GUBERNUR Jawa Barat Dedi Mulyadi mengusulkan agar Bandara Ketajati di Majalengka dikembangkan menjadi kawasan industri pertahanan nasional. “Gagasan kami adalah selain kawasan ekonomi khusus, Kertajati menjadi kawasan industri pertahanan dalam negeri. Harapan kami, industri pertahanan seperti Pindad, PT Dirgantara Indonesia, dan lainnya bisa dipusatkan di sana," kata dia, dalam siaran pers pada Jumat, 21 November 2025.
Dedi Mulyadi menyampaikan usul tersebut dalam Rapat Koordinasi Percepatan Pembangunan dan Pengoperasian Sustainable Aerospace Park Kertajati di Gedung Sate, Bandung, Kamis, 20 November 2025, bersama Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy. Saat ini, kata dia, Bandara Kertajati dimanfaatkan untuk layanan penerbangan sipil
Ia mengatakan, fasilitas yang dimiliki Bandara Kertajati sudah memenuhi standar operasional pesawat militer sehingga dapat mendukung pengembangan kawasan industri pertahanan terpadu. Penetapan kawasan bandara tersebut menjadi kawasan industri pertahanan nasional diyakininya akan membawa dampak ekonomi yang signifikan bagi Jawa Barat.
"Kalau kawasan itu ditetapkan sebagai kawasan industri pertahanan dalam negeri, investor akan makin cepat datang karena jaminan keamanan dan kenyamanannya lebih tinggi," kata Dedi Mulyadi.
Dedi Mulyadi mengatakan, pemindahan fasilitas industri pertahanan menuju Kertajati akan membantu mengurangi beban ruang dan tingkat kepadatan infrastruktur di Kota Bandung. PT Dirgantara Indonesia dan PT Pindad misalnya, memiliki fasilitas industri pertahanan di Bandung. “Untuk mengurangi beban di Bandung seperti Husein, kompleks militernya bisa pindah ke sana. PT Dirgantara Indonesia juga sudah terlalu penuh dan bisa pindah."
Lebih jauh, Dedi Mulyadi mengatakan, biaya pemindahan fasilitas industri pertahanan ke Kertajati dinilainya tidak akan terlalu membebani APBN mengingat nilai ekonomi lahan di Bandung yang dapat diberdayakan untuk mendukung pembangunan di Kertajati. “PT Dirgantara Indonesia kalau dikeluarin dipindahin kesana, saya pikir itu juga bisa, karena nilai ekonominya di Bandung sangat tinggi. Barang kali itu saja," ujarnya.
Di kesempatan tersebut, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy mengatakan, pemerintah berkomitmen mempercepat pengembangan fasilitas maintenance, repair, and overhaul (MRO) dan rencana kawasan industri pertahanan di Kertajati. “Saya mendapat informasi bahwa MRO tidak hanya untuk pesawat sipil, tetapi juga pesawat militer. Nanti rekan-rekan dari Kementerian Pertahanan akan membicarakan hal ini bersama," kata dia.
Rachmat mengatakan, Bappenas menyiapkan teknis perencanaannya. "Kami dari Bappenas tugasnya menyiapkan percepatan perencanaannya. Nanti yang memanfaatkan pertama-tama adalah Pemda Jabar," kata dia.
Ia menjelaskan pengembangan kawasan industri pertahanan terpadu di Kertajati akan memiliki nilai strategis dan berpotensi menjadi satu-satunya kawasan serupa di Asia. “Kalau itu terjadi, barangkali satu-satunya kawasan di Asia yang bisa kita kembangkan di sini,” kata dia.