#30 tag 24jam
Rincian UKT Jalur Mandiri Unair 2026, Berapa Biaya Kuliah Prodi Pilihanmu?
Uang Kuliah Tunggal (UKT) jalur Mandiri Reguler Universitas Airlangga (Unair) terbagi atas dua kelompok. Prodi Kedokteran menjadi prodi dengan biaya kuliah paling... | Halaman Lengkap [1,016] url asal
#unair #uang-kuliah-tunggal-ukt #jalur-seleksi-mandiri #biaya-kuliah #uang-kuliah-tunggal
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 01/07/26 16:41
v/265301/
JAKARTA - Uang Kuliah Tunggal (UKT) jalur Mandiri Reguler Universitas Airlangga (Unair) terbagi atas dua kelompok. Program studi (prodi) Kedokteran menjadi jurusan kuliah dengan biaya kuliah paling mahal di jalur mandiri.Jalur Mandiri Unair memiliki empat skema penerimaan, yaitu Mandiri Prestasi, Mandiri UTBK Plus, Mandiri Ujian Tulis, dan Mandiri Kemitraan.
Daya tampung jalur mandiri mencapai 50 persen dari total penerimaan mahasiswa baru. Kuota tersebut terbagi ke dalam empat skema sehingga masing-masing memiliki porsi sekitar 12,5 persen,
Untuk pengumuman hasil seleksi seleksi Mandiri Prestasi akan diumumkan pada 3 Juni 2026. Kemudian untuk jalur Mandiri UTBK Plus tesnya akan berlangsung pada 13-14 Juni dan pengumumannya pada 18 Juni.
Sementara untuk jalur Seleksi Mandiri Ujian Tulis dan Kemitraan ujiannya sudah berlangsung pada 26-28 Juni dan pengumuman hasil seleksinya pada 2 Juli 2026.
Rincian UKT Jalur Mandiri Unair 2026
Unair menekankan, pilihan UKT ditentukan oleh kemampuan orang tua atau wali calon mahasiswa dan menyesuaikan dengan kondisi ekonomi yang bersangkutan dan tidak menjadi dasar penetapan kelulusan.Dikutip dari laman Pusat Penerimaan Mahasiswa Baru Unair, Rabu (1/7/2026), berikut ini rincian Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan Iuran Pengembangan Institusi (IPI) yang berlaku pada jalur Mandiri Prestasi, Mandiri UTBK Plus, dan Mandiri Ujian Tulis yang berlaku untuk Tahun Akademik 2026/2027. Khusus untuk IPI hanya dibayar satu kali pada saat masuk.
1. Kedokteran
UKT Kelompok I: Rp17.500.000UKT Kelompok II: Rp20.000.000
IPI: Rp200.000.000
2. Kebidanan
UKT Kelompok I: Rp8.000.000UKT Kelompok II: Rp10.000.000
IPI: Rp55.000.000
3. Kedokteran Gigi
UKT Kelompok I: Rp15.000.000UKT Kelompok II: Rp17.000.000
IPI: Rp150.000.000
4. Ilmu Hukum
UKT Kelompok I: Rp8.000.000UKT Kelompok II: Rp10.000.000
IPI: Rp55.000.000
5. Manajemen
UKT Kelompok I: Rp8.000.000
UKT Kelompok II: Rp10.000.000
IPI: Rp55.000.000
6. Akuntansi
UKT Kelompok I: Rp8.000.000UKT Kelompok II: Rp10.000.000
IPI: Rp55.000.000
7. Ilmu Ekonomi
UKT Kelompok I: Rp8.000.000UKT Kelompok II: Rp10.000.000
IPI: Rp40.000.000
8. Ekonomi Islam
UKT Kelompok I: Rp8.000.000UKT Kelompok II: Rp10.000.000
IPI: Rp40.000.000
9. Farmasi
UKT Kelompok I: Rp10.000.000UKT Kelompok II: Rp12.000.000
IPI: Rp75.000.000
10. Kedokteran Hewan
UKT Kelompok I: Rp9.000.000UKT Kelompok II: Rp11.000.000
IPI: Rp65.000.000
11. Sosiologi
UKT Kelompok I: Rp6.000.000UKT Kelompok II: Rp7.000.000
IPI: Rp40.000.000
12. Ilmu Politik
UKT Kelompok I: Rp6.000.000UKT Kelompok II: Rp7.000.000
IPI: Rp40.000.000
13. Ilmu Komunikasi
UKT Kelompok I: Rp8.000.000UKT Kelompok II: Rp10.000.000
IPI: Rp55.000.000
14. Administrasi Publik
UKT Kelompok I: Rp7.500.000UKT Kelompok II: Rp9.000.000
IPI: Rp50.000.000
15. Ilmu Hubungan Internasional
UKT Kelompok I: Rp8.000.000UKT Kelompok II: Rp10.000.000
IPI: Rp55.000.000
16. Antropologi
UKT Kelompok I: Rp6.000.000UKT Kelompok II: Rp7.000.000
IPI: Rp40.000.000
17. Ilmu Informasi dan Perpustakaan
UKT Kelompok I: Rp6.000.000UKT Kelompok II: Rp7.000.000
IPI: Rp40.000.000
18. Matematika
UKT Kelompok I: Rp7.000.000UKT Kelompok II: Rp8.000.000
IPI: Rp40.000.000
19. Sistem Informasi
UKT Kelompok I: Rp8.000.000UKT Kelompok II: Rp10.000.000
IPI: Rp70.000.000
20. Fisika
UKT Kelompok I: Rp7.000.000UKT Kelompok II: Rp8.000.000
IPI: Rp30.000.000
21. Biologi
UKT Kelompok I: Rp8.000.000UKT Kelompok II: Rp9.000.000
IPI: Rp40.000.000
22. Teknik Biomedis
UKT Kelompok I: Rp8.000.000UKT Kelompok II: Rp10.000.000
IPI: Rp60.000.000
23. Teknik Lingkungan
UKT Kelompok I: Rp8.000.000UKT Kelompok II: Rp10.000.000
IPI: Rp60.000.000
24. Kimia
UKT Kelompok I: Rp8.000.000UKT Kelompok II: Rp9.000.000
IPI: Rp40.000.000
25. Statistika
UKT Kelompok I: Rp7.000.000UKT Kelompok II: Rp8.000.000
IPI: Rp40.000.000
26. Kesehatan Masyarakat
UKT Kelompok I: Rp8.000.000UKT Kelompok II: Rp11.000.000
IPI: Rp60.000.000
27. Gizi
UKT Kelompok I: Rp8.000.000UKT Kelompok II: Rp11.000.000
IPI: Rp60.000.000
28. Psikologi
UKT Kelompok I: Rp8.000.000UKT Kelompok II: Rp10.000.000
IPI: Rp55.000.000
29. Bahasa dan Sastra Inggris
UKT Kelompok I: Rp7.500.000UKT Kelompok II: Rp9.000.000
IPI: Rp40.000.000
30. Bahasa dan Sastra Indonesia
UKT Kelompok I: Rp6.000.000UKT Kelompok II: Rp7.000.000
IPI: Rp30.000.000
31. Ilmu Sejarah
UKT Kelompok I: Rp6.000.000UKT Kelompok II: Rp7.000.000
IPI: Rp30.000.000
32. Bahasa dan Sastra Jepang
UKT Kelompok I: Rp6.000.000UKT Kelompok II: Rp7.000.000
IPI: Rp30.000.000
33. Keperawatan
UKT Kelompok I: Rp8.000.000UKT Kelompok II: Rp10.000.000
IPI: Rp45.000.000
34. Akuakultur
UKT Kelompok I: Rp7.000.000UKT Kelompok II: Rp9.000.000
IPI: Rp40.000.000
35. Teknologi Hasil Perikanan
UKT Kelompok I: Rp7.000.000UKT Kelompok II: Rp9.000.000
IPI: Rp40.000.000
36. Teknik Industri
UKT Kelompok I: Rp10.350.000UKT Kelompok II: Rp11.000.000
IPI: Rp70.000.000
37. Teknik Elektro
UKT Kelompok I: Rp10.350.000UKT Kelompok II: Rp11.000.000
IPI: Rp70.000.000
38. Rekayasa Nanoteknologi
UKT Kelompok I: Rp10.350.000UKT Kelompok II: Rp11.000.000
IPI: Rp70.000.000
39. Teknik Robotika dan Kecerdasan Buatan
UKT Kelompok I: Rp10.350.000UKT Kelompok II: Rp11.000.000
IPI: Rp70.000.000
40. Teknologi Sains Data
UKT Kelompok I: Rp10.350.000UKT Kelompok II: Rp11.000.000
IPI: Rp70.000.000
41. Kedokteran Hewan (FIKKIA Banyuwangi)
UKT Kelompok I: Rp8.000.000UKT Kelompok II: Rp11.000.000
IPI: Rp50.000.000
42. Kesehatan Masyarakat (FIKKIA Banyuwangi)
UKT Kelompok I: Rp8.000.000UKT Kelompok II: Rp11.000.000
IPI: Rp50.000.000
43. Akuakultur (FIKKIA Banyuwangi)
UKT Kelompok I: Rp7.000.000UKT Kelompok II: Rp9.000.000
IPI: Rp40.000.000
44. Kedokteran (FIKKIA Banyuwangi)
UKT Kelompok I: Rp20.000.000UKT Kelompok II: Rp22.500.000
IPI: Rp258.000.000.
Rincian Biaya Masuk Kuliah PTN 2026, UGM, UI dan ITB
Beirkut perincian biaya masuk kuliah PTN 2026 lengkap dengan biaya UKT per semester [1,631] url asal
#uang-kuliah #biaya-kuliah #biaya-kuliah-ptn-2026 #uang-kuliah-ptn-2026
(Bisnis.Com - Terbaru) 09/06/26 11:50
v/244516/
Bisnis.com, JAKARTA - Bulan Agustus 2026, mahasiswa baru akan mulai menjalani masa perkuliahan di PTN maupun PTS.
Pengumuman PTN juga sudah dilakukan mulai dari jalur SNBP, SNBT dan juga jalur mandiri.
Lantas berapa sih biaya masuk kuliah di PTN besar tahun 2026 ini? berikut daftar lengkapnya.
1. UGM
UANG KULIAH TUNGGAL PROGRAM SARJANA DAN SARJANA TERAPAN
JALUR SELEKSI NASIONAL BERDASARKAN PRESTASI (SNBP) DAN SELEKSI NASIONAL BERDASARKAN TES (SNBT)
UNIVERSITAS GADJAH MADA TAHUN AKADEMIK 2026/2027
A. SARJANA TERAPAN (D4)
No | Program | Nama Program Studi | Biaya Kuliah Tunggal (BKT) Per Semester | UKT Kelompok 1 | UKT Kelompok 2 | UKT Kelompok 3 | UKT Kelompok 4 | UKT Kelompok 5 | UKT Kelompok 6 |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
UKT Pendidikan Unggul Bersubsidi 100% | UKT Pendidikan Unggul Bersubsidi 75% | UKT Pendidikan Unggul Bersubsidi 50% | UKT Pendidikan Unggul Bersubsidi 25% | UKT Pendidikan Unggul | |||||
| 1 | D4 | Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak | 28.008.000 | 0 | 0 | 3.325.000 | 6.650.000 | 9.975.000 | 13.300.000 |
| 2 | D4 | Teknologi Rekayasa Mesin | 27.128.000 | 0 | 0 | 3.325.000 | 6.650.000 | 9.975.000 | 13.300.000 |
| 3 | D4 | Teknologi Rekayasa Elektro | 27.128.000 | 0 | 0 | 3.325.000 | 6.650.000 | 9.975.000 | 13.300.000 |
| 4 | D4 | Teknologi Rekayasa Instrumentasi dan Kontrol | 27.128.000 | 0 | 0 | 3.325.000 | 6.650.000 | 9.975.000 | 13.300.000 |
| 5 | D4 | Teknologi Survei dan Pemetaan Dasar | 27.128.000 | 0 | 0 | 3.325.000 | 6.650.000 | 9.975.000 | 13.300.000 |
| 6 | D4 | Sistem Informasi Geografis | 27.128.000 | 0 | 0 | 3.325.000 | 6.650.000 | 9.975.000 | 13.300.000 |
| 7 | D4 | Pengembangan Produk Agroindustri | 27.128.000 | 0 | 0 | 3.325.000 | 6.650.000 | 9.975.000 | 13.300.000 |
| 8 | D4 | Teknik Pengelolaan dan Perawatan Alat Berat | 27.128.000 | 0 | 0 | 3.325.000 | 6.650.000 | 9.975.000 | 13.300.000 |
| 9 | D4 | Teknologi Rekayasa Internet | 27.128.000 | 0 | 0 | 3.325.000 | 6.650.000 | 9.975.000 | 13.300.000 |
| 10 | D4 | Teknik Pengelolaan dan Pemeliharaan Infrastruktur Sipil | 27.128.000 | 0 | 0 | 3.325.000 | 6.650.000 | 9.975.000 | 13.300.000 |
| 11 | D4 | Teknologi Rekayasa Pelaksanaan Bangunan Sipil | 27.128.000 | 0 | 0 | 3.325.000 | 6.650.000 | 9.975.000 | 13.300.000 |
| 12 | D4 | Teknologi Veteriner | 27.128.000 | 0 | 0 | 3.325.000 | 6.650.000 | 9.975.000 | 13.300.000 |
| 13 | D4 | Manajemen Informasi Kesehatan | 25.038.000 | 0 | 0 | 3.325.000 | 6.650.000 | 9.975.000 | 13.300.000 |
| 14 | D4 | Pengelolaan Hutan | 23.995.000 | 0 | 0 | 3.325.000 | 6.650.000 | 9.975.000 | 13.300.000 |
| 15 | D4 | Bisnis Perjalanan Wisata | 23.467.000 | 0 | 0 | 2.850.000 | 5.700.000 | 8.550.000 | 11.400.000 |
| 16 | D4 | Manajemen dan Penilaian Properti | 13.826.000 | 0 | 0 | 2.850.000 | 5.700.000 | 8.550.000 | 11.400.000 |
| 17 | D4 | Pengelolaan Arsip dan Rekaman Informasi | 13.298.000 | 0 | 0 | 2.850.000 | 5.700.000 | 8.550.000 | 11.400.000 |
| 18 | D4 | Bahasa Inggris | 13.298.000 | 0 | 0 | 2.850.000 | 5.700.000 | 8.550.000 | 11.400.000 |
| 19 | D4 | Bahasa Jepang untuk Komunikasi Bisnis dan Profesional | 13.298.000 | 0 | 0 | 2.850.000 | 5.700.000 | 8.550.000 | 11.400.000 |
| 20 | D4 | Akuntansi Sektor Publik | 13.298.000 | 0 | 0 | 2.850.000 | 5.700.000 | 8.550.000 | 11.400.000 |
| 21 | D4 | Pembangunan Ekonomi Kewilayahan | 13.298.000 | 0 | 0 | 2.850.000 | 5.700.000 | 8.550.000 | 11.400.000 |
| 22 | D4 | Perbankan | 13.298.000 | 0 | 0 | 2.850.000 | 5.700.000 | 8.550.000 | 11.400.000 |
B. SARJANA (S1)
No | Program | Nama Program Studi | Biaya Kuliah Tunggal (BKT) Per Semester | UKT Kelompok 1 | UKT Kelompok 2 | UKT Kelompok 3 | UKT Kelompok 4 | UKT Kelompok 5 | UKT Kelompok 6 |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
UKT Pendidikan Unggul Bersubsidi 100% | UKT Pendidikan Unggul Bersubsidi 75% | UKT Pendidikan Unggul Bersubsidi 50% | UKT Pendidikan Unggul Bersubsidi 25% | UKT Pendidikan Unggul | |||||
| 1 | S1 | Kedokteran | 35.145.000 | 0 | 0 | 6.175.000 | 12.350.000 | 18.525.000 | 24.700.000 |
| 2 | S1 | Kedokteran Hewan | 35.145.000 | 0 | 0 | 6.175.000 | 12.350.000 | 18.525.000 | 24.700.000 |
| 3 | S1 | Kedokteran Gigi | 33.740.000 | 0 | 0 | 6.175.000 | 12.350.000 | 18.525.000 | 24.700.000 |
| 4 | S1 | Farmasi | 27.919.000 | 0 | 0 | 4.325.000 | 8.650.000 | 12.975.000 | 17.300.000 |
| 5 | S1 | Ilmu Keperawatan | 26.802.000 | 0 | 0 | 4.325.000 | 8.650.000 | 12.975.000 | 17.300.000 |
| 6 | S1 | Teknik Mesin | 20.949.000 | 0 | 0 | 3.375.000 | 6.750.000 | 10.125.000 | 13.500.000 |
| 7 | S1 | Teknik Nuklir | 20.949.000 | 0 | 0 | 3.075.000 | 6.150.000 | 9.225.000 | 12.300.000 |
| 8 | S1 | Psikologi | 20.692.000 | 0 | 0 | 2.750.000 | 5.500.000 | 8.250.000 | 11.000.000 |
| 9 | S1 | Teknik Geologi | 19.908.000 | 0 | 0 | 3.075.000 | 6.150.000 | 9.225.000 | 12.300.000 |
| 10 | S1 | Teknologi Hasil Perikanan | 19.908.000 | 0 | 0 | 2.500.000 | 5.000.000 | 7.500.000 | 10.000.000 |
| 11 | S1 | Perencanaan Wilayah dan Kota | 19.908.000 | 0 | 0 | 3.075.000 | 6.150.000 | 9.225.000 | 12.300.000 |
| 12 | S1 | Arsitektur | 19.908.000 | 0 | 0 | 3.075.000 | 6.150.000 | 9.225.000 | 12.300.000 |
| 13 | S1 | Teknik Geodesi | 19.908.000 | 0 | 0 | 2.750.000 | 5.500.000 | 8.250.000 | 11.000.000 |
| 14 | S1 | Teknik Kimia | 19.908.000 | 0 | 0 | 3.375.000 | 6.750.000 | 10.125.000 | 13.500.000 |
| 15 | S1 | Teknik Elektro | 19.908.000 | 0 | 0 | 3.075.000 | 6.150.000 | 9.225.000 | 12.300.000 |
| 16 | S1 | Teknik Industri | 19.908.000 | 0 | 0 | 3.075.000 | 6.150.000 | 9.225.000 | 12.300.000 |
| 17 | S1 | Teknologi Industri Pertanian | 19.908.000 | 0 | 0 | 2.750.000 | 5.500.000 | 8.250.000 | 11.000.000 |
| 18 | S1 | Teknik Fisika | 19.908.000 | 0 | 0 | 2.750.000 | 5.500.000 | 8.250.000 | 11.000.000 |
| 19 | S1 | Teknik Sipil | 19.908.000 | 0 | 0 | 3.075.000 | 6.150.000 | 9.225.000 | 12.300.000 |
| 20 | S1 | Elektronika dan Instrumentasi | 19.908.000 | 0 | 0 | 2.500.000 | 5.000.000 | 7.500.000 | 10.000.000 |
| 21 | S1 | Gizi | 19.865.000 | 0 | 0 | 3.075.000 | 6.150.000 | 9.225.000 | 12.300.000 |
| 22 | S1 | Teknik Biomedis | 19.273.000 | 0 | 0 | 3.075.000 | 6.150.000 | 9.225.000 | 12.300.000 |
| 23 | S1 | Teknik Pertanian | 19.112.000 | 0 | 0 | 2.750.000 | 5.500.000 | 8.250.000 | 11.000.000 |
| 24 | S1 | Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian | 19.112.000 | 0 | 0 | 2.750.000 | 5.500.000 | 8.250.000 | 11.000.000 |
| 25 | S1 | Higiene Gigi | 19.037.000 | 0 | 0 | 3.375.000 | 6.750.000 | 10.125.000 | 13.500.000 |
| 26 | S1 | Biologi | 18.399.000 | 0 | 0 | 3.075.000 | 6.150.000 | 9.225.000 | 12.300.000 |
| 27 | S1 | Kimia | 18.399.000 | 0 | 0 | 2.500.000 | 5.000.000 | 7.500.000 | 10.000.000 |
| 28 | S1 | Teknik Infrastruktur Lingkungan | 18.315.000 | 0 | 0 | 3.075.000 | 6.150.000 | 9.225.000 | 12.300.000 |
| 29 | S1 | Teknik Sumber Daya Air | 18.315.000 | 0 | 0 | 3.075.000 | 6.150.000 | 9.225.000 | 12.300.000 |
| 30 | S1 | Geofisika | 17.663.000 | 0 | 0 | 2.500.000 | 5.000.000 | 7.500.000 | 10.000.000 |
| 31 | S1 | Fisika | 17.663.000 | 0 | 0 | 2.500.000 | 5.000.000 | 7.500.000 | 10.000.000 |
| 32 | S1 | Mikrobiologi Pertanian | 15.335.000 | 0 | 0 | 2.500.000 | 5.000.000 | 7.500.000 | 10.000.000 |
| 33 | S1 | Kehutanan | 14.667.000 | 0 | 0 | 2.750.000 | 5.500.000 | 8.250.000 | 11.000.000 |
| 34 | S1 | Ilmu dan Industri Peternakan | 14.667.000 | 0 | 0 | 2.750.000 | 5.500.000 | 8.250.000 | 11.000.000 |
| 35 | S1 | Agronomi | 14.667.000 | 0 | 0 | 2.500.000 | 5.000.000 | 7.500.000 | 10.000.000 |
| 36 | S1 | Akuakultur | 14.667.000 | 0 | 0 | 2.500.000 | 5.000.000 | 7.500.000 | 10.000.000 |
| 37 | S1 | Ekonomi Pertanian dan Agribisnis | 14.667.000 | 0 | 0 | 2.500.000 | 5.000.000 | 7.500.000 | 10.000.000 |
| 38 | S1 | Ilmu Tanah | 14.667.000 | 0 | 0 | 2.500.000 | 5.000.000 | 7.500.000 | 10.000.000 |
| 39 | S1 | Manajemen Sumberdaya Akuatik | 14.667.000 | 0 | 0 | 2.500.000 | 5.000.000 | 7.500.000 | 10.000.000 |
| 40 | S1 | Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian | 14.667.000 | 0 | 0 | 2.500.000 | 5.000.000 | 7.500.000 | 10.000.000 |
| 41 | S1 | Proteksi Tanaman | 14.667.000 | 0 | 0 | 2.500.000 | 5.000.000 | 7.500.000 | 10.000.000 |
| 42 | S1 | Teknologi Informasi | 14.667.000 | 0 | 0 | 3.075.000 | 6.150.000 | 9.225.000 | 12.300.000 |
| 43 | S1 | Geografi Lingkungan | 14.667.000 | 0 | 0 | 2.500.000 | 5.000.000 | 7.500.000 | 10.000.000 |
| 44 | S1 | Kartografi dan Penginderaan Jauh | 14.667.000 | 0 | 0 | 2.500.000 | 5.000.000 | 7.500.000 | 10.000.000 |
| 45 | S1 | Akuntansi | 14.667.000 | 0 | 0 | 2.300.000 | 4.600.000 | 6.900.000 | 9.200.000 |
| 46 | S1 | Manajemen | 14.667.000 | 0 | 0 | 2.300.000 | 4.600.000 | 6.900.000 | 9.200.000 |
| 47 | S1 | Hukum | 14.667.000 | 0 | 0 | 2.300.000 | 4.600.000 | 6.900.000 | 9.200.000 |
| 48 | S1 | Ilmu Komputer | 14.667.000 | 0 | 0 | 2.500.000 | 5.000.000 | 7.500.000 | 10.000.000 |
| 49 | S1 | Ilmu Ekonomi | 14.667.000 | 0 | 0 | 2.300.000 | 4.600.000 | 6.900.000 | 9.200.000 |
| 50 | S1 | Manajemen dan Kebijakan Publik | 14.667.000 | 0 | 0 | 2.300.000 | 4.600.000 | 6.900.000 | 9.200.000 |
| 51 | S1 | Ilmu Hubungan Internasional | 14.667.000 | 0 | 0 | 2.200.000 | 4.400.000 | 6.600.000 | 8.800.000 |
| 52 | S1 | Ilmu Komunikasi | 14.081.000 | 0 | 0 | 2.300.000 | 4.600.000 | 6.900.000 | 9.200.000 |
| 53 | S1 | Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan | 14.081.000 | 0 | 0 | 2.200.000 | 4.400.000 | 6.600.000 | 8.800.000 |
| 54 | S1 | Pariwisata | 14.081.000 | 0 | 0 | 1.900.000 | 3.800.000 | 5.700.000 | 7.600.000 |
| 55 | S1 | Statistika | 13.360.000 | 0 | 0 | 2.500.000 | 5.000.000 | 7.500.000 | 10.000.000 |
| 56 | S1 | Matematika | 13.360.000 | 0 | 0 | 2.500.000 | 5.000.000 | 7.500.000 | 10.000.000 |
| 57 | S1 | Ilmu Aktuaria | 12.292.000 | 0 | 0 | 2.500.000 | 5.000.000 | 7.500.000 | 10.000.000 |
| 58 | S1 | Arkeologi | 9.442.000 | 0 | 0 | 2.300.000 | 4.600.000 | 6.900.000 | 9.200.000 |
| 59 | S1 | Pembangunan Wilayah | 9.025.000 | 0 | 0 | 2.256.000 | 4.512.000 | 6.768.000 | 9.025.000 |
| 60 | S1 | Bahasa dan Sastra Prancis | 8.664.000 | 0 | 0 | 1.900.000 | 3.800.000 | 5.700.000 | 7.600.000 |
| 61 | S1 | Sastra Arab | 8.664.000 | 0 | 0 | 1.900.000 | 3.800.000 | 5.700.000 | 7.600.000 |
| 62 | S1 | Bahasa dan Sastra Indonesia | 8.664.000 | 0 | 0 | 1.900.000 | 3.800.000 | 5.700.000 | 7.600.000 |
| 63 | S1 | Bahasa dan Kebudayaan Korea | 8.664.000 | 0 | 0 | 1.900.000 | 3.800.000 | 5.700.000 | 7.600.000 |
| 64 | S1 | Bahasa dan Kebudayaan Jepang | 8.664.000 | 0 | 0 | 1.900.000 | 3.800.000 | 5.700.000 | 7.600.000 |
| 65 | S1 | Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa | 8.664.000 | 0 | 0 | 1.900.000 | 3.800.000 | 5.700.000 | 7.600.000 |
| 66 | S1 | Sastra Inggris | 8.664.000 | 0 | 0 | 2.200.000 | 4.400.000 | 6.600.000 | 8.664.000 |
| 67 | S1 | Politik dan Pemerintahan | 8.214.000 | 0 | 0 | 2.053.000 | 4.107.000 | 6.160.000 | 8.214.000 |
| 68 | S1 | Antropologi Budaya | 7.885.000 | 0 | 0 | 2.053.000 | 4.107.000 | 6.160.000 | 7.885.000 |
| 69 | S1 | Sejarah | 7.885.000 | 0 | 0 | 2.053.000 | 4.107.000 | 6.160.000 | 7.885.000 |
| 70 | S1 | Sosiologi | 7.885.000 | 0 | 0 | 1.889.000 | 3.778.000 | 5.667.000 | 7.557.000 |
| 71 | S1 | Filsafat | 7.885.000 | 0 | 0 | 1.889.000 | 3.778.000 | 5.667.000 | 7.557.000 |
UANG KULIAH TUNGGAL DAN IURAN PENGEMBANGAN INSTITUSI PROGRAM SARJANA DAN SARJANA TERAPAN
JALUR SELEKSI MANDIRI (UJIAN MASUK UNIVERSITAS GADJAH MADACOMPUTER BASED TESTDAN PENELUSURAN BIBIT UNGGUL)
TAHUN AKADEMIK 2026/2027
- Pembayaran Uang Kuliah Tunggal dilakukan setiap semester;
- Iuran Pengembangan Institusi dikenakan sekali selama masa kuliah yang dibayarkan bersamaan Uang Kuliah Tunggal dengan ketentuan sebagai berikut:
- pembayaran penuh secara bersamaan dengan Uang Kuliah Tunggal Semester 1 (satu); atau
- pembayaran dapat diangsur sebanyak 2 (dua) kali pada semester 1 (satu) dan semester 2 (dua).
- Iuran Pengembangan Institusi sebesar Rp30.000.000,00 (tiga puluh juta rupiah) untuk bidang ilmu sains, teknologi, dan kesehatan serta sebesar Rp20.000.000,00 (dua puluh juta rupiah) untuk bidang ilmu sosial dan humaniora, hanya dikenakan bagi mahasiswa yang memiliki kemampuan ekonomi baik atau yang tidak mendapatkan Uang Kuliah Tunggal Pendidikan Unggul Bersubsidi.
A. PROGRAM SARJANA TERAPAN
NO | NAMA PROGRAM STUDI | BKT PER SEMESTER | UKT KELOMPOK 1 | UKT KELOMPOK 2 | UKT KELOMPOK 3 | UKT KELOMPOK 4 | UKT KELOMPOK 5 | UKT KELOMPOK 6 |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
UKT PENDIDIKAN UNGGUL BERSUBSIDI 100% | UKT PENDIDIKAN UNGGUL BERSUBSIDI 75% | UKT PENDIDIKAN UNGGUL BERSUBSIDI 50% | UKT PENDIDIKAN UNGGUL BERSUBSIDI 25% | UKT PENDIDIKAN UNGGUL | ||||
| 1 | Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak | 28.008.000 | 0 | 0 | 3.325.000 | 6.650.000 | 9.975.000 | 13.300.000 |
| 2 | Teknologi Rekayasa Mesin | 27.128.000 | 0 | 0 | 3.325.000 | 6.650.000 | 9.975.000 | 13.300.000 |
| 3 | Teknologi Rekayasa Elektro | 27.128.000 | 0 | 0 | 3.325.000 | 6.650.000 | 9.975.000 | 13.300.000 |
| 4 | Teknologi Rekayasa Instrumentasi dan Kontrol | 27.128.000 | 0 | 0 | 3.325.000 | 6.650.000 | 9.975.000 | 13.300.000 |
| 5 | Teknologi Survei dan Pemetaan Dasar | 27.128.000 | 0 | 0 | 3.325.000 | 6.650.000 | 9.975.000 | 13.300.000 |
| 6 | Sistem Informasi Geografis | 27.128.000 | 0 | 0 | 3.325.000 | 6.650.000 | 9.975.000 | 13.300.000 |
| 7 | Pengembangan Produk Agroindustri | 27.128.000 | 0 | 0 | 3.325.000 | 6.650.000 | 9.975.000 | 13.300.000 |
| 8 | Teknik Pengelolaan dan Perawatan Alat Berat | 27.128.000 | 0 | 0 | 3.325.000 | 6.650.000 | 9.975.000 | 13.300.000 |
| 9 | Teknologi Rekayasa Internet | 27.128.000 | 0 | 0 | 3.325.000 | 6.650.000 | 9.975.000 | 13.300.000 |
| 10 | Teknik Pengelolaan dan Pemeliharaan Infrastruktur Sipil | 27.128.000 | 0 | 0 | 3.325.000 | 6.650.000 | 9.975.000 | 13.300.000 |
| 11 | Teknologi Rekayasa Pelaksanaan Bangunan Sipil | 27.128.000 | 0 | 0 | 3.325.000 | 6.650.000 | 9.975.000 | 13.300.000 |
| 12 | Teknologi Veteriner | 27.128.000 | 0 | 0 | 3.325.000 | 6.650.000 | 9.975.000 | 13.300.000 |
| 13 | Manajemen Informasi Kesehatan | 25.038.000 | 0 | 0 | 3.325.000 | 6.650.000 | 9.975.000 | 13.300.000 |
| 14 | Pengelolaan Hutan | 23.995.000 | 0 | 0 | 3.325.000 | 6.650.000 | 9.975.000 | 13.300.000 |
| 15 | Bisnis Perjalanan Wisata | 23.467.000 | 0 | 0 | 2.850.000 | 5.700.000 | 8.550.000 | 11.400.000 |
| 16 | Manajemen dan Penilaian Properti | 13.826.000 | 0 | 0 | 2.850.000 | 5.700.000 | 8.550.000 | 11.400.000 |
| 17 | Pengelolaan Arsip dan Rekaman Informasi | 13.298.000 | 0 | 0 | 2.850.000 | 5.700.000 | 8.550.000 | 11.400.000 |
| 18 | Bahasa Inggri
Daftar Beasiswa Pertamina Sobat Bumi 2026, Dapat Bantuan UKT dan Biaya HidupProgram Beasiswa Pertamina Sobat Bumi 2026 resmi dibuka bagi mahasiswa perguruan tinggi mitra Pertamina Foundation. Program ini memberikan berbagai manfaat. Program... | Halaman Lengkap [349] url asal #beasiswa-pertamina #beasiswa #uang-kuliah-tunggal-ukt #pertamina #program-beasiswa (SINDOnews Ekbis - Terkini) 11/05/26 15:54
JAKARTA - Program Beasiswa Pertamina Sobat Bumi 2026 resmi dibuka bagi mahasiswa perguruan tinggi mitra Pertamina Foundation. Program ini memberikan berbagai manfaat mulai dari bantuan UKT atau SPP, bantuan biaya hidup, hingga kesempatan mengikuti green initiative program serta capacity and character building.Pendaftaran Beasiswa Pertamina Sobat Bumi 2026 dibuka hingga 31 Mei 2026. Program ini menjadi salah satu beasiswa bergengsi yang ditujukan untuk mendukung mahasiswa berprestasi sekaligus memiliki kepedulian terhadap isu lingkungan, sosial, dan energi berkelanjutan. Dalam program ini, penerima beasiswa tidak hanya memperoleh dukungan finansial, tetapi juga kesempatan mengembangkan kemampuan kepemimpinan, karakter, dan kontribusi nyata terhadap pelestarian lingkungan melalui berbagai kegiatan sosial dan green initiative. Syarat Beasiswa Pertamina Sobat Bumi 20261. Warga Negara Indonesia (WNI). 2. Kuliah di perguruan tinggi mitra Pertamina Foundation. 3. Mahasiswa S1/D4 semester 2 hingga 6 dan mahasiswa D3 semester 2 sampai 4 dengan IPK terakhir di atas 3.00. 4. Tidak pernah terlibat penyalahgunaan narkoba maupun tindak kriminal. 5. Aktif dalam organisasi, kegiatan sosial, lingkungan, atau energi. 6. Membuat motivation letter. 7. Memiliki sertifikat kemampuan bahasa asing menjadi nilai tambah, khususnya TOEFL atau IELTS. 8. Membuat karya tulis bertema “Aksi Nyataku Sebarkan Energi Baik untuk Bumi Lestari”. 9. Mahasiswa yang berasal dari wilayah operasi Pertamina Group menjadi prioritas. Daftar Mitra Perguruan Tinggi Pertamina FoundationAceh- USK- Unimal Sumatera Utara- USU- STAIN Madina Riau- Unri- UPP - STAI Tuntas - UIR - STAI SS Sumatera Barat- UnandJambi- UnjaSumatera Selatan- UnsriLampung- IteraBanten- UntirtaJakarta- UperJawa Barat- UI- Unwir - Unpad - Unsika - IPB - ITB - ITPB DI Yogyakarta- UNY- UGM Jawa Tengah- Undip- PNC - UNS - Unisvet Jawa Timur- Unair- ITS - Unirow - UB - USB Kalimantan Utara- UBTBali- Universitas UdayanaSulawesi Selatan- Universitas HasanuddinNTT- PNKMaluku- Unpatti- Unlesa Kalimantan Timur- ITK- STTMB - Unmul Sulawesi Utara- UnsratPapua Barat Daya- Poltek KP Sorong- Polinep - Unipa Jayapura- UncenDokumen PersyaratanSementara itu, dokumen yang wajib disiapkan untuk pendaftaran beasiswa antara lain: Surat pernyataan atau slip gaji orang tua/wali. Motivation letter. KHS per semester. Sertifikat atau surat bukti keaktifan organisasi. Sertifikat atau bukti skor kemampuan bahasa asing (opsional). Karya tulis bertema “Aksi Nyataku Sebarkan Energi Baik untuk Bumi Lestari”. Beasiswa Pertamina ini terbuka bagi mahasiswa dari 47 perguruan tinggi mitra Pertamina Foundation yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. (nnz)
20 Jurusan UI dengan UKT Maksimal di Bawah Rp10 Juta Jalur SIMAK UI 2026Berikut ini 20 jurusan kuliah di Universitas Indonesia (UI) dengan Uang Kuliah Tunggal (UKT) di bawah Rp10 juta yang berlaku di jalur SIMAK UI 2026. Berikut ini... | Halaman Lengkap [966] url asal #jurusan-kuliah #universitas-indonesia #uang-kuliah-tunggal-ukt #biaya-kuliah (SINDOnews Ekbis - Terkini) 16/04/26 11:07
JAKARTA - Berikut ini 20 jurusan kuliah di Universitas Indonesia (UI) dengan Uang Kuliah Tunggal (UKT) di bawah Rp10 juta yang berlaku di jalur SIMAK UI 2026. Simak daftarnya.Jalur Seleksi Masuk Universitas Indonesia ( SIMAK UI) menjadi salah satu pintu masuk ke kampus UI selain jalur nasional jenjang sarjana seperti SNBT dan SNBT. Pendaftaran SIMAK UI S1 dan Vokasi 2026 dijadwalkan akan dibuka 8 Mei hingga 5 Juni 2026. Pendaftarannya melalui laman resmi enrollment.ui.ac.id. Biaya pendaftaran SIMAK UI sebesar Rp650.000. Dikutip dari laman resmi UI, berikut 20 jurusan di UI dengan biaya UKT di bawah Rp10 juta bagi peserta yang tertarik mendaftar di jalur SIMAK UI 2026. 20 Jurusan UI dengan UKT di Bawah Rp10 Juta Jalur SIMAK UI 20261. Bahasa dan Kebudayaan KoreaUKT 1: Rp500.000 UKT 2: Rp1.000.000 UKT 3: Rp2.000.000 UKT 4: Rp3.000.000 UKT 5: Rp4.000.000 UKT 6: Rp5.000.000 UKT 7: Rp7.500.000 UKT 8: Rp8.300.000 2. Ilmu FilsafatUKT 1: Rp500.000 UKT 2: Rp1.000.000 UKT 3: Rp2.000.000 UKT 4: Rp3.000.000 UKT 5: Rp4.000.000 UKT 6: Rp5.000.000 UKT 7: Rp7.500.000 UKT 8: Rp7.800.000 3. Ilmu PerpustakaanUKT 1: Rp500.000 UKT 2: Rp1.000.000 UKT 3: Rp2.000.000 UKT 4: Rp3.000.000 UKT 5: Rp4.000.000 UKT 6: Rp5.000.000 UKT 7: Rp7.500.000 UKT 8: Rp8.600.000 4. Ilmu SejarahUKT 1: Rp500.000 UKT 2: Rp1.000.000 UKT 3: Rp2.000.000 UKT 4: Rp3.000.000 UKT 5: Rp4.000.000 UKT 6: Rp5.000.000 UKT 7: Rp7.500.000 UKT 8: Rp7.800.000 5. Sastra ArabUKT 1: Rp500.000 UKT 2: Rp1.000.000 UKT 3: Rp2.000.000 UKT 4: Rp3.000.000 UKT 5: Rp4.000.000 UKT 6: Rp5.000.000 UKT 7: Rp7.500.000 UKT 8: Rp8.300.000 6. Sastra BelandaUKT 1: Rp500.000 UKT 2: Rp1.000.000 UKT 3: Rp2.000.000 UKT 4: Rp3.000.000 UKT 5: Rp4.000.000 UKT 6: Rp5.000.000 UKT 7: Rp7.500.000 UKT 8: Rp8.300.000 7. Sastra CinaUKT 1: Rp500.000 UKT 2: Rp1.000.000 UKT 3: Rp2.000.000 UKT 4: Rp3.000.000 UKT 5: Rp4.000.000 UKT 6: Rp5.000.000 UKT 7: Rp7.500.000 UKT 8: Rp8.300.000 8. Sastra Daerah untuk Sastra JawaUKT 1: Rp500.000 UKT 2: Rp1.000.000 UKT 3: Rp2.000.000 UKT 4: Rp3.000.000 UKT 5: Rp4.000.000 UKT 6: Rp5.000.000 UKT 7: Rp7.500.000 UKT 8: Rp8.300.000 9. Sastra IndonesiaUKT 1: Rp500.000 UKT 2: Rp1.000.000 UKT 3: Rp2.000.000 UKT 4: Rp3.000.000 UKT 5: Rp4.000.000 UKT 6: Rp5.000.000 UKT 7: Rp7.500.000 UKT 8: Rp8.600.000 10. Sastra InggrisUKT 1: Rp500.000 UKT 2: Rp1.000.000 UKT 3: Rp2.000.000 UKT 4: Rp3.000.000 UKT 5: Rp4.000.000 UKT 6: Rp5.000.000 UKT 7: Rp7.500.000 UKT 8: Rp8.600.000 11. Sastra JepangUKT 1: Rp500.000 UKT 2: Rp1.000.000 UKT 3: Rp2.000.000 UKT 4: Rp3.000.000 UKT 5: Rp4.000.000 UKT 6: Rp5.000.000 UKT 7: Rp7.500.000 UKT 8: Rp8.300.000 12. Sastra JermanUKT 1: Rp500.000 UKT 2: Rp1.000.000 UKT 3: Rp2.000.000 UKT 4: Rp3.000.000 UKT 5: Rp4.000.000 UKT 6: Rp5.000.000 UKT 7: Rp7.500.000 UKT 8: Rp8.300.000 13. Sastra PerancisUKT 1: Rp500.000 UKT 2: Rp1.000.000 UKT 3: Rp2.000.000 UKT 4: Rp3.000.000 UKT 5: Rp4.000.000 UKT 6: Rp5.000.000 UKT 7: Rp7.500.000 UKT 8: Rp8.300.000 14. Sastra RusiaUKT 1: Rp500.000 UKT 2: Rp1.000.000 UKT 3: Rp2.000.000 UKT 4: Rp3.000.000 UKT 5: Rp4.000.000 UKT 6: Rp5.000.000 UKT 7: Rp7.500.000 UKT 8: Rp8.300.000 15. Antropologi SosialUKT 1: Rp500.000 UKT 2: Rp1.000.000 UKT 3: Rp2.000.000 UKT 4: Rp3.000.000 UKT 5: Rp4.000.000 UKT 6: Rp5.000.000 UKT 7: Rp7.500.000 UKT 8: Rp7.800.000 16. KriminologiUKT 1: Rp500.000 UKT 2: Rp1.000.000 UKT 3: Rp2.000.000 UKT 4: Rp3.000.000 UKT 5: Rp4.000.000 UKT 6: Rp5.000.000 UKT 7: Rp7.500.000 UKT 8: Rp8.600.000 17. SosiologiUKT 1: Rp500.000 UKT 2: Rp1.000.000 UKT 3: Rp2.000.000 UKT 4: Rp3.000.000 UKT 5: Rp4.000.000 UKT 6: Rp5.000.000 UKT 7: Rp7.500.000 18. Ilmu Administrasi FiskalUKT 1: Rp500.000UKT 2: Rp1.000.000 UKT 3: Rp2.000.000 UKT 4: Rp3.000.000 UKT 5: Rp4.000.000 UKT 6: Rp5.000.000 UKT 7: Rp7.500.000 UKT 8: Rp8.600.000 19. Ilmu Administrasi NegaraUKT 1: Rp500.000UKT 2: Rp1.000.000 UKT 3: Rp2.000.000 UKT 4: Rp3.000.000 UKT 5: Rp4.000.000 UKT 6: Rp5.000.000 UKT 7: Rp7.500.000 UKT 8: Rp8.600.000 20. Ilmu Administrasi NiagaUKT 1: Rp500.000UKT 2: Rp1.000.000 UKT 3: Rp2.000.000 UKT 4: Rp3.000.000 UKT 5: Rp4.000.000 UKT 6: Rp5.000.000 UKT 7: Rp7.500.000 UKT 8: Rp8.600.000 Demikian 20 jurusan di UI dengan UKT dibawah Rp10 juta yang berlaku untuk jalur SIMAK UI 2026. Semoga informasi ini bermanfaat. (nnz)
Biaya Kuliah FHUI di SNBP, SNBT, dan Mandiri 2026: UKT Mulai Rp500 Ribu, IPI hingga Rp48 JutaBiaya kuliah di Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI) 2026 menjadi salah satu informasi yang banyak dicari calon mahasiswa. Penerimaan dibuka di jalur nasional... | Halaman Lengkap [377] url asal #uang-kuliah-tunggal-ukt #fakultas-hukum-universitas-indonesia-fh-ui #biaya-kuliah #ilmu-hukum (SINDOnews Ekbis - Terkini) 15/04/26 06:30
JAKARTA - Biaya kuliah di Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI) 2026 menjadi salah satu informasi yang banyak dicari calon mahasiswa. Penerimaan dibuka di jalur nasional dan mandiri.Program Sarjana Ilmu Hukum di FHUI membuka penerimaan melalui jalur SNBP, SNBT, serta Seleksi Mandiri UI dengan skema Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang berjenjang sesuai kemampuan ekonomi. Berdasarkan brosur resmi Program Studi Sarjana Ilmu Hukum FHUI, mahasiswa akan menempuh pendidikan selama 7 hingga 12 semester, termasuk masa cuti. Total beban studi yang harus diselesaikan adalah 144 SKS, yang terdiri dari mata kuliah wajib universitas, fakultas, peminatan, hingga tugas akhir seperti skripsi, artikel ilmiah, atau laporan substansi. Secara rinci, komposisi SKS tersebut meliputi 10 SKS mata kuliah wajib universitas, 2 SKS wajib rumpun ilmu, 80 SKS mata kuliah wajib fakultas, serta Pendidikan dan Latihan Kemahiran Hukum (PLKH) sebanyak 9 SKS. Selain itu, mahasiswa juga wajib mengambil mata kuliah peminatan sekitar 6–7 SKS dan mata kuliah pilihan (termasuk program MBKM) sebanyak 36–37 SKS. Untuk biaya kuliah, dikutip dari laman SIMAK UI, FHUI menerapkan sistem UKT yang berlaku sama bagi mahasiswa jalur SNBP dan SNBT. Besaran UKT dibagi ke dalam beberapa kelompok, yakni: 1. UKT FHUI 2026 Jalur SNBP, SNBT, dan MandiriBerikut daftar lengkap Uang Kuliah Tunggal ( UKT ) Program Studi Ilmu Hukum FHUI: UKT 1: Rp500.000 UKT 2: Rp1.000.000 UKT 3: Rp2.000.000 UKT 4: Rp3.000.000 UKT 5: Rp4.000.000 UKT 6: Rp5.000.000 UKT 7: Rp7.500.000 UKT 8: Rp10.000.000 UKT 9: Rp12.500.000 UKT 10: Rp14.000.000 UKT 11: - Penetapan kelompok UKT ini dilakukan berdasarkan kemampuan ekonomi orang tua atau wali mahasiswa, sehingga diharapkan dapat memberikan akses pendidikan yang lebih merata. Sementara itu, bagi calon mahasiswa yang diterima melalui jalur Seleksi Mandiri UI, selain membayar UKT, juga dikenakan Iuran Pengembangan Institusi (IPI). Besaran IPI ini dibagi menjadi beberapa kelompok sebagai berikut: 2. IPI Jalur Mandiri UI (Ilmu Hukum FHUI)Selain UKT, jalur mandiri dikenakan Iuran Pengembangan Institusi (IPI): IPI 1 (UKT 1–2): Rp0 IPI 2 (UKT 3–4): Rp25.000.000 IPI 3 (UKT 5–8): Rp35.000.000 IPI 4 (UKT 9–11): Rp48.000.000 IPI merupakan biaya yang dibayarkan satu kali di awal perkuliahan, berbeda dengan UKT yang dibayarkan setiap semester. (nnz)
Besaran UKT ITB Jalur SNBP dan SNBT 2026, Biaya Kuliah Tertinggi Rp14,5 JutaBesaran UKT ITB untuk jalur SNBP dan SNBT 2026 resmi menjadi sorotan. Pasalnya, biaya kuliah di kampus bergengsi ini mencapai hingga Rp14.500.000 per semester untuk... | Halaman Lengkap [342] url asal #institut-teknologi-bandung #biaya-kuliah #itb #uang-kuliah-tunggal #ukt (SINDOnews Ekbis - Terkini) 09/04/26 12:26
JAKARTA - Besaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) Institut Teknologi Bandung ( ITB ) untuk jalur SNBP dan SNBT 2026 resmi menjadi sorotan. Pasalnya, biaya kuliah di kampus bergengsi ini mencapai hingga Rp14.500.000 per semester untuk kelompok tertinggi.ITB sendiri memiliki 61 program studi yang tersebar di tiga lokasi kampus, yakni Bandung, Cirebon, dan Jatinangor. Penetapan UKT dilakukan berdasarkan kemampuan ekonomi mahasiswa, sehingga nominal yang dibayarkan bisa berbeda-beda. Menariknya, ITB tetap membuka akses luas biaya kuliah bagi mahasiswa kurang mampu. Setidaknya 20 persen dari total mahasiswa baru akan masuk dalam kelompok UKT rendah (UKT 1 dan 2) atau menerima bantuan beasiswa. Rincian UKT ITB 2026 SNBP dan SNBTBerikut daftar lengkap UKT ITB 2026 yang wajib diketahui calon mahasiswa, dikutip dari laman Admisi ITB, Kamis (9/4/2026). FMIPA-MUKT 1: Rp500.000 UKT 2: Rp1.000.000 UKT 3: Rp4.250.000 UKT 4: Rp6.250.000 UKT 5: Rp8.250.000 UKT 6: Rp10.250.000 UKT 7: Rp12.250.000 SBM (Sekolah Bisnis dan Manajemen)UKT 1: Rp500.000 UKT 2: Rp1.000.000 UKT 3: Rp6.500.000 UKT 4: Rp8.500.000 UKT 5: Rp10.500.000 UKT 6: Rp12.500.000 UKT 7: Rp14.500.000 Selain FMIPA-M dan SBMUKT 1: Rp500.000 UKT 2: Rp1.000.000 UKT 3: Rp4.500.000 UKT 4: Rp6.500.000 UKT 5: Rp8.500.000 UKT 6: Rp10.500.000 UKT 7: Rp12.500.000 Bisa Ajukan Keringanan, Ini CaranyaBagi calon mahasiswa yang merasa keberatan dengan UKT tinggi, terutama di kelompok UKT 7, ITB menyediakan opsi pengajuan beasiswa UKT. Pengajuan dilakukan saat daftar ulang secara online melalui laman ITB Finaid dengan mengunggah dokumen kondisi ekonomi. Nantinya, pihak kampus akan melakukan verifikasi sebelum menentukan besaran UKT final. Tak Bisa Ditunda, Tapi Bisa DicicilPerlu diketahui, ITB tidak memberikan kebijakan penundaan pembayaran UKT. Namun, mahasiswa tetap diberi opsi pembayaran secara cicilan mulai semester kedua. Tersedia dua skema cicilan, yakni dua kali pembayaran (50%-50%) atau tiga kali pembayaran (40%-30%-30%) dalam satu semester, sesuai jadwal akademik yang berlaku. (nnz)
Biaya Kuliah UI Jalur SNBP 2026 Semua Jurusan, Mulai dari Rp500 RibuBiaya kuliah di UI penting diketahui khususnya bagi calon mahasiswa baru yang diterima jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026 yang baru-baru ini... | Halaman Lengkap [1,414] url asal #universitas-indonesia #uang-kuliah-tunggal-ukt #biaya-kuliah #snbp-2026 (SINDOnews Ekbis - Terkini) 04/04/26 12:32
JAKARTA - Biaya kuliah di Universitas Indonesia (UI) penting diketahui khususnya bagi calon mahasiswa baru yang diterima jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026 yang baru-baru ini diumumkan. Berikut daftar biaya kuliahnyaUI menerima sebanyak 2.078 calon mahasiswa baru melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026 dari total 35.118 pendaftar yang memilih UI. Dari jumlah tersebut, 78 calon mahasiswa berasal dari daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Rektor UI, Prof. Dr. Ir. Heri Hermansyah menyampaikan bahwa tingginya minat terhadap UI mencerminkan kepercayaan publik yang harus dijaga. “Penerimaan mahasiswa baru melalui SNBP merupakan salah satu upaya untuk menjaring talenta-talenta terbaik bangsa. UI berkomitmen untuk terus menghadirkan pendidikan tinggi yang berkualitas, inklusif, dan berdampak bagi masyarakat,” ujar Prof. Heri, melalui siaran pers. Saat ini, UI juga tercatat berada di peringkat ke-189 dunia versi QS World University Rankings 2026. Biaya Kuliah UI Jalur SNBP 2026Sistem biaya kuliah di UI menggunakan skema Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang disesuaikan dengan kemampuan ekonomi mahasiswa. Besaran UKT terbagi dalam beberapa kelompok, mulai dari yang paling rendah hingga tertinggi. Dikutip dari Keputusan Rektor UI Nomor 297/SK/R/UI/2026 tentang uang kuliah tunggal (UKT), berikut ini biaya kuliah semua jurusan yang perlu diketahui bagi yang lolos SNBP 2026. 1. Pendidikan Dokter, Kedokteran Gigi, Ilmu Keperawatan, Farmasi, Kesehatan Masyarakat, Teknik Metalurgi & Material, Teknik BioprosesUKT 1: Rp500.000 UKT 2: Rp1.000.000 UKT 3: Rp2.000.000 UKT 4: Rp4.000.000 UKT 5: Rp6.000.000 UKT 6: Rp7.500.000 UKT 7: Rp10.000.000 UKT 8: Rp12.500.000 UKT 9: Rp15.000.000 UKT 10: Rp17.500.000 UKT 11: Rp20.000.000 2. Teknik Elektro, Teknik Industri, Teknik Kimia, Teknik Komputer, Teknik Lingkungan, Teknik Mesin, Teknik Perkapalan, Teknik SipilUKT 1: Rp500.000 UKT 2: Rp1.000.000 UKT 3: Rp2.000.000 UKT 4: Rp4.000.000 UKT 5: Rp6.000.000 UKT 6: Rp7.500.000 UKT 7: Rp10.000.000 UKT 8: Rp12.500.000 UKT 9: Rp15.000.000 UKT 10: Rp17.500.000 UKT 11: Rp19.900.000 3. Gizi, Kesehatan Lingkungan, Keselamatan dan Kesehatan KerjaUKT 1: Rp500.000 UKT 2: Rp1.000.000 UKT 3: Rp2.000.000 UKT 4: Rp4.000.000 UKT 5: Rp6.000.000 UKT 6: Rp7.500.000 UKT 7: Rp10.000.000 UKT 8: Rp12.500.000 UKT 9: Rp15.000.000 UKT 10: Rp17.500.000 UKT 11: Rp19.800.000 4. Teknik BiomedikUKT 1: Rp500.000 UKT 2: Rp1.000.000 UKT 3: Rp2.000.000 UKT 4: Rp4.000.000 UKT 5: Rp6.000.000 UKT 6: Rp7.500.000 UKT 7: Rp10.000.000 UKT 8: Rp12.500.000 UKT 9: Rp15.000.000 UKT 10: Rp17.500.000 UKT 11: Rp19.200.000 5. Arsitektur, Arsitektur InteriorUKT 1: Rp500.000 UKT 2: Rp1.000.000 UKT 3: Rp2.000.000 UKT 4: Rp4.000.000 UKT 5: Rp6.000.000 UKT 6: Rp7.500.000 UKT 7: Rp10.000.000 UKT 8: Rp12.500.000 UKT 9: Rp15.000.000 UKT 10: Rp17.500.000 UKT 11: Rp19.100.000 6. Biologi, Fisika, Kimia, Sistem Informasi (Kecerdasan Artifisial)UKT 1: Rp500.000 UKT 2: Rp1.000.000 UKT 3: Rp2.000.000 UKT 4: Rp4.000.000 UKT 5: Rp6.000.000 UKT 6: Rp7.500.000 UKT 7: Rp10.000.000 UKT 8: Rp12.500.000 UKT 9: Rp15.000.000 UKT 10: Rp17.500.000 UKT 11: Rp18.300.000 7. Geofisika, GeologiUKT 1: Rp500.000 UKT 2: Rp1.000.000 UKT 3: Rp2.000.000 UKT 4: Rp4.000.000 UKT 5: Rp6.000.000 UKT 6: Rp7.500.000 UKT 7: Rp10.000.000 UKT 8: Rp12.500.000 UKT 9: Rp15.000.000 UKT 10: Rp16.900.000 8. Geografi, Ilmu Komputer, Sistem InformasiUKT 1: Rp500.000 UKT 2: Rp1.000.000 UKT 3: Rp2.000.000 UKT 4: Rp4.000.000 UKT 5: Rp6.000.000 UKT 6: Rp7.500.000 UKT 7: Rp10.000.000 UKT 8: Rp12.500.000 UKT 9: Rp14.600.000 9. Ilmu Aktuaria, StatistikaUKT 1: Rp500.000 UKT 2: Rp1.000.000 UKT 3: Rp2.000.000 UKT 4: Rp4.000.000 UKT 5: Rp6.000.000 UKT 6: Rp7.500.000 UKT 7: Rp10.000.000 UKT 8: Rp12.500.000 UKT 9: Rp12.800.000 10. MatematikaUKT 1: Rp500.000 UKT 2: Rp1.000.000 UKT 3: Rp2.000.000 UKT 4: Rp4.000.000 UKT 5: Rp6.000.000 UKT 6: Rp7.500.000 UKT 7: Rp10.000.000 UKT 8: Rp12.500.000 UKT 9: Rp13.300.000 11. Ilmu HukumUKT 1: Rp500.000 UKT 2: Rp1.000.000 UKT 3: Rp2.000.000 UKT 4: Rp3.000.000 UKT 5: Rp4.000.000 UKT 6: Rp5.000.000 UKT 7: Rp7.500.000 UKT 8: Rp10.000.000 UKT 9: Rp12.500.000 UKT 10: Rp14.000.000 12. Akuntansi, Bisnis Islam, Ilmu Ekonomi, Ilmu Ekonomi Islam, ManajemenUKT 1: Rp500.000 UKT 2: Rp1.000.000 UKT 3: Rp2.000.000 UKT 4: Rp3.000.000 UKT 5: Rp4.000.000 UKT 6: Rp5.000.000 UKT 7: Rp7.500.000 UKT 8: Rp10.000.000 UKT 9: Rp12.500.000 UKT 10: Rp14.600.000 13. ArkeologiUKT 1: Rp500.000 UKT 2: Rp1.000.000 UKT 3: Rp2.000.000 UKT 4: Rp3.000.000 UKT 5: Rp4.000.000 UKT 6: Rp5.000.000 UKT 7: Rp7.500.000 UKT 8: Rp9.000.000 14. Bahasa dan Kebudayaan Korea, Sastra Arab, Sastra Belanda, Sastra Cina, Sastra Daerah (Jawa), Sastra Jepang, Sastra Jerman, Sastra Prancis, Sastra RusiaUKT 1: Rp500.000 UKT 2: Rp1.000.000 UKT 3: Rp2.000.000 UKT 4: Rp3.000.000 UKT 5: Rp4.000.000 UKT 6: Rp5.000.000 UKT 7: Rp7.500.000 UKT 8: Rp8.300.000 15. Sastra Indonesia, Sastra InggrisUKT 1: Rp500.000 UKT 2: Rp1.000.000 UKT 3: Rp2.000.000 UKT 4: Rp3.000.000 UKT 5: Rp4.000.000 UKT 6: Rp5.000.000 UKT 7: Rp7.500.000 UKT 8: Rp8.600.000 16. Antropologi Sosial, Ilmu Filsafat, Ilmu SejarahUKT 1: Rp500.000 UKT 2: Rp1.000.000 UKT 3: Rp2.000.000 UKT 4: Rp3.000.000 UKT 5: Rp4.000.000 UKT 6: Rp5.000.000 UKT 7: Rp7.500.000 UKT 8: Rp7.800.000 17. Ilmu Perpustakaan, Kriminologi, Ilmu Administrasi Fiskal, Ilmu Administrasi Negara, Ilmu Administrasi NiagaUKT 1: Rp500.000 UKT 2: Rp1.000.000 UKT 3: Rp2.000.000 UKT 4: Rp3.000.000 UKT 5: Rp4.000.000 UKT 6: Rp5.000.000 UKT 7: Rp7.500.000 UKT 8: Rp8.600.000 18. Psikologi, Ilmu Hubungan Internasional, Ilmu Komunikasi, Ilmu Kesejahteraan SosialUKT 1: Rp500.000 UKT 2: Rp1.000.000 UKT 3: Rp2.000.000 UKT 4: Rp3.000.000 UKT 5: Rp4.000.000 UKT 6: Rp5.000.000 UKT 7: Rp7.500.000 UKT 8: Rp10.000.000 UKT 9: Rp12.500.000 UKT 10: Rp14.000.000 19. Ilmu Politik, SosiologiUKT 1: Rp500.000 UKT 2: Rp1.000.000 UKT 3: Rp2.000.000 UKT 4: Rp3.000.000 UKT 5: Rp4.000.000 UKT 6: Rp5.000.000 UKT 7: Rp7.500.000 Vokasi 20. Sarjana Terapan Fisioterapi, Terapi Okupasi, Produksi MediaUKT 1: Rp500.000 UKT 2: Rp1.000.000 UKT 3: Rp2.000.000 UKT 4: Rp4.000.000 UKT 5: Rp6.000.000 UKT 6: Rp7.500.000 UKT 7: Rp10.000.000 UKT 8: Rp12.500.000 UKT 9: Rp15.000.000 21. Sarjana Terapan Bisnis Kreatif, Manajemen Bisnis Pariwisata, Manajemen Rekod dan Arsip, D3 Akuntansi, D3 Administrasi Keuangan & Perbankan, D3 Administrasi Perkantoran, D3 Administrasi Perpajakan, D3 Hubungan Masyarakat, D3 Periklanan Kreatif, D3 Penyiaran MultimediaUKT 1: Rp500.000 UKT 2: Rp1.000.000 UKT 3: Rp2.000.000 UKT 4: Rp4.000.000 UKT 5: Rp6.000.000 UKT 6: Rp7.500.000 UKT 7: Rp10.000.000 UKT 8: Rp12.500.000 UKT 9: Rp13.000.000 22. D3 Administrasi Asuransi dan Aktuaria, D3 Administrasi Rumah SakitUKT 1: Rp500.000 UKT 2: Rp1.000.000 UKT 3: Rp2.000.000 UKT 4: Rp4.000.000 UKT 5: Rp6.000.000 UKT 6: Rp7.500.000 UKT 7: Rp10.000.000 UKT 8: Rp12.500.000 UKT 9: Rp14.000.000. Demikian tadi biaya kuliah semua jurusan di UI jalur SNBP 2026. Semoga informasi ini bermanfaat. (nnz)
Biaya Kuliah UGM Jalur SNBP 2026: UKT Mulai Rp0 hingga Rp24,7 JutaUGM menerima sebanyak 2.836 mahasiswa baru melalui jalur SNBP 2026. Para calon mahasiswa yang dinyatakan lulus diwajibkan mengikuti proses registrasi sesuai ketentuan... | Halaman Lengkap [1,053] url asal #biaya-kuliah #ukt #uang-kuliah-tunggal-ukt #ugm #snbp-2026 (SINDOnews Ekbis - Terkini) 04/04/26 08:13
JAKARTA - Universitas Gadjah Mada (UGM) menerima sebanyak 2.836 mahasiswa baru melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi ( SNBP ) 2026. Para calon mahasiswa yang dinyatakan lulus diwajibkan mengikuti proses registrasi sesuai ketentuan yang telah ditetapkan oleh pihak kampus.Tahapan registrasi dimulai dengan mengakses pengumuman resmi serta mengunduh formulir kelengkapan dokumen melalui laman admissions.ugm.ac.id. Selanjutnya, peserta harus melengkapi biodata dan mengunggah dokumen persyaratan secara daring melalui laman simaster.ugm.id pada periode 1 April 2026 pukul 15.00 WIB hingga 14 April 2026 pukul 15.00 WIB. Setelah proses tersebut, peserta akan menunggu hasil verifikasi dokumen sekaligus penetapan Uang Kuliah Tunggal (UKT). Mahasiswa yang telah mendapatkan hasil verifikasi diwajibkan melakukan pembayaran UKT, dilanjutkan dengan konfirmasi pembayaran, pengisian data kemahasiswaan, hingga pemenuhan administrasi lainnya seperti perlindungan kesehatan dan aktivasi akun mahasiswa. Daftar UKT UGM 2026Mengutip laman Admisi UGM, berikut ini biaya kuliah atau Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang berlaku di jalur SNBP UGM Tahun Akademik 2026/2027. 1. Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak, Teknologi Rekayasa Mesin, Teknologi Rekayasa Elektro, Teknologi Rekayasa Instrumentasi dan Kontrol, Teknologi Survei dan Pemetaan Dasar, Sistem Informasi Geografis, Pengembangan Produk Agroindustri, Teknik Pengelolaan dan Perawatan Alat Berat, Teknologi Rekayasa Internet, Teknik Pengelolaan dan Pemeliharaan Infrastruktur Sipil, Teknologi Rekayasa Pelaksanaan Bangunan Sipil, Teknologi Veteriner, Manajemen Informasi Kesehatan, Pengelolaan HutanUKT Pendidikan Unggul Bersubsidi 100 persen: Rp0 UKT Pendidikan Unggul Bersubsidi 75 persen: Rp3.325.000 UKT Pendidikan Unggul Bersubsidi 50 persen: Rp6.650.000 UKT Pendidikan Unggul Bersubsidi 25 persen: Rp9.975.000 UKT Pendidikan Unggul: Rp13.300.000 2. Bisnis Perjalanan Wisata, Manajemen dan Penilaian Properti, Pengelolaan Arsip dan Rekaman Informasi, Bahasa Inggris, Bahasa Jepang untuk Komunikasi Bisnis dan Profesional, Akuntansi Sektor Publik, Pembangunan Ekonomi Kewilayahan, PerbankanUKT Pendidikan Unggul Bersubsidi 100 persen: Rp0 UKT Pendidikan Unggul Bersubsidi 75 persen: Rp2.850.000 UKT Pendidikan Unggul Bersubsidi 50 persen: Rp5.700.000 UKT Pendidikan Unggul Bersubsidi 25 persen: Rp8.550.000 UKT Pendidikan Unggul: Rp11.400.000 3. Kedokteran, Kedokteran Hewan, Kedokteran GigiUKT Pendidikan Unggul Bersubsidi 100 persen: Rp0 UKT Pendidikan Unggul Bersubsidi 75 persen: Rp6.175.000 UKT Pendidikan Unggul Bersubsidi 50 persen: Rp12.350.000 UKT Pendidikan Unggul Bersubsidi 25 persen: Rp18.525.000 UKT Pendidikan Unggul: Rp24.700.000 4. Farmasi, Ilmu KeperawatanUKT Pendidikan Unggul Bersubsidi 100 persen: Rp0 UKT Pendidikan Unggul Bersubsidi 75 persen: Rp4.325.000 UKT Pendidikan Unggul Bersubsidi 50 persen: Rp8.650.000 UKT Pendidikan Unggul Bersubsidi 25 persen: Rp12.975.000 UKT Pendidikan Unggul: Rp17.300.000 5. Teknik Mesin, Higiene Gigi, Teknik KimiaUKT Pendidikan Unggul Bersubsidi 100 persen: Rp0 UKT Pendidikan Unggul Bersubsidi 75 persen: Rp3.375.000 UKT Pendidikan Unggul Bersubsidi 50 persen: Rp6.750.000 UKT Pendidikan Unggul Bersubsidi 25 persen: Rp10.125.000 UKT Pendidikan Unggul: Rp13.500.000 6. Teknik Nuklir, Teknik Geologi, Perencanaan Wilayah dan Kota, Arsitektur, Teknik Elektro, Teknik Industri, Teknik Sipil, Gizi, Teknik Biomedis, Teknik Infrastruktur Lingkungan, Teknik Sumber Daya Air, Teknologi InformasiUKT Pendidikan Unggul Bersubsidi 100 persen: Rp0 UKT Pendidikan Unggul Bersubsidi 75 persen: Rp3.075.000 UKT Pendidikan Unggul Bersubsidi 50 persen: Rp6.150.000 UKT Pendidikan Unggul Bersubsidi 25 persen: Rp9.225.000 UKT Pendidikan Unggul: Rp12.300.000 7. Psikologi, Teknik Geodesi, Teknologi Industri Pertanian, Teknik Fisika, Teknik Pertanian, Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian, Kehutanan, Ilmu dan Industri PeternakanUKT Pendidikan Unggul Bersubsidi 100 persen: Rp0 UKT Pendidikan Unggul Bersubsidi 75 persen: Rp2.750.000 UKT Pendidikan Unggul Bersubsidi 50 persen: Rp5.500.000 UKT Pendidikan Unggul Bersubsidi 25 persen: Rp8.250.000 UKT Pendidikan Unggul: Rp11.000.000 8. Elektronika dan Instrumentasi, Teknologi Hasil Perikanan, Kimia, Geofisika, Fisika, Mikrobiologi Pertanian, Agronomi, Akuakultur, Ekonomi Pertanian dan Agribisnis, Ilmu Tanah, Manajemen Sumberdaya Akuatik, Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian, Proteksi Tanaman, Geografi Lingkungan, Kartografi dan Penginderaan Jauh, Statistika, Matematika, Ilmu Aktuaria, Ilmu KomputerUKT Pendidikan Unggul Bersubsidi 100 persen: Rp0 UKT Pendidikan Unggul Bersubsidi 75 persen: Rp2.500.000 UKT Pendidikan Unggul Bersubsidi 50 persen: Rp5.000.000 UKT Pendidikan Unggul Bersubsidi 25 persen: Rp7.500.000 UKT Pendidikan Unggul: Rp10.000.000 9. Hukum, Manajemen, Akuntansi, Ilmu Ekonomi, Manajemen dan Kebijakan Publik, Ilmu Komunikasi, ArkeologiUKT Pendidikan Unggul Bersubsidi 100 persen: Rp0 UKT Pendidikan Unggul Bersubsidi 75 persen: Rp2.300.000 UKT Pendidikan Unggul Bersubsidi 50 persen: Rp4.600.000 UKT Pendidikan Unggul Bersubsidi 25 persen: Rp6.900.000 UKT Pendidikan Unggul: Rp9.200.000 10. Ilmu Hubungan Internasional, Pembangunan Sosial dan KesejahteraanUKT Pendidikan Unggul Bersubsidi 100 persen: Rp0 UKT Pendidikan Unggul Bersubsidi 75 persen: Rp2.200.000 UKT Pendidikan Unggul Bersubsidi 50 persen: Rp4.400.000 UKT Pendidikan Unggul Bersubsidi 25 persen: Rp6.600.000 UKT Pendidikan Unggul: Rp8.800.000 11. Sastra InggrisUKT Pendidikan Unggul Bersubsidi 100 persen: Rp0 UKT Pendidikan Unggul Bersubsidi 75 persen: Rp2.200.000 UKT Pendidikan Unggul Bersubsidi 50 persen: Rp4.400.000 UKT Pendidikan Unggul Bersubsidi 25 persen: Rp6.600.000 UKT Pendidikan Unggul: Rp8.664.000 12. Pariwisata, Bahasa dan Sastra Prancis, Sastra Arab, Bahasa dan Sastra Indonesia, Bahasa dan Kebudayaan Korea, Bahasa dan Kebudayaan Jepang, Bahasa, Sastra, dan Budaya JawaUKT Pendidikan Unggul Bersubsidi 100 persen: Rp0 UKT Pendidikan Unggul Bersubsidi 75 persen: Rp1.900.000 UKT Pendidikan Unggul Bersubsidi 50 persen: Rp3.800.000 UKT Pendidikan Unggul Bersubsidi 25 persen: Rp5.700.000 UKT Pendidikan Unggul: Rp7.600.000 13. Politik dan PemerintahanUKT Pendidikan Unggul Bersubsidi 100 persen: Rp0 UKT Pendidikan Unggul Bersubsidi 75 persen: Rp2.053.000 UKT Pendidikan Unggul Bersubsidi 50 persen: Rp4.107.000 UKT Pendidikan Unggul Bersubsidi 25 persen: Rp6.160.000 UKT Pendidikan Unggul: Rp8.214.000 14. Antropologi Budaya, SejarahUKT Pendidikan Unggul Bersubsidi 100 persen: Rp0 UKT Pendidikan Unggul Bersubsidi 75 persen: Rp2.053.000 UKT Pendidikan Unggul Bersubsidi 50 persen: Rp4.107.000 UKT Pendidikan Unggul Bersubsidi 25 persen: Rp6.160.000 UKT Pendidikan Unggul: Rp7.885.000 15. Sosiologi, FilsafatUKT Pendidikan Unggul Bersubsidi 100 persen: Rp0 UKT Pendidikan Unggul Bersubsidi 75 persen: Rp1.889.000 UKT Pendidikan Unggul Bersubsidi 50 persen: Rp3.778.000 UKT Pendidikan Unggul Bersubsidi 25 persen: Rp5.667.000 UKT Pendidikan Unggul: Rp7.557.000 16. Pembangunan WilayahUKT Pendidikan Unggul Bersubsidi 100 persen: Rp0 UKT Pendidikan Unggul Bersubsidi 75 persen: Rp2.256.000 UKT Pendidikan Unggul Bersubsidi 50 persen: Rp4.512.000 UKT Pendidikan Unggul Bersubsidi 25 persen: Rp6.768.000 UKT Pendidikan Unggul: Rp9.025.000. Demikian biaya kuliah di UGM bagi kamu yang diterima jalur SNBP 2026. Semoga informasi ini bermanfaat. (nnz)
Jangan Takut Biaya Kuliah, IPB University Jamin Mahasiswa Tidak DO karena EkonomiIPB University menegaskan komitmen bahwa tidak boleh ada mahasiswa yang putus kuliah hanya karena kendala ekonomi. Pesan ini disampaikan langsung Rektor IPB University,... | Halaman Lengkap [333] url asal #ipb #ipb-university #rektor-ipb-university #biaya-kuliah #uang-kuliah-tunggal-ukt (SINDOnews Ekbis - Terkini) 29/01/26 18:21
JAKARTA - IPB University menegaskan komitmen bahwa tidak boleh ada mahasiswa yang putus kuliah hanya karena kendala ekonomi. Pesan ini disampaikan langsung Rektor IPB University, Dr Alim Setiawan Slamet, sebagai bentuk jaminan nyata pemerataan akses pendidikan bagi semua.“IPB University menjamin bahwa tidak pernah ada kejadian drop out (DO) yang disebabkan oleh masalah keuangan, karena pintu beasiswa terbuka lebar dengan prioritas utama pada mahasiswa dari keluarga kurang mampu,” katanya, melalui siaran pers, Kamis (29/1/2026). Secara tegas menyampaikan pesan edukatif kepada masyarakat agar tetap optimistis menatap masa depan pendidikan. "Kami ingin menyampaikan kepada seluruh masyarakat bahwa semua bisa kuliah di IPB University. Jangan takut akan biaya, karena tersedia banyak beasiswa yang siap menopang kebutuhan studi mahasiswa. IPB University memiliki prinsip kuat bahwa tidak boleh ada mahasiswa yang berhenti kuliah karena alasan biaya," ujarnya. Komitmen tersebut bukan sekadar janji, melainkan didukung oleh data realisasi penyaluran beasiswa yang masif. Berdasarkan data rekapitulasi beasiswa tahun 2025, total dana yang disalurkan mencapai Rp141,72 miliar. Rektor menjelaskan bahwa sebaran beasiswa IPB University berdasarkan kriteria menunjukkan keberpihakan yang nyata pada golongan ekonomi lemah. Mayoritas penerima beasiswa tahun 2025 adalah mahasiswa tidak mampu yang mencapai persentase 71,74%. Angka ini setara dengan 7.820 mahasiswa yang menerima bantuan dengan total dana sebesar Rp98,69 miliar. Sementara itu, porsi beasiswa untuk kategori prestasi dan tidak mampu tercatat sebesar 11,47% (1.250 mahasiswa) dengan dana Rp11,01 miliar, dan kategori murni prestasi sebesar 16,80% (1.831 mahasiswa) dengan serapan dana Rp31,81 miliar. Alim menambahkan, peluang untuk memperluas beasiswa berbasis prestasi dan tidak mampu melalui peningkatan kerja sama dengan donatur non-pemerintah masih sangat terbuka. Alim juga menyebut, bahwa IPB University memberikan afirmasi akses pendidikan tinggi bagi calon mahasiswa dari daerah terdampak bencana seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. “Kami telah menyiapkan skema jalur khusus dan beasiswa untuk masyarakat terdampak bencana di tiga wilayah tersebut,“ jelas Rektor. Lebih lanjut Rektor menjelaskan, “Kami mengelola program deposito wakaf. Imbal hasil deposito wakaf jilid 1 dan 2 telah disalurkan," pungkasnya. (nnz)
Dilema Keterbatasan Anggaran Pendidikan TinggiDi tengah ruang fiskal pemerintah yang terbatas, UKT yang ditetapkan secara realistis bisa menjadi salah satu alternatif untuk menjaga mutu pendidikan tinggi. [979] url asal #pendidikan #uang-kuliah #ukt #perguruan-tinggi #give-me-perspective (Katadata - In-Depth & Opini) 20/01/26 08:05 RAPBN 2026 kembali menempatkan pendidikan sebagai sektor prioritas dengan alokasi anggaran sekitar Rp757,8 triliun, atau setara dengan 20% dari total belanja negara. Namun, besarnya angka tersebut memunculkan pertanyaan yang berulang: sejauh mana anggaran pendidikan tersebut berpengaruh terhadap capaian pendidikan nasional? Pertanyaan ini menjadi semakin relevan ketika ditarik ke konteks pendidikan tingg. Di mana pengembangan sumber daya manusia nasional tidak hanya melalui pendidikan dan pengajaran, tetapi juga penelitian dan inovasi. Posisi strategis pendidikan tinggi kembali ditegaskan melalui pertemuan Presiden dengan para rektor dan guru besar perguruan tinggi pada Kamis, 13 Maret 2025, di Istana Kepresidenan Jakarta. Pertemuan ini antara lain menekankan peran perguruan tinggi sebagai pilar pengembangan sumber daya manusia, penguasaan sains dan teknologi, serta penguatan riset dan inovasi nasional. Paradoksnya, dengan penekanan peran strategis pendidikan tinggi serta anggaran pendidikan yang terlihat besar, capaian pendidikan tinggi Indonesia masih tertinggal. Data BPS menunjukkan, angka partisipasi kasar perguruan tinggi Indonesia berada di kisaran 32,9% pada 2025. Dibandingkan negara tetangga di ASEAN, data dari UNESCO Institute for Statistics, yang dihimpun oleh Our World in Data, menunjukkan bahwa tingkat partisipasi pendidikan tinggi di Malaysia telah mencapai sekitar 37%, Thailand dan Vietnam berada di kisaran 45%-46%, sementara Filipina sekitar 44%. Kesenjangan tersebut menunjukkan bahwa akses pendidikan tinggi di Indonesia masih relatif rendah dibandingkan negara tetangga. Ruang Fiskal Pendidikan Tinggi yang TerbatasAlokasi anggaran pendidikan nasional hingga saat ini sebagian besar masih difokuskan pada pendidikan dasar dan menengah, terutama melalui belanja pegawai guru serta penyaluran Bantuan Operasional Sekolah (BOS) kepada pemerintah daerah. Dalam RAPBN 2026, alokasi anggaran untuk Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) tercatat sekitar Rp61 triliun, atau sekitar 8% dari total anggaran pendidikan nasional. Anggaran tersebut sebagian besar dialokasikan untuk Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri dan bantuan mahasiswa, seperti Kartu Indonesia Pintar Kuliah serta beasiswa afirmasi. Porsi ini relatif kecil jika dibandingkan dengan skala sistem pendidikan tinggi di Indonesia. Berdasarkan data Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDIKTI), pada 2025 terdapat sekitar 4.416 perguruan tinggi yang terdaftar di Indonesia, dengan mayoritas merupakan Perguruan Tinggi Swasta serta 125 Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Dengan ekosistem yang besar dan keterbatasan fiskal pemerintah dalam mendanai pendidikan tinggi, perguruan tinggi menghadapi tekanan pembiayaan untuk menjalankan tridarma—pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat—yang membutuhkan biaya operasional cukup besar serta investasi berkelanjutan. Kondisi ini mendorong perguruan tinggi, khususnya PTN, untuk menutup sebagian kebutuhan operasional melalui kontribusi mahasiswa dalam bentuk Uang Kuliah Tunggal (UKT). Dalam konteks inilah kebijakan UKT muncul sebagai instrumen pembiayaan, sekaligus memicu perdebatan publik mengenai keadilan akses pendidikan tinggi. UKT Mengikuti Mutu, Program Studi, dan WilayahSebagai rujukan dalam penganggaran, penghitungan, dan pengelolaan biaya pendidikan di PTN, pemerintah menerbitkan Permendikbudristek Nomor 2 Tahun 2024 yang mengatur Standar Satuan Biaya Operasional Pendidikan Tinggi pada PTN. Peraturan ini mendorong PTN untuk menetapkan standar biaya operasional pendidikan tinggi berdasarkan tiga indikator utama: (1) akreditasi perguruan tinggi dan program studi; (2) jenis program studi yang disesuaikan dengan kompetensi lulusan dan kebutuhan fasilitas; serta (3) indeks kemahalan wilayah. Indikator ini menjadi dasar penetapan UKT program studi per semester, yang nilainya tetap berlaku selama mahasiswa menempuh pendidikan. Selain UKT, PTN juga dapat mengenakan Iuran Pengembangan Institusi untuk kelompok tertentu, seperti jalur seleksi mandiri, kelas internasional, jalur kerja sama, mahasiswa asing, serta jenjang pascasarjana dan spesialis. Penerapan Permendikbudristek Nomor 2 Tahun 2024 sempat ditunda pada tahun akademik 2024/2025 setelah protes publik meluas. Pertanyaan yang memicu polemik UKT pada PTN adalah: di mana letak keberpihakan pada mahasiswa dari keluarga kurang mampu? PTN seharusnya memberikan akses pendidikan tinggi yang sama untuk semua kelompok masyarakat. Peraturan ini telah mengakomodasi isu tersebut dengan menetapkan UKT kelompok I dan II dengan nilai Rp500.000 dan Rp1.000.000, serta skema UKT khusus bagi penerima beasiswa dari keluarga kurang mampu. Perguruan tinggi negeri juga diwajibkan mengalokasikan minimal 20% mahasiswa baru untuk UKT kelompok I, II, dan penerima beasiswa. Untuk mahasiswa dari keluarga menengah, tersedia beberapa bentuk keringanan, antara lain pengurangan UKT hingga 50%, pembayaran UKT secara mengangsur, dan pembebasan sementara UKT. Pada tingkat desain kebijakan, UKT dimaksudkan mengakomodasi prinsip subsidi silang. Namun, persoalannya tidak terletak semata pada desain kebijakan, melainkan pada implementasi serta komunikasi. Penolakan muncul bukan karena konsep UKT itu sendiri, melainkan lebih karena penyampaian kebijakan yang kurang optimal oleh kementerian maupun perguruan tinggi. Banyak calon mahasiswa dikejutkan oleh lonjakan UKT tanpa penjelasan terbuka mengenai dasar perhitungan, penggunaan dana, serta mekanisme keringanan yang jelas. Padahal, jika ditinjau dari substansinya, penetapan UKT didasarkan pada indikator mutu perguruan tinggi dan program studi, serta kebutuhan penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar sesuai dengan bidang keilmuannya. Hal ini mencerminkan kenyataan bahwa pendidikan tinggi yang berkualitas memang memerlukan biaya operasional yang besar. Program studi bertaraf internasional, pada rumpun ilmu kesehatan, atau rumpun ilmu sains dan teknologi, misalnya, menuntut investasi pada laboratorium, peralatan praktik, serta tenaga pengajar dengan kualifikasi dan kompetensi tinggi, yang berimplikasi pada biaya operasional yang tidak kecil. Di tengah ruang fiskal pemerintah yang terbatas, UKT yang ditetapkan secara realistis bisa menjadi salah satu alternatif untuk menjaga mutu pendidikan tinggi. Namun, penerimaan publik terhadap UKT sangat bergantung pada penerapannya, khususnya pada proses penerapan yang transparan, komunikasi publik yang jelas mengenai beasiswa dan mekanisme keringanan, layanan keringanan mahasiswa yang cepat dan responsif, serta perluasan cakupan beasiswa, termasuk bagi kelompok masyarakat menengah yang rentan terhadap kenaikan biaya kuliah. UKT Bukan Satu-satunya JawabanDengan proses yang transparan dan komunikasi publik yang jelas, UKT dapat dipahami bukan semata sebagai biaya pendidikan yang harus dibayar mahasiswa. UKT sebagai pilihan kebijakan di tengah keterbatasan fiskal negara untuk membiayai operasional pendidikan tinggi. Di samping juga tuntutan mutu perguruan tinggi dalam pengembangan sumber daya manusia, sains dan teknologi, serta penguatan riset dan inovasi nasional. Namun demikian, UKT bukan satu-satunya alternatif pembiayaan pendidikan tinggi. Dalam jangka panjang, keterbatasan anggaran pendidikan tinggi dari pemerintah akan mendorong perguruan tinggi memperluas sumber pendanaan di luar kegiatan pendidikan. Terutama, melalui penguatan kerja sama penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dengan mitra pihak ketiga, serta optimalisasi aset kampus sebagai investasi jangka panjang guna memperkuat kemandirian institusi perguruan tinggi. Dilema Keterbatasan Anggaran Pendidikan Tinggi dan Upaya Mencerdaskan BangsaDi tengah ruang fiskal pemerintah yang terbatas, UKT yang ditetapkan secara realistis bisa menjadi salah satu alternatif untuk menjaga mutu pendidikan tinggi. [979] url asal #pendidikan #uang-kuliah #ukt #perguruan-tinggi #give-me-perspective (Katadata - In-Depth & Opini) 20/01/26 08:05 RAPBN 2026 kembali menempatkan pendidikan sebagai sektor prioritas dengan alokasi anggaran sekitar Rp757,8 triliun, atau setara dengan 20% dari total belanja negara. Namun, besarnya angka tersebut memunculkan pertanyaan yang berulang: sejauh mana anggaran pendidikan tersebut berpengaruh terhadap capaian pendidikan nasional? Pertanyaan ini menjadi semakin relevan ketika ditarik ke konteks pendidikan tingg. Di mana pengembangan sumber daya manusia nasional tidak hanya melalui pendidikan dan pengajaran, tetapi juga penelitian dan inovasi. Posisi strategis pendidikan tinggi kembali ditegaskan melalui pertemuan Presiden dengan para rektor dan guru besar perguruan tinggi pada Kamis, 13 Maret 2025, di Istana Kepresidenan Jakarta. Pertemuan ini antara lain menekankan peran perguruan tinggi sebagai pilar pengembangan sumber daya manusia, penguasaan sains dan teknologi, serta penguatan riset dan inovasi nasional. Paradoksnya, dengan penekanan peran strategis pendidikan tinggi serta anggaran pendidikan yang terlihat besar, capaian pendidikan tinggi Indonesia masih tertinggal. Data BPS menunjukkan, angka partisipasi kasar perguruan tinggi Indonesia berada di kisaran 32,9% pada 2025. Dibandingkan negara tetangga di ASEAN, data dari UNESCO Institute for Statistics, yang dihimpun oleh Our World in Data, menunjukkan bahwa tingkat partisipasi pendidikan tinggi di Malaysia telah mencapai sekitar 37%, Thailand dan Vietnam berada di kisaran 45%-46%, sementara Filipina sekitar 44%. Kesenjangan tersebut menunjukkan bahwa akses pendidikan tinggi di Indonesia masih relatif rendah dibandingkan negara tetangga. Ruang Fiskal Pendidikan Tinggi yang TerbatasAlokasi anggaran pendidikan nasional hingga saat ini sebagian besar masih difokuskan pada pendidikan dasar dan menengah, terutama melalui belanja pegawai guru serta penyaluran Bantuan Operasional Sekolah (BOS) kepada pemerintah daerah. Dalam RAPBN 2026, alokasi anggaran untuk Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) tercatat sekitar Rp61 triliun, atau sekitar 8% dari total anggaran pendidikan nasional. Anggaran tersebut sebagian besar dialokasikan untuk Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri dan bantuan mahasiswa, seperti Kartu Indonesia Pintar Kuliah serta beasiswa afirmasi. Porsi ini relatif kecil jika dibandingkan dengan skala sistem pendidikan tinggi di Indonesia. Berdasarkan data Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDIKTI), pada 2025 terdapat sekitar 4.416 perguruan tinggi yang terdaftar di Indonesia, dengan mayoritas merupakan Perguruan Tinggi Swasta serta 125 Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Dengan ekosistem yang besar dan keterbatasan fiskal pemerintah dalam mendanai pendidikan tinggi, perguruan tinggi menghadapi tekanan pembiayaan untuk menjalankan tridarma—pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat—yang membutuhkan biaya operasional cukup besar serta investasi berkelanjutan. Kondisi ini mendorong perguruan tinggi, khususnya PTN, untuk menutup sebagian kebutuhan operasional melalui kontribusi mahasiswa dalam bentuk Uang Kuliah Tunggal (UKT). Dalam konteks inilah kebijakan UKT muncul sebagai instrumen pembiayaan, sekaligus memicu perdebatan publik mengenai keadilan akses pendidikan tinggi. UKT Mengikuti Mutu, Program Studi, dan WilayahSebagai rujukan dalam penganggaran, penghitungan, dan pengelolaan biaya pendidikan di PTN, pemerintah menerbitkan Permendikbudristek Nomor 2 Tahun 2024 yang mengatur Standar Satuan Biaya Operasional Pendidikan Tinggi pada PTN. Peraturan ini mendorong PTN untuk menetapkan standar biaya operasional pendidikan tinggi berdasarkan tiga indikator utama: (1) akreditasi perguruan tinggi dan program studi; (2) jenis program studi yang disesuaikan dengan kompetensi lulusan dan kebutuhan fasilitas; serta (3) indeks kemahalan wilayah. Indikator ini menjadi dasar penetapan UKT program studi per semester, yang nilainya tetap berlaku selama mahasiswa menempuh pendidikan. Selain UKT, PTN juga dapat mengenakan Iuran Pengembangan Institusi untuk kelompok tertentu, seperti jalur seleksi mandiri, kelas internasional, jalur kerja sama, mahasiswa asing, serta jenjang pascasarjana dan spesialis. Penerapan Permendikbudristek Nomor 2 Tahun 2024 sempat ditunda pada tahun akademik 2024/2025 setelah protes publik meluas. Pertanyaan yang memicu polemik UKT pada PTN adalah: di mana letak keberpihakan pada mahasiswa dari keluarga kurang mampu? PTN seharusnya memberikan akses pendidikan tinggi yang sama untuk semua kelompok masyarakat. Peraturan ini telah mengakomodasi isu tersebut dengan menetapkan UKT kelompok I dan II dengan nilai Rp500.000 dan Rp1.000.000, serta skema UKT khusus bagi penerima beasiswa dari keluarga kurang mampu. Perguruan tinggi negeri juga diwajibkan mengalokasikan minimal 20% mahasiswa baru untuk UKT kelompok I, II, dan penerima beasiswa. Untuk mahasiswa dari keluarga menengah, tersedia beberapa bentuk keringanan, antara lain pengurangan UKT hingga 50%, pembayaran UKT secara mengangsur, dan pembebasan sementara UKT. Pada tingkat desain kebijakan, UKT dimaksudkan mengakomodasi prinsip subsidi silang. Namun, persoalannya tidak terletak semata pada desain kebijakan, melainkan pada implementasi serta komunikasi. Penolakan muncul bukan karena konsep UKT itu sendiri, melainkan lebih karena penyampaian kebijakan yang kurang optimal oleh kementerian maupun perguruan tinggi. Banyak calon mahasiswa dikejutkan oleh lonjakan UKT tanpa penjelasan terbuka mengenai dasar perhitungan, penggunaan dana, serta mekanisme keringanan yang jelas. Padahal, jika ditinjau dari substansinya, penetapan UKT didasarkan pada indikator mutu perguruan tinggi dan program studi, serta kebutuhan penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar sesuai dengan bidang keilmuannya. Hal ini mencerminkan kenyataan bahwa pendidikan tinggi yang berkualitas memang memerlukan biaya operasional yang besar. Program studi bertaraf internasional, pada rumpun ilmu kesehatan, atau rumpun ilmu sains dan teknologi, misalnya, menuntut investasi pada laboratorium, peralatan praktik, serta tenaga pengajar dengan kualifikasi dan kompetensi tinggi, yang berimplikasi pada biaya operasional yang tidak kecil. Di tengah ruang fiskal pemerintah yang terbatas, UKT yang ditetapkan secara realistis bisa menjadi salah satu alternatif untuk menjaga mutu pendidikan tinggi. Namun, penerimaan publik terhadap UKT sangat bergantung pada penerapannya, khususnya pada proses penerapan yang transparan, komunikasi publik yang jelas mengenai beasiswa dan mekanisme keringanan, layanan keringanan mahasiswa yang cepat dan responsif, serta perluasan cakupan beasiswa, termasuk bagi kelompok masyarakat menengah yang rentan terhadap kenaikan biaya kuliah. UKT Bukan Satu-satunya JawabanDengan proses yang transparan dan komunikasi publik yang jelas, UKT dapat dipahami bukan semata sebagai biaya pendidikan yang harus dibayar mahasiswa. UKT sebagai pilihan kebijakan di tengah keterbatasan fiskal negara untuk membiayai operasional pendidikan tinggi. Di samping juga tuntutan mutu perguruan tinggi dalam pengembangan sumber daya manusia, sains dan teknologi, serta penguatan riset dan inovasi nasional. Namun demikian, UKT bukan satu-satunya alternatif pembiayaan pendidikan tinggi. Dalam jangka panjang, keterbatasan anggaran pendidikan tinggi dari pemerintah akan mendorong perguruan tinggi memperluas sumber pendanaan di luar kegiatan pendidikan. Terutama, melalui penguatan kerja sama penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dengan mitra pihak ketiga, serta optimalisasi aset kampus sebagai investasi jangka panjang guna memperkuat kemandirian institusi perguruan tinggi.
UKT ITS Jalur SNBP dan SNBT 2026 Lengkap Semua Prodi, Mulai Rp500 Ribu hingga Rp30 JutaInstitut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) resmi menerapkan skema Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi calon mahasiswa baru yang diterima melalui SNBP dan SNBT 2026. Uang... | Halaman Lengkap [431] url asal #its #uang-kuliah-tunggal-ukt #institut-teknologi-sepuluh-nopember-its #snbp-2026 #snbt-2026 (SINDOnews Ekbis - Terkini) 20/01/26 06:50
JAKARTA - Uang Kuliah Tunggal (UKT) di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) bagi calon mahasiswa baru yang diterima melalui Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) dan Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026.Besaran UKT ITS 2026 bervariasi, mulai dari Rp500 ribu hingga Rp30 juta, tergantung program studi dan kemampuan ekonomi mahasiswa. ITS menjadi salah satu perguruan tinggi negeri (PTN) favorit yang banyak diminati lulusan SMA/SMK/MA setiap tahunnya. Informasi UKT menjadi perhatian utama calon mahasiswa sebelum mendaftar SNBP maupun SNBT. Jadwal Pendaftaran SNBP dan SNBT 2026Berdasarkan ketentuan Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB), berikut jadwal pendaftaran ITS melalui jalur nasional: Pendaftaran SNBP 2026: 3 – 18 Februari 2026 Pendaftaran SNBT 2026: 25 Maret – 7 April 2026 Daftar UKT ITS Jalur SNBP dan SNBT 2026Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menerapkan skema Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi mahasiswa baru jalur SNBP dan SNBT tahun 2026. Besaran UKT disesuaikan dengan kemampuan ekonomi mahasiswa. Berikut rincian UKT ITS 2026 yang dikutip dari laman PMB ITS, Selasa (20/1/2026). - S1 Teknik Sistem Perkapalan (Gelar Ganda ITS–Jerman): Rp20.000.000 - S1 Kedokteran: Rp500.000 – Rp30.000.000 - S1 Studi Pembangunan: Rp500.000 – Rp7.500.000 - Program studi lainnya di ITS: Rp500.000 – Rp12.500.000 Penetapan UKT dilakukan berdasarkan prinsip keadilan dan pemerataan akses pendidikan tinggi. Penetapan UKT dilakukan berdasarkan prinsip keadilan dan kemampuan ekonomi mahasiswa, sehingga setiap mahasiswa dapat memperoleh akses pendidikan tinggi yang lebih inklusif. Persyaratan Daftar SNBP dan SNBT 2026 di ITSCalon mahasiswa yang ingin mendaftar Institut Teknologi Sepuluh Nopember ( ITS ) melalui jalur SNBP dan SNBT 2026 wajib memenuhi persyaratan berikut: - Memiliki akun SNPMB siswa - Warga Negara Indonesia (WNI) - Siswa SMA/SMK/MA atau sederajat kelas terakhir tahun 2026, atau peserta Paket C tahun 2026 dengan usia maksimal 25 tahun (per 1 Juli 2026) - Lulusan SMA/SMK/MA atau sederajat tahun 2024 dan 2025, atau lulusan Paket C tahun 2024 dan 2025 dengan usia maksimal 25 tahun (per 1 Juli 2026) - Lulusan SMA sederajat dari luar negeri wajib memiliki ijazah yang telah disetarakan - Peserta yang memilih program studi bidang Seni dan/atau Olahraga wajib mengunggah portofolio - Memiliki kondisi kesehatan yang memadai untuk menunjang proses perkuliahan - Peserta berkebutuhan khusus tunanetra wajib mengunggah Surat Pernyataan Tuna Netra - Membayar biaya UTBK (khusus peserta SNBT) Catatan: Bagi siswa kelas 12 yang belum memiliki ijazah, wajib melampirkan surat keterangan siswa yang memuat identitas lengkap, pas foto terbaru berwarna, tanda tangan Kepala Sekolah/Madrasah, serta stempel resmi sekolah. Dengan skema UKT yang beragam dan jadwal pendaftaran yang telah ditetapkan, calon mahasiswa diharapkan dapat mempersiapkan diri sejak dini untuk bersaing masuk ITS melalui jalur SNBP dan SNBT 2026 . (nnz)
#50 tag sepekan | |||||||