Bisnis.com, JAKARTA – Harga perak naik pesat dalam sebulan terakhir, sehingga membuat banyak investor semakin tertarik berinvestasi pada emas putih ini.
Dilansir dari harga-emas.com, harga perak naik 21,04% dalam sebulan terakhir, tercatat pada 10 September 2025 perak bernilai Rp21.677/gr, dan sebulan kemudian naik menjadi Rp26.237/gr.
Investasi perak dapat dijalankan dalam dua bentuk, yaitu investasi perak fisik seperti perhiasan perak atau koin perak, dan berupa non-fisik seperti Exchange Traded Funds (ETF), seperti reksadana/sertifikat kepemilikan perak yang dikelola pihak ketiga.
Berinvestasi pada perak harus mengetahui beberapa tipsnya agar tidak menjadi investor yang berujung pada kerugian.
Dilansir dari Pegadaian, berikut tips investasi perak:
1. Tentukan Tujuan Investasi yang Sesuai
Sebelum berinvestasi, pastikan tujuan finansial dari berinvestasi perak. Apakah berinvestasi jangka panjang sebagai aset yang aman untuk persiapan dana pensiun, atau jangka pendek seperti trading rutin karena harga perak yang naik turun?
2. Buatlah Strategi yang Tepat
Setelah menentukan tujuan, tentukan juga bagaimana strategi berupa pengukuran profil risiko dalam menghadapi pergerakan harga perak. Profil risiko investasi Anda dapat diukur dengan tipe konservatif (cenderung menghindari risiko untuk keamanan modal), moderat (menerima risiko menengah untuk menyeimbangkan pertumbuhan aset dengan modal), atau agresif (toleransi tinggi menerima risiko demi mendapat keuntungan maksimal).
3. Pilih Platform dan Penjual Perak Terpercaya
Pastikan membeli perak hanya dari penjual resmi atau platform digital yang sudah diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.
Cek legalitas, sertifikat keaslian fisik perak, serta mekanisme jual-beli sebelum transaksi. Produk bersertifikat lebih aman, mudah dijual kembali, dan nilainya lebih stabil di pasar. Tips ini untuk menghindari dari barang palsu.
4. Kelola Risiko dan Keuangan dengan Bijak
Hitung seluruh biaya yang diperlukan, termasuk pembelian, penyimpanan, dan asuransi. Perhatikan likuiditas agar aset mudah dijual saat dibutuhkan, serta pantau harga pasar secara berkala. Dengan manajemen risiko yang baik, potensi keuntungan investasi perak dapat lebih maksimal.
5. Jangan Investasikan Semua Uang di Perak
Perak terlihat menjanjikan, namun tidak pernah diketahui kapan saja bisa anjlok parah. Diversifikasi portofolio investasi ke beberapa instrumen lainnya, seperti emas, saham, atau reksa dana. Hal ini untuk menghindari kerugian maksimal saat harga perak anjlok.
6. Rajin Mengecek Harga Pasar
Harga perak di pasaran lebih fluktuatif ketimbang emas, sehingga harus selalu rutin mengecek harga perak setiap harinya di beberapa aplikasi investasi untuk menentukan saat yang tepat membeli atau menjual perak.
7. Jangan Berharap Keuntungan Instan
Jalankan investasi perak dengan konsisten, tidak sembarang mengikuti asumsi orang-orang, dan tidak menjadikan perak sebagai investasi utama. Nilai investasi perak, ataupun logam mulia lainnya baru terasa dalam jangka panjang.