Bisnis.com, JAKARTA — Wakil Ketua DPR RI Adies Kadir diusulkan Komisi III DPR sebagai calon hakim Mahkamah Konstitusi (MK). Usulan tersebut disepakati dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Komisi III DPR terkait penggantian calon hakim MK, yang digelar pada Senin (26/1/2026).
Seiring dengan usulan tersebut, berikut profil lengkap Adies Kadir dan daftar harta kekayaan yang dilaporkannya sebagai pejabat negara.
Adies Kadir lahir di Balikpapan pada 17 Oktober 1968. Ia merupakan politikus Partai Golkar yang mewakili daerah pemilihan Jawa Timur I dan telah menjabat sebagai anggota DPR RI sejak 2014. Pada periode 2024–2029, Adies dipercaya menduduki posisi Wakil Ketua DPR RI.
Dari sisi pendidikan, Adies memiliki latar belakang akademik di bidang teknik dan hukum. Ia meraih gelar Sarjana Teknik Sipil dari Universitas Wijaya Kusuma pada 1992.
Pendidikan hukumnya ditempuh melalui program Sarjana dan Magister Ilmu Hukum di Universitas Merdeka, sebelum akhirnya menyelesaikan studi Doktor Ilmu Hukum di Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya pada 2017.
Karier politik Adies dimulai dari tingkat daerah. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kota Surabaya pada periode 2009–2014.
Pada 2014, ia terpilih menjadi anggota DPR RI dan kemudian dipercaya memimpin Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD). Pada periode selanjutnya, Adies menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR RI yang membidangi hukum, hak asasi manusia, dan keamanan. Puncak karier legislatifnya tercapai pada 2024, ketika ia dilantik sebagai Wakil Ketua DPR RI.
Harta Kekayaan Adies Kadir
Berdasarkan laporan elektronik Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (e-LHKPN) tahun 2024, Adies Kadir tercatat memiliki total kekayaan sekitar Rp14,39 miliar.
Kekayaan tersebut terdiri atas aset tanah dan bangunan senilai Rp6,49 miliar yang tersebar di Surabaya dan Bekasi. Selain itu, Adies melaporkan kepemilikan empat kendaraan pribadi, yakni Mitsubishi Pajero senilai Rp150 juta, BMW Rp750 juta, Toyota Alphard Rp600 juta, serta Land Rover JIP keluaran 2021 senilai Rp1,55 miliar. Seluruh kendaraan tersebut tercatat sebagai hasil sendiri.
Di luar itu, Adies juga memiliki harta bergerak lainnya senilai Rp1,64 miliar, serta kas dan setara kas sebesar Rp3,2 miliar.