Bisnis.com, BOGOR — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa proses pembentukan panitia seleksi (pansel) untuk memilih Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) definitif telah resmi dimulai.
Hal tersebut disampaikan Menkeu usai menghadiri taklimat Presiden Prabowo Subianto dalam agenda Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul, Bogor, Senin (2/2/2026).
Purbaya mengatakan hingga saat ini belum ada nama yang ditetapkan sebagai Ketua OJK definitif. Menurutnya, proses seleksi masih berjalan dan akan dilakukan secara cepat mengingat pentingnya kepastian kepemimpinan di OJK.
“Siapa Ketua OJK definitif mungkin masih menunggu. Tapi kalau saya sih pengen serok ke bawah, kenapa? Fondasi ekonomi kita masih bagus dan akan membaik terus ke depan,” ujar Purbaya.
Dia menegaskan bahwa mekanisme pemilihan Ketua OJK akan melalui panitia seleksi. Proses pansel tersebut, kata dia, sudah resmi dimulai pada hari ini.
“Sudah dimulai prosesnya hari ini,” katanya.
Saat ditanya mengenai kemungkinan nama-nama calon yang muncul atau bocoran kandidat, Purbaya menegaskan bahwa hingga kini belum ada. Ia juga memastikan bahwa Presiden Prabowo Subianto tidak memberikan arahan khusus terkait sosok yang akan dipilih.
“Belum-belum. Tidak ada arahan dari Presiden,” ujarnya.
Mantan Kepala Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) itu mengatakan proses ini bersifat pra-perantara dan ditargetkan berlangsung cepat. Pemerintah menargetkan dalam waktu satu hingga dua pekan ke depan sudah dapat ditetapkan Ketua OJK definitif.
“Ini pra perantara, kita mesti cepat. Seminggu dua minggu harus ada Ketua OJK yang baru yang definitif,” tegasnya.
Terkait jadwal pendaftaran calon Ketua OJK, Menkeu menyebutkan bahwa hal tersebut akan diumumkan setelah pansel bekerja dan proses seleksi resmi berjalan.
“Nanti-nanti, kan pansel baru dimulai,” pungkasnya.
Pada Sabtu (31/1), Anggota Dewan Komisioner OJK telah mengadakan Rapat Dewan Komisioner yang menyepakati penunjukan Friderica Widyasari Dewi sebagai Pejabat Sementara (Pjs.) Ketua dan Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK serta Hasan Fawzi sebagai Pjs. Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon (PMDK) OJK.
Penunjukan tersebut menyusul mundurnya Mahendra Siregar dari jabatan Ketua Dewan Komisioner OJK; Mirza Adityaswara dari jabatan Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK; Inarno Djajadi dari jabatan Kepala Eksekutif PMDK; serta I.B. Aditya Jayaantara dari jabatan Deputi Komisioner Pengawas Emiten, Transaksi Efek, Pemeriksaan Khusus, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK (DKTK).
Adapun di OJK, baik Friderica maupun Hasan, tetap memegang amanah pada bidangnya seperti semula, yakni masing-masing Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen; serta Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto.
Pengunduran diri empat petinggi OJK diumumkan secara beruntun pada Jumat malam (30/1). Sedangkan mundurnya Iman Rachman dari jabatan Direktur Utama BEI diumumkan pada Jumat pagi (30/1).