Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Nationalnobu Tbk. (NOBU) membidik segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam penetrasi ekosistem digital.
Business Regulatory and Digital Asset Partnership Division Head NOBU Herdiani Sunarto menilai penggunaan pembayaran non tunai dapat meningkatkan efisiensi transaksi sekaligus mendukung penguatan ekosistem ekonomi digital yang lebih inklusif.
Dia melanjutkan bahwa upaya percepatan digitalisasi transaksi di pasar rakyat sudah mulai direalisasikan di sejumlah pasar, salah satunya di Pasar Sukawati, Bali.
“Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas penggunaan sistem pembayaran digital di kalangan pelaku usaha mikro dan pedagang pasar tradisional,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (1/7/2026).
Lebih jauh, strategi tersebut dilakukan perseroan dengan menyediakan perangkat Soundbox QRING atau QRIS Berdering secara cuma-cuma bagi para pedagang. Perangkat ini memungkinkan pedagang memperoleh notifikasi suara secara langsung setiap kali menerima pembayaran melalui QRIS.
Selain penyediaan perangkat, NOBU juga menerapkan Merchant Discount Rate (MDR) sebesar 0% selama periode program berlangsung. Kebijakan tersebut ditujukan untuk mempermudah pedagang menerima pembayaran digital tanpa dikenakan biaya transaksi.
“Kami mendorong digitalisasi transaksi di pasar rakyat terus didorong melalui kolaborasi antara sektor perbankan, pemerintah daerah, dan Bank Indonesia,” tuturnya.
Menurut Herdiani, langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperluas inklusi keuangan sekaligus meningkatkan daya saing pelaku usaha mikro di tengah berkembangnya ekonomi digital.
“Ke depan, kami akan melanjutkan dukungannya terhadap berbagai program digitalisasi sistem pembayaran dan perluasan akses layanan keuangan melalui pengembangan solusi pembayaran digital serta kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan,” ujarnya.
Adapun, bank yang sebagian kepemilikannya berada di tangan Hanwha Life Insurance Co., Ltd. tersebut membukukan laba sebesar Rp153,95 miliar pada kuartal I/2026, meningkat 39,82% secara tahunan (year-on-year/YoY) dari raihan Rp110,10 miliar pada kuartal I/2025.