Bisnis.com, JAKARTA – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO) mengumumkan pengunduran diri direktur utama perseroan Julfi Hadi.
Sekretaris Perusahaan PGEO Kitty Andhora menyampaikan lewat keterbukaan informasi bahwa perseroan telah menerima surat pengunduran diri Julfi Hadi selaku Direktur Utama Perseroan melalui surat tertanggal 25 November 2025.
"Selanjutnya, sesuai Pasal 8 ayat (3) POJK 33/2014, Perseroan akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dalam jangka waktu paling lambat 90 hari kalender sejak diterimanya surat pengunduran diri," tulis Kitty, dikutip Jumat (28/11/2025).
Dalam perkembangan terakhir, PGEO mencatat koreksi terhadap laba bersih perseroan pada kuartal III/2025 sebesar 22,17% menjadi US$104,28 juta dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu akibat sejumlah hal.
Manager Corporate Communication & CSR PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO) Muhammad Taufik mengatakan sepanjang kuartal III/2025, perseroan mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 4,20% yoy menjadi US$318,86 juta.
Namun demikian hingga kuartal III/2025, kinerja perseroan mencerminkan fase transisi di mana terdapat proyek strategis mulai masuk tahap operasional penuh, yaitu Lumut Balai Unit 2. Hal ini, lanjutnya, berdampak pada meningkatnya beban depresiasi dan biaya operasional di periode berjalan.
"Sementara laba bersih terkoreksi 22,17% yoy menjadi US$104,28 juta. Tekanan terhadap margin terutama terjadi akibat penguatan Yen Jepang terhadap dolar AS," ujarnya kepada Bisnis dikutip, Jumat (7/11/2025).
Secara keseluruhan, dia menilik kinerja hingga saat ini masih berada pada jalur yang sejalan dengan rencana kerja tahun ini. Taufik memaparkan sebagian besar investasi yang dilakukan bersifat jangka panjang dan kontribusinya terhadap profitabilitas akan mulai terlihat secara bertahap dalam periode mendatang.
Selain itu PGEO juga menjaga fundamental keuangan yang solid, tercermin dari posisi kas yang sehat dan struktur pendanaan yang terkendali. Hal ini memastikan kemampuan PGEO untuk melanjutkan ekspansi secara berkelanjutan serta menjaga daya saing perseroan ke depan.
Adapun hingga saat ini, perseroan belum melakukan perubahan terhadap target kinerja tahun 2025 dan tetap fokus menjalankan rencana kerja yang telah ditetapkan. Sejauh ini, PGEO telah mengidentifikasi potensi panas bumi sebesar 3 GW dari berbagai WKP yang dikelola.