Bisnis.com, JAKARTA — Anak usaha PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA), PT Bank Digital BCA (Blu) membukukan laba bersih tahun berjalan senilai Rp213,44 miliar sepanjang 2025. Perolehan laba tersebut meningkat 97,69% secara tahunan (year on year/YoY) dibanding periode yang sama tahun lalu Rp107,97 miliar.
Dalam laporan keuangan yang dipublikasikan, raihan laba bersih ditopang oleh pendapatan bunga bersih yang mencapai Rp1,30 triliun, meningkat 32,20% YoY dibanding tahun lalu yang sebesar Rp984,96 miliar.
Pendapatan berbasis komisi juga meningkat signifikan sebesar 100,64% YoY, dari Rp58,78 miliar pada tahun sebelumnya menjadi Rp117,94 miliar pada 2025. Pendapatan lainnya juga tumbuh 73,02% YoY menjadi Rp66,94 miliar dari periode yang sama tahun lalu Rp38,69 miliar.
Kendati begitu, beban operasional meningkat 20,34% YoY menjadi Rp1,03 triliun dari sebelumnya Rp856,14 miliar. Komponen beban operasional nonbunga yang membengkak di antaranya impairment yang meningkat 27,52% YoY, dari Rp378,78 miliar menjadi Rp483,03 miliar. Kemudian, beban lainnya mencapai Rp380,93 miliar, meningkat 24,42% YoY dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp306,18 miliar.
Dengan demikian, BCA Digital membukukan laba operasional sebesar Rp271,80 miliar, naik signifikan 111,00% YoY dari perolehan tahun lalu senilai Rp128,81 miliar. Sebaliknya, laba nonoperasional susut 79,47% YoY menjadi Rp2,04 miliar hingga akhir 2025. Pada 2024, BCA Digital mencatatkan perolehan laba nonoperasional sebesar Rp9,97 miliar.
Dari sisi intermediasi, penyaluran kredit BCA Digital tumbuh double digit yakni 31,43% YoY menjadi Rp8,56 triliun dari raihan tahun lalu yang sebesar Rp6,52 triliun.
Pada saat yang sama, dana pihak ketiga (DPK) perseroan tumbuh 21,94% YoY menjadi Rp14,30 triliun, ditopang oleh simpanan giro yang tumbuh melesat sebesar 821,90% YoY menjadi Rp43,14 miliar.
Selain simpanan giro, simpanan tabungan dan deposito juga mengalami pertumbuhan dibanding tahun sebelumnya. Tercatat simpanan tabungan BCA Digital tumbuh 35,02% YoY menjadi Rp7,48 triliun dan deposito naik 9,60% YoY menjadi Rp6,77 triliun hingga akhir 2025.
Dari sisi indikator keuangan, rasio kewajiban penyediaan modal minimum (KPMM) BCA Digital turun dari tahun sebelumnya 48,73% menjadi 37,80% pada 2025. Untuk kualitas kredit, NPL gross tercatat 0,96% dari periode yang sama tahun lalu 1,23% dan NPL net 0,26% dari 0,11%.
Sementara itu, pendapatan bunga bersih (net interest margin/NIM) meningkat menjadi 7,39% dari periode yang sama tahun lalu 6,66%, sedangkan biaya operasional terhadap pendapatan operasional menyusut dari 90,97% pada 2024 menjadi 85,63% hingga akhir 2025.