Bisnis.com, MEDAN - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sumatra Utara (Sumut) meyakini ekonomi regional Sumut tetap bisa tumbuh di atas 5% (year-on-year/yoy) pada tahun 2026 meski kondisi global penuh gejolak.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumut Ameriza M Moesa mengatakan optimisme pertumbuhan ekonomi Sumut di atas 5% tahun 2026 didasari oleh sejumlah pertimbangan, terutama dari sisi ekspor yang disebutnya terdampak peningkatan harga komoditas walaupun dari sisi konsumsi tertekan.
"Sumatra Utara ini masih resource-based economy (berbasis sumber daya). Situasi global mengakibatkan harga komoditas meningkat sehingga ekspor kita juga nilainya meningkat. Jadi, kami perkirakan nanti di akhir tahun net ekspor kita ada sedikit peningkatan meskipun di sektor konsumsi agak sedikit melambat," ujar Ameriza dalam Forum North Sumatra Economic Xceleration Talk (NEXT) Triwulan II di Medan, Kamis (25/6/2026).
Dia mengatakan kondisi geopolitik global memberi tekanan pada ekonomi Indonesia termasuk Sumatra Utara. Kenaikan harga barang yang belakangan terjadi akibat akumulasi berbagai faktor berpotensi besar menekan sisi konsumsi.
Ameriza bahkan menyebut sebagian masyarakat telah menggunakan tabungan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Namun, perlambatan itu disebutnya akan terselamatkan oleh ekspor, khususnya untuk bahan-bahan tambang dan komoditas pertanian.
Sementara dari sisi inflasi, KPw BI Sumut juga meyakini angka inflasi wilayah ini di tahun 2026 akan kembali ke dalam rentang sasaran 2,5% plus minus 1% seiring membaiknya produksi pertanian Sumut di tengah kabar terpaan El Nino.
Begitu pula dengan dampak bencana Sumatra yang disebut Ameriza sudah semakin menurun sehingga membuat aktivitas ekonomi masyarakat semakin lancar.
Pertimbangan-pertimbangan itu yang menjadi landasan optimisme BI akan pertumbuhan ekonomi Sumut tahun ini di tengah kondisi yang serba tidak pasti.
Ameriza mengatakan Bank Indonesia berkomitmen kuat untuk menjaga stabilitas makroekonomi, khususnya terkait dengan stabilitas nilai tukar rupiah dan stabilitas inflasi.
Sinergi, inovasi, dan kolaborasi menurutnya menjadi kunci untuk menjawab tantangan dinamika ekonomi di Sumatra Utara.
"Kami perkirakan Sumut ini bisa tumbuh lebih tinggi ekonominya di tahun 2026. Kalau tahun 2025 sebesar 4,98%, tahun ini kami perkirakan angkanya berada di atas 5%. Dukungan seluruh pemangku kepentingan penting untuk menjaga momentum pertumbuhan sekaligus mempercepat transformasi ekonomi di daerah," tandasnya.