Exxon Mobil akan merumahkan 2.000 pekerja global, terutama di Kanada dan Eropa, sebagai bagian dari restrukturisasi untuk meningkatkan efisiensi hingga 2027. [670] url asal
Bisnis.com, JAKARTA - Perusahaan minyak besar AS, Exxon Mobil mengumumkan akan memberhentikan 2.000 pekerja di seluruh dunia, terutama di Kanada dan di seluruh Uni Eropa.
Keputusan ini sebagai bagian dari rencana restrukturisasi jangka panjang yang akan memengaruhi sekitar 3% hingga 4% dari total tenaga kerja perusahaan.
Dilansir Reuters, pihak Exxon mengungkapkan sekitar 1.200 posisi akan dipangkas di Norwegia dan Uni Eropa pada akhir tahun 2027.
Menghadapi penurunan harga minyak mentah global seiring peningkatan produksi kelompok produsen minyak OPEC+, perusahaan-perusahaan energi telah mengumumkan ribuan PHK tahun ini untuk mengendalikan biaya sekaligus menghadapi penurunan laba.
Exxon yang berbasis di Houston mengatakan pihaknya bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dengan menempatkan karyawan di lokasi yang sama.
Tak hanya di Kanada dan Eropa, Exxon Singapura juga mengumumkan akan memangkas 10% sampai 15% pekerja pada akhir 2027.
PHK tersebut kemungkinan akan berdampak pada sekitar 500 pekerja dari sekitar 3.500 karyawan Exxon di Singapura, tetapi perusahaan menolak menyebutkan angka spesifiknya. Karyawan yang terdampak akan diberitahu pada Desember mendatang.
Pendiri ExxonMobil
Dilanda efisiensi, ExxonMobil sudah berdiri lebih dari 140 tahun. Sejarah awalnya dimulai pada tahun 1859 ketika Kolonel Edwin Drake dan Billy Smith mengebor sumur minyak pertama yang berhasil di Titusville, Pennsylvania. Penemuan sang kolonel memicu ledakan minyak yang serupa dengan demam emas satu dekade sebelumnya.
Pada 1970, John D. Rockefeller dan rekan-rekannya membentuk Standard Oil Company (Ohio), dengan fasilitas gabungan yang merupakan kapasitas penyulingan terbesar di antara perusahaan mana pun di dunia.
Awalnya, perusahaan tersebut diberi nama Standard Oil dipilih untuk menandakan kualitas yang tinggi dan seragam. Standard Oil bahkan menjadi bahan bakar sistem pembangkit listrik pusat pertama Thomas Alpha Edison.
Pada tahun yang sama, Standard Oil Trust dibentuk, yang mencakup Standard Oil Company of New Jersey (Jersey Standard) dan Standard Oil Company of New York (Socony).
Pada 1885. Standard Oil Trust memindahkan kantor pusatnya ke 26 Broadway, New York City. Gedung perkantoran sembilan lantai ini menjadi landmark.
Kemudian pada 1972 Jersey Standard resmi berganti nama menjadi Exxon Corporation. Sedekade kemudian, pada 1982 Exxon merayakan 100 tahun berdirinya Standard Oil Trust.
Dalam 100 tahun pertamanya, perusahaan ini berkembang dari perusahaan penyuling dan distributor minyak tanah domestik menjadi perusahaan multinasional besar yang terlibat di setiap tingkat eksplorasi, produksi, penyulingan dan pemasaran minyak dan gas, serta manufaktur petrokimia.
Pada 30 November 1999, Exxon dan Mobil kemudian bergabung membentuk Exxon Mobil Corporation. dan menunjuk Lee Raymond sebagai CEO.
Sebelum menjadi CEO, Raymond menjabat sebagai ketua dan CEO Exxon Corporation. Dia berasal dari Watertown, South Dakota dan merupakan lulusan University of Wisconsin pada 1960 dengan gelar sarjana teknik kimia.
Kemudian, pada tahun 1963, beliau meraih gelar Ph.D. dalam bidang yang sama dari University of Minnesota. Beliau bergabung dengan Exxon pada tahun yang sama sebagai insinyur riset produksi di Tulsa, Oklahoma.
Selama 16 tahun berikutnya, beliau memegang posisi dengan tanggung jawab yang semakin meningkat di Exxon Company, AS, di antaranya Creole Petroleum Corporation, yang merupakan afiliasi operasional Exxon di Venezuela sebelum fasilitas tersebut dinasionalisasi; Exxon International Company, yang bertanggung jawab atas pasokan dan transportasi internasional produk minyak bumi dan minyak mentah Exxon; dan Lago Oil & Transport Company, Limited, afiliasi Exxon di Aruba.
Raymond juga pernah menjadi presiden Exxon Nuclear Company, Inc. pada tahun 1979, dan pindah ke New York pada tahun 1981, ketika beliau diangkat sebagai wakil presiden eksekutif Exxon Enterprises.
Pada tahun 1983, Raymond diangkat sebagai presiden dan direktur Esso Inter-America Inc., dengan tanggung jawab atas operasi Exxon di Karibia, Amerika Tengah, dan Amerika Selatan.
Raymond juga pernah menjabat sebagai wakil presiden senior dan terpilih menjadi anggota dewan direksi perusahaan tersebut pada tahun 1984. Beliau menjadi presiden perusahaan tersebut pada tahun 1987.
Di samping itu, Raymond juga merupakan direktur J.P. Morgan Chase & Co. dan United Negro College Fund. Beliau adalah direktur dan anggota Komite Eksekutif dan Komite Kebijakan American Petroleum Institute, serta direktur dan anggota Komite Perencanaan Strategis JASON Foundation for Education.
Kekayaan bersih Lee Raymond diperkirakan mencapai sekitar US$400 juta saat memasuki masa pensiunnya pada tahun 2006, yang terdiri dari paket pensiun yang signifikan yang mencakup uang pensiun yang besar dan penghargaan saham.
#50 tag sepekan
Warning: file_get_contents(): php_network_getaddresses: getaddrinfo for ekbis.blog failed: Name or service not known in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 54
Warning: file_get_contents(http://ekbis.blog/adminv2/tag7day.json): Failed to open stream: php_network_getaddresses: getaddrinfo for ekbis.blog failed: Name or service not known in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 54
Warning: foreach() argument must be of type array|object, null given in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 56