Bisnis.com, JAKARTA — Emiten kemasan PT Master Print Tbk. (PTMR) merancang sejumlah aksi korporasi mulai dari mengubah kegiatan usaha menjadi perusahaan holding hingga rencana akuisisi.
Direktur Keuangan PTMR Edward Kusuma menyampaikan sesuai prospektus yang disampaikan perseroan, ada 4 rencana aksi korporasi perseroan. Pertama, perubahan kegiatan usaha perseroan menjadi holding.
Kedua, transaksi pengambilalihan saham PT Samudera Layar Nusantara (SLN). Ketiga, transaksi pengalihan bisnis bersih perseroan. Keempat, transaksi pengalihan saham PT Global Putra Kusuma (GPK) ke PT Mitra Pack Tbk. (PTMP).
“Rangkaian transaksi operasional menjadi holding investasi, membuka kesempatan lebih besar dalam mengembangkan usaha. Hal ini menjadi fondasi pertumbuhan PTMR secara berkelanjutan,” jelasnya dalam Paparan Publik, Jumat (22/5/2026).
Aksi korporasi tersebut memerlukan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 19 Juni 2026, sebagai bagian dari strategi pengembangan usaha dan penguatan struktur permodalan perseroan.
Master Print berencana mengubah arah bisnis perseroan menjadi perusahaan induk atau holding company seiring dengan rencana akuisisi oleh Deep Source Ptd. Ltd. (DS).
DS nantinya akan menjadi pemegang saham pengendali (PSP) PTMR dari sebelumnya PT Mitra Pack Tbk. (PTMP). Nilai transaksi mencapai Rp141,45 miliar atau sebanyak 1,45 miliar saham yang mewakili 76,42% kepemilikan perseroan.
Berdasarkan prospektus, PTMR akan mengubah kegiatan usaha menjadi aktivitas perusahaan induk (KBLI 64210), aktivitas kantor pusat (KBLI 70100), dan aktivitas konsultasi manajemen dan bisnis lainnya (KBLI 70209).
Edward menyampaikan perubahan tersebut dilakukan bersamaan dengan rencana transaksi strategis yang meliputi akuisisi saham PT Sinar Laksana Nusantara (SLN), pengalihan bisnis bersih perseroan kepada PTMP, serta pengalihan seluruh kepemilikan saham PT Global Putra Kusuma (GPK) kepada PTMP.
Seluruh rencana transaksi tersebut baru akan dilaksanakan setelah penyelesaian proses akuisisi perseroan oleh DS selaku calon pengendali baru. Rencana transaksi merupakan suatu rangkaian transaksi yang saling berkaitan dan akan dilaksanakan secara bertahap dan berkesinambungan.
Pada tahap awal, PTMR akan melakukan perubahan kegiatan usaha dan mengambil alih 49% saham SLN milik Darmawan Wangsa. Akuisisi tersebut dinilai sebagai transaksi material lantaran nilainya melebihi 50% ekuitas perseroan dan memerlukan persetujuan RUPS Independen.
Selanjutnya, perseroan akan menjual dan mengalihkan seluruh bisnis bersih kepada PTMP. Nilai transaksi pengalihan bisnis bersih mencapai Rp61,35 miliar, yang dihitung dari nilai aset bruto Rp100,68 miliar dikurangi liabilitas di luar utang pajak sebesar Rp39,33 miliar.
Selain itu, PTMR juga akan menjual seluruh kepemilikan sahamnya di GPK kepada PTMP dengan nilai transaksi Rp26,9 miliar. Transaksi pengalihan bisnis bersih dan pengalihan saham GPK tergolong transaksi afiliasi karena PTMP merupakan pengendali perseroan.
Edward menegaskan restrukturisasi tersebut dilakukan untuk menyesuaikan kebijakan dan operasional perseroan dengan lini bisnis serta strategi bisnis calon pengendali baru.
“Ke depan, PTMR akan beroperasi sebagai perusahaan induk yang hanya memegang saham di entitas anak, sementara kegiatan operasional bisnis dijalankan melalui perusahaan anak,” ujar Edward.
KINERJA KEUANGAN
Manajemen PTMR memproyeksikan kinerja penjualan tetap stabil pada 2026 di tengah langkah efisiensi operasional dan penyesuaian strategi usaha sesuai kebutuhan pasar.
Direktur Utama PTMR Ardi Kusuma mengatakan perseroan terus berupaya menjaga keberlangsungan usaha di tengah dinamika ekonomi dan industri yang berkembang sepanjang 2025.
“Perseroan optimistis dapat menjaga keberlangsungan usaha melalui pengelolaan operasional yang efektif, penyesuaian strategi sesuai kebutuhan pasar, serta konsistensi dalam memberikan layanan kepada pelanggan,” ujar Ardi.
Sepanjang 2025, PTMR mencatatkan pendapatan sebesar Rp127,11 miliar atau turun tipis 1,33% dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan tersebut terutama dipengaruhi pelemahan penjualan pada segmen consumables.
Meski demikian, perseroan masih mampu mempertahankan laba bruto sebesar Rp33,60 miliar yang mencerminkan aktivitas usaha inti tetap berjalan.
Di sisi lain, PTMR membukukan rugi usaha sebesar Rp27,81 miliar serta rugi bersih tahun berjalan sebelum dampak penyesuaian transaksi entitas sepengendali sebesar Rp26,04 miliar.
Menurut Ardi, tekanan terhadap kinerja operasional terutama berasal dari beban usaha dan faktor eksternal lainnya.
Untuk merespons kondisi tersebut, perseroan melakukan berbagai langkah penyesuaian secara bertahap, mulai dari pengendalian biaya, peningkatan efisiensi operasional, hingga memperkuat fokus pada segmen usaha yang memiliki potensi pertumbuhan.
Pada 2026, PTMR menargetkan stabilitas operasional usaha melalui pengelolaan proses bisnis yang lebih efektif dan efisien.
Perseroan akan memperkuat pengendalian operasional, mengoptimalkan sumber daya, serta meningkatkan koordinasi kerja agar aktivitas usaha berjalan lebih stabil dan berkelanjutan.
Selain itu, PTMR juga akan menyesuaikan strategi usaha dengan perkembangan kebutuhan pasar dan perilaku pelanggan.
```html
FAQ tentang Transformasi Master Print Menjadi Perusahaan Holding
1. Apa tujuan dari transformasi PT Master Print menjadi perusahaan holding?
Transformasi ini bertujuan untuk membuka kesempatan lebih besar dalam mengembangkan usaha dan menjadi fondasi pertumbuhan PTMR secara berkelanjutan.
2. Apa saja rencana aksi korporasi yang akan dilakukan PTMR?
PTMR merencanakan perubahan kegiatan usaha menjadi holding, akuisisi saham PT Samudera Layar Nusantara, pengalihan bisnis bersih, dan pengalihan saham PT Global Putra Kusuma.
3. Siapa yang akan menjadi pemegang saham pengendali baru PTMR?
Deep Source Ptd. Ltd. (DS) akan menjadi pemegang saham pengendali baru PTMR setelah akuisisi.
4. Bagaimana kinerja keuangan PTMR pada tahun 2025?
Pada tahun 2025, PTMR mencatatkan pendapatan sebesar Rp127,11 miliar dengan laba bruto Rp33,60 miliar, meskipun mengalami rugi usaha sebesar Rp27,81 miliar.
5. Apa langkah PTMR untuk menghadapi tekanan kinerja operasional?
PTMR melakukan pengendalian biaya, peningkatan efisiensi operasional, dan fokus pada segmen usaha yang memiliki potensi pertumbuhan.
```