Bisnis.com, JAKARTA - Lanskap ketenagakerjaan dunia mulai berubah, seiring perkembangan teknologi dan masifnya pemanfaatan akal imitasi (AI). Lantas, skill macam apa yang sedang banyak dibutuhkan perusahaan dunia?
Laporan World Economic Forum bertajuk Future of Jobs Report 2025 bisa menjadi gambaran sedang ada tren transisi kebutuhan kemampuan yang dibutuhkan perusahaan buat para angkatan kerja muda di era terkini.
Pasar tenaga kerja bahkan menghadapi tren semakin rendahnya lapangan kerja buat tingkat pemula, seiring peluang yang menyusut tepat ketika partisipasi angkatan kerja dari generasi muda di dunia sedang mencapai puncaknya.
"Sejak Januari 2024, lowongan pekerjaan tingkat pemula telah turun sebesar 29%, menurut analisis Randstad terhadap 126 juta lowongan di seluruh dunia. Apa yang dulunya merupakan perlambatan sementara, kini tampak semakin struktural," ujar laporan dari laman weforum.org yang dipublikasikan awal tahun ini, dikutip Bisnis, Rabu (4/2/2026).
Hal ini bukan hanya disebabkan oleh otomatisasi yang didorong oleh AI dan teknologi. Para ekonom mengaitkan perlambatan ini dengan tren struktural yang lebih luas, antara lain kehati-hatian perusahaan dalam kondisi ekonomi sedang dingin, hingga ketidakpastian terkait perdagangan dunia akibat gejolak geopolitik.
Namun, World Economic Forum tetap menekankan masih ada masa harapan dan peluang baru buat para pekerja yang rajin menambah skill.
Contohnya, kendati 41% organisasi memperkirakan akan mengurangi jumlah tenaga kerja dalam peran yang rentan akibat disrupsi AI, sebanyak 70% di antaranya berencana untuk merekrut orang dengan keterampilan baru terkait AI.
Selain itu, meskipun teknologi dan fragmentasi geoekonomi mendorong perubahan, keterampilan yang berpusat pada manusia, yaitu kepemimpinan, adaptasi, dan pembelajaran berkelanjutan, akan tetap menjadi faktor penting.
"Ini seperti kontradiksi yang mendefinisikan tantangan di masa depan. Menghadapi hal ini, kaum muda mendiversifikasi sumber pendapatan dan merangkul program magang dan pelatihan kejuruan, dengan 37% lulusan Gen Z sekarang mengejar pekerjaan kerah biru," tambah laporan.
Bagusnya lagi, sebagian besar pemberi kerja berencana untuk mengatasi kesenjangan keterampilan, dengan 85% menawarkan peningkatan keterampilan dan 77% menyediakan pelatihan AI.
Terkhir, mendukung kesehatan dan kesejahteraan karyawan merupakan fokus utama untuk menarik talenta, dengan 64% pemberi kerja mengidentifikasinya sebagai strategi utama untuk meningkatkan ketersediaan talenta.
Berikut merupakan 10 kemampuan dan talenta sumber daya manusia (SDM) yang sedang banyak mereka cari dan akan terus mengalami pertumbuhan pesat sampai 2030:
1. Spesialis Big Data
2. Insinyur dan Perekayasa terkait Teknologi Finansial
3. Spesialis AI dan Pelatih Pembelajaran Mesin
4. Developer aplikasi dan perangkat lunak
5. Spesialis terkait Keamanan Siber
6. Spesialis terkait Data Pergudangan
7. Spesialis kendaraan elektrifikasi (EV) dan kendaraan otonom
8. Desainer UI dan UX
9. Pengemudi truk logistik dan layanan antar
10. Spesialis Internet untuk Semua Perangkat alias Internet of Things (IoT)