Bisnis.com, JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan per Agustus 2025 pembiayaan emas oleh industri pembiayaan atau multifinance menorehkan pertumbuhan hingga double digit.
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman menyebut pembiayaan itu tumbuh sebesar 62,63% secara year on year (YoY).
“Pembiayaan emas per Agustus 2025 meningkat 62,63% YoY menjadi sebesar Rp8,08 miliar,” tuturnya dalam lembar jawaban RDK September 2025, dikutip Minggu (26/10/2025).
Ke depannya, Agusman optimistis pembiayaan segmen ini akan terus meningkat seiring dengan tingginya minat masyarakat terhadap pembiayaan emas.
Sebagai informasi, saat ini masih segelintir perusahaan multifinance yang sudah memiliki pembiayaan emas, misalnya, PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk. (WOMF) atau WOM Finance yang memiliki pembiayaan emas melalui produk MasKu.
Direktur Keuangan WOM Finance Cincin Lisa Hadi mengungkapkan tren pembiayaan emas di WOM Finance melalui produk MasKu dari periode 2024 hingga kini tercatat meningkat secara rata-rata sebesar 66,4%.
Lain halnya dengan PT CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) yang menyatakan siap meluncurkan produk pembiayaan emas pada kuartal IV/2025. Adapun, proses saat ini sedang dalam tahap persiapan, baik dari sisi pengembangan sistem maupun strategi pemasarannya.
Sementara itu, Ketua Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Suwandi Wiratno menyambut baik pembiayaan emas di multifinance. Baginya, spirit pembiayaan emas adalah supaya masyarakat Indonesia tidak hanya belanja untuk hal-hal konsumtif.
Lebih lanjut, Direktur Utama CSUL Finance ini menekankan salah satu catatan yang harus diperhatikan perusahaan pembiayaan bila ingin menyediakan pembiayaan emas adalah sebaiknya memiliki juru taksir emas.
“Multifinance juga harus hati-hati, kerja samanya sama siapa, supplier emasnya siapa. Kalau bisa punya juru taksir yang bisa melihat ini benar-benar emas asli atau emas bohongan,” tutur dia.