Bisnis.com, JAKARTA - Status sosial, privilese, jabatan, pekerjaan, kekayaan, dan pertemanan, seakan jadi kombinasi penting untuk bertahan hidup sebagai manusia modern. Alam liar akan merontokkan itu semua, memaksa pribadi membuka wataknya yang paling murni.
Film terbaru Sam Raimi bertajuk Send Help yang telah tayang di bioskop seantero Indonesia baru-baru ini, seakan meramu tema tersebut menuju titik paling ekstrem dalam koridor horor-triler, bertabur komedi gelap yang penuh plot-twist menghibur.
Praktis, karya terbaru dari sutradara yang dikenal meracik The Evil Dead dan trilogi Spider-Man era Tobey Maguire ini pun seperti akumulasi kemampuan khasnya selama berkarier: membuat adegan penuh luka dan darah yang mampu memancing decak kagum penonton, bahkan gelak tawa lewat punchline tak tertebak.
Bermula dari gambaran kehidupan menyedihkan Linda Liddle (Rachel McAdams) sebagai sosok karyawati culun dan serba canggung, tapi sebenarnya cemerlang dalam pekerjaan. Bahkan, dia sempat dijanjikan akan naik jabatan ke posisi manajerial.
Sayangnya, bos lama Linda telah tiada. Perusahaan berganti rezim, dipimpin oleh anak manja Si Bos, Bradley Preston (Dylan O'Brien) yang kelewat elite, menyebalkan, penuh kolusi.
Kehidupan kantor modern yang penuh tipu daya dan pencitraan palsu pun seakan kelewat kejam buat Linda. Dia jadi pihak yang kalah dalam habitat ini.
Lantas, selepas konflik perdana yang berlatar kehidupan culun Linda sudah begitu mengena sampai penonton iba, cerita sesungguhnya baru akan dimulai ketika pesawat perjalanan bisnis yang ditumpanginya bersama para bos mengalami kecelakaan.
Pesawat jatuh di pedalaman Thailand, lantas hanya Linda dan Bradley yang hidup. Keduanya terpaksa bertahan hidup di alam liar.
Menariknya, Linda si culun ternyata jago survival. Bingkai film bahkan sampai menggambarkannya sebagai sosok yang begitu cantik. Memanfaatkan pesona Rachel McAdams yang diputar ke titik maksimal.
Habitat alam liar pun membuat Linda menang. Bradley si bos manja jadi pihak yang kalah.
Sampai di situ, film seakan berjalan ke arah genre balas dendam. Tapi jangan tertipu, plot-twist Raimi baru dimulai dari sini.
Kehebatan McAdams pun mulai menonjol. Kadang bisa seperti bidadari, punya sosok keibuan, pasangan yang baik, tapi juga sebaliknya, berani, petualang hebat, bahkan licik dan dominan. Watak misterius lain yang diciptakan dari alam mulai terbuka.
Hal itu turut membuat performa McAdams begitu apik, sebab seperti bisa menjelma berbagai karakter hanya dalam satu film.
Alhasil, film yang ditulis Damian Shannon dan Mark Swift ini penuh dengan ambiguitas moral. Batas antara protagonis dengan antagonis pun begitu tipis. Raimi bahkan mengakui terang-terangan kalau ingin membuat film semacam ini sejak dahulu.
"Saya ingin membuat penonton awalnya sangat iba ke protagonis, kemudian mulai bergeser iba ke antagonis. Tapi kemudian kita balik lagi di tengah-tengah, lalu dibalik lagi jelang akhir, dan kita balik-balik terus sampai benar-benar kabur. Pasti seru, dan ternyata naskah ini punya kekuatan mewujudkan itu," ungkap Raimi dalam sebuah wawancara daring.
Fakta menariknya, latar tempat syuting film ini memang berada di pulau terpencil, melengkapi cerita apik menjadi semakin autentik.
Pada akhirnya, Send Help bisa menjadi salah satu film rekomendasi para pencinta kisah triler-misteri dengan plot twist seru dan kejutan jumpscare tak terduga, sehingga asyik buat ditonton bersama kolega selepas penat bekerja.