Kudus (ANTARA) - Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mengungkapkan bahwa sebagian besar sapi yang sebelumnya dinyatakan positif terserang penyakit mulut dan kuku (PMK) saat ini mulai sembuh seiring upaya pengobatan yang dilakukan.
"Sebelumnya tercatat ada 24 ekor ternak yang terjangkit PMK, setelah dilakukan pengobatan untuk saat ini sudah berkurang banyak karena yang tersisa tiga ekor yang masih dalam proses penyembuhan," kata Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus Arin Nikmah di Kudus, Jumat.
Ia mencatat dari puluhan kasus tersebut, sebanyak 14 ekor ternak dinyatakan sembuh, tiga ekor masih dalam proses penyembuhan, sedangkan tujuh ekor dilakukan potong paksa.
Upaya pencegahan, kata dia, selain melalui sosialisasi dan edukasi kepada peternak untuk menjaga kebersihan kendang dan kesehatan ternak, pihaknya juga kembali menggenjot vaksinasi PMK.
Ia mengungkapkan, selama 2026, pihaknya menargetkan bisa melakukan vaksinasi PMK terhadap 2.500 ekor ternak, baik sapi maupun kerbau.
"Sebelumnya kami sudah menyelesaikan vaksinasi PMK dengan menyasar 1.150 ekor ternak, sedangkan satu bulan mendatang kami ingin menuntaskan sisa 1.300 dosis untuk seribuan ekor ternak," ujarnya.
Pasca Idul Adha, kata dia, yang patut diwaspadai justru hewan ternak yang baru masuk kandang, sehingga harus menjadi prioritas pemeriksaan dan vaksinasi PMK," ujarnya.
Ia juga mengingatkan peternak untuk tetap waspada, karena kasus sebelumnya dari satu ekor ternak yang terjangkit, semua ternak yang dikandang ikut tertular sehingga harus dilakukan potong paksa.
Untuk itulah, kata dia, pentingnya menjaga kebersihan kendang dan pemeriksaan kesehatan secara dini, sehingga ketika muncul gejala yang identik dengan PMK, maka ternak harus segera diisolasi agar tidak menular.
Pewarta: Akhmad Nazaruddin
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026