JAKARTA, KOMPAS.com - Emiten distributor tas koper dan peralatan rumah tangga PT Rohartindo Nusantara Luas Tbk (TOOL) menyiapkan sejumlah strategi untuk memperbaiki kinerja pada 2026 setelah pendapatan dan laba perseroan tertekan sepanjang tahun lalu.
Direktur Utama PT Rohartindo Nusantara Luas Tbk, Ronald Hartono Tan, mengatakan perseroan akan terus berfokus pada peningkatan penjualan, terutama pada segmen koper pintar (smart luggage) Airwheel dan produk perkakas yang menjadi salah satu lini usaha unggulan perusahaan.
Untuk mendukung target tersebut, TOOL berencana memperluas jangkauan pasar, meningkatkan eksposur merek melalui berbagai kegiatan promosi, serta memperkuat kerja sama dengan mitra usaha.
DOK. Airwheel Factory Koper listrik Airwheel.Di saat yang sama, perusahaan tetap menjaga efisiensi operasional dan pengendalian biaya guna menopang profitabilitas.
"Seluruh inisiatif tersebut dilaksanakan dengan tetap memperhatikan efisiensi operasional dan pengendalian biaya," ujar Ronald dalam siaran pers Paparan Publik, Senin (15/6/2026).
Sebagai informasi, TOOL memiliki tiga kategori produk utama yang mencakup tas koper, perkakas, dan peralatan rumah tangga.
Perseroan menilai penurunan daya beli masyarakat menjadi salah satu tantangan utama yang dihadapi sepanjang 2025. Kondisi tersebut membuat konsumen lebih selektif dalam berbelanja sehingga berdampak pada permintaan produk dan pendapatan perusahaan.
Sepanjang 2025, TOOL mencatatkan pendapatan sebesar Rp 59,26 miliar, turun 36,64 persen dibandingkan realisasi 2024 yang sebesar Rp 93,53 miliar.
Penurunan tersebut dipicu oleh melemahnya penjualan pada seluruh segmen usaha, mulai dari tas koper, perkakas, hingga perabotan rumah tangga.
Sejalan dengan itu, laba bruto perseroan turun 39,37 persen menjadi Rp 24,26 miliar dari sebelumnya Rp 40,01 miliar.
Meski demikian, perusahaan masih mampu membukukan laba bruto yang menunjukkan kegiatan usaha inti tetap menghasilkan nilai tambah.
Dari sisi bottom line, TOOL mencatat rugi bersih sebesar Rp 6,99 miliar pada 2025. Capaian tersebut berbanding terbalik dengan kinerja 2024 ketika perseroan masih membukukan laba bersih Rp 937 juta.
Untuk mendorong pertumbuhan, Ronald mengungkapkan perseroan mengandalkan strategi perluasan distribusi melalui kerja sama dengan department store.
Langkah tersebut telah dilakukan sejak 2024 dengan membuka tiga counter Airwheel di pusat perbelanjaan besar Jakarta, yakni di SEIBU Grand Indonesia, SOGO Pondok Indah Mall 2, dan SOGO Plaza Senayan.
Selain itu, perseroan juga memiliki toko Airwheel di Sedayu City, Kelapa Gading.
Ekspansi kemudian berlanjut pada 2025 dengan memperluas jangkauan ke Jawa Timur. Pada Januari 2025, TOOL membuka counter Airwheel di SOGO Pakuwon Mall Surabaya.
Selanjutnya, pada Maret 2025, perseroan membuka toko Airwheel di Galaxy Mall 3 Surabaya.
Ekspansi Airwheel juga berlanjut ke Bandung. Pada Agustus 2025, perseroan membuka counter Airwheel di SOGO Paris Van Java Mall Bandung.
Manajemen berharap perluasan jaringan distribusi dan penguatan merek Airwheel dapat meningkatkan penjualan sekaligus menjadi motor pemulihan kinerja perseroan pada 2026.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang