Bisnis.com, BANDUNG — Dinas Pendidikan Jawa Barat ikut memantau proses pengiriman program Makan Bergizi Gratis (MBG) lewat laman resmi SiMantap.
Laman ini mewajibkan sekolah mengunggah bukti proses distribusi MBG ke para murid SD-SMA/SMK, dan SLB di 27 kabupaten/kota.
Situs tersebut juga menyediakan dua menu utama yaitu pelaksanaan dan juga proses input. Sekolah nantinya bisa terlebih dahulu login dengan identitas dan sandi dari kode registrasi Dapodik.
Berdasarkan input data dari laman tersebut penerima MBG di Jabar dari SD-SMA/SMK dan SLB sudah mencapai 2.353 sekolah
Kepala Disdik Jabar, Purwanto mengatakan, laman ini disediakan untuk pemantauan dan pendataan saja.
"Ini untuk mantau dari setiap sekolah diminta untuk bisa mengisi berapa jumlah MBG yang terdistribusi yang masuk ke sekolah itu ada berapa gitu," katanya, Kamis (24/10/2025).
Mengacu pada Perpres Nomor 83 Tahun 2024 tentang Badan Gizi Nasional, murid SD-SMA/SMK dan SLB masuk dalam kategori penerima MBG. Sehingga, Purwanto menyampaikan, pemerintah provinsi memiliki kewenangan dalam melakukan pemantauan di lapangan.
"Untuk mantau saja, kami kan user, memastikan bahwa kita menerima jumlahnya segitu, dan kami enggak punya kewenangan untuk menentukan sekolah mana (harus dapat MBG), kami cuma supporting. Jadi kami bertugasnya men-support, kasih supporting, memanfaatkan sumber daya kita, guru memastikan bahwa MBG itu keterima di sekolah dan bisa di terpenuhi dengan baik. Terus memitigasi hal-hal kalau ada kejadian luar biasa misalnya dia harus dibawa ke mana, harus dilaporkan ke mana gitu," paparnya.
Mengenai pendataan yang dilaporkan melalui sekolah yang menerima MBG ini apakah tempat waktu atau tidak,Disdik sudah meminta agar para guru di sekolah melaporkan semua proses MBG di sekolah tepat waktu setiap hari.
"Harusnya setiap hari, kami mintanya setiap hari. Tapi kan kadang-kadang juga di lapangan tidak semudah itu ya. ya kadang-kadang terkendala sumber daya. Tapi kami dorong ke security tim," katanya.
Purwanto mengatakan, untuk sampai saat ini data yang seluruhnya masuk akurat. Mengingat, dalam melaporkan proses MBG turut disertai foto di lapangan di mana menu dan siswa menerima turut diunggah dalam SiMantap.
"Sementara yang kami terima di website begitu (akurat). Kami harus pastikan apakah itu disiplin atau enggak, kalau kami sudah meminta mereka untuk disiplin menginput," tuturnya.
Purwanto menambahkan, laman SiMantap dibuat benar-benar untuk memantau proses jalanannya MBG ke sekolah-sekolah.
"Ini inovasi kami aja sebenarnya, biar mudah bisa mengontrol di kabupaten/kota ini berapa (MBG) yang masuk. Sifatnya monitoring saja, informasi yang muncul dari bawah. Nanti kalau ada apa-apa jadi kita sudah bisa juga mantau dikompilasikan," kata dia.
Meski demikian, Purwanto mengakui belum menyertakan pendataan untuk insiden dari MBG ini, seperti data keracunan dan lainnya. Namun, Disdik Jabar akan mengupayakan nantinya ada layanan itu.
"Kalau yang keracunan itu belum masuk. Baru jumlah-jumlah paket. Kami bisa kembangkan dari masalah yang terjadi di lapangan ya," tuturnya.