Bisnis.com, JAKARTA – Kalangan bankir menanggapi maraknya penggunaan Artificial Intelligence (AI) di industri perbankan kian masif. Sebab, selain memudahkan operasional perusahaan, kehadiran teknologi ini juga dinilai dapat menekan biaya operasional perseroan.
IT & Digital Director Maybank Indonesia Bambang Andri Irawan menyampaikan Maybank Indonesia menjadi salah satu bank yang telah memanfaatkan AI dalam internal process-nya. Bahkan, perseroan berencana untuk mengembangkan teknologi ini lebih masif lagi untuk memenuhi kebutuhan nasabah dalam lima tahun mendatang.
“Kita sudah power AI di banyak sekali proses di Maybank,” kata Bambang di sela-sela agenda Maybank Indonesia Media Update, Jakarta Pusat, Kamis (4/12/2025).
Menurutnya, kehadiran teknologi ini juga berpengaruh besar terhadap biaya operasional. Dia menilai, penerapan teknologi di industri perbankan dapat mengurangi biaya operasional perusahaan.
“Sangat besar, sangat besar. Yang kita lihat sekarang ini menurut saya baru tip of the iceberg,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Digital dan Operasional Bank Raya Lukman Hakim mengungkapkan bahwa Bank Raya saat ini telah mengotomasikan 80% lebih proses back office perbankan dan setiap tahunnya dapat menghemat lebih dari 23% team size tanpa mengorbankan kualitas layanan.
Lukman menuturkan, umumnya otomasi robotik dalam skala sebesar ini memiliki tradeoff yang signifikan yaitu antara mengorbankan kendali/kualitas karena menyerahkannya penuh pada otomasi atau di sisi lain mengorbankan fleksibilitas karena menggunakan pendekatan AI/Robotik yang perlu supervisi dan aturan yang rigid dan sulit diubah.
“Namun, Bank Raya mengadopsi 2 pendekatan yang dapat menyelesaikan dinamika tradeoff tersebut,” ujar Lukman kepada Bisnis, dikutip pada Kamis (4/12/2025).
Kedua pendekatan itu yakni 80-20 supervision dan end user computing. Dia menjelaskan, melalui pendekatan 80-20 supervision, 80% proses diotomasi namun tetap menyisakan 20% proses manual berupa approval manual dan pencocokan akhir sebagai langkah akhir yang tetap dikontrol oleh supervisor berpengalaman.
Sementara, end user computing merupakan pendekatan yang dilakukan tidak hanya oleh tim IT tetapi juga sekelompok end-user yang semula mengerjakan proses operasional tersebut secara manual tetapi setelah dibekali training dan sertifikasi dapat melakukan otomasi sesuai kebutuhan dan dinamika operasional yang dapat berubah-ubah secara seketika.
Kendati dapat menekan biaya operasional perseroan, Bank Raya juga telah menyiapkan upaya meminimalisir dampak negatif AI. Lukman memastikan, setiap implementasi AI dilakukan dengan kerangka tata kelola yang kuat, selaras dengan Tata Kelola Kecerdasan Artifisial Perbankan Indonesia dari OJK.
“Pendekatan ini memastikan solusi teknologi tidak hanya inovatif, tetapi juga terkendali, sesuai dengan risk appetite Bank Raya, serta mampu mendukung pengembangan ekosistem perbankan digital yang aman, adaptif, dan berkelanjutan,” pungkasnya.