Bisnis.com, SEMARANG — Otak menjadi salah satu organ yang paling berharga dalam tubuh manusia. Hal ini karena organ otak berfungsi sebagai mesin pengendali tubuh, mulai dari berpikir, bergerak, hingga mengatur emosi. Oleh karena itu, penting untuk manusia menjaga kesehatan otak.
Dilansir dari laman Real Simple, Kamis (7/5/2026), banyak dari orang-orang tidak menyadari telah melakukan sejumlah kebiasaan yang bisa merusak otak. Jika dilakukan secara terus-menerus kebiasan seperti melewatkan sarapan hingga mengerjakan banyak tugas ini dapat menghilangkan konsentrasi hingga menurunkan fungsi kognitif.
Berikut 7 kebiasaan yang diam-diam bisa merusak kesehatan otak:
1. Multitasking
Para ahli telah menemukan bahwa daya ingat Anda tidak berfungsi dengan baik ketika Anda tidak mampu fokus pada satu hal pun. Saat mampu mengerjakan dua atau lebih pekerjaan (multitasking) mungkin Anda akan merasa seperti telah menyelesaikan banyak hal, tetapi sebenarnya hal itu hanya akan memperlambat sekaligus menguras otak Anda.
Setiap kali Anda beralih dari satu tugas ke tugas yang lain, pikiran Anda harus diatur ulang, dan peralihan itu membutuhkan energi. Untuk mencegah kerusakan otak di masa mendatang, Anda bisa menggunakan teknik podomoro, yaitu dengan mengerjakan satu tugas selama sekitar 25 menit, kemudian Anda bisa beristirahat sejenak. Dengan menerapkan teknik ini, Anda akan memberi otak waktu yang dibutuhkan untuk benar-benar memproses apa yang Anda lakukan, sehingga Anda bisa tetap lebih fokus dan produktif.
2. Mengorbankan Waktu Tidur
Kebiasaan mengorbankan waktu tidur secara konsisten bisa menjadi salah satu faktor penurunan kognitif dini. Tidur menjadi waktu yang tepat untuk tubuh membersihkan racun, memperkuat ingatan, dan memulihkan fungsi otak.
Seiring waktu, kebiasaan mengorbankan waktu tidur yang membuat tubuh kekurangan tidur tersebut dapat mengurangi kemampuan otak untuk membersihkan limbah metabolik seperti beta-amiloid, yang telah dikaitkan dengan penurunan kognitif dan penyakit Alzheimer.
Jika saat tidur, Anda mendengkur kera, terbangun dengan perasaan lesu atau merasa lemas meskipun sudah tidur, Anda disarankan untuk memeriksakan diri ke dokter.
3. Terus-menerus Melewatkan Sarapan
Kebiasaan melewatkan sarapan secara terus-menerus dapat mengganggu pasokan energi otak Anda. Setelah tidur semalaman, tubuh Anda pada dasarnya telah berpuasa selama berjam-jam, dan otak Anda membutuhkan bahan bakar untuk mulai bekerja. Kebiasaan untuk melewatkan sarapan ini dapat menyebabkan konsentrasi Anda menjadi buruk, mudah marah, dan kurangnya motivasi seiring berjalannya hari.
Untuk menghilangkan kebiasaan ini, Anda dapat mengonsumsi sesuatu yang ringan namun kaya akan protein dan serat, seperti smoothie atau telur dengan sayuran.
4. Memainkan/Menggulir Ponsel Tanpa Tujuan Sebelum Tidur
Memainkan atau menggulir layar ponsel tanpa tujuan kapanpun dapat merusak kesehatan otak, tetapi hal ini menjadi sangat bermasalah jika dilakukan sebelum tidur. Menurut ahli saraf, menggulir layar ponsel dapat mengurasi durasi tidur karena peningkatan pelepasan hormon stress, yakni kortisol dan penekanan melatonin.
Untuk mencegah hal ini, Anda dapat melakukan relaksasi tanpa layar selama 30 menit sebelum tidur. Adapun relaksasi yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan peregangan ringan, menulis jurnal, latihan pernapasan, percakapan tenang dengan pasangan, hingga merefleksikan rasa syukur.
5. Terlalu Banyak Mengerjakan Daftar Tugas
Mengerjakan banyak tugas dapat memengaruhi memori kerja yang berimbas pada kerusakan otak. Berdasarkan penelitian diketahui bahwa rata-rata manusia hanya dapat menyimpan sekitar 3-5 item yang bermakna dalam memori kerja pada waktu tertentu.
Begitu melampaui hal ini, manusia akan membebani korteks prefrontal bagian otak yang bertanggung jawab untuk perencanaan, fokus, dan pengambilan keputusan. Kelebihan beban kognitif ini dapat menyebabkan kekacauan mental, peningkatan kecemasan, dan penurunan kinerja intelektual.
Untuk mencegah hal ini, ahli saraf menyarankan untuk mencoba aturan tiga prioritas. Di awal hari, Anda dapat mengidentifikasi tiga tugas terpenting atau paling bermakna untuk diselesaikan atau dikerjakan. Upaya kecil ini ampuh untuk membantu otak Anda beroperasi dengan lebih jernih dan terarah.
6. Mengabaikan Koneksi Sosial
Seiring bertambahnya usia, kebanyakan orang akan disibukkan oleh pekerjaan hingga proyek pribadi. Banyak kesibukkan ini tak jarang membuat sebagian besar hubungan Anda dengan teman-teman menjadi terabaikan. Mengabaikan interaksi sosial disebut dapat menjadi salah satu faktor yang bisa merusak otak Anda.
Untuk mencegah kerusakan otak, Anda bisa memulai kembali berinteraksi dengan orang lain, bahkan hanya sekadar berbicara dengan teman atau anggota keluarga bisa memberikan stimulasi yang dibutuhkan pikiran Anda agar tetap sehat. Tanpa adanya interaksi dengan orang lain, dapat membuat otak Anda terasa lesu dan terputus.
7. Kurang Bergerak
Berdasarkan sebuah studi, diketahui bahwa terlalu banyak duduk dapat mengecilkan pusat memori otak. Untuk kembali meningkatkan fungsi otak, Anda sangat disarankan untuk melakukan olahraga kardiovaskular atau latihan aerobik.
Kegiatan berolahraga ini dapat mengurangi peradangan, mendukung pengendalian berat badan, mengatur tekanan darah dan gula dara, serta meningkatkan aliran darah ke otak. Jika dilakukan secara konsisten, hasil dari olahraga ini akan memberikan manfaat untuk sekarang dan di masa depan.