Bisnis.com, JAKARTA — CIMB Group Holdings Berhad membukukan laba bersih perseroan tercatat sebesar RM8,02 miliar atau setara Rp34,79 triliun (Kurs Rp4.334 per ringgit Malaysia) sepanjang 2025.
Merujuk laporan keuangan perusahaan yang dimuat Harian Bisnis Indonesia pada Selasa (14/4/2026), laba bersih meningkat 1,37% secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan dengan capaian 2024 sebesar RM7,91 miliar.
Secara operasional, pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) tercatat sebesar RM11,26 miliar, relatif stagnan dengan kenaikan tipis 0,08% yoy dari RM11,36 miliar pada tahun sebelumnya.
Sementara itu, kinerja pendapatan berbasis komisi menunjukkan perbaikan. Fee and commission income tercatat sebesar RM3,46 miliar, naik 0,25% yoy dari RM3,45 miliar. Adapun net fee and commission income tercatat RM2,38 miliar dari sebelumnya RM2,34 miliar.
Adapun, pendapatan non-bunga mencapai RM3,86 miliar, dibandingkan RM3,84 miliar pada 2024. Peningkatan ini turut menopang total pendapatan operasional di tengah terbatasnya pertumbuhan pendapatan bunga. Sehingga pendapatan bersih atau net income perusahaan tercatat RM22,46 miliar sepanjang 2025.
Dari sisi bottom line operasional, laba sebelum pencadangan (pre-provision operating profit/PPOP) dan laba sebelum pajak menunjukkan pertumbuhan terbatas.
Selanjutnya, laba sebelum pencadangan kerugian kredit tercatat sebesar RM11,84 miliar, meningkat 0,34% yoy dari RM11,88 miliar. Setelah dikurangi pajak dan zakat sebesar RM2,65 miliar, laba tahun berjalan mencapai RM8,03 miliar.
Laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar RM7,85 miliar, meningkat 1,83% yoy dibandingkan RM7,72 miliar pada tahun sebelumnya.
Sementara itu, laba per saham dasar CIMB Group Holdings Berhad (basic earnings per share/EPS) naik dari 72,27 sen menjadi 73,08 sen, atau tumbuh sekitar 1,7% yoy.
Dari sisi neraca, total aset CIMB mencapai RM778,72 miliar per akhir 2025, meningkat 3,12% yoy dibandingkan RM755,13 miliar pada 2024.
Pertumbuhan nilai aset dipicu portofolio pinjaman yang relatif stabil di kisaran RM444,92 miliar, naik tipis sekitar 0,62% yoy.
Pada sisi liabilitas, total kewajiban tercatat sebesar RM706,81 miliar, meningkat 3,29% yoy dari RM684,29 miliar. Dana pihak ketiga (DPK) atau simpanan nasabah mencapai RM477,76 miliar, tumbuh 1,28% yoy.
Ekuitas perseroan tercatat sebesar RM71,9 miliar, naik 1,5% yoy dari RM70,83 miliar. Nilai buku per saham (net assets per share) meningkat dari RM6,45 menjadi RM6,52, atau naik 1,09% yoy.