#30 tag 24jam
8 Olahraga yang Pernah Dilakukan Rasulullah SAW, Lengkap dengan Dalilnya
Dalam hal hiburan, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam pernah melakukan beberapa olahraga pada zaman beliau. Olahraga ini selain membuat badan kuat dan bugar,... | Halaman Lengkap [1,056] url asal
#syariat-islam #olahraga-rasulullah-saw #olahraga #sunnah-rasulullah
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 26/06/26 13:15
v/260608/
Dalam hal hiburan, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalampernah melakukan beberapa olahraga pada zaman beliau. Olahraga ini selain membuat badan kuat dan bugar, hati juga memperoleh kegembiraan.Berikut lima jenis olahragayang pernah dilakukan Rasulullah SAW dikutip dari buku "Halal dan Haram dalam Islam" karya Syaikh Muhammad Yusuf Qardhawi:
1. Lari Cepat
Para sahabat dulu biasa mengadakan perlombaan lari cepat, sedangkan Nabi Muhammad SAW sendiri membolehkannya. Sayyidina Ali adalah salah seorang yang paling cepat. Rasulullah SAW sendiri mengadakan pertandingan dengan istri beliau Ummul Mukminin Sayyidah Aisyah guna memberikan pendidikan kesederhanaan dan kesegaran serta mengajar para sahabat-sahabatnya. Aisyah mengatakan: "Rasulullah bertanding dengan saya dan saya menang. Kemudian saya berhenti, sehingga ketika badan saya menjadi gemuk, Rasulullah bertanding lagi dengan saya dan ia menang, kemudian ia bersabda: Kemenangan ini untuk kemenangan itu." (HR Ahmad dan Abu Dawud)Dari riwayat ini, para ahli fiqih beristimbat hukum tentang dibenarkannya pertandingan lari cepat, baik itu dilakukan antara laki-laki dengan laki-laki atau antara laki-laki dengan perempuan mahramnya atau dengan istri-istrinya.
2. Gulat
Rasulullah SAW pernah bergulat dengan seorang laki-laki yang terkenal kuatnya, namanya Rukanah. Permainan ini dilakukan beberapa kali. (Riwayat Abu Dawud). Dalam satu riwayat dikatakan: "Sesungguhnya Rasulullah SAW gulat dengan Rukanah yang terkenal kuatnya itu, kemudian ia berkata: 'domba lawan domba. Kemudian Nabi bergulat, dan ia berkata: berjanjilah dengan saya. Untuk lain kali lagi, lantas Nabi bergulat dan ia berkata: berjanjilah dengan saya. Lantas Nabi bergulat untuk ketiga kalinya.Lalu seorang laki-laki itu bertanya: "Apa yang harus saya katakan kepada keluargaku?" Nabi menjawab: "Katakan 'domba telah dimakan oleh serigala, dan larilah domba." Kemudian apa pula yang aku katakan untuk yang ketiga? Nabi menjawab: "Kami tidak dapat mengalahkan kamu untuk bergulat dengan kamu dan untuk mengalahkan kamu, karena itu ambillah hadiahmu."
Ulama fiqih berpendapat bahwa lari cepat, gulat dan sebagainya tidak menghilangkan kekhusyukan, kehormatan, pengetahuan, keutamaan dan lanjutnya umur. Sebab Rasulullah SAW sendiri juga melakukannya.
3. Memanah
Olahraga berikutnya ialah bermain memanah dan perang-perangan. Nabi pernah berjalan-jalan menjumpai sekelompok sahabat yang sedang mengadakan pertandingan memanah. Maka waktu itu Rasulullah SAW memberikan dorongan kepada mereka dengan sabdanya: "Lemparkanlah panahmu itu, saya bersama kamu." (Riwayat Al-Bukhari).Pertandingan lempar panah itu bukan sekadar bermain saja, tetapi salah satu bentuk mempersiapkan kekuatan sebagaimana perintah Allah dalam Al-Qur'an: "Dan bersiap-siaplah kamu untuk menghadapi mereka (musuh) dengan kekuatanyang kamu sanggup." Dalam menafsirkan ayat ini Rasulullah bersabda: "Ketahuilah! Bahwa yang dimaksud 'kekuatan' itu ialah memanah -beliau mengucapkan kata-kata itu tiga kali." (Riwayat Muslim)
Riwayat lain, beliau bersabda: "Kamu harus belajar memanah karena memanah itu termasuk sebaik-baik permainan." (Riwayat Al-Bazzar, at-Thabarani dengan sanad yang baik). Namun begitu, Rasulullah memperingatkan para pemain agar tidak menjadikan binatang-binatang jinak sebagai sasaran latihannya sebagaimana yang biasa dilakukan oleh orang-orang Arab jahiliah.
4. Menunggang Kuda (Berpacu Kuda)
Olahraga berikutnya adalah menungga kuda. Dalam Al-Qur'an, Allah berfirman: "Kuda, keledai dan himar adalah supaya kamu naiki dan sebagai perhiasan." (QS an-Nahl: 8). Rasulullah SAW pernah bersabda: "Kuda itu diikat jambulnya untuk kebaikan." (Riwayat Al-Bukhari)Dalam riwayat lain beliau bersabda: "Lemparkanlah (panah) dan tunggangilah kuda." (HR Muslim)
Dan sabdanya lagi: "Tiap-tiap sesuatu yang bukan zikrullah berarti permainan dan kelalaian kecuali empat perkara: (1) Seorang laki-laki berjalan antara dua sasaran (untuk memanah). (2) Seorang yang mendidik kudanya. (3) Seseorang yang bermain-main (bersenda gurau) dengan istrinya. (4) Belajar berenang." (Riwayat At-Thabarani). Dan berkatalah Umar: "Ajarlah anak-anakmu berenang dan memanah; dan perintahlah mereka supayamelompat di atas punggung kuda."
Ibnu Umar meriwayatkan."Sesungguhnya Rasulullah SAW pernah mengadakan pacuan kuda dan memberi hadiah kepada pemerangnya." (Riwayat Ahmad)
Taruhan yang dibenarkan dalam syariat ialah suatu hadiah yang dikumpulkan bukan dari orang-orang yang berpacu atau dari salah satunya saja, tetapi dari orang-orang lainnya. Adapun hadiah yang dikumpulkan dari masing-masing yang berpacu, kemudian siapa yang unggul itulah yang mengambilnya, maka hadiah semacam itu termasuk judi yang dilarang.
5. Jalan Kaki
Olahraga lainnya yang pernah dilakukan Rasulullah SAW adalah jalan kaki. Namun jalan kaki yang dilakukan Rasulullah beda dengan orang lain pada umumnya. Dalam satu riwayat dari Abu Hurairah dikatakan, "Dan tidaklah aku mengetahui seorang pun yang lebih cepat jalannya dibandingkan dengan Rasulullah SAW. Ketika beliau berjalan seakan-akan bumi ini digulung untuknya, kami telah bersungguh-sungguh menyamai beliau, namun beliau tidak bergeming sama sekali."Rasulullah SAW adalah orang yang jalan kaki dengan cepat namun tidak juga terlalu cepat seperti orang berlari. Dalam Kitab Jam'u al-Wasail fi Syarh Al-Syamail disebutkan bahwa Rasulullah SAW ketika berjalan cepat, maksudnya adalah bukan jalan terburu-buru dan gegabah. Namun berjalan dengan langkah cepat penuh ketenangan. Sehingga tidak menghilangkan keindahan dan kewibawaan beliau.
Rasulullah berjalan setiap harinya dengan langkah yang cepat. Cara berjalan cepat ini ternyata ternyata bermanfaat bagi kesehatan tubuh.
Selain kelima olahraga di atas, Rasulullah SAW juga menganjurkan dan membolehkan beberapa jenis olahraga lainnya, yaitu:
1. Berburu
Berburu pada hakikatnya adalah bersenang-senang dan termasuk bagian dari olahraga dan bekerja. Baik menggunakan alat seperti tombak dan panah, atau dengan melepaskan binatang berburu seperti anjing dan burung.2. Bermain Anggar
Rasulullah SAW pernah memperkenankan orang-orang Habasyah (Ethiopia) bermain anggar di dalam Masjid Nabawi dan beliau pun membolehkan pula Aisyah menyaksikan permainan itu. Ketika Umar bin Khattab bermaksud melarang orang-orang Habasyah yang sedang bermain anggar, lalu Nabi mencegah sikap Umar itu. Sebagaimana hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, ia berkata: "Ketika orang-orang Habasyah sedang bermain anggar di hadapan Nabi, tiba-tiba Umar masuk kemudian mengambil kerikil dan melemparkannya kepada mereka. Kemudian Rasulullah berkata kepada Umar: "Biarkanlah mereka itu, wahai Umar." (HR Al-Bukhari dan Muslim)3. Berenang
Dalam satu riwayat dari Jabir bin Abdillah radhiyallahuanhu bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Segala sesuatu yang di dalamnya tidak mengandung dzikrullah merupakan perbuatan sia-sia, senda gurau, dan permainan, kecuali empat (perkara), yaitu senda gurau suami dengan istrinya, melatih kuda, berlatih memanah, dan mengajarkan renang." (HR An-Nasa'i)Menurut Ustaz Ahmad Sarwat, kalau memperhatikan teks hadis di atas, Rasulullah SAW menyebutkan bahwa mengajarkan renang bukan termasuk perbuatan sia-sia, sebagaimana perbuatan lainnya. Hanya saja beliau tidak secara langsung memerintahkan, apalagi mencontohkan dalam bentuk perbuatan.
Para ulama menyebut perintah berenang itu merupakan perintah dari Umar bin Khattab sebagaimana riwayat berikut:
Umar bin Al-Khattab berkata: "Ajari anak-anakmu berenang, memanah dan naik kuda."
Itulah beberapa olahraga yang pernah dilakukan Rasulullah SAW dan beberapa olahraga lain yang dianjurkan beliau. Semoga bermanfaat.
Jejak Sejarah Ibadah Umrah Rasulullah SAW, Hanya 4 Kali Seumur Hidup
Mengenal sejarah ibadah umrah yang dilakukan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam menarik untuk disimak. Dan ternyata, Baginda Nabi SAW, hanya melakukan umrah... | Halaman Lengkap [429] url asal
#rasulullah-saw #umrah #sunnah-rasulullah #sirah-nabawiyah #keutamaan-umrah
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 21/04/26 13:57
v/197851/
Mengenal sejarah ibadah umrahyang dilakukan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam menarik untuk disimak. Dan ternyata, Baginda Nabi SAW, hanya melakukan umrah sebanyak 4 kali dalam seumur hidup. Berikut penjelasannya.Keempat umrah Rasulullah SAWtersebut memiliki latar belakang sejarah yang berbeda, mulai dari umrah yang tertunda karena perjanjian damai, hingga umroh yang dilakukan bersamaan dengan Haji Wada. Fakta ini menjadi rujukan penting dalam sejarah Islam dan sering disebut dalam berbagai kitab hadis dan sirah Nabi. Simak sejarah singkatnya di bawah ini:
Rasulullah SAW Umrah 4 Kali Seumur Hidupnya
1. Umrah Hudaybiyyah (6 Hijriah)
Pada bulan Zulkaidah tahun ke-6 Hijriah, Rasulullah ﷺ berangkat dari Madinah bersama sekitar 1.400 sahabat dengan niat tulus untuk menunaikan umroh.Namun sesampainya di wilayah Hudaybiyyah, kaum Quraisy justru menghalangi mereka masuk ke Makkah. Terjadilah negosiasi panjang yang akhirnya melahirkan Perjanjian Hudaybiyyah, sebuah kesepakatan damai antara kaum Muslimin dan Quraisy.
Salah satu syaratnya adalah Rasulullah ﷺ dan kaum Muslimin diperbolehkan melakukan ibadah umrah tahun depan, dengan syarat tidak membawa senjata. Mereka diperbolehkan berada di Mekah selama tiga hari, dan baru bisa memasuki Mekah setelah kaum Quraisy mengosongkan kota itu.
2. Umrah Qadha (7 Hijriah)
Setahun kemudian, tibalah waktu bagi Rasulullah ﷺ dan para sahabat untuk menunaikan Umrah Qadha, sebagai ganti umrah yang tertunda.Sebanyak 2.000 sahabat memasuki Makkah dengan penuh wibawa. Tidak ada peperangan, tidak ada ketegangan. Mereka thawaf, sa’i, dan menyembelih hewan kurban dengan damai.
Saat itu beredar rumor bahwa kaum Muslimin telah melemah di Madinah. Menanggapi hal tersebut, Rasulullah ﷺ memerintahkan para sahabat untuk berlari kecil pada tiga putaran pertama thawaf guna menunjukkan kekuatan fisik umat Islam (HR. Bukhari: 4256).
Umrah ini menjadi simbol bahwa Islam telah berdiri tegak, tidak lagi terpinggirkan di kota suci.
3. Umrah Ji’ranah (8 Hijriah)
Umrah ketiga dilakukan Rasulullah ﷺ setelah kemenangan besar dalam Perang Hunain. Dari daerah Ji’ranah, beliau berihram lalu masuk ke Makkah untuk menunaikan umroh pada malam hari (HR. An-Nasa’i: 2863).Di Ji’ranah, Rasulullah ﷺ sempat menunggu selama sekitar 10 hari sebelum membagikan harta rampasan perang, berharap kaum Hawazin datang untuk bertobat. Ketika mereka benar-benar datang dan memohon agar tawanan dibebaskan, Rasulullah ﷺ memilih sikap penuh kasih dan memerintahkan para sahabat untuk membebaskan para tawanan dengan cara yang baik.
Setelah itu, Rasulullah ﷺ langsung menunaikan umroh, lalu kembali ke Madinah. Sebuah teladan tentang kepemimpinan yang tegas namun penuh rahmat.
Saat ini, Masjid Ji’ronah jadi salah satu area miqat paling ramai yang didatangi jemaah umroh.
4. Umrah Bersama Haji Wada (10 Hijriah)
Umrah terakhir Rasulullah ﷺ diselesaikan bersamaan dengan Haji Wada pada 10 H. Pada masa inilah khutbah perpisahan dibacakan dan agama Islam telah disempurnakan oleh Allah SWT.[ۚarabOpen]… ٱلْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِى وَرَضِيتُ لَكُمُ ٱلْإِسْلَٰمَ دِينًا…
Inilah Waktu Sahur yang Tepat dan Sesuai Sunnah Rasulullah SAW
Kapan waktu makan sahur yang tepat dan sesuai sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam? Tentang waktu sahur ini, diterangkan dalam hadis Anas bin Malik Kapan... | Halaman Lengkap [303] url asal
#sahur #keutamaan-sahur #waktu-sahur #sunnah-rasul #ramadan-2026
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 18/02/26 16:10
v/134901/
Kapan waktu makan sahuryang tepat dan sesuai sunnah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam? Tentang waktu sahur ini, diterangkan dalam hadis Anas bin Malik berikut:Dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu bahwasanya Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dan Zaid bin Tsabit radhiyallahu 'anhu pernah makan sahur. Ketika keduanya selesai dari makan sahur, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berdiri untuk salat, lalu beliau mengerjakan salat. Kami bertanya pada Anas tentang berapa lama antara selesainya makan sahur mereka berdua dan waktu melaksanakan salat Shubuh. Anas menjawab, "Yaitu sekitar seseorang membaca 50 Ayat (Al-Qur'an)." (HR Al-Bukhari No 1134 dan Muslim No 1097)
Ibnu Hajar rahimahullah menyatakan bahwa yang ditanyakan pada Anas adalah jarak waktu antara berakhirnya makan sahurdan dimulainya salat Subuh. (Fath Al-Bari, 4: 138)
Imam Nawawi rahimahullah menyatakan bahwa dalil ini menunjukkan disunnahkannya mengakhirkan makan sahurhingga dekat dengan waktu Subuh. (Syarh Shahih Muslim, 7: 184)
Imam Al-Qurthubi menjelaskan, "Dalam hadits ini terdapat dalil bahwa sahur tersebut selesai sebelum terbit fajar Shubuh (azan Shubuh)." (Fath Al-Bari, 4: 139)
Faedah makan sahur diakhirkan disebutkan oleh Ibnu Abi Jamrah, ia berkata: Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam telah memandang suatu amalan yang sangat mudah bagi umatnya untuk dilakukan. Seandainya tidak makan sahur, maka berat menjalankan puasa. Seandainya makan sahur dilakukan di tengah malam (bukan di akhir waktu sahur) tentu juga memberatkan.
Orang yang makan sahur tengah malam tentu tak bisa terkalahkan dengan rasa kantuknya. Makan sahur tengah malam pun dapat membuat lalai dari salat Subuh atau membuat seseorang berusaha keras untuk begadang." (Fath Al-Bari, 4: 138)
Kesimpulannya, waktu makan sahur Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam adalah dekat dengan waktu Shubuh, artinya beliau akhirkan. Sedangkan waktu berakhirnya adalah mendekati azan Subuh berkumandang. Di Indonesia dan beberapa negara lain menandakan berhentinya waktu makan sahur ketika mendekati azan Subuh atau waktu Imsak. Wallahu A'lam
4 Surat Al Quran Dianjurkan Dibaca di Malam Jumat, Apa Saja?
Selain surat Yasin, ternyata ada sejumlah surat dalam Al Quran yang dianjurkan dibaca pada malam Jumat. Beberapa surat tersebut memiliki keutamaan yang luar biasa... | Halaman Lengkap [604] url asal
#keutamaan-jumat #amalan-jumat #surat-surat-al-quran #malam-jumat-baca-al-kahfi-atau-yasin #sunnah-rasul-malam-jumat
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 05/02/26 19:35
v/118707/
Selain surat Yasin, ternyata ada sejumlah surat dalam Al Qur'anyang dianjurkan dibaca pada malam Jumat. Beberapa surat tersebut memiliki keutamaan yang luar biasa kepada siapapun yang mengamalkannya. Surat apa saja?Hari Jumat merupakan hari paling istimewa bagi umat Islam. Jumat juga bisa disebut sebagai penghulunya hari atau sayyidul ayyam . Jika malam Jumat tiba, semua kaum muslimin dianjurkan untuk memperbanyak amalan hari Jumatatau ibadah. Hari Jumat juga merupakan hari turunnya Nabi Adam As dari Surga ke bumi dan diterima taubatnya oleh Allah SWT.
Imam Al Ghazali dalam kitabnya Bidayatul HIdayah telah menganjurkan untuk membaca surat-surat Al Quran: “Disunnahkan pada hari jumat atau pada malamnya, untuk melakukan salat empat rakaat dengan membaca surat-surat berikut: Surat al-An’am, al-Kahfi, Taaha dan Surat Yaasin. Jika tidak mampu maka bisa hanya dengan membaca Surat Yasin dan ad-Dukhan dan Surat al-Mulk”.
4 Surat yang Dianjurkan Dibaca pada Malam Jumat
1. Surat Al Kahfi
Surat Al-Kahfi adalah surat ke-18 dalam Al-Qur’an yang terdiri dari 110 ayat. Surat ini termasuk golongan surat Makkiyah, yaitu surat yang diturunkan di Makkah sebelum hijrah. Surat ini mengandung beberapa kisah yang mengajarkan tentang keimanan, keadilan, kekuasaan, dan hikmah Allah. Di antara kisah-kisah tersebut adalah kisah Ashabul Kahfi (para penghuni gua), kisah dua orang pemilik kebun, kisah Nabi Musa dan Khidir, dan kisah Dzul Qarnain. Salah satu keutamaan membaca Surat Al Kahfi pada malam Jumat, orang yang membacanya akan mati Syahid.Hal tersebut telah dijelaskan oleh Abi Abdullah dalam Tsawabul-A'mal: “Barangsiapa yang membaca Surat Al-Kahfi setiap malam Jumat, maka ia tidak akan mati kecuali menjadi seorang syahid, Allah akan membangkitkannya bersama orang-orang syahid dan ia akan berdiri di hari kiamat bersama orang-orang syahid.” (Tsawabul-A’mal: 136)
2. Surat Thaha
Surat Thaha merupakan surat yang ke-20 dalam Al-Qur’an yang terdiri dari 135 ayat. Surat ini dinamai Thaha, diambil dari huruf-huruf abjad yang terdapat pada ayat pertama. Membaca surat Thaha pada malam Jumat juga bisa mendapatkan pahala yang sama dengan membaca surat Al-Kahfi, yaitu dilindungi dari fitnah Dajjal dan diberi cahaya di antara dua Jumat.Hal ini karena surat Thaha dan surat Al-Kahfi memiliki kesamaan dalam beberapa hal, seperti kisah Nabi Musa dan Khidir, kisah Nabi Musa dan Firaun, dan kisah Nabi Musa dan Samiri. Oleh karena itu, membaca surat Thaha pada malam Jumat adalah sunnah yang baik dan bermanfaat.
3. Surat Al Mulk
Membaca surat Al Mulk juga memiliki keutamaan yang luar biasa, termasuk jika dibaca pada malam Jumat. Salah satu keutamaan membaca Surat Al Mulk adalah dapat dijauhkan dari siksa kubur. Dalam riwayat Ibnu Abbas, Rasulullah SAW bersabda:Ibnu Abas berkata, “Seorang sahabat Rasulullah memukulkan bangsal (tandu) ke atas sebuah kuburan, sedangkan ia tidak mengira bahwa itu adalah kuburan. Lalu ketika ia mengetahui bahwa itu adalah kuburan manusia, segera ia membaca Surat Al-Mulk hingga selesai. Lalu ketika Rasulullah datang, ia menceritakannya. Kemudian Rasulullah bersabda, ‘Ia (Surat Al-Mulk) adalah penghalang dan pelindung, yang melindunginya dari siksa kubur.’”
4. Surat Ad Dukhan
Surat Ad Dukhan merupakan surat ke-44 dalam Al-Quran yang terdiri dari 59 ayat dan termasuk surat Makkiyah. Surat ini memiliki banyak keutamaan bagi setiap pembacanya. Salah satu keutamaan dan manfaat membaca surat ini yaitu dapat dinikahkan dengan bidadari Surga. Hal ini diriwayatkan oleh Ad-Darimi dalam salah satu haditsnya. Dari Abi Rafi’, ia berkata, “Siapa yang membaca Surah Ad-Dukhan pada malam Jumat, maka pada waktu shubuh ia telah diampuni dosanya, dan dinikahkan dengan salah satu bidadari-bidadari yang bermata indah.” (HR. Ad-Darimi)Itulah ulasan tentang surat yang dianjurkan dibaca pada malam Jumat selain Surat Yasin. Semoga bermanfaat.
Malam Jumat Saatnya Baca Surat Al-Kahfi, Agar Terhindar dari Fitnah Dajjal
Malam Jumat dianjurkan membaca Surat Al-Kahfi yang memiliki banyak keutamaannya. Salahnya adalah agar terhindar dari fitnah Dajjal. Malam Jumat dianjurkan membaca... | Halaman Lengkap [689] url asal
#keutamaan-jumat #fitnah-dajjal #surat-al-kahfi #membaca-surat-al-kahfi #sunnah-rasul-malam-jumat
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 22/01/26 19:32
v/111281/
Malam Jumat dianjurkan membaca Surat Al-Kahfi yang memiliki banyak keutamaannya. Salahnya adalah agar terhindar dari fitnah Dajjal.Membaca Surat Al-Kahfisendiri merupakan salah satu amalan sunnah. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam bersabda:“Barangsiapa membaca surat al-Kahfi di malam Jumat, maka Allah akan menyinarinya dengan cahaya di antara dirinya dan Kakbah” (HR Muslim).
Bukan hanya pada malam Jumat, Rasulullah SAW juga bersabda:“Barangsiapa membaca surat al-Kahfi di Hari Jumat, maka Allah akan menyinarinya dengan cahaya di antara dua Jumat”(HR al-Hakim dan Baihaqi).
Dua hadis itu menyebutkan dua waktu membaca surat al-Kahfi, yakni Malam Jumat dan Hari Jumat. Surat al-Kahfi ibarat cahaya yang menerangi umat Islam dalam perjalanannya menemukan hidayah (petunjuk). Muslim yang membaca surat ini akan dijaga dari maksiat dan dosa. Ia juga akan ditunjukkan jalan yang benar.
Pengertian ini berdasarkan hadis riwayat Abdullah bin Umar ra. dalam kitab Zadul Ma’ad karya Ibnu Qayyim al-Jauziyyah:
“Diriwayatkan dari ‘Abdullah bin ‘Umar ra bahwa Nabi SAW bersabda: “barangsiapa membaca Surat al-Kahfi di Hari Jumat, maka terpancarlah sinar dari dirinya sampai langit, yang akan menyinarinya kelak di hari kiamat. Dan, diampuni dosa-dosanya di antara dua Jumat”
10 Ayat Pertama Berlindung dari Fitnah Dajjal
Rasulullah telah memperingati umatnya untuk berlindung dari fitnah Dajjal . Fitnah Dajjal merupakan sebesar-besarnya fitnah yang akan dihadapi oleh umat Islam saat menjelang datangnya hari kiamat.Salah satu cara agar terhindar dari fitnah Dajjal adalah dengan membaca surah Al-Kahfi pada malam Jum’at. Khususnya pada sepuluh ayat pertama dan sepuluh ayat terakhir. Rasulullah SAW bersabda:
“Barangsiapa yang menghafal sepuluh ayat dari permulaan surah Al-Kahfi, maka ia akan terjaga dari fitnahnya Dajjal.”(HR Imam Ahmad, dan an-Nasâ’i, dan Muslim)
Imam Isma’il al-Ajluni dalam Kasyful Khafa’ menjelaskan bahwa maksud hadits ini ialah orang yang menghafal dan merenungi makna 10 ayat pertama surat al-Kahfi.
Mengapa sepuluh ayat pertama? Menurut al-‘Ajluni karena ayat-ayat ini menyimpan keajaiban dan pertanda. Maka, siapa pun yang memahaminya, ia tak kan teperdaya dengan tipu daya Dajjal dan sabar atasnya. Inilah yang menyebabkan ia selamat dari fitnah Dajjal.
Sementara, menurut suatu pendapat, keutamaan ini bagi orang yang menghafal sepuluh ayat terakhir Surat al-Kahfi. Berdasarkan hadits riwayat Abu Darda yang ditakhrij oleh Ibnu Hibban dalam kitab Shahih Ibnu Hibban:
“Barangsiapa membaca sepuluh ayat terakhir dari surat al-Kahfi, maka ia terjaga dari fitnah Dajjal”
Selain terlindungi dari bahaya fitnah Dajjal membaca surah Al-Kahfi akan menjadi cahaya baginya pada hari kiamat . Rasulullah SAW bersabda:
“Barangsiapa yang membaca surah Al-Kahfi sebagaimana ia diturunkan, maka surat tersebut akan menjadi cahaya baginya pada hari kiamat dari tempat tinggalnya hingga ke Mekkah, dan barangsiapa yang membaca sepuluh ayat terakhir dari surah Al-Kahfi, kemudian keluar Dajjal, maka Dajjal tidak akan membahayakan dia.”
Berikut sepuluh ayat pertama surah Al-Kahfi, seperti yang dimaksud dalam hadits.
Artinya: Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan Kitab (Al-Qur’an) kepada hamba-Nya dan Dia tidak menjadikannya bengkok; sebagai bimbingan yang lurus, untuk memperingatkan akan siksa yang sangat pedih dari sisi-Nya dan memberikan kabar gembira kepada orang-orang mukmin yang mengerjakan kebajikan bahwa mereka akan mendapat balasan yang baik, mereka kekal di dalamnya untuk selama-lamanya. Dan untuk memperingatkan kepada orang yang berkata, “Allah mengambil seorang anak.”
Mereka sama sekali tidak mempunyai pengetahuan tentang hal itu, begitu pula nenek moyang mereka. Alangkah jeleknya kata-kata yang keluar dari mulut mereka; mereka hanya mengatakan (sesuatu) kebohongan belaka. Maka barangkali engkau (Muhammad) akan mencelakakan dirimu karena bersedih hati setelah mereka berpaling, sekiranya mereka tidak beriman kepada keterangan ini (Al-Qur’an).
Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang ada di bumi sebagai perhiasan baginya, untuk Kami menguji mereka, siapakah di antaranya yang terbaik perbuatannya. Dan Kami benar-benar akan menjadikan (pula) apa yang di atasnya menjadi tanah yang tandus lagi kering.
Apakah engkau mengira bahwa orang yang mendiami gua, dan (yang mempunyai) raqim itu, termasuk tanda-tanda (kebesaran) Kami yang menakjubkan? (Ingatlah) ketika pemuda-pemuda itu berlindung ke dalam gua lalu mereka berdoa, “Ya Tuhan kami. Berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah petunjuk yang lurus bagi kami dalam urusan kami.” (QS al-Kahfi [18]: 1-10)
Doa dan Zikir Sebelum Tidur Sesuai Sunnah
Doa sebelum tidur ini merupakan rangkaian dari amalan sunnah yang diajarkan Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam. Apa dan bagaimana doa serta zikir tersebut?... | Halaman Lengkap [247] url asal
#doa-dan-zikir #amalan-sebelum-tidur #sunnah-rasul #doa-sebelum-tidur
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 30/12/25 20:34
v/8842/
Doa dan zikir sebelum tidur ini merupakan rangkaian dari amalan sunnahyang diajarkan Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam. Tidur sendiri merupakan kebutuhan setiap manusia seusai melakukan aktivitas harian yang cukup melelahkan.Sebagai umat Nabi SAW, ketika atau sebelum tidur dianjurkan melakukan amalan-amalan, salah satunya berdoa dan berzikir sebelum tidur.
Berikut bacaan doa sebelum tidur yang diajarkan Rasulullah SAWyang cukup populer di kalangan umat Islam.
Bismika allohuma ahya wa'ammut
Artinya: Dengan menyebut nama Allah yang menghidupkan dan mematikan.
Doa tersebut tercantum dalam riwayat dari Abi Dzar radhiyallahu'anhu :
"Kami meriwayatkan dalam kitab Shahih Bukhari RA. dari riwayat Hudzaifah dan Abi Dzar RA bahwasanya Rasulullah SAW apabila beranjak ke tempat tidurnya, berdoa: Dengan menyebut nama Allah yang menghidupkan dan mematikan."
Setelah membaca doa sebelum tidur itu, kemudian dilanjutkan denngan berzikir. Zikir sebelum tidur yang sering dipraktikan Rasulullah SAW, yakni :
1. Membaca takbir (اَللهُ اَكْبَرُ) sebanyak tiga puluh tiga kali.
2. Membaca tasbih (سُبْحَانَ اللهِ) sebanyak tiga puluh tiga kali.
3. Membaca tahmid (اَلْحَمْدُ لِلّهِ) sebanyak tiga puluh tiga kali.
Sumber hadis yang menerangkan zikir tersebut dari hadis kitab Shahih Bukhari dan Muslim:Artinya: Diriwayatkan dalam kitab Shahih Bukhari dan Muslim dari Sayyidina Ali KW bahwasanya Rasulullah SAW berkata kepadanya dan Fatimah RA: Apabila kalian berdua beranjak ke tenpat tidur atau kalian menuju tempat berbaring, maka bacalah takbir, tasbih dan tahmid masing-masing sebanyak 33 kali. Sayyidina Ali KW. Berkata: Ssemenjak mendengarkan hal itu, saya tidak pernah meninggalkannya. Sayyidina Ali ditanya, begitu pula dengan perang Shiffin? Sayyidina Ali menjawab: Begitu pula dengan perang Shiffin.
Makna Disunnahkannya Mengibas Tempat Tidur, Begini Penjelasannya
Salah satu amalan atau sunnah sebelum tidur adalah mengibaskan tempat tidur. Kenapa harus melakukan hal tersebut? Apa alasan logisnya? Salah satu amalan atau sunnah... | Halaman Lengkap [320] url asal
#tempat-tidur #adabadab-tidur #amalan-sebelum-tidur #sunnah-rasul
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 27/12/25 19:36
v/86193/
Salah satu amalan atau sunnah sebelum tiduradalah mengibaskan tempat tidur. Kenapa harus melakukan hal tersebut? Apa alasan logisnya?Dalam sebuah hadis Abu Hurairah radhiyallahu'anhu meriwayatkan bahwasanya Rasulullah SAW bersabda:
“Bila seseorang di antara kalian beranjak menuju ke tempat tidur, maka hendaklah dia mengibaskan tempat tidur -nya dengan menggunakan bagian dalam sarungnya. Karena dia tidak tahu apa yang ada di balik tempat tidur tersebut.
Setelah itu hendaklah dia berdoa, ‘Bismika Rabbi Wadha’tu Janbi wa Bika Arfa’uhu. In Amsakta Nafsi Farhamha, wa in Arsaltaha Fahfazhha bima Tahfazhu bihi Ibadaka Ash-Shalihin (Wahai Tuhanku, dengan menyebut namaMu aku meletakkan rusukku dan dengan namaMu pula aku mengangkatnya. Bila Engkau menahan jiwaku, maka rahmatilah ia. Dan bila Engkau melepasnya, maka jagalah ia sebagaimana Engkau menjaga hamba-hambaMu yang shalih.” (HR. Al-Bukhari: Muslim: Abu Daud: At-Tirmidzi dan Ibnu Majah).
Dalam teks milik At-Tirmidzi, di awal hadis, “Bila salah seorang dari kalian telah beranjak dari tempat tidurnya, lalu kembali lagi, maka hendaklah ia mengibaskan tempat tidurtersebut.”
At-Tirmidzi mengatakan bahwa status hadis ini adalah hasan.
Adapun dalam riwayat Al-Bukhari disebutkan, “Bila salah seorang di antara kalian menuju tempat tidurnya, maka hendaklah dia menggunakan bagian dalam sarungnya untuk mengibaskan tempat tidur tersebut, lalu menyebut nama Allah.”
Dalam Syarh Muslim, Imam An-Nawawi menjelaskan,
“Bagian dalam sarung; ujung bagian dalam sarung, artinya orang tersebut disunnahkan untuk mengibaskan tempat tidurnya sebelum memasuki atau menempatinya, karena barangkali di dalamnya ada ular, kalajengking atau hewan membahayakan lainnya. Hendaklah dia mengibaskan dengan tangan yang dilindunginya dengan ujung bagian dalam kain sarungnya, karena bila ada sesuatu yang membahayakan maka tangannya tidak akan tersentuh oleh sesuatu tersebut.”
Adapun kata ‘Dengan menggunakan bagian pakaiannya’ , Ibnu Hajar menuturkan beberapa pendapat mengenai arti kalimat ini. Lalu Ibnu Hajar sendiri dalam kitab Fath Al-Bari mengatakan, “Seharusnya pendapat yang lebih utama dalam masalah ini mengatakan bahwa arti yang dikehendaki adalah bagian dalam, untuk menyatukan dua riwayat yang ada.”
Wallahu A’lam.
5 Jenis Olahraga yang Dilakukan Rasulullah SAW, Simak di Sini!
Sedikitnya ada 5 jenis olahraga yang sering dilakukan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam. Jenis olahraga apa saja? Berikut ulasannya. Sedikitnya ada 5 jenis... | Halaman Lengkap [1,141] url asal
#olahraga #aturan-syariat #cabang-olahraga #sunnah-rasul #olahraga-rasulullah-saw
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 11/12/25 08:32
v/68748/
Sedikitnya ada 5 jenis olahraga yang dilakukan RasulullahShallallahu Alaihi Wassalam. Jenis olahraga apa saja? Berikut ulasannya.Kehidupan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam merupakan contoh terbaik bagi manusia. Dalam kholwatnya beliau salat dengan khusyu', menangis dan berdiri lama hingga kedua kakinya bengkak. Dalam masalah kebenaran, beliau tidak mempedulikan seseorang demi menegakkan kalimat Allah mencari keridhaan-Nya.
Dalam kehidupan bermasyarakat, beliau adalah manusia yang sangat cinta kebaikan, senang bergaul, selalu menampakkan kegembiraan. Beliau juga pernah berolahraga, bermain, bersenda gurau dan tidak berkata kecuali yang benar (haq).
Dalam hal hiburan, Rasulullah SAW pernah melakukan lima olahragapada zaman beliau. Olahraga ini selain membuat badan kuat dan bugar, hati juga memperoleh kegembiraan.
Berikut lima jenis olahraga yang pernah dilakukan Rasulullah SAW dikutip dari buku "Halal dan Haram dalam Islam" karya Syaikh Muhammad Yusuf Qardhawi:
1. Lari Cepat
Para sahabat dulu biasa mengadakan perlombaan lari cepat, sedangkan Nabi Muhammad SAW sendiri membolehkannya. Sayyidina Ali adalah salah seorang yang paling cepat. Rasulullah SAW sendiri mengadakan pertandingan dengan istri beliau Ummul Mukminin Sayyidah Aisyah guna memberikan pendidikan kesederhanaan dan kesegaran serta mengajar para sahabat-sahabatnya. Aisyah mengatakan: "Rasulullah bertanding dengan saya dan saya menang. Kemudian saya berhenti, sehingga ketika badan saya menjadi gemuk, Rasulullah bertanding lagi dengan saya dan ia menang, kemudian ia bersabda: Kemenangan ini untuk kemenangan itu." (HR Ahmad dan Abu Dawud); yakni seri.Dari riwayat ini, para ahli fiqih beristimbat hukum tentang dibenarkannya pertandingan lari cepat, baik itu dilakukan antara laki-laki dengan laki-laki atau antara laki-laki dengan perempuan mahramnya atau dengan istri-istrinya.
2. Gulat
Rasulullah SAW pernah bergulat dengan seorang laki-laki yang terkenal kuatnya, namanya Rukanah. Permainan ini dilakukan beberapa kali. (Riwayat Abu Dawud). Dalam satu riwayat dikatakan: "Sesungguhnya Rasulullah SAW gulat dengan Rukanah yang terkenal kuatnya itu, kemudian ia berkata: 'domba lawan domba. Kemudian Nabi bergulat, dan ia berkata: berjanjilah dengan saya. Untuk lain kali lagi, lantas Nabi bergulat dan ia berkata: berjanjilah dengan saya. Lantas Nabi bergulat untuk ketiga kalinya.Lalu seorang laki-laki itu bertanya: "Apa yang harus saya katakan kepada keluargaku?" Nabi menjawab: "Katakan 'domba telah dimakan oleh serigala, dan larilah domba." Kemudian apa pula yang aku katakan untuk yang ketiga? Nabi menjawab: "Kami tidak dapat mengalahkan kamu untuk bergulat dengan kamu dan untuk mengalahkan kamu, karena itu ambillah hadiahmu."
Ulama fikih berpendapat bahwa lari cepat, gulat dan sebagainya tidak menghilangkan kekhusyukan, kehormatan, pengetahuan, keutamaan dan lanjutnya umur. Sebab Rasulullah SAW sendiri juga melakukannya.
3. Memanah
Olahraga berikutnya ialah bermain memanah dan perang-perangan. Nabi pernah berjalan-jalan menjumpai sekelompok sahabat yang sedang mengadakan pertandingan memanah. Maka waktu itu Rasulullah SAW memberikan dorongan kepada mereka dengan sabdanya: "Lemparkanlah panahmu itu, saya bersama kamu." (Riwayat Al-Bukhari).Pertandingan lempar panah itu bukan sekadar bermain saja, tetapi salah satu bentuk mempersiapkan kekuatan sebagaimana perintah Allah dalam Al-Qur'an: "Dan bersiap-siaplah kamu untuk menghadapi mereka (musuh) dengan kekuatanyang kamu sanggup." Dalam menafsirkan ayat ini Rasulullah bersabda: "Ketahuilah! Bahwa yang dimaksud 'kekuatan' itu ialah memanah -beliau mengucapkan kata-kata itu tiga kali." (Riwayat Muslim)
Riwayat lain, beliau bersabda: "Kamu harus belajar memanah karena memanah itu termasuk sebaik-baik permainan." (Riwayat Al-Bazzar, at-Thabarani dengan sanad yang baik). Namun begitu, Rasulullah memperingatkan para pemain agar tidak menjadikan binatang-binatang jinak sebagai sasaran latihannya sebagaimana yang biasa dilakukan oleh orang-orang Arab jahiliah.
4. Menunggang Kuda (Berpacu Kuda)
Olahraga berikutnya adalah menungga kuda. Dalam Al-Qur'an, Allah berfirman: "Kuda, keledai dan himar adalah supaya kamu naiki dan sebagai perhiasan." (QS an-Nahl: 8). Rasulullah SAW pernah bersabda: "Kuda itu diikat jambulnya untuk kebaikan." (Riwayat Al-Bukhari)Dalam riwayat lain beliau bersabda: "Lemparkanlah (panah) dan tunggangilah kuda." (HR Muslim)
Dan sabdanya lagi: "Tiap-tiap sesuatu yang bukan zikrullah berarti permainan dan kelalaian kecuali empat perkara: (1) Seorang laki-laki berjalan antara dua sasaran (untuk memanah). (2) Seorang yang mendidik kudanya. (3) Seseorang yang bermain-main (bersenda gurau) dengan istrinya. (4) Belajar berenang." (Riwayat At-Thabarani). Dan berkatalah Umar: "Ajarlah anak-anakmu berenang dan memanah; dan perintahlah mereka supayamelompat di atas punggung kuda."
Ibnu Umar meriwayatkan."Sesungguhnya Rasulullah SAW pernah mengadakan pacuan kuda dan memberi hadiah kepada pemerangnya." (Riwayat Ahmad)
Taruhan yang dibenarkan dalam syariat ialah suatu hadiah yang dikumpulkan bukan dari orang-orang yang berpacu atau dari salah satunya saja, tetapi dari orang-orang lainnya. Adapun hadiah yang dikumpulkan dari masing-masing yang berpacu, kemudian siapa yang unggul itulah yang mengambilnya, maka hadiah semacam itu termasuk judi yang dilarang.
5. Jalan Kaki
Olahraga lainnya yang pernah dilakukan Rasulullah SAW adalah jalan kaki. Namun jalan kaki yang dilakukan Rasulullah beda dengan orang lain pada umumnya. Dalam satu riwayat dari Abu Hurairah dikatakan, "Dan tidaklah aku mengetahui seorang pun yang lebih cepat jalannya dibandingkan dengan Rasulullah SAW. Ketika beliau berjalan seakan-akan bumi ini digulung untuknya, kami telah bersungguh-sungguh menyamai beliau, namun beliau tidak bergeming sama sekali."Rasulullah SAW adalah orang yang jalan kaki dengan cepat namun tidak juga terlalu cepat seperti orang berlari. Dalam Kitab Jam'u al-Wasail fi Syarh Al-Syamail disebutkan bahwa Rasulullah SAW ketika berjalan cepat, maksudnya adalah bukan jalan terburu-buru dan gegabah. Namun berjalan dengan langkah cepat penuh ketenangan. Sehingga tidak menghilangkan keindahan dan kewibawaan beliau.
Rasulullah berjalan setiap harinya dengan langkah yang cepat. Cara berjalan cepat ini ternyata ternyata bermanfaat bagi kesehatan tubuh.
Selain kelima olahraga di atas, Rasulullah SAW juga menganjurkan dan membolehkan beberapa jenis olahraga lainnya, yaitu:
1. Berburu
Berburu pada hakikatnya adalah bersenang-senang dan termasuk bagian dari olahraga dan bekerja. Baik menggunakan alat seperti tombak dan panah, atau dengan melepaskan binatang berburu seperti anjing dan burung.2. Bermain Anggar
Rasulullah SAW pernah memperkenankan orang-orang Habasyah (Ethiopia) bermain anggar di dalam Masjid Nabawi dan beliau pun membolehkan pula Aisyah menyaksikan permainan itu. Ketika Umar bin Khattab bermaksud melarang orang-orang Habasyah yang sedang bermain anggar, lalu Nabi mencegah sikap Umar itu. Sebagaimana hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, ia berkata: "Ketika orang-orang Habasyah sedang bermain anggar di hadapan Nabi, tiba-tiba Umar masuk kemudian mengambil kerikil dan melemparkannya kepada mereka. Kemudian Rasulullah berkata kepada Umar: "Biarkanlah mereka itu, wahai Umar." (HR Al-Bukhari dan Muslim)3. Berenang
Dalam satu riwayat dari Jabir bin Abdillah radhiyallahuanhu bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Segala sesuatu yang di dalamnya tidak mengandung dzikrullah merupakan perbuatan sia-sia, senda gurau, dan permainan, kecuali empat (perkara), yaitu senda gurau suami dengan istrinya, melatih kuda, berlatih memanah, dan mengajarkan renang." (HR An-Nasa'i)Menurut Ustaz Ahmad Sarwat, kalau memperhatikan teks hadis di atas, Rasulullah SAW menyebutkan bahwa mengajarkan renang bukan termasuk perbuatan sia-sia, sebagaimana perbuatan lainnya. Hanya saja beliau tidak secara langsung memerintahkan, apalagi mencontohkan dalam bentuk perbuatan.
Para ulama menyebut perintah berenang itu merupakan perintah dari Umar bin Khattab sebagaimana riwayat berikut:
Umar bin Al-Khattab berkata: "Ajari anak-anakmu berenang, memanah dan naik kuda."
Itulah 6 olahraga yang pernah dilakukan Rasulullah SAW dan beberapa olahraga lain yang dianjurkan beliau. Semoga bermanfaat.
4 Sunnah Rasulullah Sebelum Tidur yang Terlupakan, Simak di Sini Saja!
Ada amalan sunnah Rasulullah Shallalahu Alaihi Wassalam sebelum tidur yang penuh keberkahan namun sering dilalaikan. Amalan apa saja itu? Ada amalan sunnah Rasulullah Shallalahu... | Halaman Leng [573] url asal
#petunjuk-rasul #amalan-sebelum-tidur #sunnah-rasul #sunnah-rasul-sebelum-tidur
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 09/12/25 20:09
v/19225/
Ada amalan sunnah RasulullahShallalahu Alaihi Wassalam sebelum tidur yang penuh keberkahan namun sering dilalaikan. Amalan apa saja itu?rusan tidur bukanlah hal sepele karena di dalamnya ada keberkahan jika kita meniru sunnah yang diajarkan Baginda Rasul. Berikut 4 Sunnah RasulullahShallallahu Alaihi Wassalam sebelum tidur:
1. Tidur pada Awal Malam
Salah satu Sunnah Rasul adalah tidur di awal malam. Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam biasa tidur setelah sholat Isya dan dianggap sebagai waktu yang tepat untuk mengistirahatkan badan agar bisa bangun tengah malam. Dari Sayyidah Aisyah radhiyallahu 'anha berkata: "Beliau tidur pada awal malam dan bangun pada akhir malam kemudian melaksanakan salat." (HR Al-Bukhari, Muslim)Al-Qur'an juga membahas soal tidur dan memerintahkan umat muslim untuk bangun malam (sholat malam). Orang yang tidur di awal malam akan mendapatkan keberkahan hidup, namun sayang sebagian kaum muslim mengabaikannya.Bahkan ada yang mengisi malamnya untuk nongkrong di kedai dan kafe untuk ngobrol-ngobrol. Sebuah riwayat dari Abu Barzah menyebutkan bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam tidak suka tidur sebelum salat Isya dan tidak berbincang-bincang setelahnya. (HR Al-Bukhari, Muslim)
2. Tidur Beralaskan Tikar
Abdullah ibn Mas'ud berkata, " Rasulullah SAW biasa tidur di atas tikar (dengen pelepah kurma), dan ketika beliau bangun, tampak bekas guratan tikar pada bahunya. Maka kami berkata, 'Wahai Rasulullah, kami ingin membuatkan kasur untukmu.' Kata beliau, 'Apalah artinya dunia ini bagiku? Aku di dunia ini hanyalah laksana seorang pengembara yang berteduh di bawah pohon, beristirahat dan kemudian meninggalkannya." (HR At-Tirmidzi)Cara tidur sederhana ini merupakan wujud rasa qana'ah dan syukur Baginda Nabi. Beliau tidak ingin berlebih-lebihan apalagi meniru cara tidur para Kisra dan raja-raja pembesar lainnya yang tidur di atas kasur empuk.
3. Berwudu dan Berbaring Menghadap Sisi Kanan
Salah satu sunnah yang dicontohkan Rasul sebelum tidur yaitu berwudu sebelum tidur. Kemudian berbaring menghadap posisi kanan. Hal ini diterangkan dalam Hadis berikut. "Jika engkau hendak mendatangi tempat tidurmu, hendaklah engkau berwudhu seperti wudhu untuk sholat, lalu berbaringlah pada sisi kanan badanmu," (HR Al-Bukhari dan Muslim)Dari Hudzaifah ibn Al-Yaman berkata, "Apabila Nabi shallallahu 'alaihi wasallam hendak tidur pada malam hari, beliau meletakkan tangannya di bawah pipinya." (HR Al-Bukhari)
4. Berdoa dan Meniupkannya ke Tangan
Sebelum tidur, Rasulullah biasa membaca doa dan meniupkannya ke kedua tangan lalu mengusapkan ke seluruh badan. Dari Aisyah radhiyallahu 'anha berkata: "Apabila Rasulullah hendak tidur, beliau meniup kedua tangannya dan membaca Surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Naas, lalu beliau mengusap badannya dengan kedua tangannya." (HR Al-Bukhari)Doa Nabi Sebelum Tidur
Allahumma aslamtu nafsi ilaika wa wajjahtu wajhi ilaika wa alja'tu dzahri ilaika wa fawwadhtu amri ilaika roghbatan wa rohbatan ilaika la malja-a wala manja minka illa ilaika amantu bi kitabikallazi anzalta wa birosulikallazai arsalta.
"Ya AIlah, aku berserah diri kepada-Mu, aku serahkan urusanku kepada-Mu dengan berharap-harap cemas, karena tidak ada tempat berlindung dan tempat yang aman dari azab-Mu kecuali dengan berlindung kepada-Mu. Aku beriman kepada kitab-Mu yang telah Engkau turunkan dan aku beriman kepada Rasul-Mu yang telah Engkau utus." (HR Muslim)
Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menyuruh seseorang ketika hendak tidur di waktu malam untuk membaca: 'Allahumma aslamtu nafsi ilaika wa wajjahtu wajhi ilaika wa alja'tu dzahri ilaika wa fawwadhtu amri ilaika roghbatan wa rohbatan ilaika la malja-a wala manja minka illa ilaika amantu bi kitabikallazi anzalta wa birosulikallazai arsalta'. Jika dia meninggal dunia pada malam itu, maka dia meninggal dalam kesucian diri (fitrah)."
Kisah Sahabat Nabi : Khubaib, Orang Pertama yang Melaksanakan Sunnah Nabi
Kisah sahabat Nabi Shallallahu Alaihi Wassalam ini sangat menarik untuk disimak. Dialah orang pertama yang melaksanakan Sunnah Rasul sebelum akhirnya dibunuh. Siapa... | Halaman Lengkap [825] url asal
#kisah-sahabat-nabi #khubaib-bin-adi-ra #sunnah-rasulullah #sunnah-rasul
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 09/12/25 19:20
v/66815/
Kisah sahabat Nabi Shallallahu Alaihi Wassalam ini sangat menarik untuk disimak. Dialah orang pertama yang melaksanakan Sunnah Rasul sebelum akhirnya dibunuh. Siapa sahabat tersebut?Dialah Khubaib bin 'Adi radhiyallahu'anhu, sahabat yang wafat syahid di zaman Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Khubaib, sahabat Nabi (kaum Anshar) yang ditawan dan dibunuh oleh kaum musyrikin di tiang gantungan.
Beliaulah orang pertama yang mengerjakan salat sunnah2 rakaat sebelum dibunuh. Riwayat lain mengatakan beliau adalah muslim pertama yang dieksekusi mati dengan cara digantung.
Dalam buku "37 Masalah Populer" karya Ustaz Abdul Somad (dai yang lulusan S3 Oumdurman Islamic University Sudan) diceritakan kisah sahabat yang mulia ini. Dari Abu Hurairah, ia berkata, " Rasulullah SAW mengutus utusan sebanyak sepuluh orang. Mereka dipimpin ‘Ashim bin Tsabit al-Anshari kakek ‘Ashim bin Umar bin al-Khaththab. Ketika mereka berada di al-Hadah lokasi antara 'Asafan dan Makkah.
Berita kedatangan mereka disampaikan ke satu kawasan dari Hudzail bernama Bani Lihyan, lalu dipersiapkan untuk menghadapi mereka hampir seratus orang pemanah. Pasukan musuh mengikuti jejak pasukan kaum muslimin hingga pasukan musuh mendapati makanan pasukan kaum muslimin yaitu kurma di tempat yang mereka diami.
Pasukan musuh berkata, "Ini kurma Yatsrib (Madinah)". Pasukan musuh terus mengikuti jejak pasukan kaum muslimin. Ketika 'Ashim dan para sahabatnya merasa bahwa mereka diikuti, mereka pun singgah di suatu tempat. Pasukan musuh mengelilingi mereka dan berkata, "Turunlah kalian, serahkan diri kalian. Bagian kalian perjanjian. Kami tidak akan membunuh seorang pun dari kalian". Ashim bin Tsabit berkata, "Wahai sahabat, aku tidak akan turun ke dalam perlindungan orang kafir. Ya Allah, beritahukan Nabi-Mu tentang kami". Pasukan musuh memanah pasukan kaum muslimin, mereka berhasil membunuh Ashim.
Tiga orang turun berdasarkan perjanjian, di antara mereka adalah Khubaib, Zaid bin ad-Datsinah dan seorang laki-laki. Ketika pasukan musuh dapat menguasai mereka, pasukan musuh melepaskan tali busur panah mereka dan mengikat pasukan kaum muslimin. Laki-laki yang ketiga itu berkata, "Demi Allah, inilah tipuan pertama, aku tidak akan bersama dengan kamu. Sesungguhnya aku suri tauladan bagi mereka", yang ia maksudkan adalah dalam hal pembunuhan.
Pasukan musuh terus menyeret dan mengajaknya, tapi ia tetap menolak untuk ikut bersama mereka. Lalu Khubaib dan Zaid bin ad-Datsinah dibawa hingga pasukan musuh menjual mereka berdua setelah perang Badar. Bani Al-Harits bin ‘Amir bin Naufal membeli Khubaib. Khubaib adalah orang yang membunuh Al-Harits bin 'Amir saat perang Badar.
Khubaib menetap di negeri mereka sebagai tawanan hingga mereka berkumpul untuk membunuhnya. Khubaib meminjam pisau silet kepada salah seorang perempuan dari anak perempuan al-Harits, perempuan itu meminjamkannya. Perempuan itu memiliki seorang anak laki-laki, ketika perempuan itu lengah, anak laki-lakinya datang kepada Khubaib. Perempuan itu mendapati anak laki-lakinya berada di atas pangkuan Khubaib sedangkan pisau silet berada di tangan Khubaib.
Perempuan itu berkata, "Aku sangat terkejut". Khubaib menyadari hal itu, ia berkata, "Apakah engkau khawatir aku membunuhnya? Aku tidak mungkin melakukan itu”. Perempuan itu berkata, "Demi Allah aku tidak pernah melihat seorang tawanan sebain Khubaib. Demi Allah, suatu hari aku dapati Khubaib memakan setangkai anggur di tangannya, padahal ia terikat dengan besi, sedangkan di Makkah tidak ada buah-buahan. Itulah adalah rezeki yang diberikan Allah Ta'ala kepada Khubaib".
Ketika pasukan musuh membawa Khubaib keluar untuk dibunuh di tanah halal (luar tanah haram). Khubaib berkata kepada mereka, "Biarkanlah aku melaksanakan salat dua rakaat". Mereka pun membiarkannya. Lalu Khubaib melaksanakan salat dua rakaat. Khubaib berkata, "Demi Allah, andai kalian tidak menyangka bahwa aku berkeluh-kesah, pastilah aku tambah (jumlah rakaat)".
Kemudian Khubaib berkata, "Ya Allah, hitunglah jumlah mereka, bunuhlah mereka segera, jangan sisakan seorang pun dari mereka". Kemudian Khubaib bersyair: "Aku tidak peduli ketika aku terbunuh sebagai muslim. Di sisi apa pun bagi Allah kematianku. Itu semua pada Tuhan yang satu jika Ia berkehendak. Allah memberikan berkah pada setiap bagian tubuh yang terputus".
Lalu Abu Sirwa’ah 'Uqbah bin al-Harits tegak berdiri membunuh Khubaib. Khubaib adalah orang pertama yang men-sunnah-kan shalat (sunnat) bagi setiap muslim yang terbunuh dalam keadaan sabar. (HR. Al-Bukhari).
Sedemikian kokohnya iman Khubaib sehingga ketika ia diminta oleh kafir Quraisy berbalik dari Islam dan Nabi SAW , ia menjawab: "Jika semua yang ada di atas bumi menjadi milikku, niscaya aku tidak akan pernah berbalik dari Islam".
Subhanallah, inilah keimanan sahabat yang sangat menggetarkan hati. Meski Khubaib dihina dan dibunuh sadis oleh musuh Islam, beliau tetap berpegang teguh kepada tauhid dan wafat dalam keadaan syahid .
Salat Sunnah 2 Rakaat Sebelum Dibunuh
Adapun amalan salat sunnah 2 rakaat yang dikerjakan Khubaib bukanlah amalan biasa. Amalan ini tidak pernah dikerjakan oleh siapapun termasuk sahabat yang lain.Menurut Ustaz Abdul Somad , amalan salat sunnah 2 rakaat itu tidak pernah diajarkan Rasulullah SAW . "Hai orang-orang beriman, jika kamu akan dibunuh, salat sunnahlah dua rakaat". Nabi tidak pernah mengatakan demikian.
Namun, salat sunnah dua rakaat ini murni inisiatif dari Khubaib. Maka Khubaib melakukan perbuatan yang tidak dilakukan, tidak diucapkan dan tidak diajarkan Rasulullah SAW . Kendati masuk kategori bid'ah, tapi inilah bid’ah hasanah. Setelah disampaikan kepada Rasulullah SAW , diakui beliau, amalan ini pun menjadi Sunnah Taqririyyah.
Keutamaan Mengamalkan Amalan Sunnah Rasul, Kaum Muslim Wajib Tahu!
Banyak keutamaan saat mengamalkan sunnah Rasulullah SAW. Selain dapat mendatangkan ridho Allah, orang yang menghidupkan sunnah Nabi akan dekat dengan Rasulullah.... | Halaman Lengkap [525] url asal
#sunnah-nabi #amalan-sunnah #makna-sunnah #sunnah-rasul #keutamaan-mengamalkan-sunnah-nabi
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 09/12/25 17:25
v/66667/
Banyak keutamaan saat mengamalkan sunnah RasulullahShallallahu Alaihi Wassalam. Selain dapat mendatangkan ridho Allah, orang yang menghidupkan sunnah Nabi akan dekat dengan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam.Mari kita lihat firman-Nya dalam Al-Qur'an berikut:
"Katakanlah (Muhammad), "Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang." (QS Ali Imran ayat 31)
Dalam ayat ini Allah memerintahkan Nabi untuk mengatakan kepada orang-orang Yahudiagar mengakui kerasulan Nabi Muhammad dan mengikuti ajarannya. Siapa yang mencintai Allah, tapi tidak mengikuti petunjuk Rasulullah, maka pengakuan cintanya adalah palsu dan dusta.
Berikut kami keutamaan mengamalkan Sunnah Nabi dinukil dari berbagai kitab.
Sayyiduth-Thaifah Al-Junaid berkata:
"Semua jalan menuju Allah telah tertutup, kecuali bagi orang yang mengikuti jejak Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam". (Al Manhaj as-Sawiy). Keterangan senada ada di Risalatul-Mu'awanah: 65.
Amalan yang sesuai dengan sunnah Rasulullah dimisalkan seperti permata yang mahal dan berharga. Jika dibandingkan dengan barang berharga lainnya, maka nilai permata yang sedikit itu seperti banyaknya barang yang selain permata. (Al-Fawaid ad-Durriyyah: 18)
Kadar kedekatan seseorang dengan Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam itu sesuai dengan kadar orang tersebut dalam mengikuti Rasulullah atau yang semakna dengan pembahasan ini. Rasulullah bersabda:
"Agama dimulai dalam keadaan asing, suatu saat akan kembali menjadi asing sebagaimana semula, maka beruntunglah orang-orang yang asing yang telah menghidupkan sunnahku yang telah dimatikan (ditinggalkan) oleh manusia". (Ad-Da'wah at Tammah: 42)
Bersama Rasulullah di Surga
Orang yang menjalankan Sunnah Nabi dalam kehidupannya akan mendapat keutamaan menemani Rasulullah di surga. Berikut sabda beliau:"Barang siapa yang menghidupkan sunnahku maka dia telah cinta padaku, dan barang siapa yang mencintaiku, maka orang itu akan tinggal di surga bersamaku." (Al-Jami' ash Shaghir: 8346)
Syekh Ma'ruf bin Abdullah Ba-Jammal mempunyai 100.000 murid dan membaginya menjadi tiga tingkatan: tingkat tinggi, tingkat tengah, tingkat bawah. Pada semua tingkatan disyaratkan tiga hal:
1. Setiap orang harus memperbaharui taubatnya kepada Allah setiap saat, atau setiap nafas.
2. Menjauhi segala hal yang makruh layaknya menjauhi hal yang haram
3. Mengamalkan semua Sunnah Nabi yang telah dibawa oleh syari'at layaknya mengamalkan sesuatu yang wajib. (Minhatul Ilah: 151)
Nabi shallallahu 'alaihi wasallam mengingatkan umatnya:
"Sungguh kalian akan mengikuti tingkah laku orang-orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta, hingga seandainya mereka masuk ke lubang biawak, niscaya kalian akan mengikutinya". Para sahabat bertanya: "Mengikuti Yahudi dan Nasrani?". Nabi menjawab: «!فَمَنْ؟» "Siapa lagi?". (at-Tadzkir al Mushthafa: 78)
Sebagian ulama enggan untuk makan buah semangka, hal itu dikarenakan mereka belum mendapatkan hadits yang menerangkan cara Nabi dalam makan semangka meskipun ada hadits yang menerangkan bahwasanya Nabi pernah makan semangka. (Al-Manhaj as-Sawiy: 492, keterangan senada di Risalatul-Mu'awanah: 81)
Dikisahkan, tatkala Imam Ahmad bin Hambal ditimpa cobaan, beliau pun bersembunyi selama tiga hari lalu keluar. beliau pun dikabari: "Mereka (para prajurit kerajaan) sekarang sedang mencari Anda". Beliau menjawab: "Sesungguhnya Rasulullah ﷺ tinggal di dalam gua tidak lebih dari tiga hari tatkala beliau bersembunyi dari kejaran orang-orang kafir, maka aku pun tidak akan melebihi Sunnah itu". (Lathaiful Minan: 696)
Demikian para ulama mencintai Rasulullah dan menghidupkan sunnahnya. Semoga kita diberi taufik agar dimudahkan menjalankan sunnah Nabi.
Mengenal Sunnah Rasulullah, Arti, Jenis dan Contohnya yang Penting Diketahui
Mengenal Sunnah Rasulullah Shallalalahu Alaihi Wassalam penting diketahui umat Islam. Apa pengertian, jenis dan contoh Sunnah Rasul tersebut? Berikut penjelasannya... | Halaman Lengkap [609] url asal
#sunnah-nabi #sunnah-rasulullah #hukum-islam #sumber-hukum-islam #sunnah-rasul
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 09/12/25 15:55
v/66460/
Mengenal Sunnah RasulullahShallalalahu Alaihi Wassalam penting diketahui umat Islam. Apa pengertian, jenis dan contoh Sunnah Rasul tersebut? Berikut penjelasannyaDalam Islam ada empat sumber hukum Islam/syariat. Salah satu di antaranya adalah Sunnah Rasulullah atau Sunnah Nabi(Al-Hadis). Keempat sumber hukum Islamyang dimaksud adalah Al-Qur'an, Sunnah Nabi (Al-Hadis), Ijma' (kesepakatan ulama), dan Qiyas.
Ulasan kali ini kita akan membahas tentang pengertian Sunnah Nabi dan macam-macamnya. Berikut empat macam Sunnah Nabi yang perlu diketahui umat Islam agar tidak keliru memaknainya.
Di antaranya:
1. Sunnah Fi'liyah
Yaitu berkenaan dengan perbuatan dan perilaku Nabi Muhammad SAW, meskipun beliau tidak memerintahkan atau mensabdakannya.Misalnya: "Bertawassul kepada orang saleh yang telah wafat ketika berdoa kepada Allah. Diriwayatkan oleh Imam at-Thabrani dalam Kitab al-Mu'jam al Kabir dan al-Ausath pada redaksi yang sangat panjang dari Anas, bahwa ketika Fatimah binti Asad bin Hasyim (ibu Sayyidina Ali) wafat, maka Rasulullah SAW turut menggali makam untuknya dan masuk ke dalam liang lahadnya sembari merebahkan diri di dalam liang tersebut.
Beliau berdoa:
Artinya: "Allah yang menghidupkan dan mematikan. Allah Maha hidup, tidak akan mati. Ampunilah ibuku, Fatimah binti Asad, tuntunlah hujjahnya dan lapangkan kuburnya, dengan haq Nabi-Mu dan para Nabi sebelumku. Sesungguhnya Engkau Zat yang paling mengasihi." (HR at-Thabrani dan Abu Nuaim dari Anas)
2. Sunnah Qouliyah
Yaitu berkenaan dengan yang apa yang disampaikan Nabi atau disabdakan beliau melalui lisan, meskipun belum ditemukan riwayat Rasulullah SAW pernah mengerjakannya. Sunnah Qouliyah ini identik dengan Hadis.Misalnya, amaliyah Tahlilan. Dalam satu riwayat yang dinukil dari Al-Tahqiqat juz III, Sunan an-Nasa'i juz II, beliau bersabda:
"Barang siapa menolong mayit dengan membacakan ayat-ayat Al-Qur'an dan zikir, maka Allah memastikan surga baginya." (HR ad-Darimy dan Nasa'i dari Ibnu Abbas)
Artinya: "Bersedekahlah kalian untuk diri kalian dan orang-orang yang telah mati dari keluarga kalian walau hanya air seteguk. Jika kalian tak mampu dengan itu, bersedekahlah dengan ayat-ayat Al-Qur'an. Jika kalian tidak mengerti Al-Qur'an, berdoalah untuk mereka dengan memintakan ampunan dan rahmat. Sungguh Allah telah berjanji akan mengabulkan doa kalian." (HR Ad-Darimi dan Nasa'i dari Ibnu Abbas)
3. Sunnah Taqririyah
Yaitu diamnya Rasulullah SAW terhadap perbuatan atau amalan yang dilakukan para sahabat. Artinya, diamnya Rasulullah SAW menjadi Sunnah bagi umatnya.Contohnya, salat sunnah syukril wudu yang dilakukan sahabat Nabi. Berikut riwayatnya:
Dari Abu Hurairaoh radhiyallohu 'anhu bahwa Nabi shalallahu 'alaihi wasallam berkata kepada Bilal radhiyallohu 'anhu ketika salat Fajar (Subuh): "Wahai Bilal, ceritakan padaku amal yang paling utama yang kamu amalkan dalam Islam, sebab aku mendengar di hadapanku suara sandalmu dalam surga." Bilal berkata: "Tidak ada amal yang utama yang aku amalkan kecuali bahwa jika aku bersuci (berwudu) pada suatu malam ataupun siang melainkan aku selalu salat dengan wudhu tersebut di samping salat wajib." (HR Al-Bukhari 1081)
4. Sunnah Hamiyah
Yaitu sesuatu yang pernah direncanakan Rasulullah SAW tetapi beliau belum sempat mengerjakannya karena ditakdirkan wafat. Artinya, sesuatu yang diniatkan Nabi namun tidak sempat melaksanakannya. Contohnya, puasa sunnah 9 Asyura.Dikisahkan oleh Ibnu Abbas:
Artinya: "Ketika Rasulullah SAW berpuasa pada hari Asyura dan memerintahkan para sahabat untuk berpuasa, mereka berkata: "Ya, Nabi Muhammad! Hari ini adalah hari yang diagungkan oleh orang-orang Yahudi dan Nasrani." Rasulullah SAW bersabda, "Tahun yang akan datang insya Allah aku akan berpuasa pada hari yang kesembilan." (HR Muslim)
Hadis di atas menyebutkan keinginan Rasulullah SAW untuk berpuasa pada hari ke-9 bulan Asyura. Namun, keinginan itu gagal direalisasikan karena beliau wafat sebelum sampai pada bulan Asyura tahun berikutnya.
Demikian pengertian Sunnah dalam pembahasan ini, tidak sebatas yang pernah dikerjakan atau dicontohkan Baginda Nabi Muhammad SAW saja. Semoga ulasan singkat ini bermanfaat.
#50 tag sepekan
Warning: file_get_contents(): php_network_getaddresses: getaddrinfo for ekbis.blog failed: Name or service not known in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 54
Warning: file_get_contents(http://ekbis.blog/adminv2/tag7day.json): Failed to open stream: php_network_getaddresses: getaddrinfo for ekbis.blog failed: Name or service not known in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 54
Warning: foreach() argument must be of type array|object, null given in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 56