Bisnis.com, PADANG—Pemerintah Provinsi Sumatra Barat bakal mengadakan 8.000 benih lobster untuk mendukung program budidaya produk perikanan.
Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatra Barat memilih wilayah Sungai Bungin, Kecamatan Batang Kapas, Kabupaten Pesisir Selatan, sebagai tempat untuk melakukan budidaya lobster laut. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbar, Reti Wafda mengatakan minat masyarakat yang besar dan pasar yang menjanjikan membuka peluang bagi pengadaan benih lobster.
“Dibutuhkan sekitar 8.000 benih lobster, dan bantuan benih lobster ini ada pada anggaran perubahan,” ujarnya Rabu (22/10/2025).
Pengadaan 8.000 benih lobster menyusul program yang dimulai pada November 2024. Kala itu, dua kelompok pembudidaya mendapatkan 200 ekor lobster. Dalam waktu dekat, dia menyebut lobster bisa dipanen.
Lebih lanjut, dia menyebut bahwa budidaya lobster pun tak bisa sembarangan. Laut yang memiliki terumbu karang dan pasir putih akan menjadi tempat yang pas bagi budidaya lobster berkualitas.
“Karena habitat alami lobster laut ini adalah kawasan terumbu karang di perairan pantai dari yang dangkal sampai 100 meter di bawah permukaan laut dan 200 meter dari bibir pantai.”
Di Sungai Bungin itu, DKP Sumbar tidak hanya membantu 200 benih lobster, tetapi juga memberikan bantuan berupa keramba dan kerangkeng serta sekitar 200 benih bening lobster. Kini, dari tahapan demi tahapan yang dilakukan kelompok nelayan membuahkan hasil.
“Dari kondisi ini ternyata muncul banyak peminat untuk memperluas budidaya lobster. Kami memastikan untuk budidaya lobster ini memang akan menjadi salah satu prioritas DKP, agar lobster ini bisa berkembang dan baik, karena dampaknya sangat besar bagi perekonomian,” jelasnya.
Reti menyebutkan selama ini lobster laut menjadi salah satu komoditas yang paling banyak dibutuhkan bagi pasar dunia, salah satunya Hong Kong yang menjadi tujuan ekspor.
Adanya potensi perikanan budidaya di Sungai Bungin yang dinilai sangat menjanjikan ini, Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni menyampaikan wilayah tersebut memang sangat ideal untuk pengembangan budidaya lobster laut maupun ikan kerapu.
“Hal ini tentunya memberikan dampak yang positif bagi perekonomian masyarakat, dan tentunya harus didukung,” ungkapnya.
Hendrajoni juga menyoroti potensi bibit lobster yang tersedia di Laut Pesisir Selatan. Dia menegaskan bahwa semua kebutuhan bibit bisa dipenuhi secara lokal tanpa harus mendatangkannya dari luar daerah.
“Bibit di Pesisir Selatan ini kan banyak dan cukup bagus. Tak perlu cari ke luar, cukup di Pesisir Selatan saja, dan bisa mendapatkan bibit unggul untuk budidaya,” ungkapnya.