Bisnis.com, JAKARTA – Emiten migas terafiliasi pengusaha Happy Hapsoro, PT Rukun Raharja Tbk. (RAJA) membukukan pendapatan US$196 juta, atau setara Rp3,26 triliun (kurs Rp16.618 per dolar AS) per kuartal III/2025.
Pendapatan RAJA dalam sembilan bulan pertama 2025 itu tumbuh dibanding pendapatan US$189,7 juta pada periode yang sama 2024.
Berdasarkan laporan keuangan perseroan, pendapatan tersebut terdiri dari pendapatan pihak ketiga sebesar US$190,06 juta dan pendapatan dari pihak berelasi US$5,98 juta.
Bila dibedah, pendapatan dari pihak ketiga paling besar disumbang dari segmen penjualan gas yang mencapai US$106,40 juta, lifting minyak dan gas US$37,61 juta, jasa penyaluran minyak dari kerja sama operasi US$25,75 juta, hingga segmen operasi dan pemeliharaan US$4,90 juta.
Sementara itu, beban pokok pendapatan yang ditanggung RAJA per kuartal III/2025 sebesar US$139,76 juta, meningkat dibanding US$138,24 juta pada periode yang sama 2024.
Dari sisi bottom line, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau laba bersih tercatat sebesar US$17,75 juta, menyusut dibanding US$19,37 juta pada periode yang sama 2024.
Direktur Utama PT Rukun Raharja Tbk, Djauhar Maulidi menyampaikan penurunan laba bersih tersebut disebabkan oleh divestasi sebagian kepemilikan perseroan pada PT Raharja Energi Cepu Tbk. (RATU) seiring dengan pelaksanaan IPO RATU pada awal 2025.
"Langkah divestasi ini tetap berada dalam koridor strategi korporasi untuk memperkuat struktur permodalan, meningkatkan fokus pada bisnis inti, serta mendorong pertumbuhan yang lebih berkelanjutan di masa mendatang," ujarnya dalam rilis resmi, Rabu (3/12/2025).
Sementara itu, hingga kuartal III/2025 penyerapan capital expenditure (capex) RAJA mencapai US$56 juta. Penyerapan belanja modal dan investasi tersebut difokuskan pada proyek-proyek strategis perseroan, termasuk penyelesaian pembangunan kompresor di Sengkang Sulawesi Selatan, pembangunan pipa BBM Tanjung Batu–Samarinda, serta pembiayaan akuisisi Hafar Group.
Djauhar mengatakan perusahaan terus mendorong pencapaian target kinerja 2025 melalui strategi bisnis yang komprehensif, dengan fokus pada penguatan portofolio di sektor midstream sebagai motor pertumbuhan pada sisa tahun berjalan.
Sebagaimana diketahui, pada kuartal III 2025 lalu RAJA mencatat kemajuan penting dengan mengakuisisi Hafar Group, sebuah perusahaan dengan rekam jejak kuat di bidang Engineering, Procurement, Construction, and Installation (EPCI) serta jasa pelayaran lepas pantai. Akuisisi dipercaya akan semakin memperkuat posisi RAJA dalam ekspansi dan pengembangan infrastruktur gas serta layanan offshore.
Kinerja perseroan juga diproyeksikan semakin menguat seiring dengan peningkatan kontribusi dari proyek EPCI di Ubadari, Papua Barat, serta mulai beroperasinya kompresor di Sengkang, Sulawesi Selatan pada kuartal IV tahun ini. Djauhar menilai kedua inisiatif tersebut akan memperluas kapasitas bisnis midstream RAJA dan menjadi pendorong penting bagi pertumbuhan pendapatan dan profitabilitas hingga akhir 2025.
“Hingga kuartal III 2025, kinerja perseroan terus menunjukkan konsistensi dan berada dalam jalur yang sesuai dengan proyeksi kami. Dengan capaian ini, manajemen optimistis dapat menuntaskan target kinerja tahun 2025 dengan hasil yang lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya," pungkasnya.
_______
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.