Bisnis.com, JAKARTA — PT FWD Insurance Indonesia mengandalkan strategi distribusi melalui tiga kanal utama, yakni keagenan, bancassurance, dan digital untuk menjangkau berbagai segmen masyarakat di Indonesia. Perusahaan menilai kombinasi ketiga kanal tersebut penting karena kebutuhan dan tingkat pendapatan masyarakat yang beragam.
Chief Human Resources & Marketing Officer FWD Insurance, Rudy F. Manik, mengatakan setiap kanal memiliki peran berbeda dalam menjawab kebutuhan perlindungan dan perencanaan keuangan nasabah.
“Ada yang income-nya mungkin minimum di angka masih setara dengan upah minimum di Jakarta, tetapi ada juga yang jauh lebih tinggi. Jadi ketiga kanal ini bisa menjawab beberapa kebutuhan, baik dari sisi kebutuhan ataupun level income dari nasabah,” jelasnya dalam peluncuran produk asuransi jiwa FWD Income Prosperity di Jakarta, Senin (25/5/2026).
Menurut Rudy, kanal digital digunakan untuk menawarkan produk asuransi yang lebih sederhana dengan premi terjangkau mulai sekitar Rp75.000, tetapi tetap memberikan manfaat perlindungan bagi nasabah.
Sementara itu, produk dengan kebutuhan yang lebih kompleks dipasarkan melalui kanal keagenan dan bancassurance. Kanal tersebut dinilai lebih sesuai untuk nasabah yang tidak hanya membutuhkan perlindungan, tetapi juga perencanaan pengembangan aset dan kekayaan.
“Karena memang kebutuhan orang bisa berbeda-beda. Contohnya untuk produk yang dijual melalui kanal bancassurance itu mereka biasanya punya kebutuhan tidak memproteksi saja, tetapi bagaimana ada bisa meningkatkan wealth yang mereka miliki,” ujarnya.
Rudy mencontohkan salah satu kebutuhan yang banyak dicari nasabah di kanal tersebut ialah perencanaan waris, terutama bagi nasabah dengan aset besar yang ingin memastikan distribusi kekayaannya berjalan sesuai rencana.
“Jadi, ketiganya itu bagi kita sama pentingnya karena kita ada untuk bisa memberikan perlindungan terhadap masyarakat Indonesia dari level yang paling bawah sampai yang level paling tinggi,” tegasnya.
Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, FWD Insurance membukukan pendapatan premi sebesar Rp506,60 miliar pada April 2026 atau naik 33,4 persen secara year on year dari Rp379,55 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Selain itu, hasil investasi perusahaan tercatat mencapai Rp4,23 triliun dengan total pendapatan senilai Rp583,61 miliar per April 2026.
Dari sisi aset, FWD Insurance mencatat total aset sebesar Rp7,48 triliun atau meningkat 1,7 persen year on year dari Rp7,35 triliun. Total aset tersebut terdiri atas investasi sebesar Rp4,41 triliun dan aset bukan investasi senilai Rp3,06 triliun.