasi akreditasi perguruan tinggi dan program studi asal. Pelamar juga harus berusia maksimal 25 tahun per 31 Desember 2026, memperoleh rekomendasi dosen pembimbing, tidak sedang menerima beasiswa lain, serta bersedia mengikuti seluruh ketentuan program. Komponen Pembiayaan Beasiswa PMDSUPenerima PMDSU akan memperoleh berbagai fasilitas pembiayaan, antara lain:Biaya hidup, buku, dan penelitian. Biaya pendidikan. Pendanaan riset di kelompok peneliti atau promotor. Dukungan penggunaan fasilitas riset luar negeri bagi mahasiswa. Dukungan perluasan jejaring riset internasional bagi promotor dan ko-promotor. Jadwal Seleksi Beasiswa PMDSU 2026 Berikut jadwal pelaksanaan PMDSU Angkatan X Tahun 2026:Pendaftaran online Beasiswa PMDSU: Mei–Juli 2026. Seleksi, pleno, dan penetapan penerima beasiswa: Juli 2026. Pengumuman mahasiswa penerima Beasiswa PMDSU: Agustus 2026. Penyaluran dana beasiswa: September 2026. Monitoring kemajuan studi penerima PMDSU: Oktober 2026. (nnz)
Cek Rasio Keketatan 14 Jurusan SV Unpad di SNBT 2026, Ini DaftarnyaTingginya minat pendaftar membuat persaingan masuk sejumlah program studi di SV Unpad semakin ketat. Berikut 14 jurusan dengan rasio keketatan tertinggi melalui... | Halaman Lengkap [488] url asal #unpad #jurusan-kuliah #program-vokasi #jurusan-paling-ketat #snbt-2026 (SINDOnews Ekbis - Terkini) 01/06/26 16:30
JAKARTA - Tingginya minat pendaftar membuat persaingan masuk sejumlah program studi di SV Unpad semakin ketat. Berikut 14 jurusan dengan rasio keketatan tertinggi melalui jalur UTBK SNBT 2026 .Berdasarkan data Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026, tingkat keketatan seleksi program Sarjana Terapan di Sekolah Vokasi Universitas Padjadjaran (SV Unpad) berada pada kisaran 0,84 persen hingga 4,16 persen. Dengan kata lain, dari setiap 100 peserta yang mendaftar, hanya sekitar satu hingga lima orang yang berhasil memperoleh kursi di program studi yang dituju. Dekan Sekolah Vokasi Unpad, Dr. Kurniawan Saefullah menilai tingginya minat terhadap pendidikan vokasi menunjukkan bahwa calon mahasiswa dan orang tua semakin memahami pentingnya pendidikan yang berorientasi pada kebutuhan dunia kerja. Menurutnya, masyarakat kini semakin realistis dalam menentukan pilihan program studi dan menyadari bahwa lulusan sekolah vokasi memiliki bekal kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja (DUDIKA). “Komposisi kurikulum sekolah vokasi didominasi praktikum, laboratorium, teaching factory, magang, serta project based learning. Calon mahasiswa sekarang jauh lebih peduli dan teliti saat mereka mendaftar, mereka umumnya melakukan riset mandiri sebelum mengambil pilihan dalam mendaftar,” katanya, dikutip dari laman Unpad, Senin (1/6/2026). Selain tingginya minat terhadap pendidikan vokasi, persentase keketatan yang tinggi juga dipengaruhi oleh akumulasi pendaftar dari pilihan pertama hingga pilihan keempat dalam sistem SNBT. Kondisi tersebut menyebabkan jumlah peminat meningkat signifikan, sementara kapasitas penerimaan mahasiswa baru tetap terbatas. Kurniawan menjelaskan bahwa daya tampung mahasiswa baru, baik untuk program Sarjana maupun Sarjana Terapan, harus mengikuti ketentuan yang ditetapkan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek). Meski demikian, pihak kampus masih membuka peluang untuk menambah kapasitas pada beberapa program studi yang rasio dosen dan mahasiswanya dinilai masih memungkinkan. “Secara umum, daya tampung mahasiswa baik untuk prodi Sarjana maupun Sarjana Terapan, dibatasi dan mengikuti ketentuan yang ditetapkan Kemdiktisaintek. Namun demikian, untuk beberapa prodi yang masih kurang ideal rasio dosen dan mahasiswanya, sedang dipertimbangkan untuk menambah daya tampung di masa yang akan datang,” jelasnya. Berikut urutan jurusan paling ketat di Sekolah Vokasi Unpad pada jalur UTBK SNBT 2026:1. KebidananPeminat: 1.782 Diterima: 15 Keketatan: 0,84 % 2. Administrasi PemerintahanPeminat: 2.046 Diterima: 22 Keketatan: 1,08 % 3. Bisnis InternasionalPeminat: 2.121 Diterima: 30 Keketatan: 1,41 % 4. Pemasaran DigitalPeminat: 1.291 Diterima: 19 Keketatan: 1,47 % 5. Teknologi Industri KimiaPeminat: 1.186 Diterima: 18 Keketatan: 1,52 % 6. Kearsipan DigitalPeminat: 968 Diterima: 15 Keketatan: 1,55 % 7. Bahasa dan Budaya TiongkokPeminat: 1.075 Diterima: 17 Keketatan: 1,58 % 8. Bisnis LogistikPeminat: 1.349 Diterima: 24 Keketatan: 1,78 % 9. Akuntansi PerpajakanPeminat: 2.175 Diterima: 45 Keketatan: 2,07 % 10. Administrasi Keuangan PublikPeminat: 1.289 Diterima: 27 Keketatan: 2,09 % 11. Manajemen Produksi MediaPeminat: 1.785 Diterima: 38 Keketatan: 2,13 % 12. AgroteknopreneurPeminat: 1.261 Diterima: 34 Keketatan: 2,70 % 13. Pariwisata BahariPeminat: 1.423 Diterima: 53 Keketatan: 3,72 % 14. Akuntansi Sektor PublikPeminat: 937 Diterima: 39 Keketatan: 4,16 %. (nnz)
#50 tag sepekan | |||||||