JAKARTA, KOMPAS.com — Perusahaan smelter nikel PT Mitra Murni Perkasa (MMP) menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan perusahaan investasi dan perdagangan global Mitsui Co Ltd untuk menjalin kolaborasi strategis di bidang pemasaran produk high grade nickel matte serta penjajakan potensi investasi jangka panjang.
Kerja sama ini mencakup tiga pilar utama, yakni pemasaran produk, peluang investasi, dan pengembangan bisnis jangka panjang.
Dalam MoU tersebut, Mitsui akan memimpin pengembangan pasar produk MMP di Jepang dan memperluas jangkauan pemasaran global, sementara MMP menyediakan kapabilitas produksi melalui fasilitas smelter terintegrasi yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan industri baterai modern.
SHUTTERSTOCK/EVGHENY_V Ilustrasi nikel, penambangan nikel.Penyatuan kekuatan kedua perusahaan ini diarahkan untuk memperluas akses pasar high grade nickel matte dan meningkatkan pemahaman terhadap kebutuhan pelanggan material baterai yang terus berubah.
Komitmen dorong hilirisasi nikel
Presiden Direktur MMP Adhi Dharma Mustopo mengatakan, kerja sama ini merupakan langkah penting perusahaan untuk memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok nikel kelas tinggi global.
“Penandatanganan hari ini menandai awal dari kolaborasi yang dibangun atas dasar ambisi bersama, kepercayaan, dan tujuan yang jelas. Melalui kerja sama ini, kami berharap dapat memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok high grade nickel matte global sekaligus mendukung agenda hilirisasi nasional,” ujar Adhi dalam siaran pers, Jumat (12/12/2025).
Ia menambahkan, kerja sama tersebut merupakan bentuk komitmen MMP sebagai perusahaan 100 persen penanaman modal dalam negeri (PMDN) untuk memastikan pemanfaatan sumber daya alam memberikan nilai nyata bagi perekonomian nasional.
SHUTTERSTOCK/lp-studio Ilustrasi nikel.“MMP sebagai perusahaan 100 persen PMDN melalui kolaborasi ini berkomitmen untuk memastikan sumber daya alam Indonesia memberikan nilai berarti bagi masyarakat dan perekonomian. Bersama Mitsui, kami optimistis dapat mendorong pertumbuhan berkelanjutan dan manfaat jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan,” lanjutnya.
Mitsui lihat peluang besar pada hilirisasi nikel Indonesia
Mitsui menyampaikan optimismenya terhadap potensi pengembangan sektor hilirisasi nikel di Indonesia.
Akinobu Hashimoto, General Manager of New Metals & Aluminium Division Mitsui Co Ltd, mengatakan kolaborasi dengan MMP sejalan dengan visi perusahaan dalam mendorong pertumbuhan yang bertanggung jawab.
“Kami sangat senang memulai kolaborasi ini dengan MMP, perusahaan yang memiliki visi serupa mengenai pertumbuhan berkelanjutan dan pengembangan sumber daya yang bertanggung jawab. Indonesia memiliki peran penting dalam transisi energi global, dan kapabilitas MMP menjadikannya mitra yang kuat bagi Mitsui,” ujarnya.
Hashimoto menyebutkan, integrasi jaringan pemasaran global Mitsui dengan kekuatan operasional MMP diharapkan dapat menciptakan nilai tambah bagi rantai pasok baterai kendaraan listrik.
“Dengan menggabungkan jaringan pemasaran global dan pengalaman investasi Mitsui dengan kekuatan operasional MMP, kami berharap dapat menciptakan nilai tambah di sektor hilirisasi nikel, dan ekosistem baterai untuk kendaraan listrik,” katanya.
Melalui kemitraan ini, kedua perusahaan berupaya memposisikan high grade nickel matte MMP sebagai opsi kompetitif dan berkelanjutan bagi industri baterai kendaraan listrik.
Dukungan jaringan komersial Mitsui di lebih dari 60 negara disebut dapat membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk nikel olahan Indonesia.
Penguatan rantai pasok dan transisi energi
Shutterstock Ilustrasi nikelKolaborasi ini juga diarahkan untuk memenuhi permintaan global terhadap bahan baku baterai yang meningkat seiring percepatan transisi energi.
MMP dan Mitsui menyampaikan keyakinannya bahwa peleburan nikel di Indonesia dapat dijalankan secara bertanggung jawab dan memberikan nilai ekonomi bagi bangsa.
Fondasi ESG dan operasional berkelanjutan
MMP menekankan, operasional perusahaan berlandaskan standar keberlanjutan yang kuat dengan mengadopsi IFC Performance Standards.
Kerangka tersebut digunakan sebagai dasar penerapan praktik industri yang selaras dengan standar internasional.
Dari sisi lingkungan, MMP menjalankan inisiatif pengurangan emisi melalui efisiensi operasional dan pemanfaatan pasokan listrik dari gardu PLN. Perusahaan juga menggunakan Renewable Energy Certificate (REC) untuk mendukung penggunaan energi bersih.
Optimalisasi proses produksi disebut mampu menghasilkan efisiensi energi hingga 10 persen dan menurunkan emisi gas rumah kaca hingga 50 persen.
Desain smelter MMP turut memberikan fleksibilitas produksi antara ferronickel dan high grade nickel matte, sehingga dapat menyesuaikan kebutuhan pasar.
Di sisi sosial, MMP menyebut telah menyerap hingga 1.000 tenaga kerja lokal dan berkomitmen terhadap pemberdayaan masyarakat sekitar.
Sebagai perusahaan PMDN, MMP menegaskan perannya sebagai contoh pembangunan industri strategis berbasis kemampuan nasional.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang