Bisnis.com, JAKARTA — Praktik truk dengan muatan berlebih dan dimensi yang tidak sesuai standar, atau yang lebih dikenal sebagai Over Dimension Over Loading (ODOL) bisa memicu kerusakan infrastruktur jalan secara prematur, hingga meningkatkan risiko kecelakaan fatal di jalan raya.
Truk ODOL didefinisikan sebagai kendaraan angkutan barang yang memodifikasi dimensi bak muatan melebihi ketentuan pabrikan atau mengangkut beban yang melampaui batas maksimal sumbu jalan.
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sebelumnya kerap menyoroti besarnya beban APBN yang tersedot untuk perbaikan jalan nasional akibat paparan beban kendaraan yang melebihi kapasitas desain. Secara ekonomi, efisiensi logistik yang dikejar pelaku usaha melalui praktik ODOL justru menimbulkan biaya eksternalitas yang jauh lebih besar bagi negara.
"Kendaraan yang dipaksa bekerja di luar spesifikasi teknisnya akan mengalami degradasi komponen lebih cepat, terutama pada sistem pengereman, suspensi, dan ban," tulis laporan teknis Auto2000, dikutip Rabu (7/4/2026).
Dari perspektif keselamatan, truk ODOL memiliki karakteristik mekanikal berbahaya seperti risiko kegagalan sistem pengereman akibat beban berlebih yang memperpanjang jarak henti dan memicu rem blong di jalan menurun.
Selain itu, dimensi yang melebihi standar menggeser titik pusat gravitasi sehingga kendaraan menjadi tidak stabil dan rawan terbalik saat bermanuver atau terkena angin kencang.
Pemaksaan beban tersebut juga berisiko memicu patahnya komponen vital seperti as roda atau drive shaft yang dapat menyebabkan kendaraan berhenti mendadak di jalur cepat dan memicu kecelakaan beruntun.
Pemerintah terus memperketat pengawasan melalui jembatan timbang elektronik (WIM) dan sanksi tegas bagi pelanggar aturan dimensi. Bagi para pelaku industri logistik, beralih ke armada yang sesuai spesifikasi dan melakukan perawatan rutin di bengkel resmi merupakan langkah preventif yang bijak.
"Kepatuhan terhadap batas muatan adalah kunci utama dalam menciptakan iklim logistik yang sehat dan berkelanjutan di Indonesia," tambah manajemen dalam keterangannya.