#30 tag 24jam
Peringatan Isra Miraj 2026, Ketua DPRD Kota Bogor Ajak Salat Jadi Prioritas Utama
Ketua DPRD Kota Bogor Adityawarman Adil menghadiri Peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan di Masjid Agung Kota Bogor. Ketua DPRD Kota Bogor... | Halaman Lengkap [298] url asal
#isra-miraj #dprd-kota-bogor #salat #peringatan-isra-mikraj #kota-bogor
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 09/02/26 11:52
v/130325/
BOGOR - Ketua DPRD Kota Bogor Adityawarman Adil menghadiri Peringatan Isra Mi'raj di Masjid Agung Kota Bogor. Dalam momentum tersebut, Adityawarman menekankan pentingnya memaknai peristiwa perjalanan Rasulullah sebagai evaluasi diri bagi seluruh masyarakat.Adityawarman mengatakan, peringatan Isra Mi'raj bukan sekadar seremoni tahunan. Ini merupakan sebuah kesempatan besar bagi umat Muslim untuk melakukan refleksi mendalam. 15 Hikmah Isra Mikraj bagi Kehidupan, Kaum Muslim Wajib Tahu!
"Perjalanan Rasulullah SAW dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa (Isra) lalu naik ke langit hingga Sidratul Muntaha (Mi'raj) adalah peristiwa mukjizat luar biasa yang terjadi pada malam 27 Rajab. Di mana beliau menerima perintah shalat lima waktu langsung dari Allah SWT," katanya.
Adityawarman Adil menjelaskan inti dari perjalanan spiritual tersebut adalah penerimaan perintah shalat lima waktu secara langsung oleh Nabi Muhammad SAW . Ia menilai, salat merupakan tiang utama yang berdampak pada hubungan vertikal dengan Sang Pencipta.
Salat juga memiliki dampak yang kuat bagi tatanan sosial di masyarakat. "Momentum memperingati Isra Mi'raj Rasulullah SAW bagi kita sekalian untuk melakukan evaluasi dan refleksi diri," ujarnya.
Lebih lanjut, ia memaparkan kegiatan peringatan ini adalah untuk memperkuat kesadaran spiritual. Adityawarman mengingatkan masyarakat untuk selalu menempatkan shalat sebagai prioritas utama dalam aktivitas kehidupan.
Ia meyakini bahwa kedisiplinan dalam menjalankan ibadah shalat akan berbanding lurus dengan kualitas karakter seseorang. "Kegiatan ini adalah pengingat bagi diri kita untuk selalu mengutamakan shalat. Sebab, ibadah shalat yang terjaga akan berdampak pada kebaikan diri sendiri dan memberikan pengaruh positif bagi kemaslahatan masyarakat luas," tegas politisi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Acara yang berlangsung khidmat di Masjid Agung Kota Bogor ini dihadiri Wali Kota Bogor Dedie A Rachim serta jajaran Forkopimda, tokoh agama, serta warga. Peringatan Isra Mi'raj ini diharapkan mampu mempererat tali silaturahmi antarwarga serta meningkatkan nilai-nilai religiusitas di Kota Bogor agar menjadi kota yang lebih berkah dan harmonis.
15 Hikmah Isra Mikraj bagi Kehidupan, Kaum Muslim Wajib Tahu!
Sedikitnya ada 15 hikmah Isra Mikraj bagi muslim dan kehidupan bahkan dapat dijadikan sebagai pedoman hidup. Allah SWT mengabadikan kisah Isra Mikraj ini dalam... | Halaman Lengkap [1,110] url asal
#hikmah #isra-mikraj #peringatan-isra-mikraj #amalan-malam-isra-mikraj #hikmah-isra-miraj
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 16/01/26 11:09
v/105217/
Sedikitnya ada 15 hikmah Isra Mikrajbagi muslim dan kehidupan bahkan dapat dijadikan sebagai pedoman hidup. Allah SWT mengabadikan kisah Isra Mikraj ini dalam Al-Qur'an agar manusia mengambil ibrah.Peristiwa Isra Mikraj merupakan peristiwa luar biasa ini menjadi salah satu mukjizat terbesar Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wassalam. Para ulama telah menyusun berbagai kitab yang isinya bukan hanya mengisahkan apa yang dialami oleh Rasulullah SAW saat diperjalankan di malam mulia tersebut, namun juga menyebutkan beberapa hikmah-hikmah di balik peristiwa yang agung ini.
15 Hikmah Isra Mikraj bagi Muslim dan Kehidupan
1. Menunjukkan Tanda-tanda Kebesaran Allah
Dalam peristiwa Isra dan Mikraj dipampangkan dan dibentangkan kepada Nabi kita ﷺ berbagai tanda-tanda kebesaran Allah ta'ala untuk ditadaburi. Peristiwa yang beliau alami ini kemudian disampaikan kepada umatnya sebagai pelajaran dan peringatan. Seperti pertemuan beliau dengan arwah para Nabi dan Rasul di langit, melihat surga neraka, hingga sampainya beliau di Sidratul Muntaha dan berbagai peristiwa ghaib lainnya.Artinya: "Sesungguhnya dia telah melihat sebagian tanda-tanda (kekuasaan) Tuhannya yang paling besar." (QS. An Najm ayat 18)
2. Kedudukan Tinggi Syariat Diwajibkannya Salat 5 Waktu
Lewat peristiwa Isra dan Mikraj juga dikukuhkannya kewajiban salat lima waktu dalam sehari semalam untuk umat Nabi Muhammad ﷺ. Hal ini menunjukkan bagaimana agungnya syariat yang satu ini.Bila untuk haji, puasa, zakat dan berbagai perintah agama lainnya, cukup turun wahyu berupa ayat suci Al-Qur'an yang memerintahkannya, tapi tidak dengan salat. Allah memanggil langsung kekasih-Nya menerima kewajiban salat untuk dijalankan bersama umatnya.
3. Menanamkan Sifat Ittiba kepada Nabi Muhammad SAW
Ketika Nabi Muhammad ﷺ mengabarkan peristiwa ini, banyak pihak yang ragu-ragu bahkan menolak mempercayainya. Di sinilah kemudian nampak bagaimana keimanan para sahabat Nabi membenarkan kabar yang datang dari Rasulullah ﷺ.Terutama Sayidina Abu Bakar Ash-Shiddiq yang menjadi ikon keimanan hinga mendapatkan gelar ash-Shidiq, karena senantiasa membenarkan Nabi ﷺ tanpa keraguan sedikitpun. Beliau juga berhasil membungkam sebagian orang-orang Mekkah yang mencoba menggoyang keimanannya terhadap peristiwa ini.
4. Keistimewaan Masjid Al-Aqsha
Dijadikannya Masjidil Aqsha sebagai salah satu spot peristiwa Isra dan Mikraj tentu bukan tanpa alasan. Di dalamnya terkandung hikmah besar yaitu sebagai peringatan bagi umat agar senantiasa menjaga dan tidak melupakan kiblat pertama mereka.Karena ternyata Tanah Suci yang satu ini sepanjang sejarahnya, tidak pernah lepas dari segala upaya musuh-musuh Islam untuk menjajah, menjarah dan menodai kesuciannya.
5. Kabar Surga dan Neraka
Rasulullah ﷺ sepulang dari Mikraj membawa oleh-oleh di antaranya kabar tentang keadaan surga dan neraka sekaligus para penghuninya. Hal ini menjadi peringatan sekaligus motivasi bagi manusia untuk bersungguh-sungguh mengejar kebaikan dan keselamatan di negeri Akhirat.6. Ujian Keimanan Manusia
Isra dan Mikraj dulu hingga hari ini mengundang perdebatan banyak pihak. Dari sekian pihak yang memperdebatkannya, selalu ada yang disusupi keragu-raguan atas mujizat besar Nabi ﷺ yang satu ini. Karena menurutnya peristiwa yang terjadi di dalamnya tidak logis dan susah untuk diterima oleh akal.Padahal sedari awal kita telah disadarkan Isra Mikraj itu babnya adalah mukjizat dan area keimanan, bukan untuk ditimbang dengan akal. Tentu Islam adalah agama yang tidak bertentangan dengan akal. Kita tidak asing dari berbagai ayat dalam Al-Qur'an yang memerintahkan agar manusia mempergunakan akal dan pikirannya.
Tapi masalah keimanan tidak semuanya bisa dijangkau dengan akal. Lagian, apa yang tidak masuk akal jika Allah yang maha kuasa sudah berkehendak atas sesuatu ? Tidak ada yang mustahil, kecuali kita ragu dengan kemaha kuasaan-Nya yang tidak terbatas.
7. Keutamaan Nabi Muhammad ﷺ
Dalam peristiwa Isra Mikraj, Allah Ta'ala memuliakan kedudukan Nabi Muhammad ﷺ. Beliau dipilih mengimami salat bersama para utusan Allah lainnya. Begitu juga beliau ﷺ dipertemukan oleh Allah dengan para Nabi di beberapa tempat di langit yang kesemuanya menyambut dan bergembira dengan kedatangan sang penutup para Nabi sholallahu 'alaihi wasallam.8. Status Penghambaan kepada Allah
Dalam ayat tentang Isra Mikraj Nabi Muhammad ﷺ disebut dengan hamba. Sebuah kata yang sebenarnya dekat dengan kerendahan dan kehinaan, tapi Allah angkat sedemikian rupa menjadi status yang melekat kepada makhluknya yang paling mulia, Al-Musthafa Muhammad ﷺ.Artinya: "Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha..." (QS. Al-Isra ayat 1)
9. Sarana Pembekalan Dakwah Rasulullah ﷺ
Selain dari latar belakang tahun kesedihan yang beliau alami, Isra dan Mikraj juga menjadi bekal bagi Nabi ﷺ untuk menghadapi fase dakwah yang lebih besar dan luas dari sebelumnya, yakni periode Madinah.Di mana pada fase ini beliau bukan hanya berdakwah menegakkan kalimat tauhid di hati umatnya seperti di periode Makkah, namun juga mulai memancangkan dakwah membangun negara, berjihad dan menegakkan hukum-hukum Allah secara kaffah.
10. Menegaskan Kefitrahan Agama Islam
Salah satu fragmen yang sangat ikonik dalam Isra Mikraj adalah saat Nabi ﷺ diminta memilih minuman, maka beliau mengambil susu dan meminumnya. Hal ini kemudian menjadi simbol atau penegasan bahwa syariat agama Islam paling bersesuaian dengan fitrah kehidupan manusia. Artinya, tidak ada perintah dalam agama ini kecuali pasti bermanfaat, sebagaimana juga larangannya pasti membahayakan kehidupan umat manusia.11. Menyampaikan kebenaran meskipun pahit
Selanjutnya, hikmah Isra Mikraj adalah menyampaikan kebenaran meskipun pahit. Begitu pagi setelah malam Isra Mikraj, Nabi mengabarkan apa yang baru dialaminya ke penduduk Makkah. Praktis, banyak orang yang tidak percaya dengan kabar ‘tidak masuk akal’ ini. Ini menunjukkan bahwa kebenaran harus tetap disampaikan, meskipun banyak mendapat penolakan.12. Tingginya derajat kehambaan
Tingginya derajat kehambaan juga menjadi salah satu hikmah Isra Mikraj. Dalam surat Al-Isra’ ayat satu yang mengisahkan peristiwa Isra' Mikraj. Kata yang digunakan untuk menyebut Nabi Muhammad saw adalah ‘abdun’ yang berarti hamba. Ini menunjukkan hamba yang benar-benar bertakwa kepada Allah mendapat derajat begitu luhur di sisi-Nya.13. Membersihkan jiwa raga untuk menghadap Allah SWT
Hikmah Isra Mikraj salah satunya adalah sebelum menghadap Allah SWT, jiwa dan raga harus dalam keadaan bersih dari segala kotoran dan najis. Sebab, diriwayatkan, sebelum melakukan perjalanan Isra Mi'raj, malaikat membelah dada Nabi Muhammad SAW untuk dibersihkan hatinya menggunakan air zam-zam. “Lalu hatiku dikeluarkan dan dicuci dengan air zam-zam, kemudian dikembalikan ke tempatnya den memenuhinya dengan iman dan hikmah”. (HR Bukhari).14. Syariat Nabi Muhammad menghapus syariat nabi-nabi terdahulu
Syariat Nabi Muhammad menghapus syariat nabi-nabi terdahulu juga menjadi salah satu hikmah Isra Mikraj. Saat peristiwa Isra' Mikraj, Rasulullah SAW menjadi imam salat bagi nabi-nabi terdahulu. Ini bukti bahwa mereka tunduk dan mengikuti risalah Nabi Muhammad SAW sekaligus menjadi isyarat bahwa syariatnya telah menghapus syariat nabi-nabi sebelumnya.15. Islam merupakan agama yang suci
Ketika Nabi Muhammad saw diberi pilihan antara air susu dan khamr saat Mikraj, Nabi lebih memilih susu. Kemudian Malaikat Jibril as berkata, “Engkau telah diberi hadiah kesucian.” Ini sebagai isyarat bahwa Islam adalah agama suci (fitrah) dan menjadi salah satu hikmah Isra Mi'raj.Demikian 15 hikmah peristiwa Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW pada malam mulia Rajab. Semoga bermanfaat. Wallahu A'lam.
Khotbah Jumat : Isra Mikraj dan Kualitas Salat
Hari ini, tepat tanggal 27 Rajab 1447 Hijriyah bertepatan Jumat (16 Januari 2026). Salah satu peristiwa penting di bulan ini yaitu perjalanan Isra Mikraj Nabi Muhamamad... | Halaman Lengkap [1,026] url asal
#naskah-khotbah-id #isra-mikraj #peringatan-isra-mikraj #keistimewaan-bulan-rajab #khotbah-jumat
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 16/01/26 05:15
v/105040/
Hari ini, tepat tanggal 27 Rajab 1447 Hijriyah bertepatan Jumat (16 Januari 2026). Salah satu peristiwa penting di bulan ini yaitu perjalanan Isra MikrajNabi Muhamamad SAW menembus langit ke-7 hingga ke tempat paling tinggi, yaitu Sidratul Muntaha.Berikut khotbah Jumat 27 Rajab, mengangkat tema Isra Mikraj dan kualitas salat. Khotbah Jumatini disampaikan Ustaz Muhammad Faizin, Sekretaris PCNU Kabupaten Pringsewu, Lampung.
Khotbah I
أَمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ. اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى: سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah!
Segala puji bagi Allah dan selawat serta salam kepada Rasulullah menjadi dua hal yang penting untuk mengawali majelis ini. Hal penting selanjutnya adalah berwasiat takwa yang menjadi kewajiban bagi khatib untuk senantiasa sampaikan kepada jamaah karena memang menjadi rukun dalam khutbah Jumat. Apabila rukun dalam Jumat ditinggalkan, termasuk wasiat takwa, maka konsekuensinya adalah tidak sah ibadah shalat Jumat yang dilaksanakan.
Oleh karena itu mari kita tingkatkan dan kuatkan ketakwaan kita kepada Allah sebagai wujud penghambaan kita kepada-Nya yang menumbuhkan rasa takut pada diri kita untuk melanggar perintah-perintah-Nya. Kuatnya ketakwaan juga bisa diukur dari kemampuan kita menjalankan seluruh perintah Allah. Takwa akan menjadikan kita masuk ke dalam golongan orang-orang yang beruntung dan masuk ke dalam surga Allah. Sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur'an Surat An-Naba 31:
Artinya: "Sesungguhnya bagi orang-orang yang bertakwa mendapat kemenangan (surga)."
Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah!
Di antara tanda-tanda orang yang bertakwa telah disebutkan dalam Al-Qur'an Surat Al-Baqarah ayat 3:
Artinya: "(yaitu) orang-orang yang beriman pada yang gaib, menegakkan salat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka."
Dari ayat ini kita bisa memahami bahwa orang yang bertakwa itu percaya kepada hal yang tak tampak mata dan juga tidak bisa dirasa dan direkam oleh indra serta tak bisa dinalar secara akal manusia. Hal ini disebut dengan istilah ghaib.
Orang yang bertakwa juga dicirikan dengan konsistensinya dalam menjalankan salat sebagai ibadah vertikal menyembah Allah. Dua hal ini, yakni percaya pada hal yang ghaib dan menjalankan salat, menjadi dua hal relevan dengan keberadaan kita saat ini berada di bulan Rajab.
Di bulan inilah sebuah peristiwa ghaib yang tak masuk akal dan hanya dipercayai oleh orang-orang yang beriman terjadi, yakni peristiwa Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW. Peristiwa ini menjadi peristiwa ghaib yang harus diterima oleh keimanan terlebih dahulu sebelum akal kita. Pengertian Isra ini sendiri adalah perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjid al-Haram di Mekkah ke Masjid al-Aqsa di Palestina yang berjarak lebih kurang 1.500 Kilometer.
Sedangkan Mikraj adalah perjalanan beliau dari Masjid al-Aqsa ke Sidratul Muntaha yakni tempat di langit yang bersifat ghaib, tidak mungkin dijangkau oleh pancaindra manusia, bahkan tidak dapat dijangkau oleh akal pikiran. Dua perjalanan ini ditempuh Nabi Muhammad SAW hanya dalam satu malam.
Peristiwa agung ini diterangkan dalam Al-Qur’an Surat Al-Isra ayat 1:
Artinya: "Mahasuci (Allah) yang telah memperjalankan hamba-Nya (Nabi Muhammad) pada malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat."
Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah!
Dalam perjalanan spiritual ini, Nabi Muhammad mendapatkan "oleh-oleh" yang sangat monumental dan menjadi hal yang paling sering disebut pada bulan Rajab yakni perintah salat lima waktu. Maka kurang lengkap rasanya jika peringatan Isra Mi'raj yang sering dilakukan masyarakat di Indonesia tidak mengangkat dan membahas tentang salat.
Baik pembahasan tentang salat dari perspektif fiqih, tasawuf, kesehatan, maupun dari perspektif lain yang mampu meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah. Pembahasan tentang salat ini penting untuk diingatkan kembali kepada umat Islam pada bulan Rajab ini sebagai upaya untuk menguatkan kembali kesadaran bahwa salat adalah sebuah kebutuhan bagi umat Islam.
Bukan hanya sekedar kewajiban saja. Mengapa kita butuh? Karena salat menjadi satu media penting untuk mendekatkan diri dan menyembah Allah. Dengan salat kita telah menunjukkan komitmen untuk menjalankan misi utama diciptakannya manusia ke dunia yakni untuk beribadah. Hal ini sudah disebutkan dalam Al-Qur'an Surat Ad-Dzariyat ayat 56:
Artinya: "Tidaklah Aku menciptakan Jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku."
Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah!
Dalam pelaksanaan salat, penting untuk diingat oleh kita semua untuk senantiasa mengedepankan kualitas sholat. Bukan hanya kuantitas salat saja. Kewajiban salat yang difokuskan kepada kuantitas atau jumlah saja akan menjadikan diri terbebani dalam menjalankannya.
Jika kewajiban salat kita kerjakan dengan mengedepankan kualitas, maka salat yang dilakukan akan benar-benar bisa dinikmati dan akan berdampak pada perilaku serta kualitas kehidupan kita. Rasulullah SAW pernah mengingatkan kita dalam haditsnya yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad:
Artinya: "Akan datang suatu masa menimpa manusia, banyak yang melakukan sholat, padahal sebenarnya mereka tidak shalat."
Hadits ini mengingatkan kepada kita untuk senantiasa menjalankan perintah ini dengan sempurna mulai dari aspek fiqihnya sampai dengan aspek hakikat dari shalat itu sendiri. Dari sisi fiqih kita harus mengetahui syarat dan rukun shalat dan beberapa hal lain terkait seperti cara berwudhu, waktu-waktu salat dan sejenisnya.
Terminologi salat ini sendiri adalah:
Artinya: "Ibadah yang terdiri dari beberapa ucapan dan perbuatan yang diawali dengan takbir dan diakhiri dengan salam, dengan syarat dan rukun tertentu".
Sementara dari sisi hakikat, shalat memiliki dimensi ibadah rohani yang di dalamnya berisi doa-doa untuk mendatangkan ketenangan dan ketentraman jiwa. Allah berfirman:
Artinya: "Dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." (QS. At-Taubah 103)
Selain berbuah ketenangan jiwa, salat juga akan membuahkan ketentraman bagi orang lain. Kenapa? Karena orang yang melakukan salat dengan benar akan membuahkan komitmen untuk tidak berbuat hal yang keji dan mungkar. Hal ini disebutkan dalam Al-Qur’an Surat Al-Ankabut ayat 45:
Artinya: "Bacalah (Nabi Muhammad) Kitab (Al-Qur'an) yang telah diwahyukan kepadamu dan tegakkanlah sholat. Sesungguhnya salat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar. Sungguh, mengingat Allah (salat) itu lebih besar (keutamaannya daripada ibadah yang lain). Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan."
Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah!
Mari di bulan Rajab ini kita jadikan peristiwa Isra Mikraj sebagai media untuk lebih menguatkan keimanan dan ketakwaan kepada hal-hal yang ghaib serta menjadikan salat sebagai ibadah yang benar-benar bisa membuahkan hasil nyata yang berdampak pada kehidupan diri dan masyarakat sekitar.
Upaya ini dilakukan dengan menjaga kuantitas dan kualitas salat yang kita lakukan. Semoga Allah mengabulkan harapan-harapan kita. Aamin
Khotbah II
9 Ayat-ayat Al Quran tentang Isra Mikraj, Terbanyak di Surat Al Isra dan An-Najm
Ayat-ayat AL Quran tentang Isra Mikraj tersebar di beberapa ayat, terutama di Surat Al Isra dan Surat An-Najm. Simak ulasannya berikut ini. Ayat-ayat Al Quran tentang... | Halaman Lengkap [420] url asal
#isra-mikraj #peringatan-isra-mikraj #ayat-ayat-al-quran #surat-surat-al-quran
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 15/01/26 15:40
v/104562/
Ayat-ayat Al Quran tentang Isra Mikraj tersebar di beberapa ayat, terutama di Surat Al Isra dan Surat An-Najm. Dalam Islam, peristiwa Isra dan Mikraj merupakan mukjizat Nabi Muhammad SAW berupa perjalanan ke langit ketujuh yang terjadi dalam satu malam. Perjalanan ini ditandai sebagai tonggak penting dalam kalender Islam.Isra dan Mikraj secara sederhana dibagi ke dalam dua peristiwa, yakni Isra dan Mikraj. Isra dimaknai dengan perjalanan malam hari yang dilaksanakan oleh Rasulullah SAW dari Ka’bah (Makkah) menuju Baitul Maqdis (Yerusalem/Madinah).
Sementara, Mikraj dimaknai dengan kenaikan, di mana Allah SWT mengangkat Nabi Muhammad SAW dari Baitul Maqdis melewati langit ke-7 menuju Sidratul Muntaha.
9 Ayat tentang Isra Mikraj
1. Surat Al-Isra ayat 1
Subhaanal laziii asraa bi'abdihii lailam minal Masjidil Haraami ilal Masjidil Aqsal-lazii baaraknaa haw lahuu linuriyahuu min aayaatinaa;innahuu Huwas Samii'ul-Basiir
Artinya : Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
2. Surat An Najm ayat 12
Afatumaaruunahuu 'alaa maayaraa
Artinya : Maka apakah kamu (musyrikin Mekah) hendak membantahnya tentang apa yang dilihatnya itu?
3. Surat An Najm ayat 13
Wa laqad ra aahu nazlatan ukhraa
"Dan sungguh, dia (Muhammad) telah melihatnya (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain,
4. Surat An Najm ayat 14
'Inda sidratil muntaha
Artinya : (yaitu) di Sidratul Muntaha,
5. Surat An Najm ayat 15
'Indahaa jannatul maawaa
Arinya : di dekatnya ada surga tempat tinggal,
6. Surat An Najm ayat 16
Iz yaghshas sidrata maa yaghshaa
Artinya : (Muhammad melihat Jibril) ketika Sidratil muntah± diliputi oleh sesuatu yang meliputinya,
7. Surat An Najm ayat 17
Maa zaaghal basaru wa maa taghaa
"..penglihatannya (Muhammad) tidak menyimpang dari yang dilihatnya itu dan tidak (pula) melampauinya.
8. Surat An Najm ayat 18
Laqad ra aa min aayaati Rabbihil kubraaa
"Sungguh, dia telah melihat sebagian tanda-tanda (kebesaran) Tuhannya yang paling besar.
9. Surat Al Isra ayat 60
Wa iz qulnaa laka inna rabbaka ahaata binnaas; wa maa ja'alnar ru'yal latiii arainaaka illaa fitnatal linnaasi washshajaratal mal'uunata fil quraan; wa nukhaw wifuhum famaa yaziiduhum illa tughyaanan kabiiraa
Artinya : Dan (ingatlah) ketika Kami wahyukan kepadamu, "Sungguh, (ilmu) Tuhanmu meliputi seluruh manusia." Dan Kami tidak menjadikan mimpi yang telah Kami perlihatkan kepadamu, melainkan sebagai ujian bagi manusia dan (begitu pula) pohon yang terkutuk (zaqqum) dalam Al-Qur'an. Dan Kami menakut-nakuti mereka, tetapi yang demikian itu hanyalah menambah besar kedurhakaan mereka.
5 Bacaan Istighfar Rajab Lengkap dengan Huruf Arab, Latin dan Artinya
Bacaan doa Istighfar Rajab lengkap arab, latin dan artinya ini penting diketahui umat muslim. Karena bulan Rajab adalah bulan yang tepat untuk menebus dosa umat... | Halaman Lengkap [415] url asal
#istighfar #bacaan-istighfar #amalan-rajab #peringatan-isra-mikraj #doa-rajab
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 15/01/26 11:15
v/104197/
Bacaan doa Istighfar Rajab lengkap arab, latin dan artinya ini penting diketahui umat muslim. Karena bulan Rajabadalah bulan yang tepat untuk menebus dosa umat muslim.Dikutip dari buku 'Doa & Amalan di Bulan Rajab, Sya'ban, & Ramadhan', Imam Ja'far ash Shadiq berkata: "Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam bersabda, 'Rajab adalah bulan pengampunan bagi umatku, maka perbanyaklah beristighfar di bulan ini, karena Ia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Bulan Rajab dijuluki dengan al Ashab (pelimpahan) karena pada bulan ini rahmat Allah dilimpahkan kepada umatku. Karena itu perbanyaklah mengucapkan:
"Astaghfirullaba wa as'alubut-taubah."
Artinya: "Aku memohon ampun kepada Allah dan aku meminta kepada-Nya agar diterima tobatku."
Bacaan Doa Istighfar Rajab
Ada beberapa bacaan doa istighfar Rajab yang bisa diamalkan oleh umat Muslim.1. Doa Istighfar Rajab 1
Seperti salah satunya melalui sabda Rasulullah SAW yang menyebut:"Barang siapa yang di bulan Rajab mengucapkan seratus kali,
'Astaghfirullabal-ladzi la ilaha illa huwa, wahdahu là syarika labu, wu atibu ilaib(i).'
Artinya: 'Aku mohon ampunan dari Allah yang tiada tuhan kecuali Dia satu-satunya, tiada sekutu bagi-Nya, dan aku bertobat kepada-Nya.'
2. Doa Istighfar Rajab 2
Melalui riwayat lain, terdapat bacaan istighfar yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Diketahui bahwa Rasulullah SAW bersabda:"Barangsiapa beristighfar kepada Allah dengan mengucap,
'Astaghfirullaba wa atübu ilaib(i).'
Artinya: 'Aku memohon ampunan kepada Allah dan aku bertobat kepada-Nya.'
3. Doa Istighfar Rajab 3
Rasulullah SAW bersabda, bacalah,'Allabummagbfirli wa tub 'alayya.'
Artinya: 'Ya Allah, ampunilah aku dan terimalah tobatku.'
4. Doa Istighfar Rajab 4
Rasulullah SAW bersabda:"Barang siapa yang di bulan ini mengucapkan 1.000 kali,
'Astaghfirullába dzal-jalali wal-ikram(i) min janmi'idz dzunübi wal- atsam(i)'
Artinya: 'Aku mohon ampun kepada Allah, Pemilik Kemuliaan dan Keagungan atas segala dosa dan kejahatanku.. Maka Allah Yang Maha Penyayang akan segera mengampuninya."
5. Doa Istighfar Rajab 5
Dikutip dari laman resmi Nahdlatul Ulama, terdapat tuntunan bacaan istighfar yang bisa diteladani oleh seorang muslim. Adapun bacaan istighfar yang dimaksud adalah sebagai berikut:"Astaghfirullahal 'adhiim alladziii laaa ilaaha illa huwal hayyul qayuyuumu wa atuubu ilaihi taubatan abdin dhoolimin laa yamliku linafsihi dharran wala naf'an walaa mauta walaa hayaatan walaa nusyuuran."
Artinya: "Saya memohon ampunan kepada Allah Yang Maha Agung, saya bersaksi bahwa tidak ada Tuhan melainkan Allah, Tuhan yang senantiasa hidup dan mengawasi, saya memohon taubat kepada-Nya sebagaimana taubatnya hamba yang dzalim yang berdosa tidak memiliki daya upaya untuk berbuat mudharat atau manfaat untuk mati atau hidup maupun bangkit nanti."
Kisah Lengkap Isra Mikraj, Mukjizat Luar Biasa Nabi Muhammad SAW
Dalam peristiwa Isra Mikraj terdapat banyak hikmah dan pelajaran berharga. Inilah perjalanan Nabi Muhammad SAW yang menjadi salah satu mukjizat besar Baginda Nabi... | Halaman Lengkap [1,077] url asal
#isra-mikraj #peringatan-isra-mikraj #kisah-isra-miraj #mukjizat-nabi-muhammad #peristiwa-isra-miraj
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 15/01/26 05:15
v/103841/
Umat Islam selalu memperingati Isra Mikrajpada 27 Rajab yang tahun ini jatuh pada Jumat (16 Januari 2026) besok. Di dalamnya terdapat banyak hikmah dan pelajaran berharga. Inilah perjalanan Nabi Muhammad SAW yang menjadi salah satu mukjizat besar Baginda Nabi SAW.Diyakini pada tanggal 27 Rajab ini, Rasulullah Shallalahu alaihi wa sallam melakukan perjalanan istimewa dari Makkah hingga ke tempat tertinggi Sidratul Muntaha hanya dalam satu malam saja. Allah meng-isra'-kan hamba-Nya (Nabi Muhammad) pada malam hari hingga menembus tujuh lapis langit. Dalam riwayat, beliau melakukan Isra Mikrajsatu tahun sebelum Hijrah.
Peristiwa yang tidak biasa, namun bagi Allah jika Dia berkehendak maka tidak ada yang mustahil bagi-Nya. Rasulullah SAW diperjalankan dari Masjidil Haram ke Baitul Maqdis Palestina dan dilanjutkan ke langit hingga tempat paling tinggi Sidratul Muntaha.
Isra adalah perjalanan Nabi Muhammad SAW pada suatu malam dari Masjidil Haram di Mekkah menuju Masjid Al-Aqsa (Baitul Maqdis) di Palestina. Sedangkan Mikraj adalah naiknya Nabi Muhammad SAW dari Masjid Al-Aqsa menuju 'Arasy untuk menghadap Allah Ta'ala.
Apabila membahas Isra Miraj, pikiran kita akan tertuju ke tempat paling tinggi yaitu Sidratul Muntaha. Di sinilah tempat perhentian terakhir Nabi Muhammad SAW saat Isra Mikraj.
Di tempat paling tinggi ini Rasulullah SAW bertemu dengan Rabb Yang Maha Agung. Kemudian menerima perintah salat 5 waktu sehari yang awalnya 50 waktu.
Kisah Lengkap Isra Miraj Rasulullah SAW
1. Jibril Membelah Dada Nabi Muhammad SAW
Sebelum diperjalankan dari Masjidil Haram Makkah, Allah SWT mengutus Malaikat Jibril untuk membelah dada mulia Nabi Muhammad SAW untuk dibersihkan dari sifat-sifat buruk. Para Malaikat membawa Rasulullah ke sumur Zamzam dan melentangkannya. Jibril untuk membelah bagian atas dada mulia Nabi, hingga bawah perutnya.Jibril berkata kepada Mikail: "Berikanlah aku semangkok air Zamzam agar aku bersihkan hatinya dan aku lapangkan dadanya". Lalu dia keluarkan hatinya dan membasuhnya hingga tiga kali dan mencabut apa-apa yang mengganggu hatinya. Mikail kemudian membawa tiga mangkuk air Zamzam, lalu didatangkan satu mangkuk dari emas yang dipenuhi dengan hikmah dan iman lalu menuangkanya ke dada Rasulullah SAW.
Setelah itu, Baginda Nabi diperjalankan dengan Buraq, hewan tunggangan para Anbiya yang sangat cepat didampingi Malaikat Jibril.
2. Singgah di Lima Tempat
Sebelum menuju Masjidil Aqsa di Palestina, Rasulullah SAW singgah di lima tempat. Setiap persinggahan beliau selalu mengerjakan salat dua rakaat.1. Kota Yatsrib, sekarang disebut Madinah Al-Munawwarah.
2. Kota Madyan, yaitu tempat persembunyian Nabi Musa 'alaihissalam dari Fir'aun.
3. Thur Sina, yaitu sebuah bukit yang merupakan tempat Nabi Musa menerima Kitab Taurat.
4. Bethlehem, yaitu tempat kelahiran Nabi Isa 'alaihissalam.
5. Masjidil Aqsa Palestina, yaitu tempat yang dituju dalam perjalanan malam tersebut. Baitul maqdis merupakan tempat suci ketiga setelah Mekkah dan Madinah.
Sesampainya di Masjidil Aqsa, Beliau disuguhi dua buah gelas yang masing-masing berisi susu dan arak. Nabi Muhammad SAW mengambil sebuah gelas yang berisi susu, kemudian Malaikat Jibril mengucapkan selamat padanya karena beliau telah memilih yang baik bagi dirinya dan umatnya.
Setelah menjadi imam di Masjidil Aqsha Palestina, Rasulullah SAW dinaikkan ke Sidratul Muntaha untuk menghadap Allah bersama Malaikat Jibril.
3. Singgah di Tujuh Lapis Langit
Dalam perjalanan menuju Sidratul Muntaha ini, Nabi Muhammad SAW dan Malaikat Jibril singgah di tujuh lapis langit yaitu:1. Langit pertama bertemu Nabi Adam 'alaihissalam.
2. Langit kedua bertemu Nabi Yahya dan Nabi Ishaq 'alaihimussalam.
3. Langit ketiga bertemu Nabi Yusuf 'alaihissalam.
4. Langit keempat bertemu dengan Nabi Idris 'alaihissalam.
5. Langit kelima bertemu dengan Nabi Harun 'alaihissalam.
6. Langit keenam bertemu dengan Nabi Musa 'alaihissalam. Di sini Rasulullah berdialog dengan Nabi Musa terkait perintah salat 50 waktu.
7. Langit ketujuh bertemu dengan Nabi Ibrahim 'alaihissalam, bapaknya para Nabi (Abul Anbiya).
4. Naik ke Sidratul Muntaha
Setelah melewati ketujuh lapis langit tersebut, Nabi Muhammad SAW diajak ke Baitul Makmur yaitu tempat Malaikat melaksanakan Thawaf dan dilanjutkan naik ke Sidratul Muntaha.Ketika Rasulullah SAW diangkat ke Sidratul Muntaha , beliau diselimuti awan yang berwarna-warni. Itulah tempat terakhir Jibril menemani Rasulullah. Dalam satu riwayat disebutkan Nabi Muhammad SAW melihat Malaikat Jibril dengan 600 sayapnya di Sidratul Muntaha. Setiap sayapnya menutupi ufuq langit dan dari sayap-sayapnya berjatuhan permata dan Yaqut serta lain-lainnya yang hanya Allah yang mengetahuinya.
Kemudian Nabi diangkat ke tempat sangat tinggi hingga beliau mendengar suara goretan Al-Qolam (pena yang menulis segala apa yang ada di alam semesta). Kemudian Rasulullah SAW bertemu dengan Allah 'Azza wa Jalla tanpa ditemani Jibril. Beliau menerima perintah salat dari sang Khaliq.
Ibnu Abbas dan para ahli tafsir mengatakan, dinamakan Sidratul Muntaha (pohon puncak) karena ilmu Malaikat puncaknya sampai di sini. Tidak ada yang bisa melewatinya, kecuali Rasulullah SAW.
Dari Ibnu Mas'ud radhiyallahu 'anhu, dinamakan Sidratul Muntaha karena semua ketetapan Allah yang turun, pangkalnya dari sana dan semua yang naik, ujungnya ada di sana." (Ta'liqat 'ala Shahih Muslim, Muhammad Fuad Abdul Baqi, 1/145).
Nabi shollallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Aku melihat Sidratul Muntaha di langit ke tujuh. Buahnya seperti kendi daerah Hajar, dan daunnya seperti telinga gajah. Dari akarnya keluar dua sungai luar dan dua sungai dalam. Kemudian aku bertanya: "Wahai Jibril, apakah keduanya ini?" Dia menjawab, "Adapun dua yang dalam itu ada di surga sedangkan dua yang di luar itu adalah Nil dan Eufrat." (HR Al-Bukhari 3207)
Di tempat tertinggi inilah Nabi Muhammad SAW menerima perintah sholat sebanyak 50 waktu sehari. Ketika hendak turun Nabi Muhammad SAW bertemu dengan Nabi Musa, dan beliau bercerita tentang perintah sholat yang diterimanya dari sang Khaliq.
Mendengar itu, Nabi Musa meminta Nabi Muhammad SAW untuk kembali menghadap Allah guna meminta keringanan. Akhirnya berkat kasih sayang Allah, Nabi Muhammad mendapat keringanan menjadi 5 waktu sholat dalam sehari.
5. Kembali ke Makkah
Setelah menempuh perjalanan agung menembus tujuh lapis langit, Nabi Muhammad SAW kembali ke Makkah. Rasulullah dibuat sedih karena Abu Jahal dan kaumya mendustakan beliau. Sayyidina Abu Bakar-lah orang pertama yang membenarkan perjalanan Nabi Muhammad SAW.Kaum musyrik Makkah bertanya kepada Abu Bakar: "Apakah kamu mempercayainya bahwa dia telah berjalan semalam ke Baitul Maqdis dan kembali ke Mekkah sebelum Subuh?". Abu Bakar menjawab: "Iya, sungguh aku mempercayai apa yang lebih hebat dari itu semua. Aku mempercayainya dengan segala kabar langit yang dia kabarkan setiap pagi maupun sore hari." Oleh sebab itulah Abu Bakar dijuluki Ash-Shiddiq (yang berkata benar).
Demikian kisah Isra Miraj Nabi Muhammad SAW yang penuh hikmah dan pelajaran berharga. Kiranya tidak berlebihan ungkapan yang disampaikan Habib Ahmad bin Novel Jindan dalam satu kajiannya: "Sungguh jika seluruh masa dihabiskan hanya untuk membicarakan tentang peristiwa agung Isra Miraj, maka masa akan sirna sedangkan mutiara-mutiara Isra Miraj tak kunjung habis untuk dipetik."
Masjidil Aqsa, Saksi Bisu Perjalanan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW
Masjid Al Aqsa atau Masjidil Aqsa di Palestina, satu-satunya masjid bersejarah dan menjadi saksi bisu Nabi Muhammad Shallalahu Alaihi Wassalam saat melakukan Isra... | Halaman Lengkap [641] url asal
#masjid-al-aqsa #keberkahan-al-aqsa #isra-mikraj #peringatan-isra-mikraj #saksi-sejarah-isra-miraj
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 14/01/26 11:25
v/102938/
Masjid Al Aqsa atau Masjidil Aqsa di Palestina, satu-satunya masjid bersejarahdan menjadi saksi bisu Nabi Muhammad Shallalahu Alaihi Wassalam saat melakukan Isra Mikrajmenembus lapisan langit.Kenapa masjid ini menjadi saksi? Karena Masjid Al Aqsa menjadi tempat persinggahan Nabi Muhammad setelah melakukan perjalanan jauh dari Masjidil Haram yang berada di Kota Makkah, Arab Saudi.
Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa ta'ala,
Subhaanal laziii asraa bi'abdihii lailam minal Masjidil Haraami ilal Masjidil Aqsal-lazii baaraknaa haw lahuu linuriyahuu min aayaatinaa;innahuu Huwas Samii'ul-Basiir
"Maha suci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." (QS Al Isra' 17: 1)
Masjid Al Aqsa juga adalah situs penting. Dalam literatur sejarah dan peradaban Islam , dijelaskan bahwa Masjid Al-Aqsa didirikan pertama kali oleh Nabi Ibrahim Alaihissalam. Setelah beliau wafat, putranya Nabi Ishaq dan cucu Nabi Yaqub AS hingga cicitnya yakni Nabi Yusuf AS pun masih menjaga keberadaan masjid ini. Al-Aqsa memiliki makna yang sangat besar dalam tradisi keagamaan Islam serta sejarahnya. Masjid yang satu ini juga dikenal sebagai kiblat pertama umat Islam sebelum akhirnya berpindah ke Kakbah di Makkah.
Dikutip dari laman studi islam, sejak berdirinya zaman kenabian, Masjid Al-Aqsa telah mengalami renovasi besar-besaran pada zaman khalifah Umayyah Abd al-Malik atau putranya al-Walid I pada periode khalifah tersebut antara tahun 685 M hingga 715 M.
Namun setelah Yerusalem dilanda gempa bumi pada tahun 746 Masehi, Masjid Al-Aqsa juga kemudian mengalami perubahan besar pada struktur pembangunannya. Pada tahun 780 M, Khalifah Abbasiyah al-Mahdi kemudian berhasil mengembalikan kejayaan masjid tersebut.
Namun gempa bumi lain kembali menyebabkan kehancuran serius pada tahun 1033 yang mengharuskan al-Aqsa kembali dibangun. Selama Perang Salib, al-Aqsa diduduki oleh tentara salib Kristen mulai tahun 1099. Menyusul direbutnya kembali Yerusalem oleh pasukan di bawah Salahuddin al Ayyubi dari dinasti Ayyubiyah pada tahun 1187, tentara salib pun kehilangan kendali atas masjid.
Pada tahun 1517, Yerusalem berada di bawah kekuasaan Kekaisaran Ottoman dan Masjid Al-Aqsa pun turut dikuasainya. Berabad-abad kemudian, gempa bumi pun kembali terjadi di tahun 1837 dan langsung diperbaiki. Meskipun tidak pernah dilanda gempa yang hebat kembali, pada tahun 1922 Masjid al-Aqsa kemudian mengalami renovasi besar-besaran.
Pada renovasi pertama pada 1922 itu, meliputi penguatan fondasi kuno masjid Umayyah, penggantian balok-balok, hingga penggantian tiang kayu di ruangan tengah dengan tiang beton. Namun, kerusakan hebat kembali terjadi akibat gempa bumi tahun 1927 dan 1937, tetapi masjid itu diperbaiki kembali pada tahun 1938 dan 1942.
Kini Masjidil Al-Aqsa berbentuk persegi panjang dengan luas 36 hektare dan dapat menampung 5.000 jamaah. Di depan bangunan masjid yang masih di Kompleks Baitul Maqdis terdapat bangunan kubah warna hijau yang dikenal sebagai Qubbatush Sakhra atau Dome of Rock.
Bangunan kubah ini untuk melindungi batu hitam Sakhrah Muqaddasah yang menjadi pijakan Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam saat menuju Sidratul Muntaha. Dome of Rock memamerkan arsitektur Bizantium yang terbuat dari kayu berlapis enamel. Di bawah kubah terdapat kapel atau musala yang terletak di bagian selatan masjid.
Selain itu, fasad masjid memiliki bangunan pagar langkan berupa lorong-lorong beratap (arkade) dengan tiang-tiang kolom kecil. Terdapat empat belas lengkungan batu di sepanjang fasad, sebagian besar bergaya Romantik.
Sementara bagian dalam masjid terdapat tujuh lorong dengan ruang yang ditunjang oleh tiang-tiang melengkung. Setiap ruangan memiliki 45 tiang kolom, 33 di antaranya terbuat dari marmer putih dan 12 lainnya dari batu. Ada pula mosaik dan prasasti yang dibangun menghadap pintu masuk utama dekat kubah.
Masjidil Aqsa kini menjadi bagian penting dari sejarah Islam dan salah satu simbol kebesaran Allah Subhanahu wa ta'ala. Turis harus berpakaian sopan, dan wanita wajib menutup auratnya. Sepatu tidak diperbolehkan di dalam masjid, melainkan dibiarkan di luar rak atau karpet.
Mengapa Isra Mikraj Terjadi di Malam Hari? Begini Penjelasan Al Quran
Peristiwa Isra Mikraj Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam (SAW) pada 27 Rajab diabadikan dalam Al-Quran sebagai tanda-tanda kebesaran Allah. Dan Rasulullah... | Halaman Lengkap [569] url asal
#isra-mikraj #peringatan-isra-mikraj #keutamaan-malam-27-rajab #hikmah-isra-miraj #malam-isra-miraj
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 14/01/26 09:57
v/102800/
Peristiwa Isra Mikraj Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam (SAW) pada 27 Rajab diabadikan dalam Al-Qur'an sebagai tanda-tanda kebesaran Allah. Dan Rasulullah SAW diperjalankan pada malam hari ternyata mempunyai alasan sendiri.Simak penjelasannya berdasarkan ayat-ayat Al QuranDi saat Rasulullah mengalami kesulitan menghadapi orang-orang kafir Makkah yang menolak dakwah beliau, Allah menyenangkan hati Nabi dengan memperjalankannya dari Masjid Al-Haram Makkah ke Masjidil Aqsa Palestina.
Berikut penjelasannya firman Allah SWT dalam surat Al Israayat 1 :
Artinya: "Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat." (QS. Al-Isra Ayat 1)
Ayat ini menyebutkan terjadinya peristiwa Isra' yaitu perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa pada waktu malam. Sedangkan peristiwa Mikraj yaitu naiknya Nabi Muhammad dari Masjidil Aqsa ke Sidratul Muntaha (Mustawa) tidak diisyaratkan oleh ayat ini, tetapi diisyaratkan dalam Surat An-Najm .
Allah mengawali firman-Nya dalam ayat ini dengan "Subhana" dan di beberapa ayat yang lain, sebagai pertanda bahwa ayat itu mengandung peristiwa luar biasa yang hanya terlaksana karena iradah dan kekuasaan-Nya.
Dari kata Asra dapat dipahami bahwa Isra Nabi Muhammad terjadi pada waktu malam. Karena kata Asra dalam bahasa Arab berarti perjalanan di malam hari. Penyebutan Lailan dengan bentuk Isim Nakirah, yang berarti "malam hari" adalah untuk menggambarkan bahwa kejadian Isra itu mengambil waktu malam yang singkat dan juga untuk menguatkan pengertian bahwa Isra itu benar-benar terjadi di malam hari.
Allah meng-isra'-kan hamba-Nya di malam hari, karena waktu itulah yang paling utama bagi para hamba untuk mendekatkan diri kepada Allah. Dan waktu paling baik untuk beribadah kepada-Nya.
Perkataan 'Abdihi (hamba-Nya) dalam ayat ini maksudnya ialah Nabi Muhammad yang terpilih sebagai Nabi terakhir. Beliau mendapat perintah untuk melakukan perjalanan malam, sebagai penghormatan kepadanya.
Dalam ayat ini tidak diterangkan waktunya secara pasti, baik waktu keberangkatan maupun kepulangan Beliau kembali ke tempat tinggalnya di Makkah. Hanya saja yang diterangkan bahwa Isra' Nabi dimulai dari Masjidil Haram, yaitu masjid yang terkenal karena Kabah (Baitullah) terletak di dalamnya, menuju Masjidil Aqsa yang berada di Baitul Makdis. Masjid itu disebut Masjidil Aqsa yang berarti "terjauh", karena letaknya jauh dari Kota Mekah yaitu di Palestina.
Allah menyebutkan alasan mengapa Nabi Muhammad diperjalankan pada malam hari, yaitu untuk memperlihatkan kepada Nabi tanda-tanda kebesaran-Nya. Tanda-tanda itu disaksikan oleh Nabi dalam perjalanannya dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, berupa pengalaman-pengalaman berharga.
Betapa luasnya jagat raya dan agungnya Allah Maha Pencipta. Pengalaman baru yang disaksikan Nabi Muhammad berguna untuk memantapkan hati beliau menghadapi berbagai macam rintangan dari kaumnya.
Dalam ayat ini Allah hanya menyebutkan peristiwa Isra saja. Sedangkan peristiwa Mikraj yaitu naiknya Nabi Muhammad dari Masjidil Aqsa ke Sidratul Muntaha (Mustawa) tidak diisyaratkan oleh ayat ini, tetapi diisyaratkan dalam Surah an-Najm.
Hampir seluruh ahli tafsir berpendapat bahwa peristiwa Isra terjadi setelah Nabi Muhammad diutus menjadi Rasul. Peristiwanya terjadi satu tahun sebelum Hijrah. Demikian menurut Imam az-Zuhri, Ibnu Sa'ad, dan lain-lainnya. Imam Nawawi pun memastikan demikian.
Bahkan menurut Ibnu Hazm, peristiwa Isra itu terjadi di bulan Rajab Tahun ke-12 setelah pengangkatan Beliau menjadi Nabi. Sedangkan Al-Hafizh 'Abdul Gani al-Maqdisi memilih pendapat mengatakan bahwa Isra' dan Mi'raj tersebut terjadi pada 27 Rajab, dengan alasan pada waktu itulah masyarakat melaksanakannya. Wallahu A'lam
Keutamaan Malam 27 Rajab, Kaum Muslim Wajib Tahu!
Ada keutamaan luar biasa di malam 27 Rajab yang penting diketahui umat Islam. Karena pada malam tersebut, Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam melewati malam... | Halaman Lengkap [470] url asal
#isra-mikraj #peringatan-isra-mikraj #amalan-malam-27-rajab #keutamaan-malam-27-rajab #keistimewaan-bulan-rajab
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 14/01/26 05:15
v/102579/
Ada keutamaan luar biasa di malam 27 Rajabyang penting diketahui umat Islam. Karena pada malam tersebut, Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam melewati malam dengan pengalaman spiritual yang luar biasa. Menjalani peristiwa yang di luar batas nalar akal. Bertemu langsung dengan Allah untuk mendapatkan perintah salat, dalam perjalanannya yang dikenal dengan nama Isra Mikraj.Malam 27 Rajab bertepatan dengan Hari Kamis (15 Januari 2026), sedangkan tanggal 27 Rajab 1447 Hijriah bersamaan dengan hari Jumat, 26 Januari 2026 besok.
Tentu sebagai muslim kita jangan melewatkan malam istimewa tersebut begitu saja. Perbanyak berdoa, bermunajat dan berzikir pada Allah Ta'ala, karena banyak keutamaan dan amalan yang bisa menambah pahala di hari Isra Mikrajini.
Dirangkum dari berbagai sumber, berikut amalan-amalan yang bisa kita lakukan untuk menambah pahala dari amal ibadah di malam 27 Rajab tersebut. Di antaranya:
1. Salat sunah
Imam Al Ghazali dalam kitab Ihya’ Ulumuddin menulis, "Perlu diketahui,.. sesungguhnya terdapat malam-malam khusus yang memiliki keutamaan lebih dibandingkan malam yang lain yang dianjurkan untuk menghidupkanya. Dalam satu tahun ada 15 malam. Salah satunya adalah malam 27 Rajab, yakni malam di mana Nabi melakukan Isra' dan Mikraj.Siapa yang melakukan salat pada malam tersebut sebanyak 12 rakaat, dan pada setiap rakaatnya membaca surat al-Fatihah dan salah satu surat dari al-Qur'an, bertasyahud dalam dua rakaat dan salam. Kemudian bisa dilanjutkan dengan membaca: Tasbih, Tahmid dan Tahlil, sebanyak 100 kali.
2. Perbanyak Istighfar
Dari kitab Risalah ‘Amaliyah disebutkan, “Barangsiapa membaca (istigfar) pada bulan Rajab, bulan Sya’ban dan bulan Ramadan dibaca pada tiap – tiap hari antara shalat Ashar dan Maghrib, maka Allah SWT mewahyukan kepada dua malaikat agar merobek buku catatan dosa dan kesalahannya semasa hidupnya.3. Membaca doa
Setelah itu, lanjut Imam Ghazali, berdoa sesuai hajat masing-masing.Artinya: "kemudian terus berdo'a untuk dirinya apa saja yang di kehendaki mulai dari urusan dunia maupun urusan akhirat, dan pagi harinya berpuasa, maka Allah akan mengijabah do'anya semuanya kecuali do'a untuk maksiat (dosa)."
Sedangkan al-Arif Billah Sayyidi Imam Muhammad Bin Abdul Wahid al Nazhifiy (1270 H-1366 H) salah satu ulama kharismatik yang menjadi khalifah besar dalam Thariqah Tijani yang mendapat gelar al ‘Allamah al Auhad (orang yang memiliki banyak ilmu yang jarang sekali tandingannya) mengungkap doa khusus malam dua puluh tujuh bulan Rajab.
4. Berpuasa
Sunah lain selain membaca doa, istigfar dan selawat, amalan lain yang dapat dilakukan adalah menjalankan puasa pada tanggal 27 Rajab.Puasa Rajab ini memiliki beberapa keutamaan yakni mendapatkan pahala seperti melaksanakan puasa sebulan penuh, amalnya dicatat selama 60 bulan, dijauhkan dari pintu neraka, dan dibukakan pintu surga.
5. Berzikir
Dalam perjalanannya ke langit ke tujuh, Nabi Muhammad SAW diajarkan berzikir oleh Nabi Ibrahim alaihisalam.Berikut bacaan zikirnya:
Laa haula walaa quwwata illa billah
Artinya "Tidak ada daya dalam menjauhi maksiat dan tidak ada upaya menjalankan ketaatan melainkan dengan pertolongan Allah."
15 Rekomendasi Bacaan Selawat untuk Peringatan Isra Mikraj
Bulan Rajab dikenal juga dengan bulan Isra Mikraj, karena di bulan ini peristiwa agung tersebut terjadi. Untuk memperingatinya, ada 15 rekomendasi lagu dan selawat... | Halaman Lengkap [230] url asal
#rajab #isra-mikraj #peringatan-isra-mikraj #peristiwa-penting-bulan-rajab #selawat-nabi
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 13/01/26 20:15
v/102445/
Bulan Rajab dikenal juga dengan bulan Isra Mikraj, karena di bulan ini peristiwa agung tersebut terjadi. Untuk memperingatinya, ada 15 rekomendasi lagu dan selawat untuk peringatan Isra Mikraj 1447 Hijriah.Seperti diketahui, 27 Rajab 1447 Hijriah umat Islam di Indonesia akan memperingati peristiwa Isra dan MikrajNabi Muhammad SAW, bertepatan dengan tanggal 16 Januari 2026.
Peristiwa agung dalam sejarah Islam ini, salah satunya diabadikan dalam Surat Al-Israayat 1 sebagai berikut:
“Mahasuci [Allah], yang telah memperjalankan hamba-Nya [Muhammad] pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda [kebesaran] Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.” (QS. Al Isra : 1).
Dalam memperingatinya, ada banyak kegiatan yang dapat dilakukan kaum muslim di Indonesia. Salah satunya dengan melantunkan dan memperdengarkan bacaan Isra Mikraj seperti lagu-lagu islami, selawat hingga zikir.
Berikut lagu dan selawat yang bisa menjadi rekomendasi untuk peringatan Isra Mikraj
1. Isra Miraj - Widayat
2. Ya Habibal Qolbi - Sabyan Gambus
3. Khoirul Bariyah - Not Tujuh
4. Sholawat Muhammad - Opick
5. Ya Rasulullah - Ustadz Jefri Al Buchori
6. Ya Nabi Salam Alaika - Maher Zain
7. Selawat Nariyah
8. Selawat Burdah
9. Selawat Fatih
10. Selawat Munjiyat
11. Selawat Tahrim
12. Selawat Asyghil
13. Selawat Tibbil Qulub
14. Selawat Badar
15. Selawat Nuril Anwar
Demikian lagu dan selawat yang bisa dijadikan rekomendasi untuk kegiatan Isra Mikraj 1446 hijriah ini. Semoga bermanfaat!
3 Alasan Arab Saudi Tidak Merayakan Isra Mikraj, Simak Penjelasannya di Sini!
Alasan Arab Saudi tidak merayakan Isra Mikraj menarik untuk disimak. Mengingat Kerajaan Arab Saudi merupakan salah satu negara mayoritas Islam yang berpegang teguh... | Halaman Lengkap [345] url asal
#peringatan-isra-mikraj #isra-mikraj #hukum-merayakan-isra-mikraj #arab-saudi #kerajaan-arab-saudi
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 13/01/26 11:31
v/101803/
Alasan Arab Saudi tidak merayakan Isra Mikrajmenarik untuk disimak.Mengingat Kerajaan Arab Saudimerupakan salah satu negara mayoritas Islam yang berpegang teguh dengan tauhid, kebanyakan orang mulai bertanya-tanya apakah perayaan Isra Mikraj tidak sesuai dengan tauhid Islam.Pada dasarnya, Arab Saudi tidak merayakan Isra Mikrajsecara resmi karena alasan teologis, sejarah, dan budaya yang terkait erat dengan ajaran Wahhabisme yang merupakan ideologi keagamaan dominan di negara tersebut.
Alasan Arab Saudi Tidak Merayakan Isra Mikraj :
1. Pengaruh Mayoritas
Wahhabisme adalah gerakan reformasi Islam yang muncul pada abad ke-18 melalui Muhammad bin Abdul Wahhab. Gerakan ini bertujuan untuk memurnikan ajaran Islam dengan menghapus praktik-praktik yang dianggap sebagai bid'ah (inovasi dalam agama) atau syirik (menyekutukan Allah). Karena ajaran Wahhabisme menekankan pentingnya hanya menjalankan praktik ibadah yang didasarkan pada Al-Qur'an dan Sunnah Nabi Muhammad SAW, perayaan Isra Mikraj dianggap tidak memiliki dasar yang kuat dalam sumber-sumber ini.Menurut ulama-ulama Wahhabi, Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya tidak pernah merayakan peristiwa Isra Mikraj, sehingga mengadakan peringatan khusus dianggap menyalahi prinsip tauhid dan sunnah.
2. Pandangan Tentang Bid'ah
Wahhabisme memiliki pandangan yang sangat ketat terhadap bid'ah. Perayaan Isra Mikraj, yang tidak memiliki preseden dalam tradisi Islam awal, dianggap sebagai inovasi yang tidak diperbolehkan dalam agama. Ulama Wahhabi sering mengingatkan bahwa menambah atau menciptakan ritual baru dalam Islam dapat berpotensi menyimpang dari ajaran asli.3. Budaya Keagamaan
Arab Saudi lebih menekankan pada ibadah yang memiliki landasan kuat dalam Al-Qur'an dan Sunnah, seperti salat lima waktu, puasa, haji, dan zakat. Peristiwa Isra Mikraj sendiri diakui sebagai salah satu mukjizat Nabi Muhammad SAW, tetapi penghormatan terhadapnya dilakukan dalam bentuk membaca dan memahami kisahnya, bukan dengan merayakan secara khusus. Sehingga dapat ditarik kesimpulan jika Arab Saudi tidak merayakan Isra Mikraj karena alasan ideologi Wahabisme yang mendominasi kebijakan dan praktik keagamaan di negara tersebut. Pandangan ini berakar pada prinsip tauhid, sunnah Nabi, dan penolakan terhadap bid'ah. Meskipun tidak ada perayaan resmi, individu di Arab Saudi tetap dapat memahami peristiwa Isra Mikraj sebagai bagian dari sejarah Islam yang penting, namun tanpa ritual atau acara khusus.
Negara-negara Muslim yang Tidak Memperingati Isra Mikraj, Siapa Saja Mereka?
Meski Isra Mikraj merupakan peristiwa penting dalam sejarah Islam, namun ada beberapa negara muslim yang justru tidak memperingatinya secara khusus. Siapa dan negara... | Halaman Lengkap [478] url asal
#negara-muslim #isra-mikraj #peringatan-isra-mikraj #hukum-merayakan-isra-mikraj #keutamaan-malam-27-rajab
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 13/01/26 10:10
v/101713/
Meski Isra Mikrajmerupakan peristiwa penting dalam sejarah Islam, namun ada beberapa negara muslimyang justru tidak memperingatinya secara khusus. Siapa dan negara mana saja mereka? Berikut ulasannya.Isra Mikraj adalah peristiwa agung mengenai perjalanan spiritual Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wassalam dari Masjidil Haram di Makkah ke Masjidil Aqsa di Yerusalem. Di momen itu, Nabi Muhammad SAW juga menerima perintah mengerjakan salat fardhu kepada umatnya.
Peristiwa itu kemudian dianggap sebagai momen penting dalam sejarah Islam. Meski begitu, tidak semua negara Muslim menjadikannya sebagai hari libur nasional atau merayakannya secara besar-besaran. Negara Muslim yang Tak Rayakan Isra Mikraj.
1. Arab Saudi Pertama, ada Arab Saudi
Salah satu alasan negara ini tidak merayakan Isra Mikraj berkaitan dengan pandangan keagamaan di sana yang cenderung menghindari tradisi atau kebiasaan yang dianggap tak punya dasar kuat dalam Al-Qur'an dan Hadis. Sejalan dengan hal itu, Arab Saudi juga tidak menetapkan hari libur nasional untuk memperingati peristiwa Isra Mikraj. Terlepas dari itu, bukan berarti Muslim di Arab Saudi tidak percaya peristiwa Isra Mikraj. Mereka tetap meyakini peristiwa Isra Mikraj sebagai bagian dari sejarah Islam yang penting, tetapi tanpa ritual atau acara khusus.2. Yordania
Mengutip RoyaNews, negara ini secara historis tidak menetapkan Isra Mikraj sebagai hari libur umum untuk kementerian, lembaga, atau kantor pemerintah. Meski begitu, momen Isra Mikraj dihormati sebagai salah satu peristiwa penting dalam Islam. Umat Muslim di sini menanggapi momen itu dengan sederhana tanpa menghilangkan pemahaman tentang perjalanan spiritual Nabi Muhammad Saw tersebut.3. Iran
Muslim di Iran percaya adanya peristiwa Isra Mikraj. Namun, mereka tidak merayakannya secara besar-besaran sebagai perayaan nasional termasuk menjadikannya hari libur. Salah satu alasannya karena Iran adalah negara dengan mayoritas Muslim Syiah, sehingga memiliki tradisi keagamaan sendiri. Di sini, peringatan keagamaan cenderung lebih fokus pada peristiwa dan figur penting dalam sejarah Syiah, seperti Asyura (peringatan wafatnya Imam Husain di Karbala) misalnya.Namun, Isra Mikraj tetap dihormati dalam konteks ajaran Islam dan dibahas dalam ceramah keagamaan di masjid atau pusat studi keislaman. Mereka sepakat menjadikannya sebagai salah satu peristiwa penting dalam kehidupan Nabi Muhammad Saw.
4. Aljazair
Bagi Aljazair, mereka memiliki pendekatan yang berbeda terhadap peringatan Isra Mikraj. Di sini, momen Isra Mikraj biasanya dihormati dengan acara-acara keagamaan, tetapi tidak ada perayaan besar atau libur nasional secara resmi.Umat Muslim di Aljazair hanya sebatas mengikuti ceramah di masjid atau melakukan ibadah khusus pada malam Isra Mikraj, tanpa perayaan besar seperti di beberapa negara lain. Hal ini sebagian disebabkan pengaruh budaya dan tradisi lokal yang lebih menekankan pada ibadah individual dan kajian agama.
5. Nigeria
Berikutnya ada Nigeria. Negara yang memiliki populasi Muslim signifikan (sekitar 50%) ini, Isra Mikraj dihormati oleh komunitas Muslim. Namun, pemerintah di sana tidak secara resmi menetapkannya sebagai hari libur nasional di seluruh negara. Sebagian umat Muslim lebih memilih memperbanyak ibadah dan mencoba mengambil hikmah dari peristiwa tersebut.Itulah beberapa negara Muslim yang tak rayakan Isra Mikraj sebagai perayaan besar-besaran.
#50 tag sepekan
Warning: file_get_contents(http://ekbis.blog/adminv2/tag7day.json): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found
in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 54
Warning: foreach() argument must be of type array|object, null given in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 56