Cisco merilis Foundry Security Spec, kerangka open-source untuk mengurangi kerugian dari halusinasi AI, meningkatkan keamanan siber global, dan efisiensi bisnis. [426] url asal
Bisnis.com, JAKARTA — Cisco Systems Inc. merilis Foundry Security Spec, sebuah kerangka kerja terbuka (open-source) untuk sistem evaluasi keamanan berbasis agentic AI.
Inisiatif ini menandai babak baru bagi lini bisnis Cisco dalam upaya menguasai ekosistem arsitektur keamanan digital secara global dengan menawarkan solusi yang bersifat model-agnostic dan stack-agnostic.
Perusahaan membaca di tengah masifnya adopsi kecerdasan buatan (AI), lanskap industri keamanan siber global mengalami pergeseran orientasi bisnis yang fundamental.
Cisco mendorong sistem pengaman universal yang sangat fleksibel, yang dijamin cocok dan bisa langsung "nyambung" dengan teknologi AI atau komputer merek apa pun yang sudah dibeli oleh perusahaan tersebut.
Distinguished Engineer, AI Security Engineering, S&TO Cisco, Omar Santos, memaparkan inisiatif ini lahir dari kebutuhan nyata untuk melampaui peningkatan produktivitas bertahap.
Melalui pemikiran menemukan serta memperbaiki kerentanan dalam skala besar, kehadiran Foundry Security Spec menjadi peluang penting untuk memberdayakan tim keamanan siber dan memperkuat posisi pertahanan dalam menghadapi ancaman digital yang bergerak secepat mesin.
“Kami ingin membantu komunitas di bidang perlindungan keamanan agar bisa bergerak lebih cepat dan lebih cerdas,” kata Omar dikutip Kamis (28/5/2026).
Omar mengatakan dengan solusi diharapkan organisasi tidak lagi disibukkan untuk mengurusi banyak notifikasi tetapi lebih fokus pada temuan keamanan bisa diverifikasi dan memberikan dampak nyata.
Dari kacamata efisiensi bisnis konsumen, kata Omar, kerangka kerja ini menyelesaikan masalah finansial yang krusial akibat investasi kecerdasan buatan yang tidak efisien. Selama ini, banyak korporasi terjebak pada pengeluaran tinggi untuk Large Language Models (LLM) namun hanya menghasilkan output halusinatif dan false positive dalam skala besar.
Cisco Foundry
Foundry hadir memangkas kerugian operasional tersebut dengan membungkus AI menggunakan sistem koordinasi delapan peran inti, mulai dari Orchestrator hingga Validator, guna menjamin hasil evaluasi yang dapat dipertanggungjawabkan di hadapan auditor maupun Chief Information Security Officer (CISO).
Lebih jauh, Cisco mengintegrasikan spesifikasi ini dengan Project CodeGuard yang sebelumnya telah disumbangkan ke Coalition for Secure AI (CoSAI). Integrasi ini menciptakan efek roda terbang (flywheel) ekonomi yang bernilai tinggi.
Celah keamanan yang ditemukan oleh sistem eksplorasi Foundry otomatis dikonversi menjadi aturan baru pada CodeGuard.
“Efeknya, pencegahan bug dan kesalahan kode dapat langsung diterapkan di editor pengembang sebelum evaluasi keamanan berikutnya berjalan, yang secara signifikan memangkas biaya pemulihan pasca-insiden,” kata Omar.
Keputusan untuk membuka spesifikasi, alih-alih kode sumber internal yang terikat pada pusat data privat Cisco, menegaskan kehati-hatian perseroan dalam menjaga aset digitalnya sekaligus memastikan teknologi ini fleksibel diimplementasikan di infrastruktur awan mana pun.
Melalui standarisasi tata kelola berbasis agentic AI ini, Cisco sukses mematangkan posisinya sebagai lokomotif utama yang menstabilkan proses evaluasi keamanan dunia usaha, terlepas dari mesin AI apa pun yang digunakan di masa depan.
#50 tag sepekan
Warning: file_get_contents(http://ekbis.blog/adminv2/tag7day.json): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found
in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 54
Warning: foreach() argument must be of type array|object, null given in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 56