Bisnis.com, JAKARTA — PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) mengungkap rencana masuknya Danantara untuk mengambil porsi kepemilikan dalam proyek Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) fase I dan II di Mempawah, Kalimantan Barat.
Direktur Utama Inalum Melati Sarnita mengatakan saat ini pemegang saham proyek SGAR I yang baru diresmikan tahun lalu itu yakni Inalum sebanyak 60% dan PT Antam Tbk. (ANTM) 40%.
"Nanti rencananya kita ada diskusi dengan Danantara dan akan masuk ke dalam SGAR 1 dan SGAR 2 untuk investasi di alumina," kata Melati dalam RDP Komisi VI di DPR RI, Kamis (20/11/2025).
Melati menyebut pihaknya telah menerima surat minat atau Letter of Intent (LOI) terkait dengan rencana investasi pada proyek Inalum tersebut. Saat ini, Danantara masih dalam proses pemeriksanaan (due diligence) untuk masuk ke tahap finalisasi kerja sama.
Untuk diketahui, pada tahun lalu proyek SGAR I telah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang ditandai dengan injeksi bauksit perdana. Kendati demikian, proses pembangunannya masih berlanjut dan progresnya mencapai 98,56%.
Adapun, fasilitas pemurnian ini memiliki kapasitas produksi mencapai 1 juta ton alumina per tahun. Melati menargetkan commercial operation date (COD) proyek ini pada akhir tahun ini.
Di sisi lain, Inalum juga tengah merencanakan pengembangan proyek SGAR II yang ditargetkan beroperasi pada 2028. Investasi proyek ini disebut mencapai US$800 juta atau setara Rp13 triliun yang akan memproduksi 102 juta ton alumina.
Melati menerangkan, kebutuhan investasi untuk seluruh proyek hilirisasi bauksit yang dirancang Inalum mencapai US$3,2 miliar yang mencakup SGAR II dan New Smelter Aluminium.
"Tapi yang kita butuhkan dari Danantara itu tidak sebesar itu karena ini akan ada project financing. Debt nya di 60% kira-kira equity nya 40%," tuturnya.
Untuk itu, pihaknya mengharapkan dukungan pembiayaan inovatif dari Danantara kurang lebih 15% dari porsi equity yang nantinya akan dikeluarkan Inalum.