Bisnis.com, JAKARTA — Perusahaan Pembiayaan PT Mandiri Utama Finance (MUF) mencatat piutang pembiayaan per Agustus 2025 tumbuh sebesar 12,2% secara (year on year/YoY).
Direktur MUF Dapot Parasian S. Sinaga mengklaim pertumbuhan ini mencerminkan kinerja yang solid sekaligus menunjukkan kepercayaan konsumen yang terus terjaga.
Sebab demikian, Dapot optimis pertumbuhan piutang pembiayaan akan terus terjaga hingga akhir 2025. Tentunya dengan tetap menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan kualitas pembiayaan supaya pencapaian berlangsung sehat dan berkelanjutan.
“Strategi MUF adalah menjaga keseimbangan antara segmen reguler dancaptive market. Dengan demikian, pertumbuhan yang dicapai tidak hanya berorientasi pada volume, tetapi juga kualitas, sehingga tetap sehat dan berkelanjutan,” katanya kepadaBisnis, Senin (13/10/2025).
Walau begitu, Dapot tak menampik bahwa melemahnya industri otomotif turut memengaruhi industri multifinance. Namun, MUF yakin pertumbuhan kinerja pembiayaan tetap terjaga lantaran dukungan dari induknya yakni Bank Mandiri dan BSI.
“Yang memperkuat likuiditas dan jaringan pemasaran kami. Hal ini membantu menjaga minat pembiayaan konsumen meskipun kondisi pasar masih menantang,” ucap dia.
Lebiu jauh, Dapot berharap penurunan suku bunga acuan atau BI Rate dapat menurunkancost of fund. Dengan demikian, industri pembiayaan dapat memberikanpricingyang kompetitif, tetapi tetap menjaga profitabilitas.
Berdasarkan laporan terbaru yang ada di situs resmi perusahaan, yakni per Desember 2024 piutang pembiayaan konsumen setelah dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai sebesar Rp12,42 triliun, tumbuh 44% YoY dari Rp8,62 triliun.
Sebagai informasi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat piutang pembiayaan di industri multifinance per Agustus 2025 tumbuh 1,26% secara (year on year/YoY) menjadi Rp505,59 triliun.
Sebagai perbandingan, pertumbuhan ini sangat jauh berbeda dengan periode yang sama tahun lalu atau Agustus 2024 yang pertumbuhannya sebesar 10,18% YoY. Secara MtM pun pertumbuhannya turun, per Juli 2025 pertumbuhan piutang pembiayaan sebesar 1,79%.