Bisnis.com, JAKARTA — Saham emiten properti terafiliasi Sugianto Kusuma alias Aguan, PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk. (PANI) rebound pada pagi ini, Selasa (14/10/2025), setelah terseret polemik penghapusan proyek Tropical Coastland dari daftar Proyek Strategis Nasional (PSN).
Berdasarkan data Bloomberg, saham PANI dibuka melonjak 850 poin atau 6,25% ke level Rp14.450 pada hari ini. PANI rebound setelah jeblok 7,8% ke posisi Rp13.600 per saham pada perdagangan Senin (13/10/2025).
Volatilitas saham PANI terpengaruhi oleh sentimen dari kabar penghapusan proyek PSN Tropical Coastland oleh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Hal tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian No.16/2025. Proyek tersebut sebelumnya tercantum di nomor urut 226 dalam Permenko No.12/2024 sebagai bagian dari sektor pariwisata.
Menanggapi kabar tersebut, Corporate Secretary PIK 2 Christy Grassela menyampaikan bahwa seluruh area proyek PSN Tropical Coastland justru berada di kawasan hutan lindung yang di bawah kewenangan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
“PSN Tropical Coastland seluruhnya di area hutan lindung dalam wewenang KLHK, di bawah pengawasan Perhutani. Tidak benar bahwa PSN Tropical berada di tanah milik Agung Sedayu, Grup Salim atau PANI,” ucapnya kepada Bisnis, Senin (13/10/2025).
Christy menambahkan, lokasi lahan Perhutani itu berdampingan dengan area pengembangan PIK 2. Dengan demikian, proyek yang dihapus dari daftar PSN tidak memiliki keterkaitan langsung dengan pengembangan kawasan PIK 2 milik PANI.
Sebelumnya, Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto menyampaikan bahwa PSN di kawasan PIK 2 terkait dengan pengembangan Kawasan Ekowisata Tropical Coastland dengan luas kawasan PSN yang akan dikembangkan mencapai 1.755 ha.
Dari sisi operasional, PANI melaporkan realisasi marketing sales atau prapenjualan senilai Rp1,2 triliun sepanjang Januari-Juni 2025. Jika dikomparasikan dengan capaian semester I/2024 yang meraih Rp3,3 triliun, nilai tersebut melemah 63,64%.
Kendati demikian, manajemen PANI menyebutkan realisasi prapenjualan sepanjang kuartal II/2025 meningkat sebesar 50% secara kuartalan (quarter on quarter/QoQ).
Presiden Direktur PANI Sugianto Kusuma atau Aguan mengaku tetap optimistis dengan capaian marketing sales perseroan sepanjang semester I/2025. Menurutnya, lonjakan permintaan sepanjang kuartal II/2025 mencerminkan minat masyarakat terhadap ruang komersial dan hunian di PIK 2 masih dapat berlanjut pada kuartal berikutnya.
“Kami menyambut baik momentum ini sebagai sinyal positif dari pasar,” ujar Aguan dalam keterangan tertulis pada awal Agustus 2025.
Berdasarkan data PANI, segmen komersial membukukan prapenjualan Rp231 miliar atau naik 145% QoQ. Capaian ini didukung oleh produk rumah kantor (rukan) Marina Bay, One Business Park, Bizpark PIK 2, serta SOHO The Riverside Boulevard.
Sementara itu, penjualan hunian tapak di proyek Pasir Putih Residences, Padma, dan Bukit Nirmala tumbuh 76% QoQ menjadi Rp247 miliar. Adapun, penjualan kaveling lahan komersial di CBD PIK 2 mencapai Rp451 miliar.
---
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.